<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852</id><updated>2012-02-16T17:11:11.039+07:00</updated><category term='bacaan'/><category term='musik'/><category term='catatan ibunda'/><category term='film'/><category term='inspirasi hidup'/><category term='game'/><category term='komik'/><category term='puisi'/><title type='text'>Blog | Husni I. Pohan</title><subtitle type='html'>Blog, ini menggambarkan pendapat saya di bidang musik, film, komik, game dan buku. Semoga menjadi bacaan yang bermanfaat. Tulisan disini awalnya mayoritas merupakan opini pribadi saya dalam berbagai milis yang saya ikuti, meski semakin kesini saya mulai menambahkan hal2 baru dan tidak terkait milis yang saya ikuti. 

Untuk 2008, saya tambahkan beberapa "Poetry from My Past", semoga bermanfaat, di 2011 saya tambahkan Inspirasi Hidup, 2012 saya tambahkan Cerita Ibunda, thx</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>210</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-8548901806140137239</id><published>2012-02-16T10:04:00.004+07:00</published><updated>2012-02-16T10:11:09.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Notes From Qatar nya Muhammad Assad</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tadinya saya beli buku ini untuk anak sulung saya, tetapi tergoda dengan komentar Jusuf Kalla, Din Syamsuddin, Sandiaga Uno, dll, maka saya putuskan untuk membaca-nya terlebih dahulu. Kesimpulan saya, buku yang enak dibaca, dengan bahasa mengalir, mengedepankan rasio dan di kaitkan dengan ayat Qur’an serta hadits Nabi membuat buku ini bukan cuma enak melainkan juga bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://a1.twimg.com/profile_images/1671011222/NFQLE.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://twitter.com/notesfromqatar&amp;amp;usg=__wurMaJoDPpe8GH5pY2QNQBFk9GE=&amp;amp;h=500&amp;amp;w=395&amp;amp;sz=94&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=7&amp;amp;sig2=eGJl4aUJAY6Q4CI4bsZE-A&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=iy1Zs9SVault4M:&amp;amp;tbnh=130&amp;amp;tbnw=103&amp;amp;ei=QHI8T8yiE-7imAXHs9SdCw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dnotes%2Bfrom%2Bqatar%26hl%3Den%26sa%3DX%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D556%26tbm%3Disch%26prmd%3Dimvnsb&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="130" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ2ZDXbtMs7BCm0jlg7-bVJ_RZ393hNdbRi55Xu3HFGbHomSPqErDhBn30" width="103" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara format buku mirip dengan buku Dahlan Iskan yang baru selesai saya baca, bisa jadi karena menggunakan blog, sehingga tema yang dibahas beragam, dan hampir disetiap artikel di lampirkan juga komentar atau postingan dari pembaca-nya. Beberapa artikel yang buat saya menarik adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3p’s Secret for Scholarship Hunter (****). &lt;br /&gt;Dahsyat-nya sedekah (*****)&lt;br /&gt;Business Class For Free (*****)&lt;br /&gt;Ingin Badan Bertato ? (****)&lt;br /&gt;Menembus Penjagaan VIP (*****)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Total notes, dibuku ini ada 28 notes, lantas kenapa hanya lima notes diatas yang menarik buat saya sedangkan notes2 lain rata2 saya berikan bintang tiga, jawaban-nya adalah, karena lebih banyak membahasa aplikasi agama dalam kehidupan, untuk yang ini topik yang dibahas sudah cukup sering saya baca dari berbagai sumber, meski demikian untuk kalangan pembaca lain, bisa jadi ini tetap merupakan topik yang menarik, karena cara Assad menulis yang sama sekali tidak terkesan menggurui dan menggunakan bahasa yang cair dan cocok untuk generasi-nya. &lt;br /&gt;Untuk 5 notes diatas, karena muatan pengalaman pribadi Assad, maka otomatis ini menjadi sesuatu yang spesifik dan sangat menarik bagi saya. Akan tetapi tentu saja tidak ada gading yang retak, saya berharap ada revisi di buku ini untuk beberapa hal, agar tidak cuma bagus secara tulisan tetapi juga kuat secara fakta.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Notes “Idul Adha : Esensi Kepatuhan Seorang Hamba” disebutkan bahwa Ibadah Haji dimana ratusan juta orang berkumpul di tempat yang sama. Sepanjang pengetahuan saya dalam musim haji, yang berkumpul tidak lebih dari sepuluh juta. Hal ini diakibatkan adanya pembatasan dari Saudi Arabia, karena kapasitas Saudi dalam mengakomodasi jamaah. Saudi Arabia juga menetapkan kuota yang misalnya pada 2011, satu jamaah untuk setiap seribu penduduk. Itu sebabnya jamaah Indonesia pada musim haji 2010 misalnya hanya bisa mengirim 230.000 jamaah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Notes “Membentuk Generasi Tangguh”, menyebutkan populasi Muslim 1,5 milyar sedangkan Yahudi 14 juta, dan Assad menyebutkan populasi Muslim 110% lebih banyak dari Yahudi, padalah seharusnya 10.714% atau 1:107. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notes “Maaf, Tolong dan Terima Kasih”, mengutip penelitian Masaru Emoto, saya percaya bahwa air memang salah satu substansi luar biasa yang ada di dunia, saya juga yakin air mampu menyimpan data, dan akan bereaksi sebagaimana doa yang dipanjatkan orang yang berinteraksi dengan-nya. Tubuh kita didominasi air, otak salah satu organ yang kandungan airnya sangat tinggi, dan tanpa air kita tidak akan hidup. Namun penelitian Masaru Emoto sampai saat ini masih kontroversial, karena tidak menggunakan kaidah2 penelitian yang standar, misalnya dalam menetapkan teori berdasarkan jumlah sampel, dll. Jadi IMHO penelitian Masaru Emoto bagi saya masih memerlukan waktu untuk dapat diyakini sebagai penelitian yang sah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal2 khusus yang menarik, adalah kisah professor yang bertanya pada muridnya nilai sebuah uang, setelah di buat lecek atau bahkan diinjak, tentu saja nilai uang tersebut tidak berubah, karena “value” uang tersebut melekat pada dirinya. Hal lain mengenai akibat tato pada Fredrik Ljungberg, yang mengalami keracunan tinta dan mengakibatkan performansinya di Arsenal menurun drastis. Lalu kisah kocak Assad yang pantang menyerah untuk menembus tiga lapis penjaga saat acara wisuda kakak kelasnya dengan menggandeng ulama besar Mesir Sheikh Al Qharadawi. Pembagian tiga klasifikasi tipe karakter manusia ala Paul Stoltz saat&amp;nbsp; mendaki gunung, Quitters yang keluar dari pertarungan, Campers, yang mengira sudah mencapai puncak dan puas dengan apa yang sudah mereka peroleh, serta Climbers, yang terus mendaki sampai mencapai puncak. Serta kisah sukses Lee Myung Bak, yang menjadi CEO Hyundai bahkan Presiden Korea Selatan, meski hanya anak petani serta tukang sayur dan memulai karir dari buruh pabrik, dan saat kuliah harus dengan merangkap sebagai tukang sapu jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, buku sangat saya rekomendasikan dengan catatan ada baiknya Assad memperbaiki kualitas data yang ada sehingga tidak cuma inspiratif tetapi juga akurat, terimakasih untuk Assad yang dengan kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasinya, semoga diberikan Allah jalan terbaik untuk dapat lebih berguna bagi sesama-nya kelak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-8548901806140137239?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/8548901806140137239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=8548901806140137239&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8548901806140137239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8548901806140137239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/notes-from-qatar-nya-muhammad-assad.html' title='Notes From Qatar nya Muhammad Assad'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4447955346623568117</id><published>2012-02-16T10:02:00.003+07:00</published><updated>2012-02-16T10:03:08.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>A Dramatic Turn of Events nya Dream Theater</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tadinya tak ada yang tahu persis apa dampak-nya jika Portnoy keluar dari Dream Theater, maklum-lah ybs pendiri, sekaligus unik dengan gaya “autis” drum-nya yang khas. Pengagum Neil Peart ini dianggap meletakkan dasar2 penting bagi teknik drum untuk grup dengan aliran progressive metal. Ketika akhirnya album ADTOE dirilis sebagai album ke 11, tanpa Portnoy untuk pertama kalinya, kekuatiran kita ternyata sama sekali tak perlu. Dengan Mangini,&amp;nbsp; Dream Theater, justru kembali ke khittah-nya yang lebih kental nuansa progressive-nya terutama setelah beberapa album terakhir yang semakin lama semakin berkonotasi metal seperti “Train of Thought”, Systematic of Chaos” ataupun “Octavarium”, dan secara pribadi album ini dapat memuaskan dahaga saya akan album yang sekelas dan sewarna dengan “Scene From a Memory”.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://metalbuzz.net/site/wp-content/uploads/2011/09/dreamtheater-adramaticturnofevents.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://metalbuzz.net/site/reviews/dream-theater-a-dramatic-turn-of-events/&amp;amp;usg=__OveUGuFjOkxa_HxFojIrt5CAJNM=&amp;amp;h=450&amp;amp;w=450&amp;amp;sz=28&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=1&amp;amp;sig2=sW4y3irn6v_jVEUKAPj-MQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=FOakV4jrTg13VM:&amp;amp;tbnh=127&amp;amp;tbnw=127&amp;amp;ei=yXE8T8jKDaeviQee5_DFBA&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Ddream%2Btheater%2Ba%2Bdramatic%2Bturn%2Bof%2Bevents%26hl%3Den%26sa%3DX%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D556%26tbm%3Disch%26prmd%3Dimvnsl&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="127" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQuLAwOeNjlu_UgFZSID1OrmoMmGpc3KBxg9k0w4_luCxuDuP8UrIb4ZQ" width="127" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangini sendiri, ternyata adalah pengganti yang benar2 tepat, menyingkirkan drummer2 top seperti Virgil Donati, Derek Roddy, dll dalam proses audisi yang mewajibkan tiga track dan membutuhkan rata2 tiga jam per audisi, Mangini terpilih karena memiliki nilai lebih, dengan menunjukkan kecintaan-nya pada musik Dream Theater. Permainan-nya yang pas, dan tidak berlebihan (seperti yang biasa ditunjukkan Portnoy) serta mampu memberikan bingkai yang pas dan akurat bagi skill jenius Petrucci dan Rudess.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekaligus mampu menjawab ketika skill teknis di butuhkan, seperti pada beberapa track kita disodori pukulan dengan gaya polyrhytm, ataupun double bass yang rapat dan bersih menunjukkan level Mangini sama sekali tidak kalah dengan Portnoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penilaian saya pada masing2 track. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01.&amp;nbsp;On the Backs of Angel (****)&lt;br /&gt;02.&amp;nbsp;Build Me Up, Break Me Down (**) &lt;br /&gt;03.&amp;nbsp;Lost Not Forgotten (***)&lt;br /&gt;04.&amp;nbsp;This Is The Life (*****)&lt;br /&gt;05.&amp;nbsp;Bridges In The Sky (****)&lt;br /&gt;06.&amp;nbsp;Outcry (*****)&lt;br /&gt;07.&amp;nbsp;Far From Heaven (*****)&lt;br /&gt;08.&amp;nbsp;Breaking All Illussion (*****)&lt;br /&gt;09.&amp;nbsp;Beneath the Surface&amp;nbsp; (*****)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track “On The Backs of Angel” bagi saya setingkat dengan track “Bridges in The Sky”, meski cukup bagus, namun porsi musik di dalam-nya terkesan tidak menyatu dengan keseluruhan bagian utama track tersebut. Meski “On The Backs of Angel” meraih nominasi di Grammy Award dalam kategori “Best Hard/Rock Performance Category” bagi saya track ini masih kalah dengan “Outcry” dan “Breaking All Illussions”, yang komposisi-nya lebih menyatu.&amp;nbsp; “Breaking All Illussion”&amp;nbsp; bahkan dihiasi dengan solo gitar yang panjang dan menawan dari Petrucci, sedangkan kelebihan “Outcry” adalah ending yang megah mengingatkan saya akan lagu2 Genesis, meski di bagian akhirnya lebih mirip dengan salah satu track “The Wall” nya Pink Floyd ketika sekumpulan penonton meneriakkan kata2 “Breaking The Wall”&amp;nbsp; berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama track2 indah lainnya seperti “This Is The Life”, “Far from Heaven”&amp;nbsp; dan “Beneath The Surface” , dua track panjang “Breaking All The Illussions” serta “Outcry” inilah yang bagi saya layak melambungkan album sepanjang 77 menit&amp;nbsp; ini ke posisi yang sama dengan “Scene from a Memory”. Meski begitu tetap ada track yang pas2an dan tidak dapat menyamai keindahan track lainnya, dan bagi saya itu adalah track “Build Me Up, Break Me Down”. Track ini&amp;nbsp; mengingatkan saya akan salah satu track di album solo pertama James La Brie “Element of Persuasion”. Untuk track “Far From Heaven” mengingatkan saya akan track sejenis di era Kevin Moore, tepatnya track “Wait for Sleep” dalam album “Images and Word” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut juga untuk perhatian group ini pada artwork, dan memilih Hugh Syme yang sangat menjiwai artwork band2 rock ataupun metal sebagai desainer cover album ini. Bisa jadi karena Hugh syme juga pada dasarnya seorang rocker, dan pernah membantu beberapa group rock seperti misalnya Rush untuk seksi additional keyboard. Syme juga lah yang berada di&amp;nbsp; belakang artwork album Dream Theater yang lain seperti Systematic&amp;nbsp; Chaos, Greatest Hits dan Chaos in Motion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pada awalnya penilaian saya terhadap album ini standar saja, tetapi dengan sering-nya mendengar, penilaian tersebut terus meningkat, dan puncak keindahan-nya terasa setelah pengulangan 7x keatas.&amp;nbsp; Keputusan untuk mereview belakangan, sepertinya adalah putusan yang tepat, sehingga dapat lebih menggambarkan album ini secara komprehensif, dan saya sampai pada kesimpulan akhir, yaitu album ini mengobati kerinduan akan keindahan musik progressive sehingga sangat direkomendasikan untuk dieskplorasi, meski bagi penggemar yang lebih ke sisi metal Dream Theater, album ini menjadi terlalu kompleks untuk dicerna. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4447955346623568117?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4447955346623568117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4447955346623568117&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4447955346623568117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4447955346623568117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/dramatic-turn-of-events-nya-dream.html' title='A Dramatic Turn of Events nya Dream Theater'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3443145745225846726</id><published>2012-02-16T09:52:00.001+07:00</published><updated>2012-02-16T09:52:44.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Kelahiran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Aku lahir di Padang Sidempuan 18/10/1936 di Hari Minggu, dari seorang Ayah bernama Husin Lubis (tanggal lahir tidak jelas, perkiraan 1913) yang berasal dari Desa Roburan Dolok (dolok=bukit, lawan kata lombang=lembah), Kecamatan Kayu Laut, Mandailing sekitar 80 kilometer dari Padang Sidempuan. Dan seorang ibu bernama Nurjali Tanjung (tanggal lahir tidak jelas perkiraan 1915) berasal dari Desa Sihepeng, sekitar 40 kilometer dari Padang Sidempuan.&amp;nbsp; Ayahku bertubuh tinggi dan kurus berkulit coklat, sedangkan ibuku berkulit putih, bertubuh sedang, bermata besar dan dalam dengan hidung yang sangat mancung, dan paras bagaikan wanita wanita afghanistan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3443145745225846726?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3443145745225846726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3443145745225846726&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3443145745225846726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3443145745225846726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/kelahiran.html' title='Kelahiran'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-7934544223751060161</id><published>2012-02-16T09:51:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T16:41:09.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Saudara</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Aku memiliki seorang abang dan seorang kakak, disamping itu aku memiliki&amp;nbsp;dua orang adik perempuan dan&amp;nbsp;dua orang&amp;nbsp;adik lelaki, jadi tepatnya aku adalah anak ketiga, Akan tetapi kakak perempuan dan adik perempuan ku, meninggal dalam usia muda, jadi sampai dengan&amp;nbsp;tengah baya&amp;nbsp; kami tinggal berlima, dan empat diantaranya yang berkeluarga. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-7934544223751060161?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/7934544223751060161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=7934544223751060161&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7934544223751060161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7934544223751060161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/saudara.html' title='Saudara'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6300048612906468867</id><published>2012-02-16T09:50:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T16:43:55.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Roburan Dolok</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Daerah ini berada di ketinggian, tepatnya di kaki Gunung Sorik Marapi, di kampung ini sangat banyak sumber air panas, sebagian diantaranya berbelerang. Penduduk desa umumnya mandi di tempat dimana air dingin dan air panas bercampur. Sebagian bahkan membawa pisang dan telur, sehingga sambil mandi mereka dapat sekaligus “memasak”, tidak lupa dibawa juga tali untuk mengikat dan melempar pisang tersebut.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tempat ini sangatlah dingin, sehingga sangat jarang ditemukan pohon kelapa, kalaupun ada umum-nya tidak berbuah. Saat aku kecil, ibuku kerapkali membawa kami ke tempat ini, dan saat zaman penjajahan Jepang, keluargaku mengungsi ke tempat ini dengan menggunakan pedati yang ditarik sapi dari kota. Sangat banyak air di tempat ini, dan kita dengan mudah dapat menemukan sumber air dimana-mana. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6300048612906468867?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6300048612906468867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6300048612906468867&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6300048612906468867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6300048612906468867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/roburan-dolok.html' title='Roburan Dolok'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1997344706202601110</id><published>2012-02-16T09:50:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T16:45:58.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Bersama Nenekku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat zaman Jepang itu, rasanya masih terpatri dalam ingatan ketika bersama nenek, aku menyusuri sungai kecil dengan air yang sangat jernih menuju puncak gunung, sambil mengambil berbagai macam tumbuhan untuk bahan sayur seperti daun pakis, rebung dan jamur. Nenek membawa anyaman tali (durung=sejenis saringan bertali), lalu aku diminta Nenek mengusir udang dari sisi yang satu dan Nenekku menangkap dari sisi yang lain. Udang sungai ini meski kecil2, tapi sangat gurih dan kulitnya tipis sehingga tidak perlu dikupas. Karena sulit mencari kelapa, sedangkan masakan di daerah ini kebanyak menggunakan “gulai”, sebagai pengganti Santan diaderah ini, mereka menggunakan kemiri, yang digiling halus, dan dimasukkan ke masakan yang mendidih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Saat kami menelusuri sungai itu, suara pukulan para petani aren, sedang memukuli tangkai bunga aren sampai dengan lemas, agar mudah mengalirkan nira-nya terdengar sayup sayup. Pada masa itu orang2 yang kehausan di hutan diperbolehkan untuk mengambil nira tsb, asalkan memberi tanda misal puntung rokok, untuk menandakan bahwa si pengambil bukan lah pencuri dan juga bukan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tumbuhan yang cukup aneh di tempat ini, salahnya satunya seingatku berbatang lurus tinggi, berbuah berbentuk jeruk, dengan ukuran sukun,&amp;nbsp; yang kalau dikupas seperti nangka berwarna putih akan tetapi permukaan-nya memiliki semacam duri yang tidak tajam, kami menamakannya simarudon-udon (udon = periuk, karena&amp;nbsp; bentuknya yang seperti periuk).&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Selain itu ada juga tumbuhan yang dinamakan Siala Tanah, yang dikenal sebagai tumbuhan kegemaran Harimau karena rasanya manis. Diluar Roburan yang kami kenal adalah Siala biasa yang tidak tumbuh di dalam tanah dan berasa kecut. Dalam adat kami biasanya hubungan antar saudara diharapkan erat bagaikan Siala. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1997344706202601110?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1997344706202601110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1997344706202601110&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1997344706202601110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1997344706202601110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/bersama-nenekku.html' title='Bersama Nenekku'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1004185300642505570</id><published>2012-02-16T09:48:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T16:49:23.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Harimau</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Di Roburan, masyarakat cukup akrab dengan alam termasuk Harimau Sumatera. Penduduk menyebutnya ompu (leluhur), sebagai tanda penghormatan. Saking dihormatinya hewan ini, kedatangan dia ke suatu Kampung umum-nya dianggap sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres, misal perselingkuhan, dan lain2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Hal seperti ini juga pernah dituliskan dalam buku Mochtar Lubis, "Harimau ! Harimau !" yang mengisahkan petualangan 7 orang pencari damar yang diteror seekor Harimau dan mendapatkan hadiah sastra nasional. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1004185300642505570?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1004185300642505570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1004185300642505570&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1004185300642505570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1004185300642505570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/harimau.html' title='Harimau'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5128786158667874531</id><published>2012-02-16T09:47:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T16:51:01.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Sawah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kami memiliki sawah yang tidak luas, meski demikian untuk menyambung hidup Ayahku berprofesi sebagai guru, itu sebabnya kami selalu merasa memiliki darah sebagai pendidik, dan tidak aneh kalau kedua adik lelakiku memiliki profesi sebagai dosen, dan aku sendiri juga adalah guru SD sampai dengan saat menikah, karena suamiku melarangku untuk bekerja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat kami masih kecil, sebagaimana kebiasaan di desa, anak2 yang sudah cukup besar memiliki tanggung jawab untuk memasak dan mengurus adik2nya yang lebih kecil, saat Ibu kesawah, kadang karena kebingungan aku bertanya apa yang harus dimasak, tetapi Ibu-ku berkata dengan ketus “kalau kamu tidak tahu masak aja batu !”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Saat ini&amp;nbsp;jawaban tersebut mungkin terdengar kasar, akan tetapi itu adalah cara Ibu untuk membuat anak gadisnya berpikir dan tidak cuma menunggu perintah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5128786158667874531?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5128786158667874531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5128786158667874531&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5128786158667874531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5128786158667874531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/sawah.html' title='Sawah'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5680131161938827951</id><published>2012-02-16T09:45:00.004+07:00</published><updated>2012-02-16T09:45:58.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Tugas semasa kecil</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Selain memasak, dan mengasuh adik, aku juga bertugas untuk mencuci piring, kadang karena di desa kami hampir seluruh masakan menggunakan cabe, tanganku terasa sangat panas, dan bisa seharian, akibat kulit yang terlalu sensitif ketika bersentuhan dengan aneka sambal, tapi mau tidak mau ini tetap harus dilakukan karena kami hanya punya satu set piring yang langsung habis saat makan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5680131161938827951?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5680131161938827951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5680131161938827951&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5680131161938827951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5680131161938827951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/tugas-semasa-kecil.html' title='Tugas semasa kecil'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3199370476798040553</id><published>2012-02-16T09:45:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T16:54:31.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Berjualan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Karena di sekeliling pematang sawah, masih ada lahan yang dapat digunakan, Ibu-ku menanam aneka macam sayur, seperti ubi, kacang panjang, cabe dan lain-lain. Karena untuk konsumsi kami aneka sayuran ini berlebih, maka sepulang dari sawah Ibu-ku membawa bermacam sayuran tersebut ke rumah. Pada malam hari-nya Ibu mengikat ikat dan mengelompokkan sayur tersebut,&amp;nbsp;seraya berkata padaku, jual-lah semua sayur ini besok di pasar, kemudian separuh dari hasil penjualan dapat&amp;nbsp;aku miliki, sedangkan separuh sisanya biasanya untuk membeli titipan ibuku seperti sirih, kapur, tembakau, pinang, dan lain lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Aku masih ingat saat pertama kali aku berjualan, perasaan ku campur aduk, ketika harus membawa semua jenis sayuran tersebut dalam satu gulungan daun pisang sambil dijinjing di kepala bersama adikku. Biasanya kami menggunakan tempat di halaman pasar yang sudah ditinggalkan oleh penjual yang barang dagangan-nya sudah habis. Meski demikian kadang kadang kami masih sering diusir penjual penjual lain yang tidak suka tempatnya digunakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal yang paling sulit aku rasakan ketika berjualan, adalah berani mengatakan tidak untuk setiap penawaran yang diberikan pembeli. Hal ini tetntu saja diakibatkan, kami masih anak2 dan pada masa itu anak2 sangat menurut pada orang yang lebih tua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3199370476798040553?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3199370476798040553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3199370476798040553&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3199370476798040553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3199370476798040553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/berjualan.html' title='Berjualan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-7234192391695963351</id><published>2012-02-16T09:44:00.001+07:00</published><updated>2012-02-16T16:55:37.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Menonton Bioskop</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Setelah terbiasa berjualan, dan mulai menikmati manisnya “untung”, aku dan adikku mulai tertarik membelanjakan sebagian dari keuntungan kami untuk bersenang senang. Setelah jualan habis maka kamipun bergegas menuju bioskop (nama bioskop ini adalah Angkola Theater) di sebelah pasar. Ketika pertama kali menonton tentu saja kami tidak mau rugi, karena itu kami memutuskan untuk membeli karcis agar duduk di deretan paling depan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat itu bioskop buka di pagi hari dengan tarif&amp;nbsp;potongan seperempat harga. Ternyata perkiraaan kami salah, niat bersenang senang harus dibayar dengan leher pegal. Film yang kami tonton berjudul “Bengawan Solo” yang dibintangi Raden Mochtar, berperan sebagai seorang ningrat yang menikahi gadis biasa, dan berakhir tragis dengan perceraian karena tidak disetujui oleh keluarga si ningrat&amp;nbsp; dan bunuh dirinya si gadis dengan terjun ke sungai Bengawan Solo. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-7234192391695963351?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/7234192391695963351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=7234192391695963351&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7234192391695963351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7234192391695963351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/menonton-bioskop.html' title='Menonton Bioskop'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4501378417999365350</id><published>2012-02-16T09:43:00.001+07:00</published><updated>2012-02-16T09:43:38.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Perkenalan dengan suami</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Suami ku berasal dari Sipirok, bermarga Pohan Simandjuntak, sembilan bersaudara, dari keluarga pengusaha dengan tiga anak laki-laki dan enam perempuan, dimana suamiku merupakan anak kelima dengan empat adik perempuan. Dia menyelesaikan SMA-nya di Yogya, dan meminangku saat dia sudah menjadi pegawai di PTT, Pos Telepon dan Telegraph di Bandung (sekarang PT POS Indonesia). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kami berkenalan di bulan April, tahun 1957, ketika aku datang ke rumahnya, karena adik perempuan-nya adalah teman karibku. Saat itu dia tidak menyampaikan apa2 dan hanya bertanya siapa namaku, tapi aku begitu malunya sehingga hanya mampu menjawab “tidak tahu” sambil memelintir ujung taplak meja, dan kemudian dia kembali ke Bandung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada bulan Agustus tahun 1960 suamiku datang lagi, dan dia datang saat maghrib untuk mengenalku lebih dekat (Saat itu di daerah kami, kedatangan pria kerumah seorang gadis bukanlah hal yang biasa, akan tetapi suamiku sepertinya terbiasa dengan tradisi di Yogya dan Bandung) , dan tetap berbincang bincang meski adzan sudah menggema, masa masa&amp;nbsp; ini Ayah sangat tidak menyukai suamiku, disamping agama-nya yang dinilai “kurang” Ayah juga seperti kebanyakan orang asal Sipirok, berkulit gelap dan “jelek”, dan Ayah kadang membanting pintu untuk menujukkan ketidak sukaan-nya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4501378417999365350?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4501378417999365350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4501378417999365350&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4501378417999365350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4501378417999365350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/perkenalan-dengan-suami.html' title='Perkenalan dengan suami'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-477165322911203932</id><published>2012-02-16T09:42:00.004+07:00</published><updated>2012-02-16T09:42:54.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Kedatangan mertua</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Mertua laki-laki, merupakan sosok yang sangat tegas dan keras, suatu saat beliau datang dari Padang Sidempuan ke Bandung, dengan menumpang kapal selama berhari-hari, dan membawa berbagai macam oleh-oleh. Saat ini kami sudah dikaruniai anak pertama perempuan yang bertubuh montok dan kami beri nama Rossa Yuliati. Sambil menunggu anak-nya pulang dari ujian, mertuaku bercerita dengan bangganya mengenai suamiku. Tak berapa lama Suamiku pulang sambil menuntun sepeda, dengan wajah lesu, maka mertuaku langsung bertanya apa yang terjadi, dan begitu tahu bahwa anak kebanggaan-nya tidak lulus, mertua-ku saat itu juga marah dan kecewa berat, lantas berkemas dan meninggalkan rumah kami untuk menginap di rumah abang suamiku. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-477165322911203932?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/477165322911203932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=477165322911203932&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/477165322911203932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/477165322911203932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/kedatangan-mertua.html' title='Kedatangan mertua'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-21878618336698773</id><published>2012-02-16T09:42:00.001+07:00</published><updated>2012-02-16T09:42:20.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Penantian</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ketika aku berkenalan dengan pria yang akhirnya menjadi suamiku, tak berapa lama diapun pergi kembali ke Bandung, begitu sampai di Bandung diapun mengirim surat pertama dengan isi sbb; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;“Demi deburan ombak ke lambung kapal, &lt;br /&gt;seperti deburan jantungku jika mengenangmu, &lt;br /&gt;ya Allah ya Tuhanku, pertemukan lah aku dengan-nya sekiranya dia memang jodohku”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Surat ini satu-satunya peganganku, dalam menantikan dia, meski satu persatu sahabatku akhirnya menikah, dan satu persatu pria yang melamarku kutolak, aku tetap setia menantikan dia. Begitu beratnya perasaan rindu rendam yang harus aku tanggung, sehingga sepuluh tahun setelah menikah, saat di Bandung aku harus ke belakang untuk menimba air sumur di bawah sinar bulan yang sama, aku selalu teringat bagaimana sakitnya perasaan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-21878618336698773?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/21878618336698773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=21878618336698773&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/21878618336698773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/21878618336698773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/penantian.html' title='Penantian'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4620489192606407214</id><published>2012-02-16T09:40:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T09:40:32.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Tidak lulus</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Suamiku adalah sosok yang sangat suka bergaul, dia memiliki banyak teman dan sering menghabiskan waktu untuk merokok, ngopi, main catur dan main bridge khususnya di malam hari. Ketika dia harus kuliah, sering sekali dia tidak dapat mengatur waktu untuk dapat menjalankan semua aktivitas tsb, Akhirnya karena nilai yang tidak cukup, dia gagal dan harus mengulang. Saat itu aku berusaha untuk melakukan sesuatu yang mau tak mau harus aku lakukan demi masa depan keluarga kecil kami, dan karena keterbatasan dana, maka aku berjalan kaki dari jalan Kerang (sekitar SMP 13)&amp;nbsp; ke jalan Terate di siang hari, sambil menggendong si sulung (Seberat sembilan kilogram) menuju rumah Direktur Pendidikan PTT, untuk meminta kebijaksanaan beliau agar suamiku diberi kesempatan untuk dapat mengikuti ujian ulang. Saat itu aku baru tahu kalau dia sangat sering bolos, dan aku terpaksa mengatakan kalau bolos-nya dia saat itu tak lebih dan tak kurang karena ingin mencari penghasilan tambahan bagi keluarga kecil kami. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun setelah peristiwa ini, suamiku kerap kali bermimpi buruk tidak lulus, dan terbangun sambil terloncat dan keringat dingin mengucur deras. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4620489192606407214?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4620489192606407214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4620489192606407214&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4620489192606407214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4620489192606407214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/tidak-lulus.html' title='Tidak lulus'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1577929624895237710</id><published>2012-02-16T09:39:00.003+07:00</published><updated>2012-02-16T09:39:27.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Sense of Business seorang Mertua</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat mertua lelaki datang ke Bandung, dia menunjukkan kebanggaan-nya dengan rumah tangga anak laki-laki sulung-nya, yaitu Maradjo Pohan, apalagi bukan hanya karena profesi anaknya di militer juga dengan usaha bisnis simpan pinjam yang dijalankan oleh menantu-nya. Hal ini saat itu merupakan beban sendiri bagiku, karena aku merasa mertuaku menilai kami dari level ekonomi karena sense of business beliau yang memang kental, sesuatu yang masih menjadi masalah besar bagi kami. Sayangnya aku tak pernah bisa menyampaikan pada beliau, bahwa akupun tadinya seorang wanita karir yang harus berhenti karena permintaan suami. Mertua lelaki meninggal pada tahun yang sama dengan wafatnya Presiden Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1577929624895237710?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1577929624895237710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1577929624895237710&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1577929624895237710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1577929624895237710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/sense-of-business-seorang-mertua.html' title='Sense of Business seorang Mertua'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-306276196170971500</id><published>2012-02-16T09:38:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T09:38:47.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Penolakan Mertua</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tiga tahun penantianku nyaris berakhir tragis, hanya karena marga ku bukan Siregar, yaitu marga mertua perempuan. Saat itu aku merasa sangat kesulitan menjelaskan hal ini pada kedua orang tuaku, apalagi karena pada masa itu semua calon yang mereka ajukan, aku tolak. Dilain pihak sangat banyak calon bermarga Siregar yang dicalonkan oleh mertua lelakiku, dengan berbagai cara, diantaranya sengaja meninggalkan kartu mahasiswa suamiku di rumah calon yang diincar, sehingga dapat memaksa suamiku untuk mengambil kembali kartunya ke rumah si gadis. Tetapi suamiku selalu berhasil menyampaikan dengan cara yang baik, sehingga secara halus dia dapat ,menolak semua calon yang disodorkan. Termasuk sekelompok gadis empat bersaudara yang semuanya ditawarkan oleh orang tua-nya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-306276196170971500?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/306276196170971500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=306276196170971500&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/306276196170971500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/306276196170971500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/penolakan-mertua.html' title='Penolakan Mertua'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6915012054390119254</id><published>2012-02-16T09:37:00.003+07:00</published><updated>2012-02-16T09:37:43.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Sulitnya pangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada masa itu semua hasil tani, dikumpulkan oleh tentara Jepang. Pada setiap lahan kosong yang mereka nilai potensil, mereka membuat bangunan dengan tiang dan atap tanpa dinding, dikelilingi pagar berduri dan dijaga tentara Jepang dan pengumuman “Dilarang keras memasuki area ini”, serta menumpuk persediaan makanan di satu tempat, sementara diluar sana rakyat kelaparan. Suatu hari tentara Jepang membuang berkarung karung makanan seperti tepung dan roti yang sudah mulai membusuk, rakyat berebutan makanan busuk tsb di pinggir jalan untuk menyambung hidup. Melihat makanan yang dibuang berbeda dengan yang mereka sita timbul dugaan di masyarakat kalau tentara Jepang membuang beras yang mereka sita ke laut, untuk membuat rakyat menjadi lemah dan takut melawan. Belakangan Jepang bahkan menggunakan gereja sebagai gudang, juga bioskop. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Untuk menyembelih binatang dengan ukuran kambing keatas, diperlukan izin berlapis lapis. Jika izin ini dilanggar maka tentara Jepang akan menjemput paksa penduduk yang melanggar untuk dihukum. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6915012054390119254?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6915012054390119254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6915012054390119254&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6915012054390119254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6915012054390119254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-sulitnya-pangan.html' title='Zaman Jepang – Sulitnya pangan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5298659984556066059</id><published>2012-02-16T09:32:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T17:03:59.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Nasib sang Pencuri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Suatu hari seorang penduduk yang kelaparan kepergok mencuri, dan tentara Jepang mengikat tubuhnya di tonggak listrik seharian, saat matahari sedang terik teriknya, pencuri tersebut mengerang kehausan, akan tetapi tak seorang penduduk pun berani memberinya minum. Saat hari sudah menjelang sore, kepalanya terlihat terkulai, dan ternyata jiwanya telah berpisah dari raga-nya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5298659984556066059?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5298659984556066059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5298659984556066059&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5298659984556066059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5298659984556066059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-nasib-sang-pencuri.html' title='Zaman Jepang – Nasib sang Pencuri'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-2615339532586902279</id><published>2012-02-16T09:30:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T09:33:29.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Rumah penduduk</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Rumah penduduk acap kali diduduki tentara Jepang, yang sepertinya merasa lebih aman jika berbaur dengan penduduk. Setiap rumah yamng diduduki umumnya akan diubah sesuai dengan selera Jepang, sehingga semua dinding dan pembatas dihancurkan, sehingga setiap rumah menjadi lebih mirip dengan gudang tanpa sekat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-2615339532586902279?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/2615339532586902279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=2615339532586902279&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2615339532586902279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2615339532586902279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-rumah-penduduk.html' title='Zaman Jepang – Rumah penduduk'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6807777962240457702</id><published>2012-02-16T09:29:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T17:06:56.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Nasib bangsa lain</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Orang orang Belanda yang terjebak, diberikan penneng bagaikan hewan, dan mereka diawasi secara ketat, sedangkan penduduk keturuna Cina, dipaksa untuk bekerja di ladang ladang, untuk menyediakan bahan makan bagi tentara Jepang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Pada saat seperti itu, lenyap sudah arogansi bangsa Belanda, yang ada adalah wajah2 ketakutan,&amp;nbsp;tercerai berai dari keluarga, dan tanpa&amp;nbsp;kepastian&amp;nbsp;akan masa depan. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6807777962240457702?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6807777962240457702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6807777962240457702&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6807777962240457702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6807777962240457702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-nasib-bangsa-lain.html' title='Zaman Jepang – Nasib bangsa lain'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-2258112287278537423</id><published>2012-02-16T09:28:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T17:08:01.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Sekolah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Disekolah sekolah tidak ada lagi pelajaran berhitung, bahasa melayu, ilmu bumi, ilmu alam, ilmu tumbuhan, ilmu hewan dan lain lain, melainkan Bahasa Jepang, Baris berbaris dan Senam Pagi (mereka menyebutnya Radio Tasiyo) . Tentara Jepang menggunakan pengeras suara dengan lagu lagu berbahasa Jepang, yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh anak2 dengan baju penuh tambalan dan robek disana sini dengan cakar ayam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada acara acara tertentu, anak2 menyanyikan Kimigayo sambil menatap arah terbitnya matahari. Ketika tentara Jepang wafat, maka jenazah mereka akan dikremasi, dan abunya dimasukkan ke kotak2 lalu ketika kotak tersebut diarak, semua orang harus menundukkan kepala, seakan akan hari itu menjadi hari yang paling menyedihkan dalam hidup mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;“Radio Tasyo ternama segenap dusun negeri dan kota, marilah kita bersama tua dan muda kecilpun serta. Itulah gerak yang indah, yang disusun dan digubah….”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-2258112287278537423?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/2258112287278537423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=2258112287278537423&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2258112287278537423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2258112287278537423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-sekolah.html' title='Zaman Jepang – Sekolah'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-701203668011608807</id><published>2012-02-16T09:27:00.001+07:00</published><updated>2012-02-16T09:27:08.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Pos Jaga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Disetiap gerbang masuk ke kota, tentara Jepang mendirikan pos jaga untuk mengawasi pergerakan manusia dan barang. Pada saat itu setiap kendaraan harus mematuhi batas maksimal berat kendaraan. Setiap manusia yang lewat harus memberikan hormat dengan membungkukkan tubuh 90’ , penduduk menamakan proses membungkuk ini dengan “kerei”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-701203668011608807?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/701203668011608807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=701203668011608807&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/701203668011608807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/701203668011608807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-pos-jaga.html' title='Zaman Jepang – Pos Jaga'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5834565386748519162</id><published>2012-02-16T09:26:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T17:11:11.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Ayah ditahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Untuk memenuhi kebutuhan yang semakin sulit, Ayahku memutuskan untuk membeli gula merah di Mandailing, dan menjualnya di Padang Sidempuan. Gula tersebut dibeli dari petani penyadap aren, lalu dengan menyewa mobil Ayah membawanya menuju pasar Padang Sidempuan. Suatu hari, Ayah bernasib sial, karena mobil yang disewanya dianggap melewati batas maksimal di Kota Nopan, yang ditentukan tentara Jepang pada jembatan timbang yang mereka pasang. Tak ada yang tahu persis bagaimana kejadiannya, tetapi Ayah tidak pulang pulang, sehingga adik Ayah untuk sementara menjadi Ayah pengganti bagi kami bertujuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Belakangan Adik ayah melibatkan diri dalam partai politik lewat Nadhatul Ulama, dan sempat menjadi wakil ketua MPR/DPR di era Soeharto sebagai utusan PPP. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Setelah sekitar enam bulan, akhirnya Ayah dilepaskan oleh Jepang.&amp;nbsp; Pada masa itu bukan kejadian langka jika seseorang yang ditahan Jepang tak pernah kembali lagi. Tentu kami sangat bersyukur dengan kembalinya&amp;nbsp; Ayah, dan beliau&amp;nbsp; sangat terharu ketika bertemu kembali keluarganya , khususnya ke Khairani kakak perempuanku yang karakternya lembut. Ayah terlihat sangat kurus dan kuyu saat itu, meski demikian kedatangan-nya membuat kami berbahagia dan siap menyongsong hari esok yang lebih cerah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5834565386748519162?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5834565386748519162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5834565386748519162&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5834565386748519162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5834565386748519162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-ayah-ditahan.html' title='Zaman Jepang – Ayah ditahan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-9191465199377509332</id><published>2012-02-16T09:24:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T09:24:48.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Ibu mencari nafkah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada saat Ayah ditahan, Ibu berusaha keras untuk mencari nafkah. Dengan uang yang tersisa, Ibu membeli kelapa, dan bangku yang dinamakan ampaan. Bangku ini bisa diduduki tiga orang dan memiliki papan penjepit serta parit yang diukir, Setelah kami memarut semua kelapa yang ada, maka kami menempat kan kelapa parut tersebut di ampaan setelah sebelumya dimasukkan dalam kantong yang terbuat dari anyaman kulit kayu,&amp;nbsp; lalu kami duduki dan tak lama muncullah aliran santan kental, yang lama lama membentuk aliran yang lebih besar dan ditampung di bagian bawah dengan ember. Ampas yang tersisa, dikumpulkan lagi, diaduk dengan air, ditumbuk di lesung, lalu kembali diperas dengan ampaan. Setelah semua santan terkumpul, Ibu membuat lobang ditanah, lalu meletakkan kuali berukuran besar untuk menampung semua santan yang ada, lalu dinyalakan lah api. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tak lama setelahnya setelah santan mendidih sekian lama, muncullah lapisan minyak dibagian atas terpisah dengan air dibagian bawah.&amp;nbsp; Lalu ibu dengan menggunakan tempurung yang berlubang, sedemikian rupa sehingga hanya air yang masuk untuk dibuang, sehingga yang tersisa benar benar merupakan santan murni. Kemudian dipanaskan kembali, sampai minyak ini akan berbau sangat harum, lalu pelan2 Ibu menyendoki minyak dan mulai mengisi botol satu demi satu. Pada bagian bawah masih ada ampas berwarna coklat, dan ini masih bisa diperas kembali sehingga yang tersisa benar2 ampas tanpa minyak, ampas ini sering digunakan sebagai bumbu rendang dan berasa gurih. Semua proses ini memerlukan waktu empat jam, sehingga siang-nya aku mulai mengantar semua minyak ini ke langganan2 Ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Disamping usaha minyak kelapa Ibu juga menanam banyak sekali pohon pisang, dan buahnya dijual ke warung warung.&amp;nbsp; Di daerah kami, selalu ada koran yang tersedia untuk dibaca bergantian di warung, lalu setiap orang seakan akan menjadi ahli politik untuk mendiskusikan berbagai masalah di negeri ini. Sedangkan sebagian yang lain bermain catur, dengan sebagian yang lain menjadi komentator untuk setiap langkah yang dilakukan pecatur. Tentu saja pisang goreng dan segelas kopi panas menjadi pasangan yang paling pas di tempat tempat seperti ini. Tidak punya duit tidak lah menjadi masalah, karena dalam kondisi seperti ini segelas kopi dapat bertahan berjam-jam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-9191465199377509332?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/9191465199377509332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=9191465199377509332&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/9191465199377509332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/9191465199377509332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-ibu-mencari-nafkah.html' title='Zaman Jepang – Ibu mencari nafkah'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5928834751250594368</id><published>2012-02-16T09:22:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T09:22:08.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Baju</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada masa ini sangat sulit untuk mencari bahan pakaian, penduduk terpaksa ke hutan untuk mengumpulkan kulit kayu, yang lalu dipukul pukul dengan kayu berbentuk palu kurang lebih tiga jam untuk bahan satu baju. Proses ini dilakukan sampai didapat lembaran lembaran kayu yang sudah bisa diproses lanjutan seperti digunting, dijahit dan lain lain, kami menamakannya “tangki”. Untuk proses menjahit digunakan serat daun nenas yang dibuat dengan mengamplas permukaan daun nenas dengan menggunakan tempurung kelapa. Sayang-nya baju ini memiliki kelemahan, yaitu sangat disukai kutu. Kutu ini sangat suka tinggal di bagian pinggir baju, dia mengisap darah, dan meninggalkan rasa gatal yang luar biasa. Kutu ini berwarna putih, dan secara fisik mirip dengan kutu kepala.&amp;nbsp; Untuk yang masih memiliki harta, baju terbaik yang bisa dimiliki adalah baju berbahan goni manila yang pada zaman normal digunakan sebagai karung beras. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5928834751250594368?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5928834751250594368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5928834751250594368&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5928834751250594368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5928834751250594368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-baju.html' title='Zaman Jepang – Baju'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-8180459323031156147</id><published>2012-02-16T09:21:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T09:21:04.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan ibunda'/><title type='text'>Zaman Jepang – Tidur</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada masa ini untuk bantal kami menggunakan tikar yang dianyam berbentuk kantong lalu diisi kapas. Bantal ini sangat liar dan licin, dan cenderung meninggalkan sang pemakai.&amp;nbsp; Kadang setiap malam adalah proses perburuan dengan bantal sebagai sang buruan.Sedangkan untuk kasur kami menggunakan tikar berukuran besar. Pada malam hari ketika setiap orang berburu bantal, maka puluhan kutu busuk pun berburu darah sang pemburu. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-8180459323031156147?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/8180459323031156147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=8180459323031156147&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8180459323031156147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8180459323031156147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/zaman-jepang-tidur.html' title='Zaman Jepang – Tidur'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6833615744280237203</id><published>2012-02-13T10:56:00.001+07:00</published><updated>2012-02-13T10:59:35.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>99 Cahaya di Langit Eropa nya Hanum Rais</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku ini memuat perjalanan Hanum menelusuri jejak peradaban Islam di Eropa, tak jelas benar bagaimana Hanum membagi penugasan dalam membuat buku ini dengan Rangga (suami-nya), kesan saya sebagai pembaca, pengalaman Hanum jauh lebih dominan, dan mengamati pendekatan ala catatan harian yang digunakan, serta cerita yang khas sudut pandang wanita dengan sahabat2nya seperti Fatma (Wina dan Istanbul)&amp;nbsp; dan Marion Latimer&amp;nbsp; sang muallaf (Perancis)&amp;nbsp; lebih kuat lagi&amp;nbsp; menimbulkan kesan bahwa Hanum lah yang lebih banyak berada di balik lahirnya buku ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mempersoalkan siapa yang lebih dominan di balik buku ini tentu saja jangan sampai membuat fokus pada isi dari buku ini menjadi terabaikan. Saya pribadi merasakan kesan melankolis dalam buku ini, bagaimana kemajuan Islam di Cordoba, Granada, Wina, Istanbul (Konstatinopel), bahkan juga Prancis, saat ini hanya meninggalkan jejak2 saja. Tetapi tentu saja sebagai generasi baru, adalah kewajiban kita untuk menunjukkan implementasi “rahmatan lil alamin” . Sesungguhnya Sang Pencipta, sebagaimana firman-Nya mempertukarkan kemajuan di antara Bangsa, dan sebagaimana sejarah mengajarkan peradaban, Rumawi, Persia, Arab, Turki, Cina, Inggris, dan saat ini Amerika saling bergantian menjadi lokomotif perubahan agar menjadi pelajaran bagi semua umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa lalu ketika Islam tergusur dari Eropa, sepertinya ini menjadi titik balik Kristen kembali menguasai Eropa, tetapi siapa yang menduga bahwa salah satu aliran yang saat ini paling banyak mendapatkan pengikut-nya di Eropa justru Atheisme. Dalam bukunya Hanum mengutip, jika saja Paus Urban yang mencetuskan perang salib masih hidup pasti dia akan shock menyaksikan bagaimana agama yang dia yakini justru sekarang “berperang” dengan Atheisme dan bukan Islam. Meski demikian bahwa Islam dan Eropa pernah sangat serasi seharusnya dapat mengubah prasangka yang sampai saat ini masih terus ada, dengan demikian semoga semakin banyak yang memahami bahwa&amp;nbsp; teror bukan-lah merupakan bagian dari Islam itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini juga disinggung bagaimana Cordoba, yang dengan serasinya memadukan antara ilmu pengetahuan dan agama serta sukses menjadi contoh terbaik peradaban Islam dan menjadi pemimpin perubahan dari abad kegelapan ke “renaissance”. Julukan “city of light” di masa lalu, bukan cuma pengandaian, melainkan memang kenyataan masa itu. Masa peradaban Islam umum-nya selalu menggunakan pendekatan yang bersahabat bagi penganut agama lain, meski diawali dengan penaklukan, sebagaimana Umar bin Khatab saat menduduki Yerusalem, atau Turki menduduki Konstatinopel, semua tempat peribadatan dijaga dan semua penganut-nya bebas dan aman untuk menjalankan kepercayaan masing2.&amp;nbsp; Sangat ironis dengan pendudukan Yerusalem oleh pasukan perang salib yang berujung dengan pembantaian, atau cara2 yang digunakan Isabel dan Ferdinand dalam pembaptisan masal di Granada dan mewajibkan penggantungan daging babi di setiap toko makanan sebagai pengakuan bagi kaum Yahudi dan Islam di masa itu.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hal2 menarik lain-nya dalam buku ini saat perjalanan Hanum ke Perancis, adalah ketertarikan Napoleon Bonaparte pada Islam setelah kepulangan-nya dari Mesir. Beberapa fakta terkait ketertarikan Napoleon antara lain adalah masuk Islam-nya Francois Menou, jenderal yang juga merupakan tangan kanan beliau, lantas penetapan “Napoelonic Code” dalam menyempurnakan undang2 terkait masyarakat yang mengambil penerapan hukum Islam sebagai sumber-nya serta pembangunan “Axe of Historique” garis imajiner dengan gerbang Arc de Triomphe dengan menghadap ke Mekkah yang berarti “jalan kemenangan” yang memang merupakan salah satu istilah umum dalam Islam. Menambahkan apa yang ditulis Hanum, sepertinya saya perlu mengingatkan “jalan kemenangan” adalah arti dari salah satu kalimat adzan, tepatnya “Hayya Ala Al Falah” yang menjadi trademark Islam selama berabad-abad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mulinnuha.files.wordpress.com/2011/09/cover-99-cahaya-di-langit-eropa.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-980" src="http://mulinnuha.files.wordpress.com/2011/09/cover-99-cahaya-di-langit-eropa.jpg?w=645" title="Cover 99 Cahaya di Langit Eropa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah mengagetkan-nya kaligrafi kufic dengan kalimat tauhid disisipkan yaitu pengakuan terhadap ke-esa-an Allah, yaitu “Tidak ada Tuhan Selain Allah”, yang banyak muncul dalam karya seni Eropa pada masa itu, termasuk lukisan bunda Maria dan bayi-nya (Virgin and The Child) yang dijelaskan oleh Hanum saat mengunjungi museum Louvre, dan bahkan dalam mantel penobatan salah satu raja Eropa, yaitu Raja Roger II of Sicily yang mereka buktikan saat Hanum dan suami-nya mengunjungi museum Schatzkammer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sempat kehilangan jejak Fatma, dan membuat saya penasaran ingin mengetahui respon tiga orang “eropa” saat di Kahlenberg, jika mengetahui kaum yang mereka tertawakan justru mengulurkan tangan persahabatan serta mentraktir mereka makan “croissant”, namun akhirnya Hanum tetap memberikan kisah penutup yang menjawab rasa penasaran tadi. Buku ini dengan cantiknya ditutup dengan kata2 Paulo Coelho dalam “The Alchemist”, yang kurang lebih mengatakan tak peduli seberapa jauh kita berjalan, semua perjalanan itu hanya akan membawa kita lebih dekat ke titik asal, tempat dimana semua berawal. Dengan insiprasi tersebut maka Hanum memutuskan dengan beberapa sahabat dan teman dekat termasuk muallaf Wina, untuk menunaikan Ibadah Haji sebagai titik awal dari perjalanan 1400 tahun Islam sejak kelahiran-nya.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6833615744280237203?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6833615744280237203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6833615744280237203&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6833615744280237203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6833615744280237203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/99-cahaya-di-langit-eropa-nya-hanum.html' title='99 Cahaya di Langit Eropa nya Hanum Rais'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-7628026614662747567</id><published>2012-02-11T09:27:00.002+07:00</published><updated>2012-02-13T11:08:52.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Dua Tangis dan Ribuan Tawa nya Dahlan Iskan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Bagi saya inilah buku wajib bagi para manajer, Dahlan mengajarkan beberapa prinsip penting dalam memajukan PLN hanya dalam waktu yang sangat terbatas dan terbukti berhasil. Berisi 32 CEO Note, Dahlan mendefinisikan ulang ilmu managerial dan leadership. Dahlan juga sukses menjadikan PLN sebagai batu loncatan menjadi Menteri BUMN, dan dengan demikian semoga Pak DIS (Demikia ia biasa dipanggil di PLN) dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar bagi Bangsa Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pertama adalah komunikasi dan keterbukaan, Dahlan mengimplementasikan-nya dengan CEO Note yang dapat dibaca dan dikomentari oleh seluruh karyawan. Dari komentar2 ini Dahlan dapat menyaring ide terbaik untuk diimplementasikan di seluruh jajaran PLN. CEO Note juga membuat semua karyawan tahu kemana arah perusahaan dan dapat terlibat sebagai satu kesatuan menuju visi PLN kedepan. Ide2 yang dulu terhambat birokrasi dan tak dapat dimplementasikan, berubah dan “mengalir sampai jauh”.&amp;nbsp; Sebagai contoh dalam CEO Note kedua, Dahlan mengenalkan teman baru yaitu “Antusias” yang dengan-nya akan sangat banyak yang dapat dihasilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" class="rg_hi" data-height="277" data-width="182" height="277" id="rg_hi" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRrOAPRecZO026tBKyECXjjR2T9fwmkRIEAWZjm8bpQs308E-_uIQ" style="height: 277px; width: 182px;" width="182" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedua, Dahlan memastikan mana yang jadi prioritas dan mana yang bukan, saat di daerah banyak trafo yang rusak, maka Dahlan dengan beraninya menggagalkan proyek triliunan rupiah dan lantas menggantinya dengan pembelian ribuan trafo, dan dengan demikian selain menghemat anggaran, PLN dapat fokus pada masalah yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ketiga, Dahlan turun ke lapangan, berusaha memahami problem yang ada dilapangan, sehingga misalnya pembangkit listrik yang didesain untuk meminum BBM dalam jumlah luar biasa, diganti dengan konsep yang berkonotasi lokal. Misal jika di derah tersebut panas bumi yang dominan, maka itulah yang digunakan, demikian juga dengan daerah yang memiliki sumber air demikian juga dengan batubara, sementara daerah yang terisolasi dibuatkan solusi lampu sehen yang menggunakan tenaga matahari. Dahlan datang ke semua lokasi di Indonesia menempuh perjalan yang sangat sulit dengan segala macam angkutan yang mungkin. Dengan turun di lapangan ditemukan ide paralonisasi bagi daerah dengan banyak pohon, solusi cluster jaringan sehingga problem di daerah tertentu tidak mengakibatkan gangguan di tempat lain, solusi2 yang lebih sesuai dengan kondisi lokal. Naluri wartawan Dahlan tetap terpelihara dengan menyebutkan berbagai penganan khas, potensi wisata, dan hal2 menarik lainnya di sepanjang perjalanan. &lt;br /&gt;Prinsip keempat, Dahlan melakukan menetapkan target dan berani melakukan perubahan organisasi jika target tidak tercapai, pemimpin lokal yang sukses di pindahkan ke lokasi yang masih bermasalah untuk menularkan kreativitas dan semangat pembaruan. Target yang ditetapkan oleh Dahlan antara lain 1. Krisis pasokan listrik, 2. Menyelesaikan daftar tunggu (sebanyak 2.5 juta), 3. Mengatasi gangguan trafo, 4. Mengatasi gangguan jaringan dan&amp;nbsp; 5. Mencari solusi bagi pembangkit dengan BBM, dll.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kelima, Dahlan melakukan perubahan yang drastis dari sisi prosedur, yang berhubungan dengan pengadaan parts, kerjasama dengan rekanan (misal kerjasama sewa genset), puasa perjalanan dinas selama sebulan penuh, dan lain2 sehingga menghasilkan efektifitas dan efisiensi kerja. Misal puasa perjalanan dinas justru menumbuh kembangkan conference call ataupun group BBM serta chat yang akhirnya lebih efektif dalam mencari solusi. Dahlan juga tidak mau buang2 waktu dengan polemik boleh tidak-nya merokok di lingkungan kantor, melainkan langsung memutuskan siapa yang masih merokok silahkan keluar dari PLN, atau menghilangkan ketentuan seragam serta bahkan meniadakan upacara setiap tanggal 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan, alangkah baik-nya jika kita memiliki pemimpin seperti Dahlan Iskan, atau kalau pun tidak, minimal kita dapat menggunakan cara2nya dalam lingkup masing2, bagaimana Dahlan mengubah paradigma 50.000 karyawan PLN dari terbelakang, reaktif, miskin ide, boros menjadi organisasi kreatif, inovatif, efisien, efektif, proaktif, berani dan maju, adalah inti dari buku ini, semoga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-7628026614662747567?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/7628026614662747567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=7628026614662747567&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7628026614662747567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7628026614662747567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/dua-tangis-dan-ribuan-tawa-nya-dahlan.html' title='Dua Tangis dan Ribuan Tawa nya Dahlan Iskan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5338073373613976720</id><published>2012-02-11T09:23:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T16:20:44.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Abang Ucok</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dalam sebuah keluarga, tentu akan sangat ideal jika kita memiliki kakak, abang, adik perempuan dan adik lelaki. Tetapi hal ini hanya mungkin jika kita merupakan anak tengah, sebaliknya sebagian orang lebih nyaman menjadi anak sulung (karena bisa memerintah adik2nya) ataupun anak bungsu (karena disayang, meski kadang justru malah sering jadi korban saudara-nya yang lebih tua). Tentu saja posisi ini bukanlah pilihan tetapi lebih ke takdir. Aku sendiri memiliki abang, dan kakak, serta seorang adik setelah sempat jadi bungsu selama&amp;nbsp; 5.5 tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku ingin sedikit bercerita mengenai Abang Ucok. Saat aku masih kecil, aku cukup sering menjadi korban keusilan Abang, apalagi kebetulan saat kecil dia berkarakter cukup garang sebaliknya aku terlihat lembut (tetapi meski berwajah lembut Ibu selalu bilang dari semua anaknya akulah yang paling keras kepala). Setelah kami lebih dewasa maka Abang Ucok menjadi sahabat terbaik yang aku miliki, antara lain karena hobi kami yang sama, seperti menggambar, main musik (kolintang, gitar), photography, mendengarkan musik (progressive, rock, dan blues), membaca (karya Kho Ping Hoo, Karl May, Eiji Yoshikawa, Henri Charrière, Arthur Conan Doyle, Ian Fleming atau komik2 seperti Gundala, Maza, Godam, Laba Merah, juga karya2 Jan Mintaraga, Teguh Santosa, Wid NS, dll), nonton konser musik atau juga nonton film dan belanja buku komik bekas. Setelah kami masing2 menikah, pelan2 intensitas hubungan persahabatan kami menurun, meski demikian dalam acara2 keluarga kami masih selalu mengingat kenangan masa kecil tersebut dan topik2 di masa itu masih menjadi obrolan yang hangat diantara kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang Ucok, memiliki IQ yang tinggi dan sudah masuk genius meski di level awal, mungkin itu sebabnya pola pikir dia kadang sulit dimengerti oleh orang lain. Dia juga memiliki jiwa eksperimental yang sering sekali dia lakukan secara spontan. Abang pernah meloncat ke dalam sungai hanya karena melihat bebek berenang, dan berpikir dia bisa melakukan hal yang sama. Abang juga pernah memaksa aku minum air sebanyak-banyak-nya hanya karena melihat aku pipis dan ingin membuktikan apakah yang terjadi ketika seseorang minum sambil pipis. Abang juga punya hobi menggambar di dinding, dan kalau tidak cukup di dinding sebelumnya dia tulis kalimat seperti ini “bersambung ke dinding sebelah”. Eksperimen Abang lain yang aku ingat adalah saat belajar sepeda Abang berpendapat, bahwa seseorang baru dapat dikatakan mahir jika bisa membonceng, maka aku dijadikan kelinci percobaan dan tak lupa ia mengikat kedua kakiku ke batang sepeda agar tidak terjepit ruji2 serta bagian dari penerapan prinsip HSE, malang tak dapat ditolak, baru saja sepeda meluncur, Abang kesulitan mengendalikan sepeda, maka dalam kondisi kritis dengan sigapnya dia meloncat (bagaikan kapten kapal Costa Concordia kabur dari kapal-nya) dan membiarkan aku terhempas ke aspal dengan kaki terikat tak berdaya. Ketika masih di jalan Nilem, Bandung, saat berumur 4 atau 5 tahun kata Ibu, Abang sering keluar jalan sambil menggengam batu untuk melempari anak2 SD yang pulang sekolah, dia juga pernah mengigit tangan Kak Eli sampai daging lengan-nya nyaris copot 4cm2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kecil, kami sering sekali bertengkar, misalnya karena rebutan menjadi tokoh Batman, sedangkan aku tentu saja tak mau jadi Robin, lalu dia memukulku hingga menangis. Begitu juga suatu masa kepalaku berdarah karena ulahnya, dan Ibu yang sudah mulai pusing melihat kedua anak lelaki-nya terus menerus bertarung, akhirnya memutuskan akan menitipkan Abang ke adik perempuan-nya di Padang Sidempuan. Tetapi sambil menangis aku memohon ke Ibu agar abang tidak dibawa ke Padang Sidempuan, meski saat memohon luka dikepalaku masih mengeluarkan darah (maklum bagaimanapun dia satu2nya abangku) . Suatu saat saat Abang sedang dalam periode pemulihan setelah khitanan, sedangkan kami menggunakan tempat tidur bertingkat dengan posisiku di bagian atas. Tahu kalau dia sering mengeluh kesakitan karena tempat tidur bergoyang, maka aku dengan sengaja turun naik lebih sering. Karena dia tidak berdaya, dan hanya bisa mengancam lewat kata2 maka aku menjadikan momen itu sebagai saat pembalasan, dengan menggoyang2 kan tempat tidur sekuat tenaga bahkan dengan dua tangan, sampai dia menjerit jerit memanggil Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mulai akrab setelah berkelahi secara fisik untuk terakhir kalinya, ketika aku SMP kelas dua dan abang SMA kelas dua, karena badanku mulai besar, maka aku mulai berani membantah dan&amp;nbsp; bahkan menantang Abang, saat kami mulai pukul2an, Ayah datang melerai. Setelah kejadian itu hubungan kami menjadi sangat erat. Saat aku mengalami masalah di Sekolah karena sering terlambat, jarang masuk, mulai merokok serta menilep uang sekolah untuk membeli kaset musik rock, Abang lah yang datang bertemu dengan Guru BP di sekolahku. Kami juga kadang bertukar hadiah seperti saat aku memberikan dia kamera Pentax SLR sebagai hadiah, sebaliknya dia memberi aku gitar listrik buatan Korea dan efek BOSS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga memiliki kenakalan bersama khas anak2 lelaki, seperti mencuri buku dari kios komik tetangga, ataupun mengintip pembantu mandi (meski untuk yang ini, saat itu tinggi badanku masih kurang, dan akhirnya tidak bisa melihat apapun) sehingga berteriak teriak minta diangkat, dan Abang akhirnya gagal karena ketahuan ngintip, atau mungkin juga itu merupakan intervensi Allah sehingga kami terhindar dari perbuatan dosa. Saat film akhir pekan di TVRI untuk 17 tahun ke atas, kami sengaja pura2 tidur di kamar papa yang kebetulan lubang kuncinya menghadap ke TV dan nonton bergantian melalui lubang yang sama. Kami juga pernah terobsesi ingin merokok seperti Ayah, lantas menggunakan kertas koran, membakar dan mengisapnya begitu saja, dan lantas terbatuk batuk dengan mata perih dan dada terasa sangat sesak. Tetapi puncak petualangan kami adalah kabur dari rumah setelah Abang dimarahin Ibu, lalu setelah memecah tabungan Abang, kami pergi ke Lila Buana (yang saat itu di Denpasar merupakan pasar malam dengan berbagai jajanan seperti kacang rebus, martabak, buku, dll). Saat menjelang pasar malam mulai sepi dan aku merengek pulang, maka pelarian itu berhenti sampai disitu saja,&amp;nbsp;aku kira&amp;nbsp;Abang menyesal membawa aku kabur, karena pelarian itu tak berubah menjadi petualangan. Sementara tak banyak yang tahu tuduhan Ibu ke Abang, saat itu sebenarnya sepenuhnya karena keusilanku menganggu adik sepupu kami yang berlibur dari Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kuliah karena nama “Ucok” konotasi-nya nakal atau mungkin saja Ibu terinspirasi dari tokoh super usil&amp;nbsp;“Si Utjok” karya Augustin Sibarani, maka dengan upacara sederhana ala adat Batak (upa upa) Ibu mengganti nama panggilan-nya menjadi “Budi”, bersamaan dengan itu nama panggilanku juga berubah dari “Ade” menjadi “Lukman”. Namun sepertinya nama panggilan baru ini kurang cocok baginya, lalu akhirnya selang beberapa tahun kemudian oleh Ibu dikembalikan lagi ke “Ucok”. Menyelesaikan SD di SDN 11 Sibolga, Abang melanjutkan ke SMPN1 Denpasar, sempat setahun di SMA 3 Denpasar, lalu kami pindah ke Bandung, dan Abang akhirnya lulus dari SMA 13 di Bandung. Sempat diterima di beberapa universitas seperti Seni Rupa ITB, Politeknik Mekanik Swiss, Sastra Jepang IKIP Bandung, tetapi dia memilih Ekonomi Universitas Padjadjaran lalu bekerja di salah satu Bank Pemerintah, dan akhirnya mengambil program Master sandwich UGM dan Kentucky State, Amerika, demikianlah kisah Abang ku. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5338073373613976720?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5338073373613976720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5338073373613976720&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5338073373613976720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5338073373613976720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/abang-ucok.html' title='Abang Ucok'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6987037569184727574</id><published>2012-02-08T15:12:00.000+07:00</published><updated>2012-02-09T13:41:40.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Pram Melawan nya Sirait Bersaudara dan Rin Hindrayati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku ini mengingatkan saya akan tetralogi Bumi Manusia, Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa dan Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer. Membaca masterpiece Pram terbitan Hasta Mitra ini, saat itu sangat-lah mengasikkan, sambil diiringi album Jon Anderson bersama Yes, saya berkelana ke masa lalu, saat Bogor masih bernama Buitenzorg, berkenalan dengan tokoh seperti Minke, Annelies Mellema, Nyai Ontosoroh, dll. Saking berkesan-nya momen tsb bahkan sampai sekarang mendengar track “Soon“ dari suara malaikat Jon Anderson selalu membuat saya terkenang akan tragisnya hidup Annelies Mellema. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://a3.twimg.com/profile_images/1431809812/Cover_Buku_Pram_Melawan.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://twitter.com/prammelawan&amp;amp;usg=__onCKC4gMQNXBdA4gWuuVcR6NIiQ=&amp;amp;h=359&amp;amp;w=500&amp;amp;sz=60&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=2&amp;amp;sig2=fP1KMFTPyZEfXu9qi_2slA&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=nFbsepzmERL82M:&amp;amp;tbnh=93&amp;amp;tbnw=130&amp;amp;ei=yS0yT7jyNc2zrAfn_qSyBA&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dpram%2Bmelawan%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D556%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="93" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQLinKITJ2AReWoTcIJGUjKjew0oioyy3jlyYtCFb6iTNn0jARqC6XEj0jo" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sejak membaca Tetralogi itulah&amp;nbsp; saya mengerti kenapa Pram mendapat 12 penghargaan seperti dari Amerika (PEN Award), dan dari Filipina (Ramon Magsaysay) serta bahkan sempat menjadi kandidat Nobel. Beberapa karya-nya yang lain “Nyanyian Sunyi” dan “Gadis Pantai” juga meraih kesuksesan dan sempat akan dibuat film-nya oleh pihak asing. Belasan tahun di pengasingan justru kesempatan bagi Pram untuk membuat karya luar biasa yang bahkan bisa disetarakan dengan Dostoyevsky sekalipun. Salah satu kekuatan Pram adalah data sejarah yang dia gunakan sangat kaya, sehingga tokoh2 tersebut seakan akan benar ada dan terlihat begitu hidup. Hobi-nya mengumpulkan buku dan kliping sangat membantu dalam memberikan latar belakang bagi buku2-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku sekitar 500 halaman ini merupakan petikan wawancara, yang sebagian besar berisi tanya jawab antara suami istri Hasudungan Sirait - Rin Hindrayati serta adik Hasudungan yaitu Rheinhardt Sirait dengan Pram yang dilakukan selama bertahun tahun. Dibuka dengan kata pengantar yang menarik oleh Hasudungan Sirait, terlihat sekali watak Pram yang keras dan tanpa kompromi dalam wawancara tersebut. Pilihan Hasudungan sendiri untuk mengutip apa ada-nya adalah hal yang justru menjadi daya tarik tersendiri, karena pemilihan kata yang dilakukan Pram jadi terlihat secara jelas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Meski atheis, istri Pram justru seorang Hajjah, dan ibu-nya bahkan seorang islam yang sangat disiplin dalam beribadah. Beliau juga mengutip kalimat religius “Jika seseorang tidak tahu dari mana dia datang, bagaimana dia tahu mau kemana akan pergi” ketika menjelaskan penting-nya sejarah, atau mengutip surat Iqra yang menjelaskan penting-nya membaca, Pram tetap bersikeras tidak mengakui eksistensi Tuhan. Uniknya saat pemakaman pun, beliau justru di makamkan secara islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dalam buku ini Pram tetap bersikukuh kalau dia bukanlah bagian dari PKI, dan keterlibatan dia dalam Lekra lebih karena “kecelakaan” dan dicantumkan begitu saja tanpa dia sendiri pernah meminta. Akan tetapi dia mengakui kalau dia sangat aktif, keras dan vokal dalam Lentera yang meski awalnya cuma sisipan dari Koran Bintang Timur, namun akhirnya justru malah lebih terkenal dari induknya. Pram mengatakan “serangan” yang dia lakukan tidak lebih merupakan interpretasi atas sikap keras Soekarno yang memang panutan-nya ke pihak barat. Berkali kali Pram mengutip kalimat “Go To Hell with Your Aids”.&amp;nbsp; Pram juga mengeritik PKI yang dia sebutkan salah strategi dengan menggunakan “sama rata sama rasa” karena bagi Pram tidak mungkin kita menyamakan penghargaan antara yang berprestasi dan yang tidak berprestasi. Bagi Pram kiri bukan lah komunis, tetapi justru keberpihakan pada rakyat yang umun-nya petani tanpa tanah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kebencian-nya terhadap Soeharto luar biasa, bahkan juga merembet ke Nasution. Berkali kali dia menyebut bagaimana “licik”-nya Soeharto yang mengabaikan perintah Soekarno dengan melakukan transaksi dagang dengan Singapura, meski sempat diadukan oleh Soebandrio ke Soekarno. Pram juga menyesalkan pemaafnya Soekarno dan tidak adanya keputusan yang jelas terhadap kesalahan Soeharto dan bahkan diberi kesempatan untuk pendidikan lanjutan sebagai ganti-nya hukuman. Pram juga berkali kali menyampaikan kekaguman-nya pada Soekarno, tetapi sebaliknya Pram sangat sinis ke Megawati yang di sebutkan nya sebagai hanya “anak biologis”&amp;nbsp; semata tetapi sayangnya bukan “anak ideologis”. Pram juga tidak menutupi kebencian-nya pada Angkatan Darat yang dia anggap tak ubahnya kasta priyayi dalam masyarakat Jawa, meski dia merupakan mantan tentara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dia juga mengeritik keras Amerika yang dia sebut sebagai negara teroris sebenarnya, dengan kaum Indian sebagi contoh korban-nya. Pram juga menuduh demokrasi bagi negara2 barat hanya berlaku bagi dirinya sendiri, sementara keluar mereka memunculkan kolonialisme dan pemerasn. Tapi uniknya Pram juga cukup fair ketika mengatakan saat dia dilecehkan dalam negara-nya sendiri, justru Amerika lah yang pertama tama memberikan penghargaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pram juga mengungkapkan kebencian-nya terhadap “Jawa” yang dia tuduh tak lebih dari kebudayaan priyayi dan cenderung berpihak pada kekuasaan dengan menindas rakyat. Meski Pram sendiri berdarah Jawa dia menganggap dirinya sudah berpisah dengan “Jawa” khususnya sejak dia mendalami Bahasa Indonesia yang dia nilai lebih ekspresif dan egaliter dalam mengungkapkan banyak hal. Saat usia 16 tahun, Pram sudah memutuskan tidak lagi menggunakan bahasa Jawa yang dia nilai tidak demokratis dan berjenjang. Akan tetapi&amp;nbsp;Pram juga kecewa dengan&amp;nbsp;penggunaan Bahasa Indonesia yang dia nilai mandek dan justru paling maju saat penjajahan Jepang, serta beberapa kali menyatakan bahwa tugas kitalah menjaga Bahasa, seraya menyampaikan bahkan untuk kata "adil" dan "hukum" saja kita berhutang pada Bahasa Arab. Untuk ini dia berterima kasih pada guru-nya Mara Sutan, yang berhasil membangkitkan potensi Pram. Di lain pihak dia menyatakan kekagumannya terhadap suku Batak yang dia nilai sangat maju dan banyak menduduki posisi penting meski perkenalan dengan budaya modern baru mencapai 100 tahun serta Aceh yang dia anggap sebagai suku pemberani dan tak kenal menyerah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ini buku yang menarik, dan penerbit Nalar tak semestinya memberi kesan seakan akan topik seks sesuatu yang perlu ditonjolkan dalam memasarkan buku ini, karena sebagaimana buku2 Pram yang jauh dari hal2 seperti ini, porsi diskusi tentang seks dalam buku ini juga sangat minimal. Bahkan Pram sendiri terkesan “malu” dalam menceritakan hal2 seperti ini. Justru yang perlu lebih diangkat adalah tentang banyak hal lain, mulai sastra, kebudayaan, keluarga, sosial, dan juga pengalaman belasan tahun terisolasi di pulau Buru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6987037569184727574?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6987037569184727574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6987037569184727574&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6987037569184727574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6987037569184727574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/02/pram-melawan-nya-sirait-bersaudara-dan.html' title='Pram Melawan nya Sirait Bersaudara dan Rin Hindrayati'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-9089140498251759621</id><published>2012-01-31T13:40:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T15:33:29.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Klub Film nya David Gilmour</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sepintas melihat buku ini saya sama sekali tidak tertarik, cover-nya lebih mirip buku teks tentang hal2 yang bukan merupakan minat saya, dan sama sekali tidak terlihat sebagai novel. Tapi karena nama-nya yang sama dengan gitaris Pink Floyd, maka saya coba membaca beberapa komentar di halaman belakang, lantas akhirnya saya putuskan untuk memboyong buku ini segera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ketika akhirnya membaca, saya mulai tertarik dengan cara bercerita Gilmour yang mengalir dan sangat jujur. Gilmour sama sekali tidak menutup masalah2 yang dia hadapi, baik pernikahan-nya yang mengalami kegagalan, kesulitan dia dalam mendidik anak lelaki yang sedang labil dalam menuju masa dewasa-nya, kehidupan ekonomi-nya yang pasang surut dan kadang harus menganggur beberapa lama, belum lagi ditambah hobi-nya makan di restoran yang makin mempercepat buruknya kondisi finansial dia meski kadang memperoleh keuntungan yang cukup besar dari proyek2 film yang dia dapat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/22936-klub_film.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.kutukutubuku.com/2008/open/26973/klub_film&amp;amp;usg=__VxHdPpxgq8BBjgShiL1CTggkieM=&amp;amp;h=400&amp;amp;w=400&amp;amp;sz=28&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=15&amp;amp;sig2=u_JX9r_gX6G8FCB3ch7zAQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=_9L7LbAPdW_AnM:&amp;amp;tbnh=124&amp;amp;tbnw=124&amp;amp;ei=r4wnT-i7GMeImQWEoK3MAw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dklub%2Bfilm%2Bdavid%2Bgilmour%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D556%26site%3Dwebhp%26tbm%3Disch%26prmd%3Dimvns&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="124" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQf-Wap77okYN1NOzJQlaOrgJNa4l5FpwRqCN6EAn0TrFYodhdbEEnaH4k" width="124" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Cerita ini bermula dari kesulitan mantan istri Gilmour dalam mendidik Jesse sebagai orang tua tunggal, dan lantas meminta Gilmour gantian yang mengambil peran ini. Di saat awal Gilmour sudah lantas kesulitan karena Jesse mengalami masalah besar dengan nilai2nya di sekolah, mulai merokok, pacaran dan kehilangan orientasi akan masa depan.&amp;nbsp; Cukup pusing dengan cara Jesse melihat sekolah, maka akhirnya Gilmour melakukan putusan yang sangat aneh, dia memperbolehkan Jesse untuk berhenti sekolah namun dengan satu syarat, merek berdua harus menonton paling tidak tiga film seminggu dengan film yang dipilih sendiri oleh Gilmour, yang jika dilanggar maka Gilmour tidak akan segan2 menghentikan tunjangan tempat tinggal, dan lain2. Meski pada awalnya Jesse meloncat kegirangan, akan tetapi pelan2 dia mulai melihat jalan buntu dan suram dalam kehidupan-nya jika dia terus2an bersikap seperti sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Setelah hubungan ayah dan anak ini mulai terbina, maka lambat laun lewat film2 yang mereka tonton Jesse mulai mengalami perubahan karakter, di akhir cerita Jesse pelan2 mulai menata hidupnya, dimulai dari bekerja sebagai operator telepon, lalu pencuci piring disebuah restoran dan lantas menjadi asisten koki, hingga akhirnya kembali sekolah dan lulus dan memulai karir-nya dalam sebuah band musik remaja. Dikisahkan bagaimana Jesse yang tadinya cuek, mulai merasa bahwa Ayah-nya lah sahabat satu-satunya dimana dia dapat bercerita apa saja yang tdak dapat dia ceritakan pada sahabat-nya.&amp;nbsp; Dan Gilmour berusaha menempatkan Jesse sebagai tokoh utama dalam buku-nya dan tidak berusaha tampil sebagai sosok yang “paling tahu” atas segala sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Jujur, saya cukup miris melihat kehidupan anak muda Amerika, minuman keras, gonta ganti pasangan, hubungan kebablasan dalam usia belasan, keluar malam, dan obat2an. Sekalipun Jesse dibesarkan oleh orang2 dewasa seperti Maggie, Gilmour dan Ibu Tiri-nya Tina, yang boleh disimpulkan sebagai orang2 yang “baik”, tetap saja sulit buat mereka untuk membentuk Jesse menjadi pemuda yang berguna. Jika di Indonesia kita tidak hati2, maka kita bisa saja menuju jurang kehancuran sebagaimana anak2 muda Amerika di masa ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buat siapa sih buku ini ?, ya saya rasa setiap Ayah yang memiliki anak lelaki sepertinya akan tertarik dengan buku ini, atau penggemar film yang ingin tahu banyak latar belakang pembuatan film, dan ingin tahu adegan terpenting dalam sebuah film. Berbagai komentar penting yang mewarnai sejarah film seperti Clint Eastwood, Stanley Kubrick, dll dikutip dalam buku ini. Sejujur-nya Gilmour adalah bagaikan HB Jassin-nya dunia film, meski sebagian besar referensi film-nya memang produksi Amerika. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-9089140498251759621?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/9089140498251759621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=9089140498251759621&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/9089140498251759621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/9089140498251759621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/klub-film-nya-david-gilmour.html' title='Klub Film nya David Gilmour'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5003837578444811437</id><published>2012-01-31T13:38:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T15:36:44.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Sherlock Holmes - A Game of Shadows nya Guy Ritchie</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kali ini Ritchie menggambarkan pertemuan Holmes dengan Moriarty, dan bagi saya karya Sherlock Holmes nya&amp;nbsp; Ritchie yang kedua ini jauh lebih memuaskan di banding karya sebelumnya. Kompleksitas masalah, lawan yang tangguh, lokasi yang eksotis, misteri yang dibangun membentuk film ini menjadi tontonan yang kuat. Dan enaknya sama sekali tidak diperlukan menonton ataupun mengingat ingat film sebelumnya untuk menikmati film ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://whatculture.com/wp-content/uploads/2011/12/sherlock_holmes_a_game_of_shadows_ver17.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://whatculture.com/film/sherlock-holmes-a-game-of-shadows-review-an-improvement-but-still-off-the-mark.php&amp;amp;usg=__ApI74lbtjM0Jw05gR3xHlJnGcuQ=&amp;amp;h=755&amp;amp;w=517&amp;amp;sz=98&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=36&amp;amp;sig2=ND6Mx1wbA0MBoiEVdtRlwA&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=gdRyid4fkP68vM:&amp;amp;tbnh=142&amp;amp;tbnw=97&amp;amp;ei=G4wnT_S2IsPomAX33ui3Aw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dsherlock%2Bholmes%2Ba%2Bgame%2Bof%2Bshadows%26start%3D20%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D556%26site%3Dwebhp%26tbm%3Disch%26prmd%3Dimvns&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="142" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSaWA3hWI3DSOWdDSUhYDBg_lxhZB15eo4bkW0AksxDmRfSZCAZyRF_jSo" width="97" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tidak seperti film pertama yang masih membingungkan kita dengan cara Ritchie menggambarkan kemampuan memprediksi Holmes, kali ini kita sudah lebih siap menyaksikan adegan yang muncul. Kembali memunculkan Irene Adler yang kalau dalam karya Sir Arthur Conan Doyle merupakan satu2nya wanita yang paling mungkin “dicintai” Sherlock Holmes meski setelah-nya memerankan peran-nya akan tetapi langsung menghilang karena di racun oleh Moriarty. Tak lupa dimunculkan juga Mycroft Holmes yang dalam buku digambarkan sebagai abang Holmes yang otak-nya bagaikan “walking dictionary“ sehingga memiliki status tinggi dalam kepemerintahan meski tak punya jabatan prestisius. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ceritanya sendiri bermula dengan banyak-nya bom yang meledak dimana mana, dilain pihak Moriarty diketahui melakukan pembelian sebuah pabrik senjata dan lantas diduga menjadi dalang, agar pabrik senjata-nya dapat segera berproduksi secara penuh, untuk ini dia membutuhkan adu domba agar perang yang dinanti nanti segera berjalan. Dengan bantuan seorang dokter bedah bernama Hoffmanstahl, Moriarty melakukan peniruan beberapa tokoh dunia agar dapat menjalankan strategi-nya dengan lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Sadar bahwa Holmes dan Watson sangat berbahaya, maka orang2 Moriarty berusaha membunuh Watson yang pada saat itu akan berbulan madu dengan istrinya. Adegan pertarungan di Kereta Api sangat seru, dan ditampilkan dengan banyak shoot close up. Guy Ritchie juga secara sadar menampilkan beberapa hal konyol dalam film ini seperti penyamaran Holmes sebagai wanita di kereta api yang luar biasa kasar, kuda pony Holmes yang menyebabkan sebagian penonton sakit perut serta&amp;nbsp; cara Mycroft menyebut nama Sherlock dengan Sherly. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Selain karakter Holmes (diperankan oleh Robert Downey) yang menunjukkan perkembangan di banding film sebelumnya, karakter Moriarty (diperankan Jared Harris) yang pada awalnya meragukan ternyata menunjukkan kematangan pada bagian2 akhir, meski posturnya tidak mengesankan sebagai juara tinju yang memang menjadi latar belakang Moriarty, namun kekuatan akting-nya memukau dan sekelas dengan Anthony Hopkins si jagal Hannibal dalam Silence of The Lamb. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Adegan akhir pertarungan Holmes dan Moriarty sangat menarik, mereka digambarkan bermain catur, sementara secara paralel semua “pion”, sudah mereka set di ballroom untuk melakukan pertarungan yang sebenarnya, dan saat Holmes menyadari dia akan kalah secara fisik mengingat bahunya cedera ketika menggerebek pabrik senjata Meinhart milik Moriarty di Jerman, maka dia memilih cara pertarungan lain dengan Moriarty, dan berhasil dia lakukan secara dramatis, meski mereka berdua harus jatuh ke air terjun yang sangat deras dan tinggi, terletak dibawah bangunan tempat mereka bertarung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat keduanya jatuh, maka semua mengira Holmes tewas, meski tubuh keduanya tidak ditemukan, namun belakangan saat Watson sedang menulis petualangan terakhir Holmes, dan harus keluar untuk menemui seorang pengantar surat, mendadak pada sebuah korsi muncul Holmes dengan pakaian khusus penyamaran yang sebelumnya sudah dibuatkan clue-nya oleh Ritchie, lalu menambahkan tanda tanya setelah kalimat “The End”. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5003837578444811437?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5003837578444811437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5003837578444811437&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5003837578444811437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5003837578444811437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/sherlock-holmes-game-of-shadows-nya-guy.html' title='Sherlock Holmes - A Game of Shadows nya Guy Ritchie'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6110576212824327873</id><published>2012-01-31T13:35:00.001+07:00</published><updated>2012-01-31T13:35:38.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>Warna Tanah, Air dan Langit nya Kim Dong Hwa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Mulai kenal Kim Dong Hwa di komik Chicken Soup yang sangat menyentuh, akhirnya membuat saya memutuskan untuk membeli trilogi novel grafis warna Tanah, Air dan Langit (2003) ini. Ketiga buku ini cukup tebal dan masing2 sekitar 300 halaman serta berformat lebar, dan dibungkus dalam sebuah kotak karton cantik, yang sekaligus merupakan wadah dari trilogi ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Cerita-nya sendiri berpusat pada kehidupan dua wanita di Namwon sebuah kampung kecil di Korea, yaitu seorang janda dan anak perempuan-nya Ehwa. Sang Janda memiliki warung yang sering menjadi tempat persinggahan para pria petani yang sebagian besar merupakan warga di desa kecil dimana mereka tinggal. Sang Janda yang cantik digambarkan dengan sabar menahan diri dari godaan lelaki iseng yang justru merupakan langganan loyal meski akhirnya jatuh cinta pada seorang tukang gambar keliling. Khusus Ehwa, mendapat fokus lebih, di buku ini, karena perkembangan-nya, menstruasi pertama, cinta monyet sampai akhirnya malam pengantin digambarkan dengan komprehensif oleh Kim. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ada kesan yang kuat kalau wanita merupakan sosok yang sangat familiar bagi Kim, karena kedua perempuan tokoh utama yang ada di buku ini memiliki karakter dan penggambaran yang sangat feminin. Cara berpikir, tindak tanduk Ehwa dan Ibunya dalam nofel grafis semua menunjukkan kemampuan Kim dalam menyelami pikiran wanita. Bagi kebanyakan pria, komik ini mungkin tidak menarik, karena tidak adegan perkelahian seru, sangat banyak dialog dan terobsesi dengan berbagai bunga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://photo.goodreads.com/books/1278083038l/8529897.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.goodreads.com/review/show/126766467&amp;amp;usg=__YxdeGHTh-p_-fvbypqpxz6KpzLY=&amp;amp;h=250&amp;amp;w=176&amp;amp;sz=17&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=10&amp;amp;sig2=sUPgHzGhiB7KUR3evBC8uQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=UWRTA9fHZt2yfM:&amp;amp;tbnh=111&amp;amp;tbnw=78&amp;amp;ei=josnT8jFCuzimAWcr-3XAw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dkim%2Bdong%2Bhwa%2Bwarna%26hl%3Den%26sa%3DX%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D556%26site%3Dwebhp%26tbm%3Disch%26prmd%3Dimvns&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="111" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQKY4RqX_WNZIuBA4zLDIfiWVMZgoQ54W_Ut1gZGsrIVzDlbh4x8kgaMQ" width="78" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tokoh negatif dalam buku ini cukup banyak, mulai dari sepasang teman Ehwa yang “gatal”, dan cenderung melakukan&amp;nbsp; hal2 tidak senonoh, Bos-nya Duksam ataupun para petani genit yang senantiasa mengeluarkan kata2 “mesum” ke Sang Janda. Sebaliknya Ehwa digambarkan sebagai seorang gadis pemalu yang baik hati, sebagaimana Ibu-nya. Selain Ehwa dan Ibu-nya, ada&amp;nbsp; beberapa tokoh dalam buku ini merupakan sosok yang mewakili citra baik seorang pria, misal seorang Tuan Muda yang merupakan anak salah satu tokoh terpandang, pendeta muda Chung Myung, tukang gambar kekasih Si Janda ataupun Duksam yang akhirnya berhasil meminang Ehwa.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Novel grafis ini sendiri tidak direkomendasikan bagi pembaca belasan tahun, karena cukup banyak adegan2 dewasa, yang sempat membuat saya terkaget kaget atau bahkan malu sendiri.&amp;nbsp; Mulai dari adegan pasangan gatal teman Ehwa, sampai dengan malam pengantin di Warna Langit saat Ehwa akhirnya memutuskan menikah dengan Duksam. Bertolak belakang dengan penggambaran yang agak “panas”, kata2 di buku ini lebih layak dianggap sebagai puisi dan terkesan filosofis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Beberapa hal yang bagi saya tidak nyaman, penggambaran pasangan “gatal” teman Ehwa yang berlebihan dan terkesan vulgar, lelaki genit di warung yang kadang bahkan tanpa malu merogoh rogoh “senjata-nya” di depan Si Janda (sehingga terkesan eksibisionis), atau pasangan tua yang ikut2an melakukan ritual malam pengantin pada saat yang sama dengan Ehwa dan Duksam sehingga merusak gambaran keindahan malam pengantin Ehwa. Juga jadi tanda tanya bahwa meski Ehwa dinikahkan secara resmi, akan tetapi pernikahan Sang Janda dengan Tukang Gambar keliling sama sekali tidak digambarkan, padahal dengan karakter ibu yang sudah protagonis, sayang kalau status ini menimbulkan pertanyaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Diluar itu dialog yang indah, kepribadian Ehwa yang membuat pembaca ikut jatuh hati, nasib percintaan pendeta budha muda yang tragis, merupakan faktor plus dari novel grafis ini. Tentu dibalik dialog yang indah tersebut, kita tidak boleh melupakan Rosi Simamora, yang tanpanya maka karya ini akan turun kelas. Lewat buku ini, secara tidak langsung kita juga belajar adat istiadat Korea, yang dengan rajin dijelaskan oleh Kim pada footnote2 khusus. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6110576212824327873?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6110576212824327873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6110576212824327873&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6110576212824327873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6110576212824327873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/warna-tanah-air-dan-langit-nya-kim-dong.html' title='Warna Tanah, Air dan Langit nya Kim Dong Hwa'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3019929055065742916</id><published>2012-01-31T13:33:00.003+07:00</published><updated>2012-02-11T10:01:06.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Hari pertama sekolah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Entah kenapa kedua anak lelaki Ibu (aku dan abang ucok demikian kami sekeluarga biasa memanggilnya) dimasukkan ke sekolah dasar saat usia kami masih lima tahun. Jadi kami berdua hampir selalu menjadi anak yang paling kecil / muda di kelas masing2. Meski demikian di usia itu, aku sangat bangga bisa bersekolah, karena rasanya tidak enak setiap hari melihat Bang Ucok dan Kak Eli berangkat dengan seragam rapi serta membawa tas dan pergi belajar. Kalau boleh memilih memang lebih enak meninggalkan (pelaku) dibanding ditinggalkan (korban). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Semalam sebelum hari pertama masuk sekolah, Ayah dan Ibu bersama aku belanja semua kebutuhan sekolah dengan menggunakan motor dinas Suzuki A100, andalan Ayah. Setibanya di toko maka kami segera berbelanja pinsil warna, buku tulis, peruncing pinsil, tempat pensil serta buku2 pelajaran, yang semuanya dimasukkan dalam koper plastik berwarna biru.&amp;nbsp; Pada masa itu dan seperti umumnya di kota2 kecil, toko biasanya merangkap untuk berjualan berbagai produk, misalnya toko buku bisa saja merangkap sebagai toko pakaian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sungguh tas yang benar2 berat ketika akhirnya semua-nya dimasukkan, tetapi entah kenapa aku tidak mau berpisah dengan semua peralatan itu, meski Ibu sudah berulang kali menjelaskan kita cukup membawa buku pelajaran hari itu saja. Kasihan karena tas yang terlalu berat, malam2 Ibu mengeluarkan beberapa peralatan belajar, tetapi ketika paginya aku merasa ada yang salah dengan berat koper, maka aku memeriksa dan akhirnya mengetahui apa2 saja yang dikeluarkan, serta merengek untuk meminta semuanya dikembalikan ke koper. Maka dengan berat hati Ibu melepas anak bungsu-nya (saat itu adikku belum lahir) yang sambil terhuyung huyung tetapi penuh semangat berjalan terseok seok mengikuti Kak Eli dan Bang Ucok menuju SDN 11 Sibolga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Meski paling kecil di kelas, aku relatif masih belum ada masalah, sampai suatu hari di sekolah kami, pada pelajaran Agama, saat biasanya kelas dibagi menjadi dua. Karena di Sibolga persentase Agama Islam dan Kristen nyaris berimbang, maka setiap pelajaran Agama Kristen, seringkali justru anak2 Islam mengalah pindah ke kelas lain. Ketika guru mengatakan anak2 Kristen tetap dikelas, aku memutuskan untuk bertahan karena tidak mengerti apa agama ku. Lalu melihat aku bertahan, maka dengan semangat Guru agama Kristen memulai pelajaran tentang penyaliban, penebusan dosa, dll sambil wajah-nya sering2 diarahkan padaku dengan penuh minat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sepertinya teman2 Kak Eli ada yang melihat situasi ini, dan lantas melaporkan-nya. Tidak terbayang betapa kagetnya Kak Eli melihat adik-nya belajar Agama Kristen. Lantas berusaha memberi isyarat lewat jendela, tetapi aku memilih bertahan karena tertarik gambar Salib dan Yesus yang oleh guru dibuatkan ilustrasi-nya di papan tulis. Frustrasi dengan penolakanku, Kak Eli memberanikan diri mengetok pintu, dan lantas minta izin mengajak aku ke luar kelas, tetapi Guru dengan tenang mengatakan “Biarlah adikmu memilih mana yang cocok bagi-nya”. Kak Eli dengan sedikit histeris menolak dan segera menyeret tanganku keluar kelas, dan dengan demikian upaya ku berpindah agama yang pertama dan sekaligus terakhir gagal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal yang paling sulit saat bersekolah adalah membaca, aku menggunakan metode yang salah dalam hal ini yaitu dengan menghapal keterkaitan antara gambar dengan setiap teks pada setiap halaman. Pada awalnya cukup lancar, sampai akhirnya tibalah masa2 sulit yaitu halaman2 tanpa gambar. Saat itu lah baru Ibu tahu aku masih saja tidak bisa membaca, maka sambil menggendong&amp;nbsp; adik bungsuku, Ibu turun tangan mengajarku membaca berhari hari, dengan mengeluarkan ilmu Guru-nya, sampai akhirnya aku menjadi yang paling cepat membaca di kelas. Ada cerita lucu saat mulai mengenal huruf, bosan melihat Ayah yang sepertinya selalu berpikir saat mengisi TTS, maka dengan sok taunya aku juga memiliki hobi mengisi TTS, bedanya aku bisa lebih cepat karena tak perlu melihat pertanyaan, melainkan cukup mengisi setiap kotak dengan huruf apapun yang bisa aku tulis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Saat itu beberapa guru yang kurang disukai anak2 di beri julukan. Sering mendengar cerita Kak eli dan Abang Ucok tentang p'Sompel, salah satu guru yang ditakuti, aku jadi berhati-hati apabila berpapasan dengan beliau. Namun suatu hari beliau memanggilku lalu mengatakan "Bilang sama Ayah,&amp;nbsp;pak Guru ingin sekali kalender Pos dan Giro", dan aku mengangguk mengiyakan&amp;nbsp;seraya ketakutan. Saat itu kalender adalah benda yang sulit ditemukan, jadi biasanya kalender yang di cetak perusahaan sering menjadi rebutan. Namun Ayah tak pernah benar2 merespon masalah yang aku hadapi. Situasi ini menyebabkan aku selalu menghindari p'Sompel. Namun untung tak dapat diraih dan malang tidak dapat ditolak, suatu saat aku kepergok, dan p'Sompel, langsung menagih kalendar, dan dengan gugup aku menjawab terbata-bata "Ka ka ka lendar-nya ti ..tidak ada pak Sompel". Tertegun mendengar nama ejekan-nya aku sebutkan, namun p'Sompel cepat mengendalikan perasaan-nya, dan berkata "nama bapak bukan pak sompel, jangan pakai nama itu lagi ya". Aku tertegun dan segera menyingkir, menyadari nama itu nama ejekan yang di sematkan anak2 pada beliau. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3019929055065742916?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3019929055065742916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3019929055065742916&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3019929055065742916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3019929055065742916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/hari-pertama-sekolah.html' title='Hari pertama sekolah'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3090544799340524043</id><published>2012-01-24T13:40:00.001+07:00</published><updated>2012-01-24T16:02:24.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Saga No Gabai Bachan nya Yoshichi Shimada</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku ini berkisah tentang seorang anak (merupakan kisah sebenarnya dari kehidupan Yoshichi atau dengan nama asli Akihiro Tokunaga) yang karena situasi ekonomi sulit di Hiroshima dititipkan oleh Ibu-nya ke Nenek-nya di sebuah kampung bernama Saga.&amp;nbsp; Tinggal bersama Nenek-nya memberikan warna yang luar biasa bagi Yoshichi kecil dalam memandang hidup. Meski Sang Nenek sangatlah miskin (bahkan Yoshichi menyebutnya Super Miskin) tetapi Yoshichi belajar untuk melihat segala sesuatu dengan hati riang dan tetap optimis. Nenek sendiri menyebutnya sebagai “miskin ceria” yang berbeda dengan “miskin muram”, dan bagi Nenek tentu saja pilihan sebagai “miskin ceria” adalah pilihan yang jauh lebih baik dan tetap bangga meski dikenal sebagai keluarga miskin turun temurun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://4.bp.blogspot.com/-eBAkyQM55xA/TqyVoiBoprI/AAAAAAAAAHA/vSUOpOjnxJk/s1600/Saga%2BNo%2BGabai%2BBachan.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://novalmaliki.blogspot.com/2011_10_01_archive.html&amp;amp;usg=__HoEbEhDsf10ceFdAoAe9otQyrM0=&amp;amp;h=725&amp;amp;w=480&amp;amp;sz=66&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=1&amp;amp;sig2=k8uzCMMXFmoQf_IpXTl9jw&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=n3PZmPb8Tb38qM:&amp;amp;tbnh=140&amp;amp;tbnw=93&amp;amp;ei=OVIeT8y0FM3HrQek9ayhDA&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dsaga%2Bno%2Bgabai%2Bbachan%2Bkansha%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="140" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRLsRXKvC4ThXzYzIt-E2NAQS4NEkJY9r0i80XTvoloQHnJ4yNg8AdX57c" width="93" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka begitu miskin-nya, sehingga Nenek memasang perangkap sampah di sungai di depan rumah. Setiap kali mereka melihat hasil tangkapan untuk memilah mana yang bisa dimanfaatkan dan mana yang tidak. Nenek bahkan menganggap sungai bagaikan super market yang mengantarkan sendiri belanjaan tanpa memberi kesempatan pada pembeli untuk memilih belanjaan. Kadang mereka mendapatkan lobak maupun timun rusak, yang kata Nenek jika bagian rusaknya dibuang tak seorangpun dapat membedakannya dengan timun baik jika sudah menjadi acar. Sikap optimis Nenek juga terlihat ketika menemukan sebilah sandal di perangkap sungai, dan menolak ide Yoshichi untuk menjadikannya kayu bakar, dan benar, sekitar tiga hari kemudian pasangan sandal tersebut terperangkap di tempat yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek juga kemana-mana selalu membawa magnet berukuran besar, yang akan menarik semua barang logam sepanjang jalan, yang kalau dikumpul dalam ember bisa dijual ke pengepul. Tetapi meski selalu hidup dalam kekurangan, jika ada tamu ataupun orang yang memerlukan bantuan, Nenek tidak akan segan2 menguras persediaan makanan atau minuman bahkan uang tabungan yang dia miliki untuk membantu orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Nenek memandang hidup sangat simpel, setelah kebutuhan wajib seperti sandang, pangan dan papan ala kadarnya terpenuhi maka selebihnya adalah syukur pada Sang Pencipta. Nenek juga tak pernah berlebih lebihan dalam melakukan sesuatu, seperti nasihatnya ke Yoshichi, kala melihat cucunya belajar “Jangan terlalu rajin belajar, nanti jadi kebiasaan” atau “Nilai rapor apapun asal bukan nol tidak masalah, toh jumlah dari semua nilai jelek akan menyamai nilai bagus juga”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga cara Nenek menyelesaikan solusi masalah pelajaran Yoshichi di Sekolah, “Nek aku tidak mengerti bahasa Inggris”, kalau begitu tulis jawaban “Maaf saya orang Jepang”, “Nek aku benci sejarah”, kalau begitu tulis jawaban “Saya tidak menyukai masa lalu”.&amp;nbsp; Karena hidup yang sulit Nenek juga tidak mampu membelikan atribut olah raga Kendo bagi Yoshichi, begitu juga sekedar baju untuk Judo, sehingga akhirnya menganjurkan Yoshichi olah raga lari saja yang tidak membutuhkan biaya, dan menganjurkannya untuk tidak mengenakan sepatu agar tidak perlu mengganti sepatu sebelum waktunya. Tetapi saran Nenek ini lah yang akhirnya mengantarkan Yoshichi sebagai kapten baseball di sekolahnya sekaligus mendapatkan beasiswa ke tingkat SMA. &lt;br /&gt;Watak Nenek yang luar biasa juga menimbulkan respek di hati banyak orang, sebagai contoh Tukang Tahu langganan Nenek memberikan separuh harga untuk tahu yang rusak (sudah tidak berbentuk kotak). Suatu hari saat Yoshichi ingin membeli tahu, betapa kecewanya Yoshichi ketika melihat ke dalam wadah tahu si Tukang Tahu tidak ada tahu yang rusak, namun dengan tersenyum dengan sengaja Tukang Tahu merusak beberapa tahu, agar Nenek dapat membeli tahu hari itu dengan separuh harga. Begitu juga Dokter mata yang menggratiskan biaya berobat bahkan memberikan duit untuk ongkos pulang bagi Yoshichi karena mengagumi kerja keras Nenek-nya. Respek terhadap Nenek juga ditunjukkan di sekolah oleh guru2nya yang secara bergantian setiap tahun setelah perlombaan atletik juga selalu berpura pura sakit perut dan menukar makan siang mereka dengan milik Yoshichi, karena menyadari betapa sederhana-nya ransum yang dia miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nenek meninggal Yoshichi semakin menyadari apa2 yang disampaikan Nenek sungguh sungguh sesuatu yang berharga, dan buku ini merupakan tanda kecintaan Yoshichi bagi Nenek-nya yang dia harapkan dapat menginspirasi banyak orang dalam memandang hidup. Akhir kata mari kita resapi kata2 Yosichi yang terinspirasi dari gaya hidup Nenek yaitu “Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang, kebahagiaan adalah yang sesuatu yang dapat kita tentukan sendiri, dan oleh hati kita”. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3090544799340524043?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3090544799340524043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3090544799340524043&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3090544799340524043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3090544799340524043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/saga-no-gabai-bachan-nya-yoshichi.html' title='Saga No Gabai Bachan nya Yoshichi Shimada'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-188142817172412880</id><published>2012-01-24T11:11:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T11:11:26.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Le Petit Prince nya Saint Exupery</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat masih SMP mata saya terpaut pada salah satu buku koleksi perpustakaan sekolah, yaitu Le Petit Prince. Ilustrasi cover-nya sangat menarik, dan digambar dengan warna warna pastel dan belakangan baru saya ketahui bahwa semua ilustrasi dalam buku ini digambar sendiri oleh Exupery. Exupery sendiri selain sebagai sastrawan memiliki profesi sampingan yang tak terduga yaitu sebagai pilot. Hanya saja pada usia 44 tahun di tahun 1944 dalam penerbangan terakhirnya beliau menghilang saat terjadi WW2. Banyak yang menyangka pesawat beliau ditembak tentara Jerman meski akhirnya hanya Tuhan yang tahu. Meski telah meninggalkan kita semua, ada dua karya beliau yang memiliki reputasi dunia. Selain Le Petit Prince yaitu Terres de Hommes (diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi “Wind, Sand and Stars” serta ke bahasa Indonesia menjadi “Bumi Manusia”). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.generationterrorists.com/graphics/the_little_prince_011.gif&amp;amp;imgrefurl=http://www.generationterrorists.com/quotes/the_little_prince.html&amp;amp;usg=__5g-A4PALtRhPm4seBVLDlD-G9HU=&amp;amp;h=537&amp;amp;w=393&amp;amp;sz=46&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=5&amp;amp;sig2=Z3Fjdz4AUrGEYwd6mbBjaQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=H0YEJEuIEhtD8M:&amp;amp;tbnh=132&amp;amp;tbnw=97&amp;amp;ei=Pi8eT968EIiJrAeXtOipDA&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dle%2Bpetit%2Bprince%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="132" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS6f8oEG8Nl6thX5uPdBFazbHxwuRanM7KHWfBOXVII0iFacHuqlAcc8As6" width="97" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat SMP&amp;nbsp; itu meski tertarik dengan buku ini, saya merasa kesulitan membaca-nya, belakangan setelah membaca ulang saat dewasa saya baru menangkap “keindahan tersembunyi” karya Exupery ini. Uniknya persis sebelum membeli dan membaca kembali&amp;nbsp; buku ini, saya sempat membaca salah satu komik Kim Dong Hwa yang merupakan interpretasi grafis dari beberapa kisah pilihan dari Chicken Soup of The Soul, dimana dikisahkan seorang wanita yang sedang dalam perjalanan kaget menemukan buku milik-nya sendiri saat masih kecil pada sebuah toko buku bekas, dan tergoda untuk membeli buku Le Petit Prince namun akhirnya memutuskan untuk tidak jadi membelinya kembali, karena berharap buku ini akan menemukan anak2 lain yang dapat menikmatinya, sambil berharap Le Petit Prince dapat kembali ke asteroid-nya sendiri yaitu B612. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip seperti kisah nyata yang dia alami sendiri saat pesawatnya jatuh di Gurun Libya, dan nyaris mati kehausan selama tiga hari, seperti itulah Exupery memulai ceritanya. Pangeran Kecil yang akhirnya bertemu dengan Sang Pilot bercerita pada Sang Pilot bagaimana akhirnya mereka bertemu di Gurun tersebut. Pangeran kecil sudah melakukan perjalan yang sangat jauh dan bertemu dengan banyak orang, seperti pertemuan-nya dengan Sang Raja yang menganggap selain dirinya adalah rakyat-nya, pertemuan dengan Si Sombong yang menganggap selain dirinya adalah fans-nya, pertemuan dengan sang Ahli Ilmu Bumi, yang tak pernah benar2 menjelajahi bumi, dengan Sang Ahli Keuangan yang tak pernah benar memiliki semua harta yang dia yakini dia miliki, begitu juga dengan pertemuan dengan Si Pemabuk,&amp;nbsp; sepertinya merupakan pandangan sinis Exupery pada kebanyakan manusia dewasa di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Le Petit Prince, IMHO lebih merupakan sosok Exupery dalam memotret sosok dewasa di sekitarnya. Sosok dewasa digambarkan lebih fokus pada faktor “kulit” ketimbang faktor “isi”, misalnya jika seorang anak mengatakan betapa indahnya rumah, yang dihiasi bunga dan taman yang cantik, maka orang dewasa baru akan tertarik jika kalimat tersebut diubah menjadi betapa indahnya rumah yang berharga mahal dengan menggunakan angka / harga sebagai fokus utama-nya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke ilustrasi, saya mengagumi apa yang sudah dibuat Exupery, meski teknik ilustrasi-nya pas2an, tetapi apa yang di gambarkan adalah sekaligus visualisasi yang paling pas atas apa yang dia tulis. Tak seorangpun selayaknya meragukan ini, dan teks serta ilustrasi secara bersama sama merupakan bagian tak terpisahkan. Rasanya tak heran kalau buku ini merupakan salah satu buku Prancis yang paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia dan konon mencapai 230 bahasa. Dan bagi kita manusia dewasa, buku ini mengingatkan penting-nya memahami bagaimana anak2 berkomunikasi, dan bukankah kita dulu pernah juga menjadi anak2 ? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-188142817172412880?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/188142817172412880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=188142817172412880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/188142817172412880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/188142817172412880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/le-petit-prince-nya-saint-exupery.html' title='Le Petit Prince nya Saint Exupery'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-494823637799978488</id><published>2012-01-24T11:09:00.001+07:00</published><updated>2012-01-24T11:09:18.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Wizard of Oz nya L.F. Baum</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bertahun tahun yang lalu poster film klasik Wizard of Oz pernah membuat saya penasaran. Petualangan seorang Gadis Cilik, seekor Anjing Kecil, Manusia Kaleng dengan kapak, Manusia Jerami dan seekor Singa Penakut, sangatlah memancing rasa ingin tahu. Namun hingga kini film itu tetaplah misteri bagi saya hingga suatu saat melihat sebuah buku berjudul sama, yang langsung saya sambar untuk dihadiahkan pada anak bungsu saya. Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya buku ini juga merupakan inspirasi dari salah satu komposisi Elton John berjudul “Goodbye Yellow Brick Road” yang lirik-nya di tulis Bernie Taupin. Begitu juga Ozzy Osbourne vokalis “gendeng” ex Black Sabbath yang banyak memanfaatkan kemiripan nama-nya dengan tokoh dalam buku ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://images2.fanpop.com/image/photos/11000000/The-Wizard-Of-Oz-Wallpaper-the-wizard-of-oz-11091861-1024-768.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.fanpop.com/spots/the-wizard-of-oz/images/11091861/title/wizard-oz-wallpaper&amp;amp;usg=__9uCUXfGR7qjjgVfSfV-EB0l_Azo=&amp;amp;h=768&amp;amp;w=1024&amp;amp;sz=373&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=22&amp;amp;sig2=ZPX6hVkd1UaP5-FgHn91TQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=QSjUpd8abi4luM:&amp;amp;tbnh=113&amp;amp;tbnw=150&amp;amp;ei=ui4eT4fQCYqHrAfcu6WxDA&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dwizard%2Bof%2Boz%26start%3D20%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="113" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQaGuBDzQIaMUIpzV9ZTIvv-2V3-RPdrZavFFkofx9ly7nwzu1vJ54G4cD_" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat Si Bungsu begitu tekun-nya membaca buku ini, dan selalu membawa-nya kemana-mana sekalipun sedang dalam perjalanan di jok belakang mobil ataupun ketika pergi ke kursus musik Yamaha di hari Sabtu, saya jadi tertarik untuk meminjam-nya dan ikut2an menikmati kisah yang sangat terkenal ini. Buku ini dibuat oleh L.F. Baum di 1900 an, yang sepertinya kecewa dengan dongeng ala Grimm bersaudara yang pada masa itu sangat digemari. Menurut Baum, buku2 Grimm sering sekali tidak cocok buat anak2 dan cenderung “sadis”. Karena itu Baum memutuskan memberikan alternatif bagi anak2 di masa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-nya bermula ketika rumah pertanian yang ditempati Dorothy (si Gadis Cilik) bersama paman dan bibi-nya di daerah pedesaan Kansas diterpa angin kencang, dan Dorothy beserta anjing-nya Toto terseret dan terdampar di suatu negeri lain. Namun tanpa sengaja rumah yang juga terseret pusaran angin tersebut menimpa seorang penyihir jahat yang akhirnya menjadikan Dorothy sebagai pahlawan kesepian di negeri asing. Dorothy yang ingin pulang ke Kansas akhirnya mendapatkan informasi untuk menemui seorang penyihir lain yaitu Oz yang Agung, dan untuk pergi kesana, Dorothy harus mengikuti jalan batu bata kuning (Yellow Brick Road). Dalam perjalanan, Dorothy menemukan sahabat Manusia Jerami yang ikut karena ingin mencari otak, lalu Manusia Kaleng karena ingin mencari hati, dan Singa Penakut karena ingin mencari keberanian. &lt;br /&gt;Uniknya setelah melalui perjalanan yang luar biasa sulit, dan sempat menyebabkan Manusia Jerami terjebak di tengah sungai, Manusia Kaleng dihempaskan Monyet Bersayap sehingga rusak berat yang juga mluluh lantakkan Manusia Jerami hingga menjadi tumpukan jerami dan potongan2 baju yang tersangkut di pucuk pohon, dikejar2 Kalidah si monster hutan serta Singa Penakut terperangkap racun ladang bunga poppy, ternyata mereka harus menerima kenyataan bahwa Oz tak lebih, hanyalah seorang penipu. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian cerita ini mengajarkan untuk mengetahui potensi yang ada dalam diri seseorang, bahwa Sang Singa telah memiliki keberanian, Manusia Kaleng telah memiliki hati, dan Manusia Jerami telah memilki otak, hanya saja mereka tidak menyadarinya. Petualangan dahsyat yang mereka lalui memaksa mereka mengeluarkan potensi tersebut. Cerita ini mengingatkan saya sebuah cerita tentang seorang anak lelaki yang selalu diintimidasi teman2nya sehingga dia bertemu seorang tua yang memberikan batu ajaib yang membuat dia memiliki keberanian (tapi yang jelas ini bukan batu Ponari) , dan meski lantas berhasil menyelesaikan persoalannya, namun kehilangan batu tsb dan akhirnya mengetahui bahwa batu tsb hanyalah batu biasa dan sebenarnya dia memiliki keberanian dalam dirinya hanya selama ini tidak tahu bagaimana harus mengeluarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain cerita batu ajaib dan keberanian saya merasa cerita ini memiliki kemiripan dengan kisah seorang pendeta (mewakili manusia) yang bersama sama Sun Go Kong (mewakili kecerdasan), Siluman Kuda (mewakili kekuatan) dan Siluman Babi (mewakili hawa nafsu) pergi jauh ke timur untuk mencari ilmu Sang Budha. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-494823637799978488?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/494823637799978488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=494823637799978488&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/494823637799978488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/494823637799978488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/wizard-of-oz-nya-lf-baum.html' title='The Wizard of Oz nya L.F. Baum'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1599884178742185929</id><published>2012-01-19T10:11:00.001+07:00</published><updated>2012-01-19T10:42:00.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>Who Wants To Be Smiling Investor nya Lukas dan Thomdean</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Setelah menamatkan kartun Larry Gonick tentang sejarah kebudayaan, dan teringat tentang rekomendasi salah seorang sahabat tentang karya Lukas Setia Atmaja dan Thomdean, maka saya segera mencari buku ini. Dan ternyata benar2 tidak salah pilih, karena komik ini sangatlah menarik, meski teknik gambar yang digunakan Thomdean tidak luar biasa namun bagaimana Lukas menyederhanakan kompleksitas ilmu persahaman (baca stocks), dan cita rasa humor Thomdean membuat komik ini jadi luar biasa menarik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Di awal buku, kata pengantarnya saja sudah tidak biasa, menolak menggunakan istilah “sekapur sirih” dan menggantinya dengan “satu lot saham” sudah membuat kita geli, belum lagi perkenalan dengan tokoh yang nantinya akan mengawal kita memahami hal2 sulit, diantaranya Profesor Telo, yang merupakan tokoh utama dalam buku ini. Tak lupa tokoh Sapi yang muncul dimana mana serta memberikan komentar2 lucu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://orderbuku.com/data/770-1.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://orderbuku.com/index.php%3Fq%3Ddetail%26pid%3D770&amp;amp;usg=__Iw-Gz_ICYYYmVd7e03vwKao3VEU=&amp;amp;h=232&amp;amp;w=164&amp;amp;sz=18&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=8&amp;amp;sig2=TlQCp9adGeidO9A3TCniWA&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=ay41YtXb4JdqAM:&amp;amp;tbnh=109&amp;amp;tbnw=77&amp;amp;ei=55AXT5jVLabNmAXc0aWsAw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dwho%2Bwants%2Bto%2Bbe%2Ba%2Bsmiling%2Binvestor%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="109" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSj0NJ3w4I7mwH3iXuHX7kLOvvExKzT-O5sf50rBsqIgzXQCBf9G6Wkng" width="77" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Bab, diawali dengan petuah singkat dari orang2 yang dikenal sebagai empunya dunia ini, seperti Warren Buffet. Akan tetapi salah satu petuah cukup membuat saya tercengang adalah yang dikutip dari Baron Nathan Rotschild yaitu “Buy when there’s blood in the streets”, Hemm apakah ini sebabnya dinasti Rostchild&amp;nbsp; diisukan menjadi dalang perang dunia ? karena pembelian terbaik dilakukan saat terjadi kekacauan, dan kekacauan bisa dibuat, persis seperti Soros mengacak2 sebagian dunia dan menyebabkan kejatuhan pemerintah Orde Baru, dengan memainkan mata uang, lantas perusahaan2 tersebut dapat dibeli dengan harga luar biasa murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini benar2 membuka mata kita akan dunia stocks, bagaimana memilih-nya, beda antara tipe trader (fokus pada keuntungan jangka pendek) dan investor (fokus pada keuntungan jangka panjang) dalam strategi, beda antara tipe fundamental (fokus pada yang tidak terlihat) dan teknikal (fokus pada yang terlihat seperti fluktuasi harga), cara2 terbaik dalam memilih stocks (dengan menempatkan telur tidak hanya pada satu keranjang)&amp;nbsp; dll. Kita juga diingatkan untuk berpikir jauh kedepan dan tidak terjebak dalam dunia konsumtif (pembelian barang2 yang lebih mementingkan keinginan dibanding kebutuhan), serta bukan cuma investasi pada properti, emas, obligasi pemerintah atau sekedar menabung di Bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi di buku ini juga membantu kita memahami kasus Enron, juga trick jahat yang digunakan korporasi dengan “menggoreng” stocks. Setiap akhir Bab ada kesimpulan yang sangat menarik dan dibuat dengan sederhana dan membuat kita lebih memahami maksud dan tujuan Bab tersebut.&amp;nbsp; Judul2 lucu pada setiap Bab seperti “Delapan Jurus Dewa Mabuk”, “Saya Datang Saya Lihat Saya Beli”, membuat kening kita tidak perlu berkerut untuk memahami point2 penting yang disampaikan duet ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara duet guru besar keuangan di Prasetya Mulya dan Kartunis ini mengakhiri buku, dan mengubah daftar pustaka menjadi kocak juga menarik, dan mirip dengan teknik yang digunakan Larry Gonick, yang ternyata merupakan inspirasi mereka berdua. Latar belakang Lukas yang juga penggemar komik masa lalu seperti Gundala, juga mengindikasikan hal ini membantu keduanya untuk dapat memunculkan karya yang&amp;nbsp; memiliki sinergi dan chemistry nan&amp;nbsp;pas dan cair. Juga ditambah dengan komik pendek yang menggambarkan&amp;nbsp;"cara kocak dalam membuat&amp;nbsp;komik kocak" . Benar2 buku yang direkomendasikan untuk jadi koleksi &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1599884178742185929?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1599884178742185929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1599884178742185929&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1599884178742185929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1599884178742185929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/who-wants-to-be-smiling-investor-nya.html' title='Who Wants To Be Smiling Investor nya Lukas dan Thomdean'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5249378920929042622</id><published>2012-01-17T09:54:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T09:54:36.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Ucapkanlah apa yang kau ketahui dan ketahuilah apa yang kau ucapkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Salah satu customer saya merupakan perusahaan asing yang kebetulan memiliki usaha eksplorasi gas di Papua kita sebut saja PT B. Mereka memiliki standar sangat tinggi di bidang keamanan kerja. Jika di customer lain, bobot presentasi selalu didominasi performansi, maka sebaliknya di PT B, presentasi bagaimana team menjalankan prinsip keamanan dan kesehatan dalam kerja (HSE) menghabiskan lebih dari setengah materi presentasi. Apalagi baru2 ini mereka mengalami salah satu musibah terbesar dalam dunia eksplorasi bumi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya dan team diminta memresentasikan performansi kerja dan implementasi HSE tiga bulan terakhir. Sebelumnya kami sudah melakukan simulasi untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Karena sesuai pengalaman, meski pekerjaan bagus jika tidak dipresentasikan dengan baik, maka tidak akan dapat memberikan kesan yang baik. Hal ini seperti memberikan kado bagus dengan bungkus jelek misalnya kertas koran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sebelum presentasi, mendadak salah satu PIC customer menitipkan satu slide tanpa sepengetahuan saya, dan meminta PM (project manager) sekaligus presenter&amp;nbsp; mengangkat issue tsb dalam forum. Sayang-nya team saya belum sempat bertanya maksud slide tsb dan berasumsi bahwa slide itu akan dibantu untuk dijelaskan oleh PIC ybs.&amp;nbsp; Ketika akhirnya presentasi baru mulai, Manager PT B (sebut saja T dan dikenal sebagai sosok berkarakter “angker”) yang memimpin jalan-nya forum dan&amp;nbsp; presentasi bertanya makna salah satu singkatan pada slide titipan, dan team saya tentu saja sama sekali tidak mampu menjawab-nya. PM melirik sang penitip, sambil memberikan isyarat memohon bantuan, tetapi begitu melihat gelagat tsb dengan suara keras dan tegas, T mengatakan bahwa dia hanya minta jawaban dari presenter dan tidak dari yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan suara lirih PM mengakui bahwa dia tidak tahu singkatan yang dimaksud, maka dengan murka, T berkata, “Saya berprinsip setiap orang harus tahu apa yang dia buat, jika tidak maka tidak usah mengatakan apapun tentang itu, dengan ini saya minta forum dihentikan, dan persiapkan diri anda lebih baik pada kesempatan berikutnya !” Dengan demikian maka sesi tersebut berakhir secara memalukan, dan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya dan team. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5249378920929042622?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5249378920929042622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5249378920929042622&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5249378920929042622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5249378920929042622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/ucapkanlah-apa-yang-kau-ketahui-dan.html' title='Ucapkanlah apa yang kau ketahui dan ketahuilah apa yang kau ucapkan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-358701733642011813</id><published>2012-01-13T14:08:00.001+07:00</published><updated>2012-01-13T14:08:18.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Khilafa nya Zaynur Ridwan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ini Novel keempat Zaynur yang saya baca, dan di luar novel Indonesia Inc (II), novel The Khilafa (TK) merupakan suatu kesatuan trilogy bersama sama The Greatest Design (TGD), lalu Novus Ordo Seclorum (NOS). Sepertinya riset dua tahun dalam Novel TGD masih menyisakan materi yang cukup bernilai dan dapat dijadikan sebagai novel ketiga. Saat tugas ke Samarinda, begitu ada waktu senggang saya menikmati novel ini sepanjang perjalanan. Dan mencoba menuliskan resensi-nya saat menunggu pesawat yang akan membawa saya kembali ke Jakarta di Bandara Sepinggan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://answering.files.wordpress.com/2012/01/the-khilafa.png&amp;amp;imgrefurl=http://answering.wordpress.com/&amp;amp;usg=__WVeEtKinE0-jdv7dXWm-ebjw81Y=&amp;amp;h=615&amp;amp;w=395&amp;amp;sz=219&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=1&amp;amp;sig2=8sS60uDffkDPynUYZPRDiQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=WJpzNCoHTEdM7M:&amp;amp;tbnh=136&amp;amp;tbnw=87&amp;amp;ei=EtgPT8OgM4j4rQfQiKGVAg&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dthe%2Bkhilafah%2Bzaynur%2Bridwan%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D556%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="136" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQxJ6-tEzHLaPgDBRAl66GJn_cxR1bwyqY2XMdDiTnzFe8wpjv9ihktyms" width="87" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tetapi sayang-nya lagi2 sebagaimana TGD dan juga NOS, novel ini juga tidak memiliki ending yang memuaskan. Berbeda dengan II yang memiliki ending cantik, Trilogy TGD, NOS dan TK masih menyisakan teka teki besar, tadinya saya berharap dengan novel ketiga ini semua ending yang tidak pas pada kedua novel sebelumnya akan diselesaikan dengan cantik. Apakah kesemua ending Trilogy ini terjadi karena memang Zaynur tidak ingin berandai andai, terkait sebagian besar data yang ditampilkan mengacu pada fakta yang sebenar-benarnya ? sehingga mengira ngira ending justru akan menjauhkan trilogy ini dari fakta ? saya rasa iya. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Meski demikian Zaynur tetap secara cerdas membuat pembaca-nya terpaku dan penasaran untuk menjelajahi novelnya lembar demi lembar dengan hasrat menggebu yang sulit dihentikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tokoh2 yang terlibat masih Bumi, lalu Syaikh Naggar (yang di TGD juga memainkan peran sentral meski muncul belakangan), Aurora Bulan (Ibu Bumi yang juga seorang professor di bidang sains), dan sosok tambahan yaitu Dokter Mayra dan adiknya yang cacat Faisal. Sayang-nya tokoh Maria kali ini tidak kita temukan (padahal adanya tokoh Maria ini membantu pembaca non Muslim sekaligus Non Yahudi bahwa Yahudi adalah musuh semua umat). Novel ini memainkan skenario-nya di Gaza, Palestina dan dibuka ketika Bumi mengunjungi Masjidil Aqsa di saat Ramadhan, namun mengalami musibah karena dihajar tentara Israel tetapi sekaligus juga keberuntungan karena dapat menghindarkan diri dari ledakan yang menyebabkan semua penumpang bis tewas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Selain Palestina atau Gaza, secara umum, maka secara khusus kehidupan di bawah lorong2 tanah juga digambarkan oleh Zaynur dengan mendetail. Serta juga bagaimana rencana perlawanan akan dilakukan dengan persenjataan kimia lewat pipa2 bawah tanah yang meneruskan racun ini lewat sebuah pabrik kimia yang juga dibangun di bawah tanah. Skenario persenjataan kimia ini bagi saya pribadi tidaklah Islami, khususnya karena efeknya tidak mengenal jenis sasaran, sedangkan perang ala Nabi sangat lah menghargai wanita, anak2, orang tua, lawan yang sudah menyerah, binatang dan bahkan sehelai daun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Novel ini juga mengingatkan kita akan pengorbanan Rachel Corrie, wanita Amerika &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang berani berdiri melawan gerak maju buldozer Israel, meski akhirnya beliau terjatuh, lantas kakinya digilas hingga patah, dan di hantam penggaruk buldozer berkali kali sampai akhirnya tewas. Kisah Al Dorrah anak dan ayah, yang dihajar bertubi tubi dengan tembakan, meski sudah memohon ampun, begitu juga dengan penderitaan Palestina secara umum atas perkosaan, penggusuran, penggunaan senjata dengan teknologi kejam seperti CSM3 dan Fosfor. Juga diungkapkan kasus penculikan 7600 anak2 Palestina sejak tahun 2000 yang dirusak masa depan-nya agar kelak tidak menjadi Mujahid yang membahayakan eksistensi Israel. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Perlu diketahui bahwa Israel juga satu-satunya Negara yang tidak mempunyai tapal batas yang jelas, dan sejak perjanjian Oslo di 1993 masih terus tumbuh menjadi 3x lipat lebih luas. Juga fakta yang sering dilupakan orang, adalah Bangsa Yahudi bukanlah bangsa pertama yang tinggal di kawasan ini, sehingga klaim mereka atas kawasan ini dengan menggunakan kitab2 mereka sambil menggusur bangsa lain adalah suatu hal yang &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sulit untuk diterima. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kita diingatkan kembali bahwa usaha2 untuk merubuhkan Masjidil Aqsa masih terus berjalan, dan kelak akan dikurbankan Sapi Merah (yang proses kloning-nya sudah final) serta diselesaikan-nya Haykal Sulaeman untuk menyambut datangnya Raja Yahudi (Dajjal). Dan sesuai dengan nubuat, saat itu sudah sangatlah dekat. Perhitungan astronomi, di 2014 sd 2015, dua hari besar Yahudi (Paskah dan Tabernakel) bertepatan dengan 4 gerhana bulan berturut turut yang disebut juga dengan BloodMoon atau Tetrad dimana warna bulan akan terlihat merah, sedangkan dua hari besar lainnya (Nisan atau tahun baru Yahudi dan Trumpet) bertepatan dengan dua gerhana Matahari. Dan Tetrad ini adalah yang terakhir di abad, dan ini dipercaya merupakan isyarat datang-nya Raja Yahudi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Akhir kata, novel ini sesungguhnya mempermalukan umat (baik Indonesia yang jauh maupun tetangga2 Palestina yang jauh lebih dekat), yang bersikap seakan akan semua berjalan normal, padahal semua penindasan ini masih terus berlangsung hingga kini, dan lewat novel ini semoga kita semua tercerahkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-358701733642011813?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/358701733642011813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=358701733642011813&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/358701733642011813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/358701733642011813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/khilafa-nya-zaynur-ridwan.html' title='The Khilafa nya Zaynur Ridwan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6032435118928823610</id><published>2012-01-11T14:57:00.000+07:00</published><updated>2012-01-11T14:57:51.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>Panji Koming nya Dwi Koendoro</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat jalan2 ke Toga Mas Buah Batu, mata saya tertarik melihat pojok discount buku2 Mizan, dan tertumbuk pada dua buah komik Dwi Koendoro edisi koleksi 85-86 dan 87-88. Komik ini tadinya merupakan serial yang muncul di Kompas Minggu. Muatan utama-nya merupakan kritik dan diperankan oleh beberapa tokoh. Bagi penggemar komik pastilah nama Dwi Koendoro ini tidak asing, dan tidak tanggung2, dalam keluarganya bukan cuma Dwi Koendoro yang terjun dalam dunia coret mencoret, nama istrinya yang sering ditulis dengan Cik DK juga merupakan ilustrator rubrik sains dalam beberapa majalan anak2. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;img alt="" class="rg_hi" data-height="195" data-width="258" height="195" id="rg_hi" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRP2vPO3dklN8UW2L2FxLumU0xDXemfXG1pP_83dct38B3c6Ite" style="height: 195px; width: 258px;" width="258" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tokoh utama adalah Panji Koming sendiri yang merupakan sosok pemuda dengan karakter polos dengan pipi tembem, dan sahabatnya diperankan Pailul seorang pemuda kurus, bungkuk dan kritis. Untuk meramaikan cerita Dwi Koendoro menempatkan pasangan wanita dari masing2 tokoh , yaitu Ni Woro Ciblon dan Dyah Gembili, serta tak lupa sosok yang mewakili pejabat pemerintah yang digambarkan sebagai sosok sok tau yaitu Adipati Arya Kendor yang sering lupa “berdiri” karena keasikan “duduk”. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Serta sosok penting yang penampilannya bagaikan Gandalf di Lord of The Ring, yaitu si mbah, yang memberikan nasihat bila mana perlu dan, kadang jadi dukun, dan bahkan mampu melakukan teleportasi obyek2 dimasa depan untuk dimunculkan di abad Majapahit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal2 yang dikritik oleh Dwi Koendoro sangat beragam, mulai dari kedatangan artis luar negeri, kenaikan BBM, SDSB, bencana alam, janji pemilu, dll. Karikatur-nya sendiri digambarkan dengan sangat halus tetapi tajam, sepertinya pengakuan Dwi Koendoro bahwa ybs merupakan turunan Ronggo Warsito meski cuma kebagian “gila”nya cukup beralasan. Tak heran kalau pada masanya Kompas dan Dwi Koendoro berkali kali mendapat teguran bahkan beberapa sempat mendapat larangan tayang. Pada era Soeharto sebagaimana kita ketahui sensor sangatlah ketat, dan rezim pendukung Soeharto kadangkala menginterpretasikan sekedar “batuk kecil” dari Sang Penguasa menjadi proses breidel, meski mengorbankan hajat hidup banyak orang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Secara teknik gambar, tidak banyak yang bisa kita angkat, karena Dwi Koendoro cenderung bermain aman, dan tidak bermain dalam ranah perspektif, gelap terang ataupun sejarah “wardrobe” dan teknologi di era Majapahit. Akan tetapi Dwi Koendoro harus diakui cukup banyak akal untuk menterjemahkan masalah saat ini ke era dulu, misal mengganti kecelakaan pesawat ke kecelakaan gerobak, dll. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sebagai saran bagi peminat komik ini, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang diperlukan selain kecerdasan, salah satunya adalah latar belakang kenapa suatu strip dirilis, tanpa pemahaman soal latar belakang ini, akan sulit memahami “sindiran” Dwi Koendoro. Rasanya terima kasih banyak mesti kita ucapkan bagi Mizan, yang mau bersusah payah menerbitkan komik menarik ini. Akhir kata Ironis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menyadari bahwa obyek yang menjadi bahan kritikan Dwi Koendoro saat ini ternyata masih sangat banyak yang relevan dengan kekinian, sepertinya apa yang pernah disampaikan Soekarno, mengenai idiom “Jas Merah” (jangan melupakan sejarah) masih sangat mengena. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6032435118928823610?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6032435118928823610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6032435118928823610&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6032435118928823610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6032435118928823610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/panji-koming-nya-dwi-koendoro.html' title='Panji Koming nya Dwi Koendoro'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5711693415301103142</id><published>2012-01-04T16:14:00.003+07:00</published><updated>2012-02-01T10:42:51.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Iconoclast nya Symphony X</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Masih terkesan dengan Paradise Lost, jujur agak kaget dengan kompleksitas Iconoclast album ke delapan Symphony X. Perlu waktu yang cukup lama bagi saya untuk dapat menikmati album ini, yang bahkan lebih berat dari A Dramatic Turn of Events nya Dream Theater. Salut buat Russell Allen yang masih sempat menyediakan waktu untuk membuat album ini meski beliau sudah cukup disibukkan dengan Jorn Lande di Allen Lande serta dengan Mike Portnoy di Adrenaline Mob. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;01. Iconoclast (****)&lt;br /&gt;02. The End Of Innocence (****)&lt;br /&gt;03. Dehumanized (***)&lt;br /&gt;04. Bastards Of The Machine (***)&lt;br /&gt;05. Heretic (***)&lt;br /&gt;06. Children Of A Faceless God (****)&lt;br /&gt;07. When All Is Lost (*****)&lt;br /&gt;08. Electric Mesiah (***)&lt;br /&gt;08. Prometheus (I Am Alive) (***)&lt;br /&gt;09. Light Up The Night (***)&lt;br /&gt;10. The Lord of Chaos (***)&lt;br /&gt;11. Reign In Madness (****)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Untuk permainan seperti biasa Michael Romeo masih yang terbaik untuk ritem, dengan sound berat andalan-nya beliau memainkan berbagai macam teknik ritem dengan cepat dan akurat. Sayang untuk melodi beliau masih harus angkat topi pada John Petrucci, ini terlihat di Track When All Is Lost, track luar biasa ini sayang-nya tidak diisi dengan permainan melodi cantik. Meski unison antara Pinella dan Romeo di bagian awal sangat menjanjikan. Dalam album ini saya memberikan apresiasi khusus bagi Jason Rullo, yang benar2 dapat menjaga seksi drum sehingga menjadi bingkai yang presisi bagi semua track dalam album. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="image" href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:SymphonyX_Iconoclast_cover.jpg"&gt;&lt;img alt="" height="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/d/df/SymphonyX_Iconoclast_cover.jpg/220px-SymphonyX_Iconoclast_cover.jpg" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track kedua terbaik menurut saya adalah sekaligus track terpanjang dalam album ini, tepatnya yang merupakan lagu pembuka sekaligus merupakan title dari album, juga merupakan track terumit. Membutuhkan lebih dari 6x spin untuk bisa menikmati track yang satu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema yang diangkat dalam album ini berhubungan dengan ketika mesin mengambil alih segalanya dari manusia, mengingatkan saya akan komik Arad dan Maya yang menceritakan kejadian serupa. Artwork sendiri masih dikerjakan oleh Warren Flanagan yang juga mendesain artwork untuk Paradise Lost. Di zaman digital ini effort ekstra untuk artwork patut dikagumi, ini menunjukkan perfeksionis-nya Symphony X. Meski hal2 seperti ini memang umum-nya merupakan ciri band progressive. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada awalnya saya agak sedikit bingung dengan istilah iconoclast, soalnya ,mengingatkan saya akan penghancuran icon (iconoclasm) saat kejayaan imperium Byzantine. Dimana pada masa itu semua simbol agama khususnya patung dihancurkan karena dianggap tidak sesuai dengan keyakinan. Dalam Sejarah Islam iconoclasm juga &amp;nbsp;terjadi ketika Nabi Muhammad menduduki Mekkah dan menghancurkan semua berhala yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Akhir kata meski album ini layak koleksi saya menilai album ini sedikit dibawah Paradise Lost, dan cenderung selevel dengan The Odyssey. So penantian empat tahun dari album sebelumnya tidak lah sia sia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5711693415301103142?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5711693415301103142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5711693415301103142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5711693415301103142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5711693415301103142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/iconoclast-nya-symphony-x.html' title='Iconoclast nya Symphony X'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4992596051815428518</id><published>2012-01-04T15:35:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T15:35:55.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Novus Ordo Seclorum nya Zaynur Ridwan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ini novel Zaynur ketiga yang saya baca, dan teknik penulisan-nya semakin matang di banding The Greatest Design (TGD). Lagi2 Zaynur menunjukkan kemampuan-nya sebagai penulis Novel dengan skenario kuat, serta begitu banyak referensi tambahan tanpa harus membuat Novel ini menjadi ganjil. Cara yang ditempuh adalah dengan menciptakan sosok Aurora Bulan (yang digambarkan sebagai ibu-nya Bumi), yang melakukan seminar dari satu negara ke negara lain sekaligus memberikan pemahaman pada pembaca, sehingga plot-nya terasa wajar. Bagi saya kualitas Novel ini sedikit diatas TGD, namun hal ini bisa dimaklumi mengingat TGD merupakan novel fiksi pertama Zaynur.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://2.bp.blogspot.com/_Wdv1cpoUVNI/S7GJnG5KBJI/AAAAAAAAA3k/z6nz_nYEgok/s1600/yahudi2.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://hendrinova.blogspot.com/2010/03/mimpi-yahudi-mengatur-dunia.html&amp;amp;usg=__JUIYXlagrWGXR2oeSHByqp-Rx_A=&amp;amp;h=551&amp;amp;w=358&amp;amp;sz=35&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=81&amp;amp;sig2=tqFIz35GhvnU0YjVBaOyPg&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=J5oFOmO-w9KDzM:&amp;amp;tbnh=133&amp;amp;tbnw=86&amp;amp;ei=JQ8ET_rBDIXyrQfIr8T_Dw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dnovus%2Bordo%2Bseclorum%2Bzaynur%2Bridwan%26start%3D80%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D895%26bih%3D149%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="133" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTH8VIfvjtLfiZqUpbS0xVVBjR08uJPbbM0GAqUPD1hB4NurPDK7kF2XcM" width="86" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Meski sudah cukup banyak membaca soal Novus Ordo Seclorum (NOS), saya masih cukup surprises dengan informasi baru yang dimunculkan Zaynur, yaitu Burung Hantu Moloch yang ternyata muncul disebelah angka satu dalam pecahan satu dollar Amerika. Juga upacara yang dilakukan perkumpulan ini (baca Bohemian Grove) diantara pohon2 besar Redwood. Secara content apa yang disajikan dalam buku ini mirip dengan CODEX-nya Rizki Ridyasmara, akan tetapi lagi2 harus diakui keahlian Zaynur dalam meramu fakta dan fiksi memang setingkat lebih tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Membaca Novel ini, sangatlah sulit untuk berhenti, sampai dini hari rasanya mata masih terus haus dengan informasi dan kejadian2 yang bakal di hadapi tokoh2 dalam buku ini yang lagi2 mengangkat Bumi dan Maria (dua keturunan Kohen yang sempat muncul dalam The Greatest Design).&amp;nbsp; Dalam petualangan kali ini mereka harus berurusan dengan misteri meninggal-nya tiga petinggi Mason, dengan luka2 yang sangat khusus dan diakibatkan chip yang terpasang di wajah mereka. Ketiga-nya meninggalkan misteri kata2 dan Codex Magica yang terucap saat sekarat dan tulisan “The Best of Karma Be The Masonic”. Ajaibnya kalimat ini memiliki masing2 anagram sesuai dengan siapa korban-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Berbekal dengan petunjuk dari korban, maka mereka melakukan petualangan sampai ke Washington, yang menjadi tempat dirancang-nya program depopulasi umat manusia. Dengan menggunakan tangan WHO lewat Codex Alimentarus, maka organisasi yang dirancang oleh Adam Weishaupt, terus menerus akan berusaha menciptakan dunia dibawah satu pemerintahan. Uniknya agen FBI yaitu Vinod, dalam buku ini justru berada dalam kelompok yang sama dengan Bumi dan Marie, meski pada awalnya Marie sempat berusaha menghindar dari FBI. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Zaynur juga mengingatkan bahwa lagu Imagine John Lennon, merupakan lagu kebangsaan kaum Mason. Perhatikan lirik berikut “Imagine there's no countries #&amp;nbsp; It isn't hard to do # Nothing to kill or die for #&amp;nbsp; And no religion too # Imagine all the people living life in peace # You, may say # I'm a dreamer #&amp;nbsp; but I'm not the only one # I hope some day you'll join us # And the world will be as one”. Lirik ini jelas2 mengimpikan dunia di bawah satu pemerintahan dan terang2an mengajak kita untuk bergabung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Selain itu diungkapkan juga tokoh2 penting dunia adalah kaum Mason, dengan jabatan2 yang mereka miliki akan semakin mudah bagi mereka untuk melakukan depopulasi lewat berbagai instansi dan komunitas bisnis yang notabene dipimpin oleh mereka sendiri. Program ini bisa melalui penggunaan fluoride dalam pasta dan proses penjernihan air, penggunaan aspertame sebagai pemanis makanan. Selain itu penggunaan vaksin dari perusahaan besar di industri farmasi juga disusupi dengan berbagai macam program depopulasi. Saat ini statistik penyebab kematian penduduk mulai didominasi berbagai macam bentuk kanker sampai dengan sekitar 40%, tentu saja sangat layak bagi kita untuk menyelidiki kenapa hal ini terjadi.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku ini merupakan buku yang sangat direkomendasikan untuk dimiliki. Dan lagi2 buku ini mengingatkan saya akan penting-nya hidup sehat, dengan menggunakan produk obat2an serta makanan yang sedapat mungkin menggunakan prinsip Back to Nature. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4992596051815428518?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4992596051815428518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4992596051815428518&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4992596051815428518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4992596051815428518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/novus-orde-seclorum-nya-zaynur-ridwan.html' title='Novus Ordo Seclorum nya Zaynur Ridwan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3973841319602976666</id><published>2012-01-03T12:03:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T12:06:25.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>Kartun Riwayat Peradaban nya Larry Gonick</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Banyak orang mengatakan sejarah yang digunakan adalah selalu sejarah versi pemenang. Kita saat ini pelan pelan melihat bagaimana sejarah di Indonesia versi Soeharto mulai bergeser ke versi lain, misalnya saat peristiwa G30S, dimana pada era Soeharto hanya diarahkan pada satu versi dengan “buku putih”. Memang tidak mudah untuk menyimpulkan apa yang sudah terjadi dan dapat diterima semua pihak, contoh sederhana saja misalnya dalam permainan sepak bola jika terjadi pelanggaran meski di lakukan reply dengan slow motion dari segala sudut, tetap saja apakah gol yang masuk offside atau tidak, sering sekali jadi kontroversi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.bukukita.com/babacms/displaybuku/3812.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.bukukita.com/infodetailbuku.php%3FidBook%3D3353&amp;amp;usg=__q2miWEt_ha0tDpJbUQZ3VVC5B3c=&amp;amp;h=160&amp;amp;w=112&amp;amp;sz=5&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=45&amp;amp;sig2=JrmwnE7Zvnv_UExWwSSY_w&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=Yzr4EX-uLrrLPM:&amp;amp;tbnh=98&amp;amp;tbnw=69&amp;amp;ei=9osCT-HVD8bqrQeTmtXgDw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dsiapa%2Blarry%2Bgonick%26start%3D40%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D529%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="98" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS7hmKxTqPc0SU-g_sDeJYA_zWtu-RW5DcETkB1dzC0_TAoul-s9w8hMQ" width="69" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/6d/Kartun_Riwayat_Peradaban-Larry_Gonick_-_Sampul.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://archive.kaskus.us/thread/2255547/0/become-a-history-teacher&amp;amp;usg=__zOhCTa4ScL0dMjsVT-e9VYD0Cks=&amp;amp;h=638&amp;amp;w=480&amp;amp;sz=139&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=6&amp;amp;sig2=CuFOaCdEEKRvhsf-Tfhg_g&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=bWhvqWrL1UW8TM:&amp;amp;tbnh=137&amp;amp;tbnw=103&amp;amp;ei=sYsCT4jPD9CJrAeijfEn&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dsiapa%2Blarry%2Bgonick%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D529%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga karya Larry Gonick (1946) dalam buku Kartun Peradaban, seorang ahli matematika alumni Harvard dengan Summa Cum Laude, yang memilih berprofesi sebagai kartunis, yaitu buku sejarah yang dibuat dengan menggunakan kartun, dimana cukup banyak terjadi kontroversi yang mau tak mau harus kita telan ketika mengeksplorasi buku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi pertama adalah soal evolusi, dimana tidak digambarkan sama sekali faktor Tuhan sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci (tetapi anehnya dalam perkembangan kebudayaan berikutnya Gonick malah menggunakan kitab suci sebagai referensi) dalam proses munculnya mahluk hidup, melainkan semata mata bahwa semua kehidupan berasal dari air, dan proses evolusi kemudian menghasilkan mahluk yang kita kenal saat ini, pertanyaan simpel-nya adalah, kenapa fosil mahluk yang menjadi perantara (missing link) hingga kini tidak ditemukan, kenapa kecoa yang sudah berusia jutaan tahun sosok-nya tidak berubah ?, kenapa saat ini masih ada monyet kalau manusia dianggap sosok yang lebih sempurna mengarungi waktu ?, dan darimana datang-nya nyawa dan kemana nyawa akan pergi ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi kedua, adalah sosok Yesus yang digambarkan dengan sangat sederhana dan melakukan hubungan “khusus” dengan Maria Magdalena, yang mana saya yakini juga tidak dapat diterima mayoritas penganut Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi ketiga, adalah sosok Budha yang digambarkan Gonick wafat karena kebanyakan makan daging babi, tentu saja ini hal yang saya yakin tak dapat diterima kebanyakan umat Budha.&amp;nbsp; Sebagian umat Budha sebenarnya lebih berpegangan pada sejumlah literatur bahwa yang dimaksud adalah adalah jamur Kaki Babi, yang memang merupakan tanaman yang digemari sejumlah Babi, dan bukan daging Babi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi keempat, adalah kesan bahwa Nabi Muhammad seakan akan ngambek pada sekumpulan kaum Yahudi dan lantas memindahkan kiblat dari Yerusalem ke Mekkah, yang mana umat muslim meyakini perubahan tersebut adalah karena turun-nya ayat saat Nabi memimpin sholat Lohor di Mesjid Qiblatain (mesjid dengan dua kiblat). Untung saja editor buku ini menambahkan keterangan tambahan sehingga tidak semata mata menggunakan interpretasi Gonick. Umat Yahudi pada masa Nabi juga digambarkan seakan akan selalu menjadi pihak yang menjadi korban Muslim, padahal dalam banyak literatur Islam, Yahudi dianggap selalu melanggar kesepakatan. Piagam Madinah adalah bukti bahwa pada masa itu setiap keyakinan memeroleh hak-nya masing masing dengan adil, begitu juga dengan penaklukan Yerusalem oleh Umar bin Khatab, ataupun Shalahuddin Al Ayubi, yang sangat menoleransi kebebasan berkeyakinan. Meski demikian putusan Gonick untuk tidak menggambar Nabi Muhammad, bahkan juga sekalian juga dengan empat&amp;nbsp; khalifah setelahnya patut dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini cukup berat, saya sendiri membutuhkan paling tidak enam hari untuk menamatkan ketiganya. Berbeda dengan buku teks biasa, bagi seorang penikmat ilustrasi, halaman2 tertentu dinikmati sebagai karya seni sehingga membuat satu halaman sajapun perlu waktu yang lebih lama. Saya tidak merekomendasikan buku ini bagi anak2, karena banyak adegan pemotongan kepala, pencungkilan mata, hubungan intim tidak wajar, pembantaian musuh, dll. &lt;br /&gt;Kualitas gambar Gonick tidak konsisten, kadang ada beberapa bagian dari buku ini terkesan digambar secara asal2an. Teknik gambarnya masih jauh dibawah Uderzo akan tetapi untuk selera humor Gonick layak mendapat pujian. Idealnya Gonick seharusnya juga menggambarkan beberapa versi untuk kejadian2 yang saat ini masih menjadi kontroversi, dengan demikian buku ini bisa dinikmati oleh lebih banyak komunitas tanpa harus kehilangan rasa “nyaman”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3973841319602976666?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3973841319602976666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3973841319602976666&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3973841319602976666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3973841319602976666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2012/01/kartun-riwayat-peradaban-nya-larry.html' title='Kartun Riwayat Peradaban nya Larry Gonick'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6824308962168000796</id><published>2011-12-29T08:56:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T08:56:00.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Greatest Design nya Zaynur Ridwan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ada beberapa misteri di dunia ini, yang beberapa diantaranya tertulis di kitab beberapa agama seperti Yakjuj Makjuj (Gog Magog), Tabut Perjanjian (Ark of The Covenant), Injil versi asli, gunung emas di sungai Eufrat, dll. Buku ini menceritakan bagaimana misteri2 tersebut menginspirasi sekumpulan orang yang ingin membangun kembali Haykal Solomon untuk mempersiapkan kedatangan Raja Yahudi (dikenal dengan istilah Dajjal dalam Islam). Referensi yang digunakan mulai dari Taurat, Injil dan juga Al Qur’an. Zaynur sendiri membutuhkan waktu dua tahun hanya untuk riset lantas dituangkan dalam buku selama tiga bulan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="220" id="il_fi" src="http://puchsukahujan.files.wordpress.com/2011/11/tgd.jpg" style="padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="165" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku pemenang Islamic Book Fair Award 2010 ini digambarkan bagaimana sekelompok suku Kohen yang saat ini sudah tersebar di seluruh dunia dan berusaha menjaga benda2 tersebut dengan susah payah meski harus mengorbankan jiwa mereka sendiri. Suku ini dikenal sebagai salah satu suku Yahudi yang masih berpegang teguh pada ajaran Musa atau Taurat&amp;nbsp; dan bukan Talmud yang nota bene sudah di modifikasi. Petualangan ini melingkupi lokasi yang berjauhan, mulai dari Kairo, Ethiopia, London, China, dan bahkan Tibet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan juga bagaimana bangsa Israel yang ternyata percaya pada hadist Muhammad SAW, meski tidak mau memercayai ajarannya, mempersiapkan kedatangan Dajjal dengan sebaik baiknya, mulai dari melakukan proses cloning untuk menghasilkan “Sapi Merah”, rencana penghancuran Masjidil Aqsa dan menggantinya dengan Haykal Solomon, penculikan (dan pembunuhan) bayi2 di tahun 80-an yang memiliki ciri2 fisik dan sejarah (bernama Ahmad atau Muhammad dengan Ayah bernama Abdullah) sebagaimana Imam Mahdi, imigrasi besar2an ribuan kaum Yahudi ke Israel termasuk Yahudi hitam baru baru ini (atau dikenal dengan sebutan Falashi) ke Israel sampai dengan membantu Turki dalam menyiapkan proyek bendungan Eufrat untuk menyingkapkan rahasia Gunung Emas.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Bumi dan Marie dalam buku ini melakukan petualangan dengan dibantu seorang Detektif kasus pembunuhan Mesir serta ilmuwan Syaikh Naggar, juga sosok yang membantu proses pencarian gunung emas Solomon Varben (yang akhirnya memilih berkhianat pada sponsor-nya sendiri) serta turut juga seorang Kardinal bernama Riario. Tentu saja jika sebuah novel tidak ada musuh tidak akan seru, jadi di dalam novel ini musuh diwakili oleh petinggi Mason yaitu Benjamin Nate.&amp;nbsp; Sebagaimana Indonesia Incorporated (novel Zaynur pertama yang saya baca, meski bukan novel Zaynur yang pertama dibuat), buku ini menggambarkan sekumpulan puzzle rumit yang harus kita rangkai sepotong demi sepotong sampai membentuk satu cerita yang utuh. Benar2 buku yang sedap dibaca, meski ada beberapa kesalahan yang cukup mengganggu misalnya penulisan nama presiden Amerika yang seharusnya tertulis “Reagan” berkali kali ditulis dengan “Reagen”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tokoh Naggar sendiri yang merupakan tokoh vital dalam buku ini (meski muncul di bagian akhir), sepertinya merupakan inspirasi dari tokoh yang sebenarnya, yaitu Zaghloul El Naggar, yang merupakan ahli Earth Science dan Geology dari Kairo, Mesir.&amp;nbsp; Naggar asli sendiri merupakan alumni University of Wales dimana beliau meraih gelar Doktor-nya. Beliau menerbitkan 150 publikasi ilmiah dan 45 buku dalam tiga bahasa (Inggris, Prancis dan Arab). Dimana publikasi dan buku tersebut banyak menyinggung interseksi antara ilmu dan Qur’an. Informasi lengkap tentang publikasi beliau dapat dilihat di “http://www.elnaggarzr.com/en/”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga berkisah sedikit tentang pembelahan Bulan di masa Nabi Muhammad, yang ternyata disaksikan beberapa bangsa lain seperti India. Hal itu diyakini terjadi ketika banyak orang meragukan kenabian Muhammad, tetapi tentu saja pembuktian-nya tidaklah mudah sebagaimana terbelahnya laut merah oleh Nabi Musa. Meski yakin pada hadist bahwa bulan terbelah, sebaliknya buku ini meragukan “moon rille” adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah, karena garisnya patah2 dan belum ada bukti bahwa garis ini mencakup keliling Bulan meski sangat panjang (300 km). Akhir kata, bagi setiap manusia yang percaya akan hari akhir, buku ini mengingatkan kita kembali, bahwa sebaik-baiknya bekal adalah amal baik. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6824308962168000796?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6824308962168000796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6824308962168000796&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6824308962168000796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6824308962168000796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/greatest-design-nya-zaynur-ridwan.html' title='The Greatest Design nya Zaynur Ridwan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-8778523982661550231</id><published>2011-12-27T17:38:00.000+07:00</published><updated>2012-02-08T17:28:19.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>A Contract with God nya Will Eisner</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Membaca halaman belakang komik Will Eisner, komikus kelahiran Brooklyn New York 1917, saya sudah langsung tertarik karena komik ini meraih penghargaan, dan berturut turut dibuat kelanjutannya hingga menjadi trilogi. Font yang dipilih Eisner dalam menuliskan namanya juga “catchy” karena menggunakan font yang sama dengan Walt Disney. Begitu membaca-nya langsung sedikit kaget ketika mengetahui cerita pertama-nya justru mengenai pengalaman seorang imigran Yahudi, yang meninggalkan kampung halaman-nya dengan dana yang diperoleh dari iuran bersama komunitas Yahudi yang dalam situasi terancam tetapi berharap agar tokoh ini dapat melanjutkan kehidupannya sebagai Yahudi sejati di New York. Sepertinya ini menjelaskan kenapa hari ini begitu banyak Yahudi di Amerika dan bahkan sampai2 mendominasi arah kebijakan Amerika. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://nalar.co.id/segera-terbit-trilogi-kontrak-dengan-tuhan-kehidupan-di-jalan-raya-dropsie-997.php"&gt;&lt;img src="http://nalar.co.id/wordpress/wp-content/uploads/box-trilogi-150x98.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sebenarnya Contract with God (1978) hanyalah satu cerita saja, sedangkan cerita2 lain-nya benang merahnya lebih ke semua kejadian yang berhubungan dengan suatu lokasi di jalan Dropsie. Lalu dilanjutkan dengan buku kedua A Life Force&amp;nbsp; (1988) dan buku ketiga Dropsie Avenue (1995). Komik ini dipenuhi dengan adat istiadat dan cara berkomunikasi dalam komunitas Yahudi di New York. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Eisner sendiri sebenarnya lebih suka menyebut buku ini sebagai novel grafis ketimbang komik. Nuansa-nya relatif gelap dan muram sehingga sama sekali tidak cocok bagi kanak2. Adegan2 yang digambarkan beberapa diantaranya menggambarkan hal2 yang bersifat “dewasa”. Cara berceritanya yang “berat” mengingatkan saya ketika membaca novel Great Expectation-nya Charles Dickens, penuh dengan ironi dan tanpa happy ending. Dari komik ke satu sd komik ketiga juga tidak terlihat kemajuan dari sisi artistik meski berjarak 20 tahun, yang menunjukkan Eisner sudah mencapai batas maksimal dari sisi artistik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Khusus A Life Force, unik karena Eisner mengangkat kecoa sebagai inspirasi daya hidup, bagaimana serangga yang sudah berusia jutaan tahun ini tetap eksis dalam kondisi bagaimanapun juga, meski banyak orang tidak akan segan2 mengangkat sandal ketika melihat serangga satu ini. Tidak tanggung2 gambar kecoa ini juga menjadi cover di buku terbitan Nalar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal yang perlu dikagumi dari Eisner, beliau bahkan masih mempublikasikan karya-nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;yaitu Sundiata di usia 85 dan bahkan di usia 88, yaitu The Protocols of The Learned Elders of Zion. Beliau akhirnya meninggal di Florida tahun 2005. Namanya sendiri diabadikan sebagai salah satu penghargaan bagi komikus, yaitu Eisner Award. Hal ini tidak terlepas dari upayanya memberikan “kecerdasan” bagi karya grafis, meski pada awalnya sangat sulit mencari penerbit yang mau menerbitkan karya-nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bagi saya komik ini pada akhirnya bukanlah pilihan yang tepat buat koleksi, karena hal2 yang membuat saya tertarik untuk mengoleksi, antara lain adalah dapat memberikan aura positif, kualitas artistik atau fakta yang memang penting untuk diketahui serta layak dijadikan referensi.&amp;nbsp; Dari artistik, jelas Eisner bukanlah komikus yang “hebat”, aura positif juga tidak saya dapatkan dari komik ini, satu2nya yang menarik adalah penggambaran problematika imigran Yahudi saat harus berbaur dengan masyarakat New York. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-8778523982661550231?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/8778523982661550231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=8778523982661550231&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8778523982661550231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8778523982661550231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/contract-with-god-nya-will-eisner.html' title='A Contract with God nya Will Eisner'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5772690953907561747</id><published>2011-12-23T15:56:00.001+07:00</published><updated>2011-12-27T13:11:32.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Indonesia Incorporated nya Zaynur Ridwan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Membaca buku Rizky Ridyasmara, saya tertarik dengan nama Zaynur Ridwan di halaman belakang yang disebut Rizky sebagai salah satu bacaan yang menginspirasi. Maka saya mulailah perburuan karya Zaynur, dan di Gunung Agung Kwitang, dan akhirnya salah satu dari empat buku beliau saya temukan, dan begitu ada waktu luang beberapa hari kemudian segera saya santap panas2. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku ini lagi2 menunjukkan betapa banyak penulis muda potensial Indonesia saat ini, yang meski datang jauh dari Sulawesi Selatan tetapi langsung dengan karya kelas dunia. Skenario-nya meski kompleks tetapi kuat, rapi dan tersusun bagaikan puzzle2 yang baru pada 3/5 buku mulai terlihat interseksi-nya. Berbeda dengan trilogy novel Rizky Ridyasmara, yang masih tergagap gagap menggabungkan fiksi dan realita sehingga masih belum terasa kuat sebagai novel, sebaliknya Zaynur sangat kuat sebagai novel. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Puzzle2 di buku ini entah kenapa mengingatkan saya akan perkamen miniatur Kapal Unicorn Sir Francis Haddock di komik Tintin karya Herge, yang harus dikumpulkan semua agar&amp;nbsp; gambaran utuh dari misteri, menunjukkan koordinat sebenarnya dari bangkai Kapal Unicorn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku ini menggambarkan keraguan Zaynur akan&amp;nbsp; dampak dari polusi terhadap panas bumi, karena saat ini, siklus matahari lah menurut Zaynur yang menjadi penyebab utama panas bumi. Akan tetapi ada pihak2 tertentu di dunia yang sengaja menghembuskan isu ini, sebagai alasan untuk intervensi terhadap negara2 berkembang, sehingga negara2 maju dapat memantau, menekan dan bahkan memaksa negara2 lain untuk mengikuti aturan main yang mereka buat, dan lantas pelan2 akan menjadikan dunia sebagai “New World Order”. Zaynur juga meragukan teori evolusi yang sampai saat ini masih belum menemukan rantai yang hilang, meski sudah sangat banyak fosil yang ditemukan di dunia. Bagi Zaynur kedua hal ini tak lebih dari kemunafikan saintis yang ditunggangi kepentingan tertentu.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.kautsar.co.id/public/media/images/thumb/2011/12/01/2011-12-01-16-19-42_indonesiainc_depan_thumb_185_.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.kautsar.co.id/katalog/view/fiksi&amp;amp;usg=__dxYJoTKWD9hdJ9rWhedzClH60nA=&amp;amp;h=278&amp;amp;w=185&amp;amp;sz=22&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=9&amp;amp;sig2=OnRlxAjd-sJ304Hoarcr9Q&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=DUpUMAEjEvpLoM:&amp;amp;tbnh=114&amp;amp;tbnw=76&amp;amp;ei=MkL0TqLdGMKHmQXC4PSDAg&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dzaynur%2Bridwan%2Bindonesia%2Bincorporated%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D529%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="114" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSqBKH2RPrZZTyJ73F7-GN8O_6J57eZ2jfJ89uGn5Hx8S9JOMTCugVnYJs" width="76" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Apa2 yang dituliskan Zaynur dibuku ini, mengingatkan kita kembali, betapa kaya-nya Indonesia, dan bagaimana ironisnya kekayaan Negara ini justru "dijual" pada tahun 1967 oleh Soeharto pada kelompok konspirasi tokoh Eropa, yang menggunakan strategi hutang untuk menundukkan Indonesia sebagai bentuk penjajahan baru. Sebagaimana Freeport, yang dihisap habis2an, dengan hanya menyisakan kurang dari 7% bagi Indonesia, dan bahkan dibawah 2% bagi masyarakat Papua, begitu juga yang mengancam banyak daerah lain di Indonesia yang mengandung bahan2 tambang terbaik di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artwork buku ini harus diancungi jempol, pemilihan warna-nya berkelas, meski gambar2 pendukung di dalam buku-nya justru sebaliknya, sangat kecil dan kabur. Sayangnya rasa penasaran terhadap sosok penulis juga tidak terpuaskan karena tidak dituliskan secara jelas termasuk referensi yang digunakan dalam buku ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5772690953907561747?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5772690953907561747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5772690953907561747&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5772690953907561747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5772690953907561747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/indonesia-incorporated-nya-zaynur.html' title='Indonesia Incorporated nya Zaynur Ridwan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-2416415066838698017</id><published>2011-12-20T09:53:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T09:57:41.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Hidup Itu Lucu nya Michael J. Fox</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Anda tahu Michael J. Fox ?, kebanyakan generasi yang mengalami masa remaja di tahun 80-an atau penggemar Steven Spielberg pasti tahu siapa yang saya maksud. Tepat-nya tokoh yang memerankan Marty McFly dalam film di Back To The Future bersama Doc yang diperankan oleh Christopher Loyd. Film ini sangat sukses dan meski dibuat di tahun 80-an (1985), saat ini beberapa puluh tahun kemudian bahkan kedua anak saya masih sangat menikmati film ini, khususnya adegan Doc membantu Marty untuk dapat kembali ke masanya menyeberangi portal “waktu” dengan DeLorean Time Machine, di saat malam gelap, hujan deras dan petir menyambar nyambar di kota dimana Marty McFly tinggal. Selain seri ini dia juga bermain di “Secret of My Succes” yang bercerita tentang pengirim surat di sebuah menara di daerah bisnis paling sibuk, yang akhirnya meraih kesempatan untuk sukses karena kecerdikannya. Masih belum ingat juga ? Michael juga bermain di “Family Ties” juga film bioskop berlatar belakang Vietnam yaitu Casualties of War.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.bookoopedia.com/images/products/hidup-itu-lucu.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.bookoopedia.com/id/book/id-32-55117/novel-fiksi-cerpen/hidup-itu-lucu.html&amp;amp;usg=__bO00Pxz4YTVqtDmT3GcXlFJKYQw=&amp;amp;h=400&amp;amp;w=272&amp;amp;sz=20&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=3&amp;amp;sig2=aFxblZn-jarAPjV2eq9Glw&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=uyTJK5R7PPDbhM:&amp;amp;tbnh=124&amp;amp;tbnw=84&amp;amp;ei=oPjvTs62GsfprQf2wszGAQ&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dhidup%2Bitu%2Blucu%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D529%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="124" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS64HFS7X2ezXNsrSoHkkTItSzAti6nkvXCbnONLmdK-mG39hHVYku_ng" width="84" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Meski hanya lulus SMA, tetapi Michael J. Fox membuktikan dirinya sanggup belajar apa2 yang biasa dipelajari di sekolah dalam kehidupan nyata, bahkan prestasi Michael juga mendapat pengakuan serta mendapat gelar Doktor kehormatan dari salah satu perguruan tinggi bergengsi.&amp;nbsp; Berikut apa yang ditulis Michael J. Fox “Aku merasa cukup beruntung dan tidak beruntung, secara bergantian, karena telah menerima pendidikan yang luar biasa lengkap, meskipun tidak terstruktur, dan sering tanpa kucari. Aku hanya berusaha menjadi murid yang patuh dan rajin dari ‘Universitas Alam’. Aku tidak memilih pelajaran-pelajaran itu, melainkan merekalah yang memilihku. dan, karena tidak ada kurikulum resmi, maka tentu tidak ada wisuda, meski tetap ada&amp;nbsp; banyak ujian” (saya edit sedikit dari versi buku, karena terjemahan-nya agak kaku tanpa mengurangi maksud sebenarnya). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dalam buku ini ada suatu ungkapan yang sangat menarik yang didapat Michael dari mentor-nya. Mentor bagi Michael adalah tokoh penting yang muncul di setiap episode kehidupan kita, mereka umumnya senang berbagi, memberikan masukan bagi kita, menghibur kita di kala sedih, ikut gembira dengan kesuksesan kita dan menjaga kita agar tetap berdiri tegak. Mentor menurut Michael bagaikan tokoh Doc bagi Marty McFly. Inspirasi dari salah satu mentor Michael yaitu&amp;nbsp; Gary&amp;nbsp;David Goldberg, saat itu sangat menakjubkan sbb &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Tak seorangpun di antara kita yang berhak akan sesuatu. &lt;br /&gt;Kita mendapatkan apa yang kita dapatkan bukan karena kita menginginkan-nya &lt;br /&gt;atau kita pantas mendapatkannya &lt;br /&gt;atau karena tidak adil jika kita tidak mendapatkannya, &lt;br /&gt;melainkan karena kita &lt;strong&gt;bekerja keras&lt;/strong&gt; untuk meraihnya, &lt;br /&gt;menghormatinya, &lt;br /&gt;dan hanya jika kita &lt;strong&gt;membaginya&lt;/strong&gt; dengan orang lain, &lt;br /&gt;maka kita bisa mempertahankannya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku tipis ini sangat menarik meski terjemahan di bab2 awal agak kurang nyaman di baca, dalam buku ini&amp;nbsp; tergambar&amp;nbsp; karakternya yang selalu optimis, rendah hati, pekerja keras dan mau belajar. Meski saat ini terkena parkinson, Michael J. Fox tetap berusaha menghasilkan karya terbaik dalam bentuk buku, dimana buku ini adalah salah satunya. Pembagian bab-nya juga unik, dan memberi kesan bahwa ilmu yang kita pelajari di bangku sekolah juga kita pelajari di dalam kehidupan. Michael membagi bab-nya dengan nama2 sebagai berikut Ekonomi, Sastra,&amp;nbsp; Fisika, Politik dan Geografi, lantas memberikan contoh nyata dalam “Universita Alam” bagaimana dia bersinggungan dengan hal itu. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-2416415066838698017?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/2416415066838698017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=2416415066838698017&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2416415066838698017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2416415066838698017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/hidup-itu-lucu-nya-michael-j-fox.html' title='Hidup Itu Lucu nya Michael J. Fox'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1640052810270445483</id><published>2011-12-13T11:46:00.001+07:00</published><updated>2011-12-14T10:38:32.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Escaped nya Rizki Ridyasmara</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ini buku ketiga Rizki yang saya baca dalam dua minggu terakhir, benar2 makanan lezat untuk seorang yang merasa dirinya conspiratus. Meski terdengar “konyol” bahwa Hitler melarikan diri ke Indonesia dan wafat di Surabaya 15/1/1970 (pemakaman Ngagel) setelah sebelumnya mengepalai RS Sumbawa, tetapi bangunan cerita semakin kesini semakin memperkuat fakta bahwa hal ini adalah sesuatu yang mungkin saja terjadi. Kita tahu bahwa secara sejarah sangat banyak tokoh Nazi yang melarikan diri ke Amerika Selatan, dan Negara2 seperti Brazil ataupun Argentina sampai saat ini banyak dihuni tokoh Nazi dan keluarga-nya. So kenapa tidak dengan Negara Indonesia, karena semakin tidak mungkin tujuan pelarian, maka akan semakin sukses pelarian tersebut. Konyol ? yaaa bisa saja dikatakan demikian, kalau 10 tahun yang lalu, ada yang mengatakan presiden AS berikutnya merupakan anak tiri seorang WNI dan menghabiskan masa kecil-nya di Indonesia serta menggemari Nasi Goreng dan Sate mungkin tidak akan ada yang percaya tetapi ternyata jadi nyata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;img class="rg_i" data-sz="f" height="170" name="jH6oGdh11ZcohM:" src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSEBQUExQUFRUVFBgUFRcXFxgVFBgUFBwXFBcVFBQXHCYeFxwjGhQUHy8gJCcpLCwsFR4xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGA8PGiwkHCQsLCksLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwpLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCksLCwsLCwsLP/AABEIAQwAvAMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBAMBAAAAAAAAAAAAAAAHAgMEBgEFCAD/xABEEAABAwEEBAkJBgUEAwAAAAABAAIDEQQFEiEGMUFRBxMiYXFzgZGyFTIzNFJTkqHRI0JyscHwFCRiguEIQ5PxFqLC/8QAGQEAAwEBAQAAAAAAAAAAAAAAAAIDAQQF/8QAJBEAAgIBBAICAwEAAAAAAAAAAAECEQMSITFBEzIiUQRh8HH/2gAMAwEAAhEDEQA/ADYSo/lKL3sfxt+qxeg+wl6t/hK5VbGKDIahsC5oqyqVnVRvOH3sfxt+qx5Vh97F8bfquVnRjcO5JwDcO4JtAUdV+VYfexfG36rxvWH3sXxt+q5UwDcO4LGEbh3Bb4wo6s8rQ++i/wCRv1XvK0Pvov8Akb9VymWjcO5YwjcO5b4wo6t8qw+9i+Nv1XvKsPvYvjb9VyjQbh3L1BuHcjxhR1d5Vh97F8bfqs+VYfexfG36rk803DuXstw7keMw6w8qQ+9i+Nv1XvKkPvYvjb9VyfUbh3BZNNw7lviA6v8AKkPvYvjb9V7ypD72P42/VcoGm4dywegI8Rh1h5Uh97H8bfqveVIfexfG36rlAU3DuWaDcO5HiA6u8pxe9j+Nv1XvKcXvY/jb9VyiKbglCm4dyPEB1Z5Ti97H8bfqveU4vex/G36rlVtNw7ktrRuC3xfsLOq4bWx/mPa6mvC4H8inUHOApoFotVAB9jHq/E5GNRkqdARr09BL1b/CVyw1uQ6Aup709BL1T/CVy0BkOgLYjxEEJJSym3KgxhIKUsFaYeJWCvEpBK2wFFYqsL1FtmHqrAKUICd3eEl0RGxbaMo8XLFUkrFUyMHMS8XJuq8StMF4lnEmlmq0BzElB6ZBSmlFGD7XJ1jlHYU8xABR4CvWLV1UficjGg5wFesWrqmeJyMa5MnsaiNenoJeqf4SuW2jIdAXUl5+gl6t/hK5cAyHQFkR4jbkghLcEklOOIISSlkptxQYZYyp/MpD3CuWaS51UghOkZZnGs4khZomoyxYclCQ7DRIDCslhGxKzSQx9fOo78+9Pi5+MFYnAn2CaO/tOpygAJ6FzmkFtcs0jTXBvJFkYWkgihSSVZHRNtcTjkJmCu7G3n30789oqRW3ihoq456ueRJKjFVmqRVZqqCmQUsJCW1ADrU6wphqdaUGBU4CT/MWrqo/E5GRBvgI9YtXVR+JyMi5cvsaiNefoJerf4SuXK5DoC6jvT0EvVv8JXLY1DoCWI8RtxSSUpwTbk44klMvKU96ZVEhGxzElNZVNsGf5qdYY6mp1lLJ0atxUVgB5yt9dujzHjbqUZll2ra3baCCAuOc20VSRvbo0RhIFW1J7VvDwdQO+6O3Xq+XYkXO+iuNhkqFKDvlhLYoNt4GmOFY3kHdz9Kqt78F1rgBcBxjBnVusdIR9jYlmAHYutKXTJajllkxjfU1a4HIkU794TF7xCoe2lHa6ZivMdoR5024OYrYwlgDJQMnDIHmcEBr0u+WzSvglaQ5poQfk4J4c32Ddo1pWFkrC6RDKcamwlhADrUtpTYKWEGBV4Bz/MWrqY/E5GZBjgF9YtXVR+JyM65cnsBGvP0EvVv8JXLobkOgLqO8vQS9W/wlcvbB0BKikRtyjyJ9yZkTIZkRyQluSF0ImKaclsbG7VqWsT8LjUKc1aGiyy2WbJTLM7OvatNZXU1qdDasK4pIqi+3JaKiiuNkeANfaUL7jvLlim1EGwhzmggKK2ZrLNZbSCpYK0dlq05rc2c1FV1wlZCSo9KUMuGDRTj7P/FRj7SAVfTW6Hb2t87oqiZKFFtFkBaa5gghw2FpyIPSKpm2nYI5OcsLZaQ3UbNapofdyOaPwa2H4S1a1dSdoUwU6m0sJjBacaU2E41ABV4Bh/MWrqo/E5GZBrgH9YtXVR+JyMq5svsBHvL0MvVv8JXLhOQ6Auo7y9BL1b/CVy2dQ6AkRSI24ptycck0TDEORuaQpbbE99cLSaazsHSTkE1NZXM85rh0j9VZSXFiNDKm2IKHRTLM+g6Us+DYk8PoEzxuayBUJyz2faVz7IoWDRyVkZxyHLdtRCunS5rzhjaSBSp6dwQibG4EF9Q0nkgZuPM1qsl0W6ZjGPgEcTcRDpHjEWuoXNDyW4WYiCNWW0qEo72jQgTabRB+EsfXVQD892vWt5ZL9iYzFjoMteuriAGjeanYqZf8MopJJSaoc6L7MNZIxpLTHIBXC54za4HPZlkaZdd4RvvGNzW0jEgc1h2VzoecHJCclbMpMO9ptga5oP3nUHY0k/ootrv+Bho+VgJNAK7efd2rW6Yk8SxzA8v5VC04aBwGIl1CRs1AnWhTeFx2lrqEtIYwSipcBqxhocA6jiAaF1ASKVrkqOT1UKoqrJfDHdrHGK1R7SYZOegLmO7sQ7AhkVbtK7642yxN5Qc55xtccVDFVlQ6grWp2bFUV1Yb0biS2Z4BLCSlNCuILCcATbU4CgAqcA3rFq6qPxORmQZ4Bz/MWrqo/E5GZcuT2Aj3l6GXq3+Erl6mQ6Auoby9DL1b/CVy8TkOhIikBshIKU5IKcctU9mDLtgprlJe885Lmgdgb81pJZTEcJ5bHNrT2a7QpnlAvu7BtglH/G8kjucX94Ue/wB1Gta3VhFf6iQDme1QS3p/Yz4NHPSuSXCsvs1I2u3pMS6eiZsYTqqrbc93NdGcuVTk7q/4VLjcrPo5ay14FVy5U6KRGrPcmG04JmvLXUwuzxAnU4EbfoinopdhiFQ+U1pma5jpINe8qfZrLFNGA5rSCNVNqlWe72xA4XUHef8AKnvJpmN9Cr2tjGMdioTTbmTt1rn9jDHMX7nl1ek11Ir6TVexzqkNa0kknXzBCW3WzEctSeLcmwqkG/Ru822yytLqEtGfyrUdgyWwmuiN+FxZGXs8xxbWnRn20O1D7gpt9JMJOThqRPY3CKVqM6c3MhIV7HO/CNdwgtxjb5rY2Ef3VcenMnNVcK+cMsYF4tI+9Awnsc8foqEF34/VE5ciglhIalhUMFtCUEkLKDAqcAnrNq6mPxORoQX4BPWLV1MficjQuXJ7AR7y9DL1b/CVy7sHQF1FeXoZerf4SuXtg6AkRSA04JDmp9wSS1NY47dswa8h3mPaWO6Haj0g0KftLCS2MgkgAFwzBbqBpsUNrVsLvtFH5mhIAqdWXOkl9o1EC87HxPIxYs8VaUpXZTuUNgW40ikj2ODnupWhBDQ3nC07Cng242xXySYtatNy2Qkg0/f6KqN1hXfQ620NCo5uB4lss19cWKbdX+VuLutpkzcVXZbHV1R8lMgPFEAnX81yJjNGt4Wb44uBkDDnIau/APqShnBZyaUHSrHwh20PkrrIoAejX81U/wCLc8NYRyQamm2tPO/e1duNNxtE3sy3aK2kMnYK0zANNyNJtDack1yz6d9UEo7NZYmPMbXiZroqHGXUx0Dw0AAVBNOVuRH0MvSCSzubDjqwjjS8lzi4itcdKEZHVkFLh7GsEnCVeXHXlNujwwj+wZ/+xcqspV5WnjJpHn78j3fE4n9VFC9GCqKRF8iwUsJASgUxg4F4BeCyFpgU+AX1m1dUzxORoQY4BvWbV1MficjOuXJ7AR7y9DL1b/CVy+DkOgLqC8vQy9W/wlcwAZDoSFIHqJJSwFimayyh5rViXUnGuAUe0SZFauQIDjklxlICzGVZiD8bs1aNHX0cFVTrVk0em5QH7oufNwPEI11S1wglK0pfhDQ3znd9N60MN5YZAOhXOKwCbC86qfNcST4HewLb+0dke3EASAtZdWikznAhuQPKJyA7+jUiVpRYJTQRPLGDzqAVPRUbExojoq15LpXSPAOquGhH4aa1aOSSWkVpclfubg7tTscjqZnFEcYPG4zVxoa0phGTqGqtvk4Xbdto5QLgySQkZDE4Ua1orlQ01KwR3PBQNDJGkctp4x5Nd9cWtVLhVtBju1zS4uL5WR1NKltS/OlPYTpOUlYtgQK8vFZC9EiKBSgkBLC0BYKWU2Eqq0wKnAL6xaupj8TkaEF+AX1m1dTH4nI0LlyexpHvL0MvVv8ACVzCNQ6F09eXoZerf4SuY2tyHQFMpARiSXuThao8r0DmJZckqCISjC3J9aipyPNXYocsiainLXBwyIzVVB0K2OSwOY4tcC0jWDkU4YNqIWjzbPeMOCZvKaKYmmkjDqqDtadxyTV58Gdog5Uf8xDrxMH2jRvdFrPS2vYpebprc2kUUMqFt7glwv8AklT3QQMQGrzh+oXrHZSCCEkpqURkqZYLWKSB2wgFEG4bc10IaDs7VQJmVjG8fL95dyhWO+5IXVBXOhmFSy2cuJac/wAqLYWS7QyoZlXWqdcml4cRsJyPSrdd95BxGeuqaFdiSsmPhIFdyEPDPelTBBXMYpXDp5DP/tFma3jOpAA1ncN65s0pvo2q1yzE5OcQzmjbkwd1D2ldWKKcrXRN7I1RCwF6qxVdggpKCQEsIAWCvBJqloAKvAH6za+pj8TkaUFuAP1m1dTH4nI0rmyewEe8vQy9W/wlcyB2Q6F03eXoZerf4SuW3TZDoCnVlIDksqhSyp0wk/RRJmEHNUikMxtzqr1EoR1ToiVXJISh+5r0ks8rZIzRze4ja1w2grofQzSGO2QCSPIigezax27nG47emq51ZZ6qxaJX3JYp2yRnLU9ux7NrT+h2Fc82rsatg+3jo5BaM5IwXe2OS/4hr6DVUy9eDF7CX2ch7drDRr/7T5p6MlfLovJloibLGatcO0Ha124hT6LXijLcmpyiBae6n1wlpDhrBBB7QVBkuI1839/qjharCyQUe0O6dY6DrC1E+izNbe4/Vc0sE48blllT5BMy6DsFOg/9qVab5/gWB0sgqQcEY5UjqbQK0A/qNB06kRodGmk5g8+xBzhoiw3nQANaLPEG0FB94n5lbiwuT+fASyLo1+kHCRaLTG6JoETHZOw5vcPZLtg3gDNVCqysL0oxUVSI22YqvBeXgtMFhKSQlBAGQlhIASwgAq8AfrNq6mPxORpQW4A/WbV1MficjSubJ7AR7yH2MvVv8JXMcN0PNOgLp+1isbx/Q78ihPBdAFDzblzZMjhwWxK7KhZrqwjMKv3pZ6SZ6jkirJYQVUb7uFznnIUUseapWyrjaKxYrNmWnW3Xzs2OHR+SnC7k9NYnMDXt9JHmP6m7WHmIqrLZLEyWNskdS1wq3fQ5UPO11Wns3p55OzFHoqrLFRTLPZgt5Lcx3JAuwhSeSxtJZNAb7NndhJJjdSo3HeEVYZQ5oc01B1FBSyMwmoqiJone32Ya4/verYM1PS+COWF7otSSSskqBfNv4iCWWleLjc8N9pzQS1o6TQdq72cyVlXtOkBZa3vDnFrXlrm4qtLGnC7k11jNwPNzlDvhCiNrtFrqPtIZXCMf0xANw9rQHKvXNpPIyVuM1BfV9d7jyj3kq3aWAsvASgVbPDFMCPbaBE8f+gPauFucW7/1HWkgSFYW80nuQwzuLWni38tmWoOzp2GoWlovQhNTVog1QhZCzReATGGQlApASkALS2psJYKACtwB+s2rqY/G5GlBXgD9ZtXUx+NyNS5Z+wCJ/Nd+E/kqI2zK9zea78J/JU1jclyZlwVxvkhmzqDb7HX/AKW4lbmm5IlzNFkymXjYDuUbROXirQ+zu82SssXM4eljH4mgOpvYrdbbIC3VU/vJUrSeJ8OCdmT4ZGyNPQcx0HMJsbt6X2M+LL1/Cgj96tiZku8GuSk2O1h7GSMzY9rXs/C8YgOypb/apbQCk09GWaYWD8qJVitLon0IyoT3kfpVbfDuWvtNmq5zhkQQOmn7p2I4C7Ldcd8h4DSc9n0U287Pjie07QhxDanRuqDTNXu6714+I+0Bnz7iu7Fl1x0SIThpdo5u0kmxWyZwAYcbqhvm8YMnFo2BzgXc1VdLHJJNd1lfICHwySQ1drdG/lNOfOAOxDybE+Uk5uLySeeuaNWjtoIsUkc7Ip+Iswla5zKGvKMcUoaOUfsiQ8UNBnvLZF8VEZOnZGnsIkszCQDhy7OdVO89EWP1Nod4y+SuGilsEsRGWsmg1AHYBuUy3WRrWuc4hrWtLnOOQDRmSTsFFxJyi/iV27A5eGiskdcPKHNr7lpXxEGhFDzoxERucGtIdWpq0FzaN1nGBh2jbtUG8tH4ZCWlmN9K0bTEAdRcdTR069lV2Q/KktpIk8afAKaLNFu780bdC4ltHNHnYXYsJ9lxwih20Wkqu6E1JWiLVGUoLCyE5gVuAH1m1dTH4nI1oJ8AHrNr6mPxuRsXJk9gEWjzHfhP5FUexS4mjoV2tfo3/gd+RQ6uOesYXJm5RbGtmbSZ1ErWOxImSYX5UULKGJWZKv6Q2MOieCK1BHyVjIqolvstR096R7bjIrHBrbuMsj4XHlWeQtHVS1e3ueJB/cFcIwUPbnss9jvB7xDI+GUYX4ADlUODszSocObWVbnX040DYy2p++QT04GEjvcq5Gm9SfJiT4N5E3/KY4vEzpNc+fNVy/Q6XibOXurPIA+hwjio/tJThbQeaMOftrf2WQurXKpJFNQGwd1Eu1IKo01uhzT1xXq6GUHvGwg7FNtlnrrH+Vq/4c15/wBEl09huUD6W5XRWuRjxQtkLhuLHHExw3gj9dyK2h4Y1wkpRzmNY/M4XNaSRVuokVdQ7nEKBe118fCHgVljBwna5mst/wDodu9N3BanZMYAZHNrUglkbNWOQAgmtDRoILiDmACRfW5STEaVM1F0WltivC0WZxNGSObG0Aue5vnMDWjM8lzebfRStNDI6y2isIxOgkc1j3maRrGtIdIImu4qENBPKDnGtAKlVrSe2Gz3yXCsj3BmIvdQucAGkvcBRrcgchQDUNitVuvyOBrmumPGFoltczfSNbSrYoWCpDiKhrdUbCXuOIguvGNSuK/ZKT23FxXY9zzgtMjmgjjJGshaCW6oY6sc7kigJxUbUjN2LDIh0dia0tPGPBJJD5ZHgk5kuaXUcechQ4dJWtMcYwxvLPsrMHARxRnkh9pe0EyS1/2mYjU0piq9SYdIqzOZgLWse6Il1eNllYOUyCAVNGnNznGjQM6GuFJwn1/f39sEZRM3pdrRCeSA0CmEAAYdwAyCD9/XbxExbsObego7TBssLixzXtcHAOaQ5pLatNCMsi0jsKGGk918ZZmSDz4yWnnAyRgn450x5LUikBLBTYSgvVOcLHAF6xaupj8TkakFOAE/zNq6mPxuRrXLk9gGrZ6N/wCB35FCzR154o8yKdr9G/8AC78ihLohaQ+J42io+S4s/RfDwyxF/JB5lhrlFsdoxQg7sk9C+rR3LlstRNa9OGhCiNkyTsEtRROmLQ0aELV2mChK2gNHJu9LKXMdhpWhp00ySVaGTK/c8pmmtEx1MpY4TsxGj5nDnoGiv9KsjHACtQ0AVJOQAGZJJyAoqronMGxMsrwY7TG6RxY7LjTI7EZI3anZZcylstclpceKDRG00a99TG+Vup+FpBkY0gUzALhWvJAdVr5foVs3kTXyO4wksZSjIyKE1oeMkqKgmmTcqAmuZo301l2j98yhMvucxNJs5jkIa1wkLSDMRm2FjHkvFQ44nFgDRiOoraWKB7YwJXiR5zc4NDG1OxrR90ahWp3rZwFTI77TxLC+laUo3e9xDWN5quc0dq1s5/g5sDBxss/2jWCjSX5Nc95/24gR5x1NAaMRAC3M9ma5pa9oc1wo5pALSOcHWEiw3PDExzYo2sxGtQMy4asTjmd2ZyRGqrsHyC/hJup8Fqhne/jHzsrI6mFuON1C2Nv3WBrmAA55VJJJV30NuizPsZBjZJxxxSmQCR0hqHcsuGYBAIGyg2qr8LlpDm2YbWmTuOH6Lc8FVuxQlm5dEm3CMjK5RarZo5DI4P4trJGlhbIxoa8CPJrQ4CuEDKmqiZ/8SsvJ/l4uQ4vbRgHKdTETTzq0GuuoLe0WS1TpmEKKAAYaUGeQyGdSe8k96oNssRZE5rh/vObnuKI+FVvTKzVEIAzdKPlmkarceL3Abb4cErm7nJgK06f3eG2gvZqdkfxBVUL1cUtUEznkqYWOAA/zNq6mPxuRsQS/0/8ArNr6mPxuRtUsnsKMW99IpDuY49wKCHB/awTKK6wSEcbZHijeDqLHA9oIXPGisvEu7B+S5c3BfD2XO4Z+RI07HGinWGWo+a0l3WjCXGmtT7NPhcuBs6WjasclwGhUZklRUdHcnGuz+SExaJdoZXPoS4nVam8SzFrT3uKRb0uSK0NLZWB24/eB1Va4Zg84WqMMtkYGvDpbM1uESRgC0QxtFBjYBSRrWjzgKimo61ZS2q1192d8oiha0mOWSlocKACBgL3M11+0IazLY5ypBb10K2a3RG2OngbO9wkIxRNeBQFrDhMpB1OkoHHIUBA2GtnYVrbXo4C8zQPNnmPnOYAWP5povNeO47iEiK9XREMtTBE4mjZWkmzPOzlHOIn2X9hKd7uzKNq5qZc+hCkluWf7CYnjSMEC7hesThJDKPRyBw6JBTEO0UI7U5wT2uj3N7Vc9K7oFqsUsX3qcZGd0jM29+behxQ04NJi21gbxmujUpYWvoK+Qdws4UmI5BOo5Qg0R2KHejG8WXEVwVd3Ke9R5oQ5rmn7wI7xRK10amBK0A2mG1P1gOxDv+ip6MWj1wshbPZ3UcRUP6Dq+SFt+3WbPO+M6gcuduxdH40024hkXYRv9Px/mbX1Mfjcjcgj/p+9ZtfUx+NyNypk9iAmVtWkDWQR3oZx8EUoIP8AER6gPMdrAGetE5eUZRUuRozceAfRcGco/wB9nwO+qdu7g4ljjwm1Gpe95oMqucXCmIE1zAOzJXxeS+KI3lkVCPQeUa7QD0sH6UTg0OkBrxzDnXOM8253N81a15L4IfQeWRXP/F3+2zucP1Sm6MO9tvcVYV5b4YGeSRoxo87229xShcDh99vcVul5b4oma2aYXC72x3FLNx1BDi1wIoQRUEHWCDrC2y8t8cQ1sq0GiEkDgLPK0QnzoHhzmt54HVrH+DNu4NWxdcJ9pvcVuF5DgmGtldtGi7nAgSNFRTUdqpNwcDM9mtQm/iYiKkloY4Gh56osLyFCKTS7N1yNZFdBA84dyc8mH2h3KevJtKF1M1xuo+0O5Idc59odxW0XlmlBqZWJtC6yvka8AyNDXZHZqOtVXSTgcktQYRaI2vbkSWOII7CiivLIwUXqQ2uVUULg24NpLslme+ZkvGMawBrXNphJdU1POr6vLyo3Yh//2Q==" style="margin: 0px 0px 0px -1px;" width="119" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kenapa akhirnya muncul kesan kalau buku ini tidak sembarangan dalam menyimpulkan pelarian Hitler ke Indonesia, salah satunya adalah pada tahun 1944 sd 1945, sepertinya berkat hubungan baik dengan Jepang, Jerman mempunyai pangkalan rahasia di beberapa lokasi di Indonesia, termasuk pangkalan Kapal Selam legendaris seri “U”selama WW2.&amp;nbsp; Perairan Sumbawa juga merupakan perairan dalam sehingga memungkinkan pendaratan Kapal Selam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Fakta lain adalah pengakuan Dokter Sosrohusodo seorang Dokter lulusan UI yang pernah bertugas di Sumbawa Besar tahun 1960 an pada sebuah Rumah Sakit merangkap Kapal “Hope”&amp;nbsp; dan berkenalan dengan Dokter Poch yang mengepalai RS Sumbawa. Pada saat itu karena tangan kiri yang selalu bergetar, Dokter Poch (yang ternyata tidak mengerti soal medis) minta diperiksa oleh Doktor Sosrohusodo. Ketika proses pemeriksaan berlangsung, istri Dokter Poch mengingatkan bahwa tangan kiri tsb mulai bermasalah saat Dokter Poch memukul meja berkali kali ketika mendapat laporan dari Goebbels (sebagaimana kita ketahui Joseph Goebbels merupakan salah satu tangan kanan Hitler) bahwa pasukan Jerman kalah di Moskow. Beberapa tahun kemudian Dokter Sosrohusodo menemukan fakta2 lain yang memperkuat dugaan bahwa Dokter Poch adalah Hitler. Dokter Poch sendiri akhirnya dimakamkan di Surabaya. Rizki sendiri mengutip kisah Dokter Sosrohusodo ini berdasarkan investigasi wartawan Pikiran Rakyat. Fakta dari luar sendiri bersumber dari Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat menyatakan tengkorak milik Hitler yang disimpan Rusia bukan milik pemimpin NAZI tersebut, melainkan milik seorang wanita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal2 yang memperkuat kecurigaan Dokter Sosrohusodo, selain celetukan istri Dokter Poch dan ketidak tahuan-nya soal2 medis, adalah usia Dokter Poch yang sesuai dengan usia Hitler, penampilan fisik termasuk kumis khas, tangan kiri yang bergetar (dan sesuai dengan kesaksian beberapa orang di tahun 1945), kaki kiri yang agak diseret, postur Eva Braun yang mirip dengan&amp;nbsp; istri Dokter Poch dan kerap memanggil suaminya dengan “dolf”, dan kesaksian istri Dokter Poch yang berikutnya (seorang wanita pribumi) serta dokumen dokumen lainnya yang dititipkan istri Dokter Poch terakhir, ke Dokter Sosrohusodo termasuk SIM dengan sidik jari Dokter Poch. Selain itu sebagaimana cerita penduduk di Sumbawa, suatu masa mereka penah melihat sebuah kapal selam bulat yang muncul dari dalam laut lantas menurunkan sejumlah penumpang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ada kesan buku ini ditulis dengan terburu buru, atau mungkin karena masih cetakan pertama, karena berbeda dengan kedua buku sebelumnya, pada buku ini cukup banyak terjadi kesalahan seperti Hal 251 (disebutkan mobil David dalah Nissan Captiva, padahal seharusnya Chevrolet Captiva), Hal ? (Terulis O.G. Farben seharusnya I.G. Farben), Hal 311 (tertulis Atlanis seharusnya Atlantis), dan saya masih menemukan beberapa kesalahan seperti ini di beberapa bagian buku&amp;nbsp;lain-nya. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Secara scenario, sebagaimana CODEX dan The Jacatra Secret masih mirip dengan kedua buku sebelumnya yaitu kejar2an dokumen rahasia dengan tokoh utama merupakan pasangan wanita dan pria. Selain itu harus diakui semua buku Rizki terasa seperti memaksakan begitu banyak informasi, sehingga nyaris sebagian besar tokohnya seakan akan adalah kamus berjalan yang dengan semangat dan secara detil menjelaskan banyak hal, khususnya dalam “The Escaped” hal ini sangat terasa. Begitu juga penokohan yang terasa agak aneh dan karakternya kurang terbangun, misal penggunaan nama Steven Aleyda (nama yang jauh dari kesan Indonesia) yang dipadukan dengan Sabina Shalimar (yang terkesan Arab) sebagai suami istri yang menjadi aktor utama dalam cerita kali ini, mungkin lebih tepat kalau menggunakan nama Fuad Aleyda misalnya.&amp;nbsp; Rizki juga seakan akan sulit untuk menghindari penggunakan senjata api “Glock” yang muncul berkali kali dalam ketiga buku-nya. Penggunaan VW Touareg juga terkesan berlebihan (karena mahal), mungkin akan lebih cocok jika VW Beetle saja, jika ingin memberikan alasan kenapa Steven menguasai hal2 yang berbau Jerman. Bayangkan tokoh Fuad Aleyda beristrikan Sabina Shalimar serta menggunakan VW Kodok kan lebih pas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Informasi menarik yang bisa kita dapat di buku ini antara lain, bahwa pencipta gerakan KB Margareth Sanger ternyata seorang rasialis, dan dia mendukung bumi yang bersih dari orang2 cacat dan kulit berwarna. Bahwa ada konspirasi dalam WW2 yang disutradarai oleh Rostchild dan antek2nya, yang ternyata menurut sebagian orang merupakan kakek tak resmi dari Hitler. Dan bahwa Hitler ternyata senang menggambar, dan bahkan desain VW digambar sendiri oleh-nya serta indikasi Hitler berdarah Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saya sendiri berpendapat meski Nazi sering sekali digambarkan dengan kejam, dan banyak digambarkan secara negatif misalnya dalam film2 Indiana Jones, tetapi kemerdekaan Indonesia sepertinya tak bisa lepas dari gempuran Blietzkrieg Jerman ke Belanda, yang akhirnya memecah konsentrasi Belanda dan lantas dengan mudahnya diusir Jepang dari Indonesia. Bagaimana cara memecahkan misteri ini, tentu saja dengan sidik DNA terhadap makam Dokter Poch dan dibandingkan dengan keluarga besar-nya serta membandingkan sidik jari yang ada di SIM Dokter Poch dengan sidik jari Hitler jika ada, rasa-nya akan sangat menarik jika ada yang melakukan hal ini, apalagi kalau didukung pemerintah Indonesia, sehingga salah satu misteri WW2 ini bisa terpecahkan. Kalau saja Departemen Pariwisata tertarik ini akan membuka jalan bagi promosi Indonesia dari pada terlibat urusan tidak jelas di New7Wonders. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1640052810270445483?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1640052810270445483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1640052810270445483&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1640052810270445483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1640052810270445483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/escaped-nya-rizki-ridyasmara.html' title='The Escaped nya Rizki Ridyasmara'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1461404068608876470</id><published>2011-12-12T08:55:00.001+07:00</published><updated>2011-12-12T13:17:32.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Jacatra Secret nya Rizki Ridyasmara</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Setelah menyelesaikan CODEX, saya mulai menjelajahi The Jacatra Secret, dan begitu memulai Bab2 awal kita lantas begitu saja tersedot ke pusaran misteri yang dibuat Rizki,&amp;nbsp;kala petinggi Freemason di Jakarta saat itu menerima surat pembubaran organisasi rahasia ini dari Presiden Soekarno yang digambarkan secara detail dengan pilihan kata2 yang mengagumkan dan menunjukkan bakat Rizki sebagai pencerita handal. Menakjubkan memang, bahwa Soekarno sejak awal sudah dengan tegas menyadari ada&amp;nbsp; yang tidak beres dengan organisasi ini. Sayang-nya Soeharto kemudian memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi kelompok “mafia ekonomi” lulusan AS, yang lantas mengarahkan Republik Indonesia menjadi salah satu korban strategi hutang luar negeri, dan lantas menyerahkan kekayaan alam-nya untuk disedot oleh kekuatan asing secara besar2an. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://hampirsemuaada.files.wordpress.com/2011/09/the_jacatra_secret_b.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://hampirsemuaada.wordpress.com/2011/09/24/the-jacatra-secret-a-shocking-truth-in-a-not-so-good-novel/&amp;amp;usg=__B9eCRxhucsLgrMKA05d9eDu1r4A=&amp;amp;h=373&amp;amp;w=242&amp;amp;sz=23&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=3&amp;amp;sig2=p7UD0AkML3p78FehtjREGw&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=lNExX9jrJOVYgM:&amp;amp;tbnh=122&amp;amp;tbnw=79&amp;amp;ei=cF_lTv3SMsbprQeMjOGqCA&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dthe%2Bjacatra%2Bsecret%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="122" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcROJ42uYYt-zQoTF3vnTRfzjC2kgem78MDhl9zctsfwuEk1rxPZr06vYQ" width="79" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Meski dalam buku ini Rizki sudah menjelaskan bahwa organisasi ini bersifat sangat rahasia, sayang-nya salah satu agen Freemason yang bertugas untuk mengamankan rahasia sekaligus memusnahkan siapa saja yang menghalangi justru digambarkan wara wiri menggunakan motor merah dan lantas berganti dengan Rover mewah (baca : mencolok), sehingga terkesan bukan seseorang yang berusaha melakukan aktivitas rahasia. Berbeda dengan CODEX yang masih agak samar kemiripan-nya dengan Dan Brown, The Jacatra Secret justru bagaikan petualangan Robert Langdon di Indonesia, dimana tokoh utama-nya justru juga seorang Simbolog AS sebagaimana Langdon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran tokoh Polisi Indonesia juga, sepertinya menggambarkan opini Rizki pribadi mengenai kualitas polisi Indonesia, yang cenderung sinis, dan kadang menggunakan ekpsresi “cuih” (baca : meludah) tetapi anehnya bukan dari sudut pandang tokoh lain, dalam cerita tersebut, melainkan seakan mewakili Rizki sendiri sebagai pengarang. Rasanya lebih baik kalau tokoh Polisi Indonesia yang menjadi tokoh dalam buku ini justru digambarkan sebagai tokoh yang berusaha bersikap profesional (berbeda dengan polisi kebanyakan), meski ekspresi kekecewaan Rizki terhadap keseluruhan kinerja kepolisian cukup beralasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi yang digambarkan di buku ini juga mengesankan pengetahuan Rizki yang mendalam lagi2 soal senjata selain konspirasi tingkat tinggi, meski dalam menggambarkan format obyek dokumen rahasia yang diperebutkan sejak awal konyolnya malah menggunakan PDF. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik lainnya, adalah penggambaran budaya pop yang ternyata sudah juga teracuni oleh ajaran misterius (baca : Kabbalah), dimana dalam acara MTV baru2 ini Madonna melakukan inisiasi ke Britney Spears dan Christina Aguilera, dengan cara berciuman, setelah mendaki 13 anak tangga lantas, menunjuk latar belakang piramida di atas panggung sesuai ajaran Kabbalah. Sangat mengagetkan bahwa dari kaca mata simbologi aktivitas organisasi ini ternyata sudah sangat terang2an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kita juga menjadi terbuka, bahwa organisasi ini sudah eksis sejak lama di Indoenesia, bahkan menumpang pada aktivitas VOC, yang ditunjukkan kemiripan-nya oleh Rizki dengan lambang Freemason dan Bintang Daud. Hal ini juga terlihat pada desain bangunan seperti Staad Huis Jakarta yang menggunakan 13 batu pada gerbang-nya, dengan batu paling atas sebagai “Keystone” lengkap dengan ukiran mawar-nya. Begitu juga dengan makam2 tua petinggi Belanda di Jakarta yang sangat jelas lambang yang terukir di nisan-nya. Sebagaimana lorong2 rahasia di bawah Jakarta, begitu juga Monas yang merupakan bentuk lain obelisk serta Bundaran HI, yang terlihat sebagai “Eye of Horus” dari langit Jakarta.&amp;nbsp;Khusus Monas dan dan Bundaran HI, meski bukan dibangun oleh Belanda, Rizki mensinyalir kelompok desain membuat ini berdasarkan intsruksi khusus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RbcV0szQ2PE/TuVneu8Zr1I/AAAAAAAAAGQ/AofpIfSBkm8/s1600/Monas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" mda="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-RbcV0szQ2PE/TuVneu8Zr1I/AAAAAAAAAGQ/AofpIfSBkm8/s320/Monas.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Akhir dari buku ini terkesan aneh, tiba2 kita dibawa Rizki untuk menyadari potensi The Jacatra Secret sebagai bagian dari wisata Jakarta, sebagaimana Da Vinci Code di Prancis yang kini lokasi2 dalam bukunya menjadi&amp;nbsp;salah satu aktivitas dari bisnis wisata,&amp;nbsp;yang juga melibatkan&amp;nbsp;beberapa daerah lainnya di&amp;nbsp;Eropa. Saya merasa hal ini agak sedikit salah tempat, karena suasana serius yang terbangun sejak awal mendadak jadi agak konyol. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kesimpulan, buku ini membuat kita lebih berhati hati lagi kedepan-nya, karena apa yang ditulis oleh Rizki sebagian besar adalah fakta yang mau tak mau kita saksikan selama ini namun kita seakan terbutakan. Bahwa Negara Indonesia sebenarnya masih berada dalam penjajahan gaya baru, lewat konspirasi media, konspirasi finansial dunia, konspirasi perusahaan medis dan makanan, dll. Semoga buku2 seperti ini dapat menjadi bahan bakar bagi nasionalisme Indonesia dalam menghadapi globalisasi. So bagaimanapun, buku ini&amp;nbsp;sangat layak jadi koleksi anda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1461404068608876470?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1461404068608876470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1461404068608876470&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1461404068608876470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1461404068608876470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/jacatra-secret-nya-rizki-ridyasmara.html' title='The Jacatra Secret nya Rizki Ridyasmara'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RbcV0szQ2PE/TuVneu8Zr1I/AAAAAAAAAGQ/AofpIfSBkm8/s72-c/Monas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3442855009153916189</id><published>2011-12-08T11:10:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T08:45:51.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Adrenaline Mob</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ini album menarik, meski digawangi Mike Portnoy (ex “Dream Theater”) dan Russel Allen (side project ybs karena masih aktif di “Symphony-X” dan bahkan baru merilis “Iconoclast” yang cukup “keriting” komposisi-nya) notabene dikenal sebagai tokoh progressive metal, tetapi malah membuat album yang lebih kental ke Heavy Metal. Bagi saya pribadi keluarnya Portnoy dari Dream Theater sepertinya tidak mempengaruhi kualitas album terakhir mereka, dilain pihak terlibatnya Portnoy dalam “Adrenaline Mob” seakan akan menegaskan dia masih layak dijuluki salah satu drummer metal terbaik. Permainan Portnoy disini seperti biasa tetap kreatif, akan tetapi dari sisi sound sepertinya di desain agar lebih tebal dan cocok dengan karakter “Heavy Metal”, dan khusus untuk “double bass”, permainannya lebih rapat dan ganas di banding saat di “Dream Theater”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi Russell Allen, yang cukup aktif sebelumnya dalam side project bersama Jorn Lande dalam “Allen-Lande” kolaborasi dengan Mike Portnoy sepertinya merupakan kombinasi yang ditunggu-tunggu bahkan tidak tangung tanggung, Allen juga merangkap sebagai produser dalam album ini. Kenapa menjadi hal yang ditunggu-tunggu ?, karena Mike sendiri pernah mengakui bahwa dia fans Symphony-X saat rilis album “Paradise Lost”, sayangnya kolaborasi ini bukan dalam konteks Allen menggantikan La Brie di Dream Theater, tetapi justru membuat wadah baru, padahal jika saja Allen menggantikan La Brie dan Portnoy masih tetap di Dream Theater ini kan menjadi sinergi yang cukup menghebohkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BTp0pXBdmPk/TuA5xm6_BSI/AAAAAAAAADQ/uGcKb308M8c/s1600/Adrenaline.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" mda="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-BTp0pXBdmPk/TuA5xm6_BSI/AAAAAAAAADQ/uGcKb308M8c/s1600/Adrenaline.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kenapa saya berpendapat seperti itu, karena “keunggulan” Allen dan Portnoy sepertinya sulit diimbangi Mike Orlando meski sudah didampingi Rick Ward di seksi ritem. Dalam hal ini kualitas Orlando masih dibawah melodius-nya Petrucci di Dream Theater ataupun ganas-nya riff ala Romeo di Symphony-X begitu juga permainan Paul Di Leo sepertinya standar2 saja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hanya merilis 5 track, dengan cover sangat jelek meski meniru desain cover novel Mario Puzo "The Godfather" (untuk standar progressive yang biasanya menggarap artwork secara serius), Album ini tetap layak menjadi koleksi, meski buat fans dengan background progressive metal akan terasa biasa saja, akan tetapi buat fans dengan background Heavy Metal layak untuk jadi referensi khususnya bagaimana permainan progressive mempengaruhi track Heavy Metal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Khusus track 5 “The Mob Rules”, surprise banget mendengar bagaimana Allen menyanyikan lagu Dio saat masih di “Black Sabbath”, benar2 pas dan klop, layaknya Once menyanyikan lagu Sting.&amp;nbsp; Tak jelas benar apakah nama “Adrenaline Mob” ada hubungan-nya dengan lagu ini, tetapi khusus di track ini permainan Orlando boleh-lah dengan “picking harmonic” disana sini, sehingga bisa dikatakan terbaik diantara track2 lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3442855009153916189?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3442855009153916189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3442855009153916189&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3442855009153916189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3442855009153916189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/adrenaline-mob.html' title='Adrenaline Mob'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BTp0pXBdmPk/TuA5xm6_BSI/AAAAAAAAADQ/uGcKb308M8c/s72-c/Adrenaline.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4797006475310277692</id><published>2011-12-07T14:12:00.001+07:00</published><updated>2012-01-24T13:57:10.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Down To Earth</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ini bukan cerita tentang salah satu Album Rainbow terbaik yang kebetulan berjudul “Down To Earth”, tetapi cerita tentang penting-nya membumi, sebagaimana puasa yang mengajarkan kita untuk memahami penderitaan orang lain atau kisah penguasa zaman dahulu yang kerap menyamar untuk mengetahui bagaimana kondisi rakyat di bawah pemerintahan-nya. Saat ini kita sering sekali melihat pejabat naik kendaraan mewah di kawal polisi bersepeda motor besar dengan sirine meraung raung dan dengan arogan-nya menyingkirkan semua orang dari jalan yang mereka tempuh, lantas bagaimana dia tahu penderitaaan rakyat dengan menempuh jalan macet atau berdesak desakan saat menggunakan sarana transportasi massal ? Itu sebabnya kita berharap banyak pada pemimpin seperti Dahlan Iskan yang baru2 ini "Down To Earth" ikut naik Kereta Listrik untuk memahami bagaimana seharusnya bisnis ini dijalankan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam karir saya selama 21 tahun di dunia IT, belum pernah saya memiliki atasan yang usianya lebih muda, namun satu tahun terakhir terkait mundurnya ex Direktur saya, karena memutuskan untuk berkarya di luar perusahaan yang sekarang, maka Presiden Direktur menunjuk salah satu manajer senior untuk menduduki posisi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Mulanya karena tadinya selevel dan berada dalam Direktorat yang sama tentu bukan hal yang mudah bagi saya ataupun beliau untuk mencari cara2 yang pas dalam berkomunikasi dan membentuk sinergi. Bagi beliau mungkin tidak nyaman juga mempunyai team yang usianya lebih tua sebaliknya buat saya juga rasanya aneh juga untuk pertama kali memiliki atasan yang lebih muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya selalu berpikir pasti ada hal2 positif yang bisa saya pelajari dari beliau, demikian juga harapan saya sebaliknya. Dengan berjalan-nya waktu meski mulanya sulit, saya mulai melihat ada hal2 positif seperti kemampuan khusus beliau pada hal2 yang berbau angka, sehingga mendorong saya untuk mulai meminati hal yang sama, meski minat saya lebih ke aspek teknis, analisa, dokumentasi, implementasi dan prosedur kerja. Lambat laun saya merasa ada peningkatan dalam diri saya sendiri untuk mampu memahami hal2 baru khususnya “financial things”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, kami mengalami masalah yang cukup berat, yaitu lemahnya monitoring pergerakan perangkat dalam salah satu proyek besar. Sehingga yang seharusnya sudah terdeploy ternyata masih tertahan di Gudang ekspedisi. Sedangkan petugas yang seharusnya melakukan proses final sebelum deployment sudah keburu diberangkatkan ke puluhan lokasi di Indonesia. Setelah mengetahui situasi yang cukup “berat” di lapangan, maka Direktur saya memutuskan untuk melakukan gerak cepat mengumpulkan semua SDM yang tersisa termasuk manajer dan manajer senior untuk turun langsung ke lapangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada hari yang disepakati setelah menyantap sarapan berupa sekian puluh porsi nasi pecel berserta peyek kacang, yang&amp;nbsp;dibawa oleh Direktur saya, maka&amp;nbsp;kami memulai&amp;nbsp;pekerjaan dari pemindahan asset, unpacking, cloning, packing, ratusan unit di Gudang perusahaan ekspedisi salah satu rekanan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kerja keras dari jam 08:00 pagi sampai 20:00 malam akhirnya ratusan unit tersebut berhasil kami selesaikan, dengan melibatkan puluhan Staff, dua Manajer, satu Manajer senior dan satu Direktur yang langsung turun. Tangan beliau bahkan sempat berlumuran darah karena terkena bagian perangkat yang kebetulan cukup tajam, tapi tak menghentikannya untuk terus bekerja bahu membahu. Surprise buat saya karena pimpinan yang langsung turun ternyata memberikan dampak dan semangat yang luar biasa bagi keseluruhan team, dan hal ini menginspirasi saya untuk dapat menjadi pimpinan yang lebih baik lagi. Singkat kata selalu lah fokus pada isi dan jangan terjebak pada kemasan&amp;nbsp;dalam menilai seseorang,&amp;nbsp;maka dengan demikian kita akan selalu mendapatkan manfaat positif dari lingkungan dimanapun kita berada. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4797006475310277692?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4797006475310277692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4797006475310277692&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4797006475310277692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4797006475310277692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/down-to-earth.html' title='Down To Earth'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6605959041896218451</id><published>2011-12-07T14:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T14:11:40.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Solusi vs Kambing Hitam</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ada banyak cara orang untuk memimpin, akan tetapi ciri khas seorang pemimpin yang hebat adalah berani mengambil putusan (meski tidak populer), kreatif (menyempurnakan mekanisme kerja) dan inovatif (mampu berpikir secara “out of the box”), tegas, dan mampu memotivasi serta menjadi contoh bagi team-nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sepanjang karir, kerap saya menemukan pimpinan dengan karakter yang berbeda, memang tidak ada yang sempurna sebagai pemimpin, meski demikian selalu ada hal2 menarik yang dapat kita pelajari dari setiap pimpinan, lalu belajar darinya serta dikombinasikan dengan hal2 terbaik dari pimpinan yang lain dan menjadikannya sebagai style kepemimpinan kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Salah satu atasan saya ketika masih bekerja di salah satu pusat komputer di perguruan tinggi di Bandung, pernah menghadiri rapat yang diadakan karena telah terjadi sesuatu yang fatal dalam operasional organisasi kami. Saya ingat saat itu bagaimana kami saling menyalahkan antar departemen dalam satu ruangan sehingga suasana semakin panas. Ketika suasana semakin tidak terkendali lalu beliau berkata “Maaf jika forum ini digunakan mencari siapa kambing hitam-nya, maka saya tegaskan bahwa forum ini sudah selesai karena sayalah kambing hitam-nya, tetapi jika forum ini gunanya untuk mencari solusi dari apa yang sudah terjadi, maka ayo kita sama2 hadapi masalah ini, cari solusinya dan pastikan hal ini tidak terjadi lagi kedepan”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6605959041896218451?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6605959041896218451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6605959041896218451&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6605959041896218451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6605959041896218451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/solusi-vs-kambing-hitam.html' title='Solusi vs Kambing Hitam'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-678158280765189455</id><published>2011-12-07T09:31:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T13:23:04.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>CODEX nya Rizki Ridyasmara</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kelamaan menunggu novel terbaru Dan Brown ?, untuk pencinta buku di Indonesia rasanya tidak perlu khawatir lagi, karena karya2 novel Rizki Ridyasmara sang “Dan Brown Indonesia”siap menemani anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Begitu melihat papan iklan di "Toga Mas" Buah Batu -&amp;nbsp;Bandung saya teringat nama Rizki ini cukup akrab beberapa tahun yang lalu dan buku yang saya lihat saat itu di “Gunung Agung” Jakarta Pusat adalah “Knights of Templar, Knights of Christ”, hanya saja karena waktu itu tidak begitu kenal penulis-nya saya urung untuk menambahkannya dalam koleksi buku di rumah.&amp;nbsp;Ketika saya melihat lagi buku2 karya Rizki Widyasmara yang terbaru, seperti “CODEX”, “The Jacatra Secret” dan “The Escaped” saya jadi penasaran. Karena kebetulan di “Toga Mas” Buah Batu hanya ada dua saja,&amp;nbsp;maka saya&amp;nbsp;putuskan untuk memboyong kedua buku ini dulu saja. Ternyata begitu memulai halaman2 pertama “CODEX” saya kok menangkap aura “Dan Brown” meski dengan setting cerita yang berbeda dan sebagaimana buku “Dan Brown” memang sangat sulit untuk berhenti membacanya. Akhirnya meski “CODEX” belum selesai, saya putuskan untuk langsung memburu “The Escaped”, dan di “Toga Mas” Supratman buku ini saya dapatkan juga meski&amp;nbsp; “Knights of Templar, Knights of Christ” masih belum berhasil saya dapatkan dan masuk menjadi target perburuan berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SyK5K9nPZDg/Tt8GL7SCOlI/AAAAAAAAADI/3cSqqPCf5ME/s1600/Codex.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" mda="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-SyK5K9nPZDg/Tt8GL7SCOlI/AAAAAAAAADI/3cSqqPCf5ME/s320/Codex.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kembali ke CODEX, buku ini mengingatkan saya akan ceramah ustadz Jerry D. Gray di musholla Wisma Metropolitan, yang buku-nya “Deadly Mist” ternyata memang menjadi sumber inspirasi dari Rizki, dan lantas memutuskan untuk mengubah-nya menjadi novel dengan setting Milan, Venesia, Parma, dan Jakarta. Sebagaimana kisah di dunia nyata mengenai kematian ratusan ilmuwan secara misterius yang terkait program rahasia pemerintah Amerika dengan “lobby Yahudi” di belakang-nya begitu jugalah buku ini dimulai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tokoh utama seorang ilmuwan wanita yang menjadi target perburuan CIA terkait bocornya informasi dalam sebuah microchip mengenai program pemerintah AS dalam mengurangi populasi manusia, serta mantan suaminya yang&amp;nbsp; berlatar belakang mantan pasukan SAS Australia yang memutuskan menjadi novelis di Jakarta, cerita inipun dimulai. Dua organisasi mafia Italia pun dlibatkan untuk menambah seru cerita, yang konon memang punya latar belakang kerja sama dengan CIA. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Cara bercerita Rizki juga sepertinya dipengaruhi gaya sinematografi , seperti perpindahan adegan satu ke yang lain. Bab2 singkat yang kadang hanya terdiri dari dua halaman, untuk menggambarkan adegan paralel. Dan akhirnya membentuk satu cerita utuh. Meski demikian, tidak ada yang sempurna, bagi saya cara Rizki mengutip kumpulan artikel internet mengenai keterlibatan AS dalam kolusi pemerintah (baca industri senjata) dan industri farmasi terlalu apa adanya sehingga pada bagian2 tertentu terkesan tidak seperti membaca suatu Novel. Ada baiknya bagian2 yang terlalu teknis seperti ini cukup dijadikan lampiran saja. Selain itu dalam percakapan tokoh2nya kadang topik mengenai Indonesia terlalu dipaksakan yang terkesan lebih menyuarakan pendapat Rizki secara pribadi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik lainnya adalah pengetahuan Rizki mengenai persenjataan yang boleh dikatakan mendetail, mengingatkan saya seperti yang ditunjukkan “Frederick Forsyth” dalam novel “The Day of The Jackal” yang termasyhur itu. Untuk hal ini boleh dikatakan Rizki melebihi&amp;nbsp; “Dan Brown”. Selain persenjataan, seluk beluk Venesia, Milan dan Parma yang mengesankan Rizki seakan akan pernah disana, serta sindikat mafia Italia, juga sangat menarik dan diceritakan secara detail termasuk arti kata Cosa Nostra, yang disinyalir oleh Rizki ada hubungannya dengan kolonisasi pasukan muslim pada daerah tsb beberapa abad yang lalu mengutip hadist Nabi mengenai “Sesungguh komunitas muslim&amp;nbsp; bagaikan satu tubuh…”. Tetapi yang paling menarik bagi saya adalah terbukanya misteri pohon “Gharqad” yang sering disebut sebagai pohon Yahudi, dan ada dalam salah satu hadist Nabi, yaitu tak lain dan tak bukan adalah pohon yang sangat akrab dengan dunia kita, yaitu pohon pinus, dan yang juga menjadi lambang Mossad, serta saat ini menjadi obyek yang digunakan dalam target penghijauan kawasan Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, putusan Rizki Ridyasmara untuk menyampaikan fakta via novel,sepertinya patut diancungi jempol, meski publikasi dan penerbit yang dipilih mungkin tidak cukup "berusaha" menyampaikan karya bagus ini ke lebih banyak pembaca. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-678158280765189455?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/678158280765189455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=678158280765189455&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/678158280765189455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/678158280765189455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/codex-nya-rizki-ridyasmara.html' title='CODEX nya Rizki Ridyasmara'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SyK5K9nPZDg/Tt8GL7SCOlI/AAAAAAAAADI/3cSqqPCf5ME/s72-c/Codex.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5300537527669557598</id><published>2011-12-02T14:50:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T15:09:55.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>9 Summers 10 Autumns nya Iwan Setyawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Rasanya tidak aneh kalau Iwan mengakui bahwa dirinya adalah pencinta sastra semacam Dostoyevsky sang novelis Rusia, karena buku yang dia tulis menggunakan style yang tidak umum seakan akan merupakan wawancara imajiner dengan sosok-nya ketika kecil dan masih berseragam putih merah. Dan duet kedua tokoh beda masa ini, menggiring pembaca dengan cara flashback sambil secara paralel masih bercerita tentang kekinian, sehingga akhirnya kita jadi jelas kenapa Iwan berada di New York. Bagi yang terbiasa membaca biografi dengan model linier, bisa jadi agak sedikit kaget dengan cara Iwan bercerita. Cara bercerita ini mengingatkan saya akan salah satu film besutan M.Night Shyamalan dan dibintangi Bruce Willis serta Haley Joel Osment yang pernah saya tonton beberapa tahun yang lalu, tepatnya “The Sixth Sense”, dimana salah satu tokoh yang kita kira manusia, di akhir film ternyata sosok “halus”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak setebal ataupun bahkan bersambung seperti Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi, tetapi buku yang terbilang tipis ini mampu menjelaskan secara komprehensif tentang sosok Iwan. Salah satu hal paling unik di buku ini adalah obsesi Iwan melanglang buana justru dipicu oleh hal yang sangat sederhana, yaitu ingin memiliki kamar tidur sendiri, maklum kondisi ekonomi Ayah Iwan yang hanya seorang supir angkutan jebolan kelas 2 SMP dan sosok Ibu yang tidak tamat SD, tinggal di rumah yang sangat sempit 6x7 meter dengan total tujuh anggota keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-g8KnLqGMF_A/TtiHuVVX2ZI/AAAAAAAAACI/gpnViWtTjJA/s1600/IwanSetyawan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" dda="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-g8KnLqGMF_A/TtiHuVVX2ZI/AAAAAAAAACI/gpnViWtTjJA/s1600/IwanSetyawan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Pesan Iwan dalam buku ini juga sederhana tetapi mengena, yaitu bersungguh sungguhlah dalam bekerja dan selalu menjalin hubungan baik dengan sesama, hal ini tentu didasarkan pada kesempatan pertama untuk bekerja di Jakarta tepatnya Nielsen didapat Iwan dari seorang kenalan di Warung Nasi, serta kesempatan kedua bagi Iwan untuk berkarir di New York sampai akhirnya sepuluh tahun kemudian menjabat salah satu posisi Direktur di Nielsen New York, justru dari informasi sosok yang “tidak disukai” di Kantor, dan ternyata memperhatikan kualitas Iwan secara diam2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tokoh paling penting bagi Iwan ? dalam buku ini Iwan menggambarkan Ibu hampir disetiap Bab, baik petuah2nya, cara hidupnya, ketabahannya, dan bagi Iwan tanpa Ibu sudah pasti dia tersesat. Dengan cinta, motivasi dan doa, sosok Ibu selalu memberikan dorongan yang tidak habis habis. Ibu juga selalu berusaha agar setiap kali makanan yang dimasak pas dan tidak bersisa, serta Ibu juga dilukiskan Iwan sebagai sosok yang ahli membuat dadar supir tipis bagi tujuh anggota keluarga dengan potongan ala pizza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini rasanya sangat dekat bagi saya secara pribadi, karena ketika Iwan melukiskan orang2 berdasi di Sudirman, yang merupakan obsesi Iwan, saya mendadak menyadari kalau saya sendiri juga bekerja di kawasan yang sama (meski jarang berdasi), begitu juga ketika Iwan melukiskan kehidupan di Batu, yang juga cukup akrab dengan saya, karena beberapa kali berlibur kesana mengunjungi kakak perempuan saya yang memang berdomisili di Batu. Salut juga buat keputusan Iwan yang di puncak karir justru kembali ke Batu, demi ikut terlibat dalam mengangkat harkat dan martabat anak2 yang punya potensi namun memiliki keterbatasan. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5300537527669557598?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5300537527669557598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5300537527669557598&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5300537527669557598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5300537527669557598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/9-summers-10-autumns-nya-iwan-setyawan.html' title='9 Summers 10 Autumns nya Iwan Setyawan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-g8KnLqGMF_A/TtiHuVVX2ZI/AAAAAAAAACI/gpnViWtTjJA/s72-c/IwanSetyawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6261881216060640689</id><published>2011-12-02T14:48:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T10:14:30.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Pastikan ada peluang, baru investasi kemudian.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat kuliah aku dan sahabat karibku (yang sekarang merantau ke New Zealand setelah sempat ikut proyek pembuatan salah satu film komedi bersama Padhayangan), membuat ikatan mahasiswa penggemar fotografi. Ternyata dapat sambutan yang cukup hangat, dan bukan cuma yang berminat pada fotografi ikut bergabung melainkan juga yang berminat menjadi model. Pada masa itu hobi fotografi masih sangat mahal, bukan cuma karena kamera tetapi lebih ke film dan proses cuci cetaknya. Uniknya perasaan deg2an menunggu hasil pencucian lalu proses cetak menjadi sensasi tersendiri yang saat ini mungkin tidak lagi diperlukan karena kita bisa langsung melihat hasilnya via memory card yang sudah built ini dalam perangkatnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Singkat kata setelah beberapa kali kegiatan klub fotografi, di mana&amp;nbsp; kami dapat dengan bebasnya memotret para model kampus yang tercantik atau paling tidak merasa dirinya “cantik”, kami mulai tertarik untuk aktivitas yang berbau bisnis, lantas dengan perangkat ala kadarnya milik sahabatku, dan juga dengan modal pengalaman-nya sebagai salah satu fotografer majalah wanita ibukota, serta bantuan kakak perempuanku yang kebetulan bekerja di Savoy Homann, salah satu Hotel yang menjadi “landmark” Bandung dan terletak depan Gedung Asia Afrika, kami membuat brosur, yang berisi profil hotel tsb, lengkap dengan desain grafisnya serta efek fotografi yang kami buat dengan satu set filter “cokin”. Lantas draft brosur tersebut oleh Kakakku diserahkan ke General Affairs Dept Hotel, yang dengan serta merta ternyata menyatakan ketertarikannya pada karya kami. Lantas kami ditawarkan untuk membuat brosur,dan diberi kesempatan untuk tinggal beberapa malam di Hotel (termasuk Hotel Panghegar yang pada saat itu memang satu group dengan Savoy Homann), mengamati kegiatannya, mendokumentasikan obyek2 paling menarik seperti Restoran Berputar di atap Hotek Panghegar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sejak saat itu&amp;nbsp;kami mulai mendapatkan proyek2 lainnya selain sesekali memotret pernikahan, disamping itu kamipun mulai dapat order dari Hotel lainnya seperti Hotel Pasundan. Namun kami sering sekali kesulitan dengan lampu ala kadar-nya yang kami miliki begitu juga dengan kamera yang kami gunakan. Meski sahabatku sudah menggunakan Nikon dan aku sendiri Pentax, tetapi kami tidak memiliki lampu yang lebih baik serta Polaroid yang memungkinkan pengambilan awal untuk memastikan semua pencahayaan sudah sesuai. Kami juga tidak memiliki “spot meter” ataupun “light meter” untuk mengukur intensitas cahaya sehingga dapat menentukan “diafragma”, “asa” dan “shutter speed” yang sesuai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Karena berambisi dapat menghasilkan karya yang lebih baik, maka kami mulai berpikir untuk mencari modal. Saat itu aku teringat adik ibu yang paling kecil dan yang tersukses di antara Ibu bersaudara akan datang ke Bandung. Lalu aku dan sahabatku segera menyiapkan presentasi sederhana mengenai usaha yang kami bangun ini. Beliau manggut2 mendengar betapa begitu menggebu gebu dan bersemangatnya kami. Setelah panjang lebar bercerita dengan berbusa busa serta menyebutkan suatu nilai yang kami perlukan, Paman lalu bertanya mana “pipeline” kami, dan berapa potensi per item prospek dan kapan terealisir pengembalian dana-nya. Sangat kaget mendengar pertanyaan itu, kami cuma bisa terdiam. Lalu Paman berkata, ini bukan soal duit tetapi bagaimana pertanggung jawaban kalian terhadap pemodal, dan belajarlah meyakinkan orang secara komprehensif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat itu aku sangat malu pada sahabatku, mengingat kami sejak awal berpendapat bahwa Paman adalah jalan keluar dari kesulitan finansil kami, tetapi dengan berjalannya waktu, kini aku menyadari apa yang dimaksud Paman, sebagai investor sejati sangat wajar Paman meragukan nilai yang ditanam dapat berkembang, kalau kami sendiri tak tahu persis situasi pasar. Hal ini menjadi sesuatu yang selalu aku ingat hingga sekarang. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6261881216060640689?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6261881216060640689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6261881216060640689&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6261881216060640689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6261881216060640689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/12/pastikan-ada-peluang-baru-investasi.html' title='Pastikan ada peluang, baru investasi kemudian.'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1824054663316227463</id><published>2011-11-30T16:17:00.001+07:00</published><updated>2011-11-30T16:44:11.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Denpasar, kampung halaman kedua.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat usia ku 8 tahun, aku meninggalkan Sibolga menuju Denpasar, sekeluarga kami menaiki pesawat Garuda dari Medan. Keluarga Ayah yang memang kebetulan banyak berdomisili di Medan mengantar kami ke Polonia.&amp;nbsp; Itu pengalaman pertama ku menaiki pesawat, rasanya sangat senang bisa terbang dan dapat permen. Seingatku kami menggunakan DC10 yang saat itu memang merupakan armada yang banyak dimiliki Garuda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sesampainya di Denpasar, oleh perusahaan Ayah kami ditempatkan di sebuah rumah di jalan Gadung Nomor 2A - Kreneng. Kenapa menggunakan Nomor 2A ?, karena untuk menuju kerumah kami harus melewati Gang, sedangkan Nomor 2 sudah lebih dahulu digunakan rumah di sebelahnya yang persis menghadap ke jalan besar.&amp;nbsp; Di belakang rumah, berdiri tangsi militer yang dihuni asrama keluarga Brimob, sedangkan berjalan sedikit ke belakang rumah berdiri stadion sepakbola Ngurah Rai yang saat itu sangat ramai apabila Perseden (Persatuan Sepakbola Se Denpasar) bermain. Ke kanan sedikit berdiri Lila Buana, salah satu bioskop dan pusat keramaian diwaktu malam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Aku sekolah di SD Negeri 11 di Jalan Mawar, untuk ke sekolah cukup berjalan kaki dari Rumah, melewati jalan di sebelah Stadion Ngurah Rai.&amp;nbsp; Berbeda dengan propinsi lain, di Bali saat itu jika bulan Ramadhan kami tidak libur, sebaliknya saat Galungan, Kuningan maupun Nyepi kami justru libur. Jadi bulan puasa di Bali terasa sangat berat, apalagi cuacanya relatif cukup terik. Saat aku sekolah disini, Pemerintah dibawah Menteri Pendidikan Daoed Joesoef menyesuaikan waktu lulus, sehingga aku harus menyelesaikan SD 6,5 tahun. Guru2 di setiap kelas hanya satu, dan dia mengajar semua jenis pelajaran, mulai dari menggambar, bahasa, sampai metematika. Aku sangat menonjol di kesenian, khususnya menggambar dan seni suara. Saat itu aku acapkali bahkan menerima pesanan gambar dari teman2 satu kelas selain mewakili sekolah dalam lomba gambar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Permainan di Sekolah ku saat itu adalah main Gambaran, yaitu menggunakan sekumpulan kartu bernomor yang tadinya digunting dari komik dari selembar kertas karton, umumnya diadaptasi dari cerita silat cina. Permainannya mirip judi dengan menebak angka, yang kalah harus merelakan tumpukan kartunya pindah ke anak lain.&amp;nbsp; Permainan lain adalah tukar menukar bungkus rokok dengan menggunakan batu, semakin langka bungkus rokoknya semakin mahal nilainya, dan dapat dibarter dengan bungkus rokok yang lain. Main bola juga kami lakukan, akan tetapi menggunakan bola tenis, jika tidak ada bola tenis maka kami menggunakan gumpalan kertas yang dibungkus plastik dan diikat karet. Tetapi khusus untuk anak lelaki tidak ada permainan yang lebih menarik selain berkelahi secara bergerombol, biasanya anak yang paling kuat akan menantang beberapa anak lain, lalu terjadilah perkelahian yang seru. Hasil perkelahian akan menentukan rangking “kehebatan” khusus anak lelaki. Anak lelaki paling kuat bernama Lojor, keturunan Timor, badan hitam dan rambut keriting, tubuh-nya tinggi bahkan lebih tinggi dari beberapa guru kami, serta penuh bekas luka perkelahian dan sudah tinggal kelas beberapa kali (begitu besarnya Lojor, sehingga meski anak SMA/STM pun harus berpikir dua kali kalau harus berhadapan dengan-nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang penerimaan Raport, guru2 kami membagi anak2 menjadi beberapa group, ada yang tugasnya membawa piring, taplak, bunga, ada yang membawa beras, ikan, bawang putih, bawang merah, saledri, telor, daging, cabe, garam dan ada yang membawa kompor, minyak goreng dan minyak tanah. Lalu ruang kelas disulap menjadi ruang makan dan dapur, khusus buat guru disediakan meja terpisah, maka anak lelaki kebagian menyiapkan ruangan, dan anak perempuan menyiapkan masakan. Saat seperti ini kami bebas dari tugas belajar. Setelah semua beres dan kami mulai kelaparan, kami masih harus menunggu semua guru makan, barulah kami bisa makan. Saat itu meski sebagai anak kecil aku merasa situasi ini sangatlah tidak adil dan ingin rasanya protes kenapa kami tidak makan bersama sama saja, bukan hal yang mudah bagi kami menunggu guru makan sambil bersenda gurau sementara perut kami sudah berbunyi nyaring akan tetapi momen itu tetap menjadi momen yang berkesan bagi ku. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Saat kami di Denpasar, keluarga besar Ayah dan Ibu saat musim liburan sangat banyak yang berkunjung ke rumah kami, tidak seperti di kota sebelumnya, setelah dewasa aku baru menyadari bahwa Denpasar masih merupakan tujuan wisata yang berkesan “wah” bagi turis domestik. Dengan tinggal di rumah kami, keluarga besar tentu dapat berjalan jalan dengan menghemat biaya, apalagi setelah kami pindah ke Jalan Komodo 21 di Sanglah (atau Jalan Fajar 1 No 1, yang mempunyai 2 alamat karena terletak di pojok jalan) yang rumahnya jauh lebih besar dari Rumah di jalan Gadung, serta banyak pohon mangga dan pisang. Selain itu aku rasa kenapa rumah kami jadi lebih ramai adalah karena Ayah dan Ibu adalah sosok2 yang ramah dan kekeluargaan, sehingga keluarga besar tidak perlu sungkan2. Bahkan Ayah kerap mengusahakan pinjaman Supir dan Mobil Land Rover dari Kantor sehingga memudahkan kami berjalan jalan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cCAWtppWVcQ/TtX43TixzPI/AAAAAAAAACA/kP0w-WKhc88/s1600/Agung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" dda="true" height="192" src="http://1.bp.blogspot.com/-cCAWtppWVcQ/TtX43TixzPI/AAAAAAAAACA/kP0w-WKhc88/s320/Agung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi favorit saat itu adalah Tampak Siring (istana presiden), Art Center, Tanah Lot (Pura di atas karang laut),&amp;nbsp; Uluwatu (pura di ujung tebing batu dengan pemandangan laut menerjang karang) , Danau di Gunung Batur, Gunung Agung, Pura Besakih, Sangeh (dan hutan monyetnya), Kuta (pantai dengan pasir putih dan ombak dahsyat) dan Sanur (pantai dengan pasir coklat). Sanur lebih banyak dikunjungi wisatawan domestik, sebaliknya Kuta dikunjungi wisatawan luar. Nusa Dua saat itu masih menjadi lokasi yang sangat sepi, dan baru mulai dikembangkan. Khusus Kuta saat itu sangat banyak turis luar yang telanjang, tetapi karena masih kecil, aku menganggap itu hal yang biasa saja, hanya sepupu2ku yang beranjak dewasa dari Jakarta sering sekali datang dan minta ditemanin ke Kuta menyusuri pantai sambil menelan air ludah melihat tubuh2 telanjang turis, sementara aku dengan polosnya malah mengasah kemampuan statistika dengan menghitung berapa banyak lelaki, wanita tanpa penutup dada, dan serta wanita polos seutuhnya, tanpa aku sendiri memperdulikan sosok telanjang mereka. Pernah juga aku melihat satu keluarga dengan anak2 yang sudah remaja telanjang semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat musim liburan berlalu, setiap 2 minggu sekali Ayah mengajak kami ke Sanur Seaside Cottage. Lokasi ini terletak di kawasan Sanur dan di dalamnya terdapat puluhan cottage mewah dengan atap daun kelapa, dan di bagian tengah terdapat kolam renang berbentuk kacang yang menghadap ke pantai. Di sini biasanya kami menghabiskan hari Minggu dengan berenang sepuas-nya. Abang ku juga memperlancar bahasa inggrisnya dengan mengajak bule2 tersebut berbicara. Setelah berminggu minggu aku dan abang ku akhirnya bisa berenang, meski pernah hampir tenggelam. Saat lelah kami bersenda gura sambil menyantap Bakwan Udang. Dalam perjalanan ke sini, Ayah memang biasanya berhenti di jalan untuk membeli jajanan seperti Bakwan Udang di Toko “Rini”.&amp;nbsp; Karena Ayah tidak bisa menyetir meski ada tawaran kendaraan dinas dari Kantor, aku dan abangku ikut Ayah mengendarai motor, sambil mengikuti kakak perempuan dan adik perempuanku yang menumpang angkutan kota menuju Sanur. Ibu selalu dan seperti biasa lebih senang di rumah mengurus pekerjaan menjahitnya. Di Sanur Ayah juga memiliki “musuh”, tepatnya pemain catur bayaran, kadang Ayah berhenti untuk menantang-nya dalam satu atau dua permainan, dimana jika kalah Ayah harus membayar tetapi jika menang boleh main lagi. Sepulang dari Sanur, jika kebetulan kedua saudara&amp;nbsp; perempuanku tidak ikut, Ayah mengajak kami makan sate , soto panas dengan nasi mengepul hangat, saat lelah setelah berenang, makan sate disini seperti menyantap makanan dari Surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Setelah pindah rumah, aku terpaksa menaiki bemo roda tiga, dari Sanglah ke Kreneng. Saat itu aku kadang menaiki bemo bersama sorang gadis kecil berambut panjang dengan koper “Echolac” yang juga pergi sekolah. Rasanya saat itu aku mulai menyadari kalau mulai ada perhatian pada lawan jenis, namun kami tidak pernah benar2 berbicara, hanya saling lirik saja. Suatu saat aku pernah duduk persis disamping-nya, jantung ku berdebar kencang, namun tak jua ada kata yang dapat diucapkan. Momen itu menjadi semakin dahsyat saat dia menoleh ke arahku saat aku juga menoleh ke arahnya, wajah kami menjadi sangat berdekatan dan rasanya aku dapat merasakan hembusan hangat nafasnya, lalu dengan cepat kami menoleh kearah berlawanan dengan malu yang sangat, pipi2 yang memerah serta jantung yang rasanya mau keluar dari dada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dengan salah satu sahabat ku bernama Budi yang berasal dari Jawa Barat yang juga hobi membaca serta tinggal di jalan Arus, juga abang-nya, adiknya, abangku serta seorang anak lain, kami sepakat membuka usaha perpustakaan Mini Arus. Disini aku belajar berbisnis, bagaimana menyisihkan dana, melakukan pembukuan, menagih buku2 yang belum dikembalikan serta belanja buku2 baru. Cerita menarik disini adalah abang-nya Budi sempat jatuh cinta pada seorang pelanggan kami namun hanya dapat melampiaskan rasa gemesnya pada adik balita-nya sang gadis, selain itu hal menarik lainnya pengalaman menagih buku perpustakaan yang dipinjam anak tukang sampah (dan akhirnya baru kami tahu kenapa buku yang dia pinjam selalu kembali dalam keadaan lembab dan bau).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kami pernah mengalami pengalaman cukup menegangkan saat di Jalan Komodo 21, ketika hari raya Nyepi, Ayah yang memang sangat suka menonton TV tak dapat menghentikan hobi-nya yang satu itu.&amp;nbsp; Jadi meski semua lampu di rumah sudah dimatikan, serta setiap lubang yang berpotensi membocorkan cahaya dari rumah ke luar ditutup dengan selimut serta sarung, tetapi ternyata masih ada cahaya yang lolos. Kami baru menyadari ada yang tidak beres setelah mendengar suara gaduh di atap rumah saat beberapa pemuda dan tetua Banjar melempari rumah kami dengan batu, dengan wajah marah. Segera Ayah mematikan lampu dan kami semua berkumpul di kamar sampai orang2 Banjar beranjak pergi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Setelah menamatkan pendidikan di SD Negeri 11, aku melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Denpasar di Jalan Surapati, didekat patung Dasamuka, sayang belum sempat masuk sekolah kami sekeluarga sudah keburu pindah ke Bandung. Dengan menaiki Bis ke Surabaya lalu Kereta Api ke Bandung, aku meninggalkan Denpasar. Saat ini meski tahun demi tahun telah berlalu, aku masih menganggap Denpasar sebagai Kampung Halaman ku. Selalu ada kerinduan untuk kembali ke Denpasar, meski pada kunjungan terakhir, semua yang ada dalam kenangan tak lagi sama dengan realita, dan aku akhirnya menyadari bahwa meski indahnya kenangan akan selalu tersimpan abadi, realita tetaplah identik dengan perubahan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1824054663316227463?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1824054663316227463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1824054663316227463&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1824054663316227463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1824054663316227463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/11/denpasar-kampung-halaman-kedua.html' title='Denpasar, kampung halaman kedua.'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cCAWtppWVcQ/TtX43TixzPI/AAAAAAAAACA/kP0w-WKhc88/s72-c/Agung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3160876852895976340</id><published>2011-11-29T16:26:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T08:47:45.748+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Dimana ada kemauan disitu ada jalan.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Suatu saat adik ibu paling kecil sedang ada tugas terkait proyek studi kelayakan jalur Kereta Api di Sumatera Utara, Karena kantor pusat PT KAI ada di Bandung, maka beliau yang nota bene tinggal di Medan sebagai salah satu staff pengajar di USU (Universitas Sumater Utara), memutuskan berangkat sendirian ke Bandung mewakili USU untuk memastikan proyek ini dapat dijalankan sebaik-baiknya. Karena proposal-nya ternyata harus berubah beberapa kali, maka beliau memutuskan untuk mengontak aku yang saat ini baru tingkat dua dan sedang bekerja (sambil kuliah) di sebuah proyek pembuatan sistem informasi di salah satu perusahaan perkebunan terbesar di Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata selama beliau&amp;nbsp; mengerjakan proyek tsb, aku dan salah satu sahabatku diminta menjadi asisten beliau untuk membantu menyiapkan tabel2 yang diperlukan, gambar, penjilidan, peng”copy”an dan lain lain, akhirnya setelah berubah berkali kali, maka dokumen tersebut dapat kami selesaikan tepatnya di hari Minggu, karena besoknya harus sudah diserahkan ke PT KAI. Paman kemudian minta agar dokumen tersebut selesai di copy lalu dijilid lantas diserahkan ke hotel dimana beliau menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu tempat foto copy yang buka di hari libur nyaris tidak ada, akhirnya setelah tanya sana sini, aku dan sahabatku menemukan tempat dimaksud di jalan Kebon Bibit, dan langsung melakukan penggandaan dokumen. Sayang-nya operator jilid tidak masuk pada hari itu, dan tidak satupun petugas yang ada disana mampu melakukan penjilidan. Meski demikian karena menganggap apa yang kami lakukan sudah luar biasa apalagi sudah mengerahkan energi sampai jauh malam, maka aku dengan kepala tegak kembali ke hotel serta konfirmasi progress tersebut pada Paman, sambil berharap Paman memuji apa yang sudah kami lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata reaksi Paman, sangat diluar dugaan, yang jelas Paman kecewa dengan hasil foto copy tanpa penjilidan, dan sama sekali tidak bisa menerima alasan kami soal tidak adanya operator jilid. Dan dengan tegas Paman memutuskan untuk bersama sama kami kembali ke tempat penjilidan meski sudah hampir tengah malam dengan si putih vw variant 1968 ku. Disana sesuai dengan apa yang kami ceritakan pada Paman,&amp;nbsp; petugas di tempat foto copy menyatakan hal yang sama bahwa tidak ada petugas yang bisa melakukan penjilidan dan operator jilid hari itu tidak masuk. Tetapi Paman malah minta ditunjukkan ruangan penjilidan dan minta izin untuk melakukan-nya sendiri, lalu kami dipersilahkan menaiki tangga yang nyaris vertikal ke loteng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana, ditengah tengah tumpukan buku dan dokumen di ruangan yang sangat sempit dan pengap Paman merenung sebentar lalu melakukan test untuk memastikan cara kerja mesin penjilid, setelah beberapa percobaan berhasil, tanpa ragu Paman langsung mencoba dengan laporan yang sebenarnya. Malam itu juga, kami berhasil menjilid semua dokumen yang diperlukan. Dan keesokan paginya Paman menyerahkan dokumen tsb ke PT KAI, dan dapat kembali ke Medan pada hari itu juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa sangat malu dengan apa yang sudah kulakukan, dan malam itu aku berjanji untuk mengingat ini selalu, sehingga dapat menjadi motivasi untuk selalu berupaya menghasilkan yang terbaik dengan usaha semaksimal mungkin. Istilah internasional untuk effort seperti inilah yang dinamakan "extra miles", dan orang2 yang memiliki karakter seperti inilah yang umumnya dapat meraih sukses. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3160876852895976340?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3160876852895976340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3160876852895976340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3160876852895976340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3160876852895976340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/11/dimana-ada-kemauan-disitu-ada-jalan.html' title='Dimana ada kemauan disitu ada jalan.'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-215748864805964963</id><published>2011-11-29T13:05:00.001+07:00</published><updated>2011-11-30T16:45:44.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Tintin – Steven Spielberg</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Menonton film ini jadi ingat ungkapan khas kritikus bagi film2 yang diadaptasi dari buku, ataupun dalam kasus ini tepatnya komik Tintin buatan Herge. Intinya adalah jangan pernah membandingkan karya buku / komik dengan film-nya, karena selalu ada deviasi antara keduanya. Jika sepakat soal ini barulah kita bisa dengan “netral” melihat film ini sebagaimana adanya dan sebagai karya seni yang berdiri sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gD9RONDsAlA/TtS7poPOn5I/AAAAAAAAABw/CHzH7CbNH28/s1600/Tintin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" dda="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-gD9RONDsAlA/TtS7poPOn5I/AAAAAAAAABw/CHzH7CbNH28/s1600/Tintin.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak mudah bagi Spielberg menciptakan karakter tiga dimensi dari tokoh2nya begitu juga suara para tokoh sebagaimana Haddock yang dalam film sangat kuat aksen “r”-nya. Selain itu dari sisi cerita juga dicampur adukkan nya tokoh Sakharine dengan keturunan Rackham Merah dan justru menghilangkan Max bersaudara sebagai pemilik Marlinspike. Mengubah Marlisnpike jadi lebih mirip rumah hantu serta menjadikan bulu Snowy menjadi putih kotor. Sudah begitu ceritanya juga dicampur adukkan antara Rahasia Kapal Unicorn dan Kepiting Bercapit emas dan Harta Karun Rackham Merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak deviasi, akan tetapi sebagai sebuah karya film, ceritanya sendiri menarik dan seru, kecuali adegan dimana Tintin berusaha dan rebutan dengan seekor burung elang peliharaan Sakharine di kawasan Maroko, yang berusaha mengambil ketiga perkamen / naskah tua yang tadinya tersimpan selama beratus tahun dalam tiang utama miniatur kapal unicorn. Adegan ini menurut saya terkesan sangat kartun dan “lebay”. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;Adegan awal saat title bermunculan dibuat secara serius dengan model siluet, begitu serius-nya adegan pembuka ini sehingga layak dapat penilaian sendiri, dan mengingatkan saya akan film2 James Bond yang adegan pembukanya selalu di buat dengan sangat serius. Adegan setelah title juga memunculkan sosok Georges Remi secara cameo yang digambarkan sebagai pelukis di pasar barang antik dan sedang melukis Tintin. Sosoknya juga sempat muncul saat adegan menangkap burung kuning kecil saat salah satu figuran pingsan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan akhir, memberi pesan bahwa petualangan ini masih akan berlanjut, tentu saja penggemar Tintin masih akan menunggu sosok Prof. Cuthbert Calculus (atau Lakmus), salah satu tokoh legendaris dalam komik Tintin. Sepertinya tokoh ini akan muncul dalam petualangan berikutnya dimana Tintin dan kawan kawan berpetualang ke lokasi tenggelam-nya Kapal Unicorn. Saya pribadi sangat penasaran dengan bagaiman cara Spielberg membagi cerita selanjutnya, misal apakah Harta Karun Rackham Merah akan digabung dengan cerita lain ? apakah penerbangan 714 akan difilmkan ? atau bisa saja perjalanan ke Bulan diubah menjadi perjalanan ke Mars (karena petualangan ke Bulan saat ini bukan lagi menjadi sesuatu yang baru). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain yang cukup menarik adalah justru Spielberg yang keturunan Yahudi yang memfilmkan karya Herge yang dulu sempat dapat julukan “Anti Semit”. Akhir kata film ini sangat layak ditonton dengan satu syarat (hanya buat penggemar komik-nya) sebagaimana yang saya jelaskan diatas, yaitu dengan menganggap karya ini sebagai film yang mandiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-215748864805964963?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/215748864805964963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=215748864805964963&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/215748864805964963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/215748864805964963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/11/tintin-steven-spielberg.html' title='Tintin – Steven Spielberg'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gD9RONDsAlA/TtS7poPOn5I/AAAAAAAAABw/CHzH7CbNH28/s72-c/Tintin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-8545600906522414589</id><published>2011-11-28T11:03:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T15:13:52.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Mimpi Sejuta Dollar Merry Riana – Alberthiene Endah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kalau harus memilih untuk membeli buku, secara pribadi, buku Merry Riana tadinya belum cukup menarik bagi saya, akan tetapi boleh jadi seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, mendadak tidak ada angin dan tidak ada hujan salah satu sahabat baik di kantor menghadiahkan buku ini pada saya. Karena kebetulan Sabtu lalu, istri minta diantar jemput ke kantornya, maka di parkiran sambil menunggu istri saya dapat langsung menyantap setengah dari buku ini dan melanjutkannya lagi hingga selesai menjelang isa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8_FGSNfuPCo/TtiIaKNCGUI/AAAAAAAAACQ/PeuD13wBHgE/s1600/MerryRiana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" dda="true" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-8_FGSNfuPCo/TtiIaKNCGUI/AAAAAAAAACQ/PeuD13wBHgE/s320/MerryRiana.jpg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Berbeda dengan buku kisah sukses seperti Ahmad Fuadi, Iwan Setyawan, Andrea Hirata , yang biasanya mengarang bukunya sendiri, buku Merry justru dibuat oleh orang lain dalam hal ini Alberthiene Endah, sosok pengarang yang sudah tidak asing dengan karya biografi pesohor di negeri ini. Mungkin hal ini juga yang akhirnya justru membuat alur buku ini mengalir lancar, dan dibuka dengan kisah saat ini ketika Merry bersama suaminya kembali ke kampus yang membesarkan mereka dulu sebagai orang sukses, yang lantas disuguhi dengan flash back, kisah perjalan Merry ke Singapore meninggalkan keluarga dan negaranya menempuh kehidupan sebagai salah satu mahasiswa di NTU. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ada beberapa kesalahan yang menganggu misalnya dimana ketika diangkat kisah bahwa ketika “terpepet” justru disitulah saat dimana manusia dapat menunjukkan potensi terbaiknya Hal. 77, dengan merefer teori Darwin dengan analogi Jerapah yang terpaksa memanjangkan leher untuk survive, padahal seharusnya teori Lamarck. Meski demikian hal2 tersebut tidaklah mengurangi menariknya buku ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal menarik lainnya adalah Merry penggemar buku Kiyosaki (seperti juga saya) serta Anthony Robbins. Sosok Tony Robbins ini mengingatkan saya akan film komedi Jack Black yaitu “Shallow Hal” yang juga diperankan oleh Gwyneth Paltrow. Dimana dalam film tsb Jack Black bertemu dengan Tony Robbins (yang disebutkan Merry sebagai sosok raksasa bermuka kotak / persegi) terjebak dalam lift yang terkunci, lantas diajarkan bagaimana supaya kita tidak terjebak pada keindahan luar akan tetapi keindahan dalam (baca personality). Tokoh ini juga lah yang akhirnya menginspirasi Merry untuk lebih fokus lagi belajar bisnis, dan mempertaruhkan uang hasil kerja kerasnya berbulan bulan hanya untuk mengikuti seminar Robbins meski hanya bisa duduk di deretan paling belakang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Fokus buku berikutnya, adalah bagaimana setiap orang harus memelihara rasa lapar dalam dirinya, sehingga secara terus menerus dapat menjaga motivasi untuk berprestasi, yang ternyata dialami juga oleh Merry yang "bingung harus berbuat apa" setelah sukses dicapai. Sehingga dengan suami, dia memutuskan ke Gold Coast dan kembali mengikuti seminar Anthony Robbins, yang mengingatkan bahwa kesuksesan sebenarnya bukanlah sukses secara pribadi melainkan dapat membantu orang lain untuk sukses. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Buku ini juga membuat kita berpikir kembali pada definisi sukses, apakah semua orang harus terobsesi seperti Merry dimana kebebasan finansial sudah dia peroleh di usia yang masih sangat muda ? Bagaimana jika kebahagiaan seseorang misalnya terletak pada hal2 lain, misal komposer, wartawan, tentara dll. Untuk Merry yang keluarganya sempat mengalami masalah ekonomi mungkin jawaban-nya adalah iya, akan tetapi bagi orang lain bisa saja tidak. Meski demikian semangat untuk meraih sukses, bangun meski sudah berkali kali jatuh, merupakan hal inspiratif dalam buku ini. Jadi ini merupakan buku yang sangat direkomendasikan dibaca atau menjadi salah satu koleksi anda. Semoga Merry dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi baru negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-8545600906522414589?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/8545600906522414589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=8545600906522414589&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8545600906522414589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8545600906522414589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/11/mimpi-sejuta-dollar-merry-riana.html' title='Mimpi Sejuta Dollar Merry Riana – Alberthiene Endah'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8_FGSNfuPCo/TtiIaKNCGUI/AAAAAAAAACQ/PeuD13wBHgE/s72-c/MerryRiana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3897267511130697323</id><published>2011-10-29T10:55:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T10:35:35.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Ranah 3 Warna nya Ahmad Fuadi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Begitu menamatkan Negeri 5 Menara, rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan Ranah 3 Warna, ya apalagi kalau bukan mengikuti jejak perjuangan Alif dalam mencapai cita2nya. Buku ini terasa lebih serius di banding buku pertama, terutama ketika meninggalnya tokoh Ayah sebelum sempat pergi ke Bandung, beratnya tokoh Ibu dalam membiayai sekolah Alif dan adik2nya, perjuangan Alif dalam mencari nafkah dengan berjualan, sampai akhirnya menyadari tidak setiap keturunan Minang punya “darah dagang” serta putusnya percintaan Alif dengan tokoh Raisa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://blogs.nicedaysblue.web.id/wp-content/uploads/2011/04/ranah-tiga-warna.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://blogs.nicedaysblue.web.id/2011/04/buku-kuantum-dan-ranah-3-warna/&amp;amp;usg=__1rBDFn_BIxW0VplCxJSSpHY8QIg=&amp;amp;h=604&amp;amp;w=409&amp;amp;sz=67&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=1&amp;amp;sig2=c2oAGaZ5HOuRuY570CHtAQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=1aaj0-uWYVP9sM:&amp;amp;tbnh=135&amp;amp;tbnw=91&amp;amp;ei=cgLwTpe4CsbHrQe4o-gG&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dranah%2Btiga%2Bwarna%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D529%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="135" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS3pYVO5ZNzaVkV9hGdI1tPV4g0xs32GzBIGnCht92AR_aA2erPk6qpmCM" width="91" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bagi yang sedikit bingung dengan “Ranah 3 Warna”, sebenarnya yang dimaksud pengarang, adalah Bandung – Jawa Barat, Amman - Yordania dan Saint Raymond – Canada. Meski khusus Amman sepertinya terlalu dipaksakan, karena lebih mirip sebagai tempat transit sebelum ke Canada. Sebaliknya Canada sepertinya menjadi hal yang sangat khusus buat Alif, terbukti dengan penanda buku yang berbentuk daun mapple dan menjadi lambang dalam bendera Canada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Surprise ketika pertama kali membaca buku ini, karena kita masih diberi kesan di akhir buku pertama dimana Alif akhirnya dapat menyelesaikan sekolah di Pondok Madani. Tetapi justru kembali memulai hidupnya sebagai “pecundang” di awal buku kedua. Tidak tahu akan kemana, tidak memiliki ijazah untuk masuk ke sekolah umum dan harus mengubur cita2nya masuk ITB. Saya jadi ingat pertemuan tadi malam dengan guru sekolah si Bungsu, yang berkata “pilih mana, anak pintar tapi tidak soleh atau anak soleh tapi tidak pintar”. Pilihan kedua inilah yang sepertinya harus dilakukan oleh orang tua Alif, akan tetapi bekal kesolehan yang disertai kesungguhan sesungguhnya juga akan menghasilkan “kepintaran” yang justru lebih berbobot dibanding kepintaran semata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Salah satu bab menarik dimata saya adalah ketika Alif harus berkompetisi dengan saingan-nya dalam memerebutkan Raisa dalam proses seleksi pertukaran pelajar antara Canada dan Indonesia. Alif yang bersuara sumbang dan kaku kalau harus menari harus menyakinkan juri bahwa kesenian bukan melulu jadi faktor penting dalam menyetarakan bangsa kita dengan bangsa lain-nya. Dengan bekalnya sebagai penulis setelah dihajar habis2an dalam biara shaolin jurnalis ala Bang Togar, akhirnya Alif berhasil meyakinkan juri kalau dia sangat layak untuk terpilih dalam seleksi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sebuah buku yang menarik dibaca, ditambah artistik buku yang juga sangat berkelas, dan lebih dari layak menjadi bagian dari koleksi buku anda. Dan lagi lagi kita diingatkan dengan motto ala Pondok Madani, yaitu sebagai pelanjut “Man Jadda Wajada” yang artinya siapa yang bersungguh sungguh ia lah yang berhasil, yaitu ketika semua upaya sudah dilakukan maka bersikaplah “Man Shabara Zhafira” yang artinya siapa yang bersabar akan beruntung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3897267511130697323?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3897267511130697323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3897267511130697323&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3897267511130697323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3897267511130697323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/ranah-3-warna-nya-ahmad-fuadi.html' title='Ranah 3 Warna nya Ahmad Fuadi'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6044962672099764175</id><published>2011-10-29T10:54:00.003+07:00</published><updated>2011-12-20T10:38:06.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Unlimited Wealth nya Bong Chandra</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Setelah membaca “Science of Luck” , saya jadi tertarik mencari buku pertama beliau, dan akhirnya setelah berhasil menemukan buku ini, maka tanpa membuang buang waktu langsung saya eksplorasi setiap halaman-nya. Seperti buku kedua-nya membaca buku ini seperti mendengar Bong berbicara langsung, tak aneh kalau proses pembuatan-nya memang menggunakan metode dimana Bong berbicara dan seseorang merekam, mencatat lalu menuliskan kembali dalam bentuk sebuah buku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://3.bp.blogspot.com/_VtQPwLx4ogI/S9tZEw865NI/AAAAAAAAERc/dxf5E4jtatU/s1600/24775_417168960872_154535985872_5398710_51025_n.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://motivasiandi.blogspot.com/2011/09/unlimited-wealth-17-hari-menuju.html&amp;amp;usg=__wiO8Wb_P-oNpHTPc7H7SwMXXY-E=&amp;amp;h=720&amp;amp;w=465&amp;amp;sz=52&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=2&amp;amp;sig2=H7AxUl_j8YQosAcCGWa0dQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=4SJJsOuzCeZLxM:&amp;amp;tbnh=140&amp;amp;tbnw=90&amp;amp;ei=7gLwTtu6O4nqrQebnsnUDw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dunlimited%2Bwealth%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="140" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjOcjEnE21mfeLxElQBYcmKnA0jvQkRx4GeVrewiDE4xboGWp2SxrcyKc" width="90" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal2 yang ada dibuku ini merupakan pengalaman hidup yang dijalani Bong sendiri, sekaligus merupakan hal2 yang dikutip sana dan sini yang sepertinya merupakan hasil interaksi Bong dengan banyak bahan bacaan. Sayang-nya tidak ada bagian khusus yang menyebutkan sumber2 yang digunakan Bong dalam membuat buku, meski tidak mengurangi daya tarik buku ini. Dibanding “Science of Luck”, bagi saya kualitas buku pertama ini sedikit dibawah-nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bong membagi buku tidak dalam bab, melainkan “Day”, tepatnya dari “Day 1” sd “Day 17”, dimana setiap “Day”dianjurkan untuk tamat dalam 10 menit. Bab yang menarik adalah “Dilahirkan untuk gagal”. Bagi Bong, pada setiap kegagalan berlaku hukum statistik, yaitu semakin sering gagal semakin dekat ke peluang keberhasilan. Selain itu Bab menarik lainnya adalah “Bersahabat dengan Singa”, dimana Bong mencontohkan bagaimana beliau menyediakan space bagi Matius Yusuf, salah satu tokoh penting Agung Podomoro, untuk membuka stand property disetiap event seminar / training yang dilakukan oleh Bong, secara gratis, dan Matius Yusuf, cukup membantu sebagai pembicara dalam 10 atau 15 menit sesi seminar. Kharisma Matius, akan turut serta mengangkat Bong, sehingga dengan bertemankan Singa, akan otomatis mengangkat sosok kita seakan akan turut menjadi Singa juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pendekatan sukses yang dijalankan Bong juga menarik, mirip dengan rahasia sedekah-nya Ustadz Yusuf Mansyur, Bong juga sangat menganjurkan untuk berbagi, apapun itu, baik materi, ilmu dan lain2, karena hanya dengan turut membantu menyalurkan apa yang kita miliki, maka rizki akan turut mengalir melewati kita, sebagaimana yang dijelaskan di Bab “Bantu Orang Lain Untuk Sukses”. Bong juga menegaskan penting-nya sikap sebagai “Salesman”, karena pada dasarnya semua orang adalah Sales, seperti yang dijelaskan di Bab ”Menjual diri demi impian” dimana dijelaskan bahkan ketika kita tidak memiliki produk apapun untuk dijual, bagaimana agar diterima bekerja atau bagaimana dapat diterima seseorang sebagi sahabat atau kekasih pun adalah merupakan proses “Sales”. Bab lainnya adalah “Menjadi Sapi Ungu”, yang secara umum kalau dalam bahasa akademiknya disebut dengan diferensiasi. Cara2 Bong menggunakan istilah cukup menarik, sehingga tak terasa buku ini justru tamat hanya dalam beberapa jam saja. Sungguh buku yang ringan namun berbobot. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6044962672099764175?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6044962672099764175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6044962672099764175&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6044962672099764175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6044962672099764175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/unlimited-wealth-nya-bong-chandra.html' title='Unlimited Wealth nya Bong Chandra'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4877153209343630218</id><published>2011-10-29T10:52:00.004+07:00</published><updated>2011-11-29T17:29:55.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Sibolga kota kecil di pinggir pantai</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tepat ketika usia ku tiga tahun, Ayah dipindahkan dari Bandung ke Sibolga, sebuah kota kecil di provinsi Sumatera Utara, dan terletak dipinggir pantai. Lima tahun di Sibolga menjadi pengalaman yang indah untuk dikenang. Kota ini sangat dekat dengan pantai, sehingga jika kapal berlabuh, terompet-nya terdengar jelas sampai kerumah. Saat itu Sibolga masih termasuk jalur trans sumatera sehingga cukup ramai, di lain pihak pelabuhannya juga menjadi salah satu tempat berlabuh salah satu kapal pesiar Belanda yang sangat terkenal saat itu, yaitu Princendam, yang sangat gampang dikenal dengan cerobong-nya yang berwarna warni. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tdqg3JgAQvI/TtSz_3zVhII/AAAAAAAAABo/vUNhNGs6DoA/s1600/Sibolga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" dda="true" height="319" src="http://3.bp.blogspot.com/-tdqg3JgAQvI/TtSz_3zVhII/AAAAAAAAABo/vUNhNGs6DoA/s320/Sibolga.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Karena sangat dekat dengan pelabuhan, dan pusat aktivitas nelayan, aku sering menemani Ibu ke pasar, sambil memilih milih ikan yang masih dijual dalam keadaan segar bahkan sebagian masih hidup. Begitu juga kepiting yang setiap kali berusaha merayap keluar dari nampan si penjual ketika si penjual lengah. Sea food adalah salah satu makanan yang cukup sering menjadi menu keluarga kami, dan Kepiting Goreng sambal, adalah salah satu menu andalan Ibu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Rumah kami sebuah rumah dinas peninggalan Belanda dan terletak dekat salah satu jembatan angker di kota ini, yang terdiri dari dua bangunan utama, dan dihubungkan oleh sebuah lorong beratap tanpa dinding. Tak jelas siapa yang menanam, salah satu sisi lorong tersebut, ditanami tanaman merambat dari ujung ke ujung, dan menjadi kerajaan semut merah berukuran ekstra besar, yang kami sebut semut Harirongga. Selain besar semut ini sangat galak, gigitannya luar bisa menyakitkan, dengan bagian kepala yang dihiasi dua taring besar. Rumah ini dibangun lebih tinggi dari lahan disekitarnya, dan dikelilingi parit. Untuk memudahkan keluar masuk ke halaman, dibeberapa sisi ada tangga. Rumah ini berdiri di samping Kantor Telekomunikasi, dan dari bagian belakang rumah ada lorong yang hanya dibuka sekali sekali menuju Kantor Pos. Sepertinya Kantor Pos, Kantor Telekomunikasi serta rumah kami, dulunya kemungkinan besar didesain secara terintegrasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sisi kanan rumah, ada sebuah pohon Jambu Bol yang sangat besar, buahnya manis berair, dan sering sekali menyebabkan tetangga datang untuk meminta. Ibu tidak pernah keberatan membagi bagi buah-nya. Karena seingatku, pohon Jambu ini memang selalu berbuah sepanjang tahun. Jika malam kelelawar berduyun duyun menyerbu pohon Jambu ini, tetapi buahnya tidak pernah habis. Dipagi hari, biasanya kami akan menemukan buah buah yang sudah matang dengan tanda gigitan kelelawar disekujur buah. Buah yang dipilih kelelawar biasanya buah yang benar benar manis, jadi kami membersihkan bekas gigitan-nya dulu baru kemudian memakan-nya. Kadang satu atau dua kelelawar nyasar dan masuk kerumah, kesulitan menemukan jalan keluar, sampai akhirnya menemui ajal di tangan Ibu yang bersenjatakan sapu. Saat libur aku bersama teman sekolah main ke Penjara kecil dibelakang Kantor Polisi, dan menyusupkan beberapa Jambu dari balik lubang di dinding penjara, untuk para Narapidana disana. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sisi kiri rumah, selain Kandang Ayam berbulu tebal (yang biasa kami sebut Ayam Australia) peliharaan Ibu, kami memiliki pohon Nangka. Meski tidak dipetik saat matang, buahnya akan jatuh berdebum saat ulat ulat kecil yang pandai meloncat mulai menggerogotinya, dan keesokan paginya kami sekeluarga akan pesta makan Nangka. Jika semua Nangka habis, maka Ibu mengumpulkan bijinya, untuk direbus dengan garam sekepal dan menjadi salah satu snack kesukaan kami sekeluarga. Getahnya yang banyak sering aku gunakan untuk menjebak semut Harirongga dengan membuat sate getah nangka, semakin mereka melawan semakin mereka terjebak lalu setelah sate getah tak lagi sanggup menampung semut2 yang terjebak, maka aku membakarnya sehingga menimbulkan bau daging sate yang sangat harum. Belakangan aku tahu bahwa ini merupakan dosa besar, sayang-nya saat itu tidak ada yang melarang kami melakukan hal ini, dan aku terlanjur benci dengan semut ganas ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Di bagian depan rumah, ada tanaman pohon yang aku tidak tahu persis nama-nya, akan tetapi kami menyebutnya pohon kipas. Sepertinya ini termasuk kelompok rumput2an, batangnya beruas ruas seperti tebu mini. Dan aku suka membuat panah2an dari pohon ini, dengan menggunakan karet sebagai pelontar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ayah, seorang kutu buku, kami memiliki perpustakaan pribadi, dengan buku yang bervariasi, selain itu ada juga kliping Indonesia Raya (koran-nya Mochtar Lubis), kliping Siasat dan Majalah Sastra Roman. Ayah juga berlangganan Kompas, Intisari dan Bobo. Di saat senggang perpustakaan ini merupakan tempat favoritku, khususnya komik Mandrake, Tarzan dan Phantom yang merupakan cerita bersambung bergambar di kliping koran Ayah. Juga iklan Palmboom berbentuk komik, yang saat itu merupakan produk margarine favorit. Komik2 lain seperti Gundala, Godam, Laba2 Merah, Maza dan Jin Kartubi, biasanya kami peroleh dengan menyewa-nya dari kios komik sebelah. Untuk buku2 dongeng terbitan Gramedia, seperti Grimm bersaudara, kami acapkali meminjamnya dari teman kakak perempuanku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sekolah kami berjarak kurang lebih 500 meter dari rumah, dipisahkan oleh salah satu jalan utama di Kota Sibolga. Pagi hari Ibu akan menyiapkan beberapa piring kaleng untuk sarapan kami dengan nasi panas yang masih mengepul, dan lauk ikan goreng. Saking panasnya nasi, kami biasanya mengisi bak cuci piring yang berukuran besar, lalu meletakkan piring kami di bak tsb bagaikan sekumpulan perahu di lautan, untuk mendinginkan nasi-nya sampai dapat dimakan tanpa kuatir kepanasan. Tak lupa menu tambahan, telur ayam setengah matang dari Kandang Ayam peliharaan Ibu dan dikocok dengan satu sendok madu. Aku tak pernah suka minum ini, baunya yang anyir menyebabkan aku ingin muntah, dan sampai dewasa aku tak pernah bener benar menyukai kuning telur dalam keadaan basah. Pada tahun2 tertentu, aku dan kedua kakak serta abangku bersekolah di sekolah yang sama, saat aku kelas satu, abangku kelas lima dan kakak perempuanku kelas enam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat itu acara favorit ku dan saudara2 ku adalah mandi hujan, mengejar ngejar ayam Ibu dengan panah dari pohon kipas dan naik becak keliling kota. Saat bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, sepupu2 ku dari keluarga ayah akan berdatangan untuk merayakan Lebaran bersama sama. Ayah akan membeli minuman soda berkerat kerat sehingga selama beberapa hari kami hanya meminum minuman tsb, khususnya 7up. Ayah juga menyalakan puluhan lilin di halaman, menggelar tikar dan mengajak kami tiduran sambil menatap bintang2 di langit. Atau ayah mengajak kami bernyanyi sambil beliau bermain gitar di bawah pohon yang selalu berbunga putih, yang kami namakan pohon putar2 karena jika bunga-nya jatuh maka akan berputar putar seperti helikopter sebelum menyentuh bumi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ayah beberapa kali juga mengajak kami ke lokasi wisata disekitar Sibolga seperti Bonandolok, salah satu bukit yang merupakan bagian dari Bukit Barisan dengan pemandangan indah ke Sibolga dan teluk Tapian Nauli. Atau ke pantai Ujung yang dipenuhi dengan nyiur melandai serta pulau Poncan. Kadang kami sekedar berjalan jalan saja dengan Landrover, melintasi jalan dengan bukit bukit di sisi kiri, dan teluk yang dipenuhi Pohon Bakau di sisi kanan jalan. Kadang Ayah mengajak ke rumah Nenek di Padang Sidempuan, lalu Nenek biasanya akan menyembelih bebek peliharaannya di halaman belakang untuk menyambut kami dengan Gule Bebek. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sebelum berangkat Haji, Nenek dari pihak Ayah yang biasa kami sebut Ompung Gendut untuk membedakannya dengan Nenek dari pihak Ibu (yang sangat kurus) juga sempat tinggal bersama kami selama beberapa lama, saat menjelang kepergian-nya aku menemani beliau mencari batu putih yang akan dia gunakan untuk melempar Jumrah. Itu saat terakhir aku melihat Nenek, setelah kami meninggalkan Sibolga menuju Denpasar, dan Nenek meninggal tak lama kemudian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada hari2 tertentu, para petani Durian melewati rumah kami dengan puluhan durian bergelantungan di Sepeda ontel-nya. Sebelum sampai ke pasar, Ayah sudah menghentikannya dan mulai lah kami berpesta durian. Durian yang satu belum habis, yang lain sudah dibuka, setiap buah mengandung rasa yang berbeda, ada yang manis bagaikan es krim, ada yang kenyal dan harum, dan berbagai macam rasa yang sungguh2 sedap tak terkira. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lima tahun di Sibolga, kami pun meninggalkan kota kecil penuh kenangan ini, di antar salah seorang teman ku bernama Pitman, dari atas kendaraan Landrover menuju Medan perlahan lahan aku melihat rumah kami semakin kecil dan semakin jauh, untuk menggunakan Garuda menuju Denpasar. Saat blog ini ditulis, aku masih belum sempat kembali ke Sibolga, tetapi meski demikian kota ini tetap ada di dalam hati ku selama-lamanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4877153209343630218?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4877153209343630218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4877153209343630218&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4877153209343630218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4877153209343630218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/sibolga-kota-kecil-di-pinggir-pantai.html' title='Sibolga kota kecil di pinggir pantai'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tdqg3JgAQvI/TtSz_3zVhII/AAAAAAAAABo/vUNhNGs6DoA/s72-c/Sibolga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6806756896064751021</id><published>2011-10-29T10:51:00.000+07:00</published><updated>2011-10-29T10:51:06.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Perkelahian pertama</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Rasanya hampir setiap anak lelaki pernah berkelahi dengan anak lelaki lain-nya dalam kehidupan, begitu juga aku yang masuk sekolah dasar dalam usia 5 tahun, sehingga sering sekali di intimidasi teman sekelas yang jauh lebih besar. Akan tetapi berbeda dengan perkelahian masa kini yang dilakukan dengan beramai ramai dan menggunakan berbagai senjata, saat itu perkelahian selalu satu lawan satu, dan dilakukan ketika kata2 tidak lagi dapat menyelesaikan masalah yang ada. Dan secara otomatis semua anak lelaki di kelas, biasanya akan terbagi menjadi dua kubu, serta begitu kelas usai, maka setiap pendukung akan membantu para petarung membawakan tas jagoan-nya masing masing menuju lokasi yang disepakati setelah sebelumnya memastikan tidak ada satu guru pun yang mengetahui. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Di kota kecil seperti Sibolga, anak2 dengan orang tua yang memiliki jabatan umumnya selalu memiliki kelas dan keistimewaan-nya sendiri. Pada masa itu anak pimpinan Bank, anak Jaksa, anak Kepala Polisi, atau anak Kepala Kantor Pos sebagaimana aku memiliki kasta-nya sendiri. Di kelas ku kebetulan ada anak Jaksa yang dengan sendirinya menganggap aku sebagai saingan di kelas. Usianya yang lebih tua dua tahun serta gaya-nya yang mengintimidasi menjadi masalah besar yang harus aku hadapi dalam keseharian. Orang tua sering sekali menganggap masalah anak adalah masalah kecil, tetapi sebaliknya dengan anak, bagi mereka ini bukan lah masalah kecil, melainkan masalah besar yang seringkali harus mereka selesaikan sendirian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Karena usia yang lebih muda maka secara fisik dan prestasi aku relatif tertinggal, maka intimidasi ini menjadi sesuatu yang sudah tidak tertahankan. Di suatu sore, aku menyampaikan masalah ini pada sepupu jauh Ayah yang tinggal di rumah kami selama beberapa waktu, karena ada urusan yang harus diselesaikan. Kami biasa menyebutnya Uwa Hasibuan. Wajahnya berkerut mendengar curhatku sore itu, lalu dengan wajah serius dia menyampaikan suatu strategi yang dapat aku lakukan keesokan harinya. Percaya diri dengan strategi itu rasanya malam itu menjadi malam yang begitu panjang, untuk dapat segera bersekolah keesokan harinya, dan menjalankan apa2 yang sudah disampaikan Uwa Hasibuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Seperti biasa, Andritan begitu nama “musuh” ku mulai kembali melecehkan dan mengejek aku, tetapi berbeda dengan hari hari sebelumnya, aku membalas setiap ejekan yang dia lontarkan dengan percaya diri, lalu ketika suhu pertengkaran kami sudah semakin meningkat, maka aku berdiri dengan sikap menentang dan disusul oleh Andritan. Saat guru masih belum melihat, dan Andritan sama sekali tidak siap, aku mengambil inisiatif pertama dengan memukul wajahnya sekeras yang aku bisa, tepat di hidung-nya, dan saat dia hendak membalas, Guru sudah melihat duluan sehingga aku terselamatkan. Dengan puas dan wajah penuh kemenangan aku melihat darah menetes netes di meja dan baju putih sekolahnya. Luar biasa memang strategi Uwa Hasibuan, persis seperti serangan ala Hitler dengan “Blitzkrieg” alias serangan kilatnya ketika menghajar sebagian besar Eropa hanya dalam beberapa minggu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Namun sayang-nya serangan itu ternyata tidaklah tidak cukup, Andritan segera menggalang event perkelahian sepulang sekolah, dan aku menunggu saat bersejarah itu dengan perasaan tidak menentu, maklum jika “Blitzkrieg” tidak berhasil, maka dengan perasaan cemas aku menunggu detik2 perkelahian yang lebih dahsyat dengan kepercayaan diri yang sudah semakin menipis. Saat pulang sekolah pendukung-ku membawakan tas, dan aku pun dengan langkah yang semakin ragu menuju lokasi yang ditentukan, yaitu Kantor Kejaksaan yang pada jam seperti itu biasanya sudah sangat sepi. Lantas setelah sampai kami pun menggulung lengan baju kami dan saling menatap dengan tajam, sambil mengira ngira titik kelemahan lawan, serta dari sorot mata-nya sayang-nya tak kulihat sama sekali dampak dari “Blitzkrieg” tadi pagi kecuali baju putihnya yang bernoda darah kering. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tidak aneh kalau Jiu Jutsu lebih mendalami teknik kuncian dengan alasan sebagian besar perkelahian satu lawan satu tidak dapat menggunakan tendangan dan pukulan, karena begitu jarak perkelahian mendekat, maka pergumulan yang lah yang akhirnya menentukan siapa yang menang. Begitulah perkelahian kami, tak jelas siapa yang akhirnya memulai, akan tetapi tiba2 kami sudah bergumul di tanah coklat berdebu, ketika aku sudah semakin tersudut untung saja bagiku mendadak beberapa orang tua dan anak2 yang lebih besar segera memisahkan kami. Jika terlambat rasanya aku akan benar2 menghadapi masalah sulit. Untung bagi ku tetapi tidak bagi Andritan, sepertinya dia masih belum puas membalas perlakuan ku tadi. Dengan segera kami menghentikan pertarungan dan membersihkan baju masing2, lalu aku pulang dengan perasaan tidak menentu. Akan tetapi sejak hari itu Andritan memperlakukan aku dengan lebih hormat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Jadi begitulah kami anak2 lelaki dengan tradisi perkelahiannya menjaga martabat kami, serta belajar berjuang untuk menjadi seorang lelaki dewasa, dalam menjaga kehormatan keluarga-nya kelak. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6806756896064751021?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6806756896064751021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6806756896064751021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6806756896064751021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6806756896064751021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/perkelahian-pertama.html' title='Perkelahian pertama'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4200261104300568028</id><published>2011-10-29T10:46:00.001+07:00</published><updated>2011-10-29T10:47:43.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Meninggalnya Tante Zubaedah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Rasanya masih jelas saat itu, di depan rumah peninggalan belanda yang kami diami di Sibolga, banyak orang berkerumun menyaksikan sosok burung hantu yang sedang bertengger di salah satu pucuk pohon besar dan jangkung di siang hari. Tentu saja bukan pemandangan yang biasa melihat burung pemalu ini muncul di siang hari. Salah seorang penduduk membidik burung tsb dengan senapan angin-nya tanpa belas kasihan, dan setelah tembakan pertama, si burung hantu, tersentak, serta darah-nya menetes netes ke kerumunan orang dibawah termasuk mengenai baju yang ku kenakan, sebelum akhirnya jatuh terbanting ke bawah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pagi sebelum-nya sekumpulan gagak berputar putar sambil berkaok kaok persis di atap rumah kami, sekan akan mengabarkan datang-nya malaikat kematian. Tak terasa sudah beberapa minggu Tante Zubaedah berada di rumah kami dalam keadaan sakit. Dia dibaringkan disalah satu kamar dalam keadaan lemah, jiwanya yang lembut tak kuat menghadapi kenyataan dikhianati sang kekasih, yang akhirnya mengalah terhadap desakan keluarga untuk memilih wanita lain setelah memberikan janji setia pada Tante Zubaedah. Akhirnya Tante Zubaedah harus mengalah pada malaikat maut yang menjemputnya sekaligus menggenapi dua kematian di usia muda di keluarga Ibu menyusul kakak perempuan Ibu ku yang meninggal sebelumnya. Cerita ini mirip dengan “Raumanen”-nya Marianne Katoppo, meski dengan beberapa bagian dan akhir cerita yang tidak begitu sama persis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ibu ku tujuh bersaudara, dengan tiga lelaki dan empat perempuan, dan Ibu merupakan anak ke tiga, dengan dua adik lelaki dan dua adik perempuan. Salah satu adik perempuan Ibu sekaligus nomor lima bernama Zubaedah, biasa kami panggil tante adalah sosok yang sangat lembut dan keibuan. Ketika kuliah di Yogya dia berkenalan dengan seorang pemuda. Dan kembali ke Sumatera dengan ijazah dan luka di hati yang tak pernah bisa sembuh. Sejak itu Tante Zubaedah sakit, dan akhirnya berpulang meninggalkan kami semua, tanpa sempat menikah setelah meraih gelar sarjana. Malam sebelumnya, Ayah memutuskan untuk pergi ke Padang Sidempuan menempuh jalan berkelok kelok dan sempit melewati gelapnya hutan sejauh 80 kilometer, bersama salah satu kerabat untuk mengabarkan kondisi Tante Zubaedah yang semakin gawat ke kedua mertua-nya dengan menggunakan sepeda motor. Akan tetapi Ayah mengalami kecelakaan dan menabrak tebing, sehingga mengalami dislokasi bahu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Menjenguk ayah yang berbaring di rumah sakit dengan sekujur tubuh luka dengan tangan diperban dan meninggal nya Tante tak lama kemudian menjadi salah satu masa paling kelam dalam kehidupan keluarga kami. Isyarat dari burung hantu, dan isyarat dari burung gagak, lalu disusul wafatnya Tante Zuabedah, dan kecelakaan yang menimpa Ayah, menjadi salah satu cerita yang membekas dalam diriku selama-nya, Betapa dekatnya kita ke kematian, dan betapa rapuhnya kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4200261104300568028?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4200261104300568028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4200261104300568028&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4200261104300568028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4200261104300568028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/meninggalnya-tante-zubaedah.html' title='Meninggalnya Tante Zubaedah'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-2453925131196781386</id><published>2011-10-18T08:44:00.001+07:00</published><updated>2011-10-18T10:23:25.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Hijrah #2</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Dalam buka Ranah Tiga Warna-nya Ahmad Fuadi, ybs mengutip syair Imam Syafi’I yang berbunyi “Merantaulah maka kau akan mendapatkan pengganti kerabat dan kawan”. Saat kondisi sudah terasa stagnan, sangat penting menjaga semangat dan motivasi dengan berhijrah. Akan tetapi perasaan akan kehilangan kerabat dan kawan, sering sekali menjadi faktor penghalang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hal yang sama juga terjadi pada ku ketika memutuskan untuk pertama kali pindah bekerja ke Jakarta. Perasaan akan kehilangan sahabat semasa sepuluh tahun di Pusat Komputer, dan memulai hidup baru di tempat asing dan dengan orang orang yang sebelumnya tak pernah dikenal pula. Tetapi sebagaimana disampaikan Allah SWT dalam firmannya dalam Surat Al Hujuraat 13 bahwa “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal, sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal” sudah merupakan jaminan bahwa ada hal positif yang akan kita dapat di lingkungan baru. Penggunaan kata “Hai Manusia” dan berbeda dengan kebanyakan ayat yang dimulai dengan kata “Hai Manusia Yang Beriman” menunjukkan universalitas dari Ayat ini sehingga berkonotasi berlaku bagi seluruh umat manusia, baik yang beriman maupun yang tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tak terasa hanya dalam setahun pertama di Jakarta, maka apa yang disampaikan Imam Syafi’I terbukti, sahabat baru didapat dan hubungan dengan sahabat lama tetap dipertahankan, begitu juga yang terjadi ketika kembali hijrah ke kantor ketiga dan akhirnya yang keempat. Dan dalam setiap lingkungan serta situasi baru, kita kembali belajar hal2 baru. Dan sepertinya sudah merupakan sifat alami manusia untuk lebih “siaga” di lingkungan baru, sehingga memaksa kit amenampilkan kemampuan terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Di kantor kedua aku belajar bagaimana bersikap proaktif, bagaimana memimpin team dengan jumlah ratusan orang, bagaimana me”manage” konflik, bagaimana membuat blue print, bagaimana mendokumentasikan proyek, bagaimana membuat business development plan serta kesempatan belajar Data Warehouse di Singapore. Di kantor ketiga aku belajar bagaimana presentasi efektif, bagaimana mendesain materi presentasi dengan lebih menarik via animasi, bagaimana konsep pertukaran dokumen digital secara ISO, belajar di Hanoi - Vietnam sebagai wakil swasta dalam ASEAN Single Windows Forum. Di kantor keempat aku belajar IT Services Management, Service Level Agreement, berhadapan dengan customer dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi lagi, mempresentasikan laporan keuangan, belajar deployment methodology, dan kesempatan jalan jalan ke Sydney sebagai reward karena masuk ke kelompok Top Achiever.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Jadi berhijrahlah, maka sahabat, kerabat, ilmu dan kesempatan akan terus bertambah, dan kualitas kita sebagai manusia juga akan terus InsyaAllah meningkat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-2453925131196781386?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/2453925131196781386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=2453925131196781386&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2453925131196781386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2453925131196781386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/hijrah-2.html' title='Hijrah #2'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3975872889878060296</id><published>2011-10-14T11:58:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T19:10:48.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Negeri 5 Menara-nya Ahmad Fuadi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Seandainya bisa kembali ke masa lalu dan dapat menjadi murid di Pondok Madani, apakah kira2 saya akan sanggup menghadapi dan mengalami hal2 seru seperti yang dialami oleh tokoh Alif ? saya tidak yakin karena sama seperti tokoh Alif, saya tidak suka hafalan dan tidak begitu berbakat dalam bahasa asing, meski demikian buku ini sangat menarik dibaca. Penggambaran-nya detail dan kiasan2 yang digunakan cukup menarik. Misal adegan bis yang menanjak meninggalkan Danau Maninjau diibaratkan penulis bagai sebuah mobil yang merayapi dinding kuali raksasa dalam perjalanan 3 hari 3 malam menuju Jawa. Atau untuk menggambarkan betapa supir sudah mulai bingung menghibur penumpang bis yang menempuh perjalanan siang malam dari Bayur (Sumatera Selatan) ke Ponorogo (Jawa Timur) , penulis menyebutkan-nya dengan cara entah sudah berapa kali pak supir menyuruh Rambo kembali berperang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/ea/Menara_5_Negara.jpg/200px-Menara_5_Negara.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://id.wikipedia.org/wiki/Negeri_5_Menara&amp;amp;usg=__WYs2gKgDzVN1gn3acbknKQi8J_k=&amp;amp;h=297&amp;amp;w=200&amp;amp;sz=18&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=1&amp;amp;sig2=cHX4wtZm92pJuGBc3028EA&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=V2wKfD5Mf_YdqM:&amp;amp;tbnh=116&amp;amp;tbnw=78&amp;amp;ei=qwLwTuWWA8XQrQeWhbkC&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dnegeri%2B5%2Bmenara%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D529%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="116" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR0-I9R98_-J2ePsWK0dIDPOAm9u70YLKFNTP3itAJDadyRzd8FffVv3A" width="78" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pada buku ini dikisahkan persahabatan enam orang sahabat, dengan derah asal Maninjau, Medan, Surabaya, Sumenep, Bandung dan Gowa. Tentu saja seperti yang saya jelaskan di atas, tokoh utama diperankan Alif. Mirip dengan karya Andrea Hirata, sebagian besar yang ditulis di buku ini merupakan pengalaman pribadi pengarang-nya yang memang alumni Pondok Pesantren Modern Gontor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Banyak hal menarik dalam buku ini, seperti saat2 ketika musim liburan setiap anak bisa pulang ke&amp;nbsp;rumah masing2, akan tetapi tidak demikian dengan Alif, yang karena keterbatasan dana justru tidak bisa pulang, dan harus&amp;nbsp;mengalami suasana luar biasa sepi mencekam. Di bagian ini mengingatkan saya akan karya Leila S. Chudori tentang kehidupan asrama, yang merupakan bonus majalah remaja Hai di tahun 80-an. Hal lainnya yang menarik adalah ketika ada perlombaan, spanduk secara tidak&amp;nbsp;sadar&amp;nbsp;Alif dan team-nya mengimplementasikan Blue Ocean, karena ketika yang lain menggunakan bahasa&amp;nbsp;Inggris, Alif dan team-nya justru sengaja menggunakan bahasa Prancis dengan "Nous Sommes la grande famille de la classe 1 B, Pondok Madani, Indonesie" dan akhirnya memenangkan perlombaan. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Pada akhirnya setelah perjuangan yang sulit, Alif mendapatkan hikmah tersendiri dengan menjadi murid di sekolah yang pada masa kini dianggap "tidak populer" . Sedangkan kehidupan mengajarkan kita kalau kesuksesan tersebut sebenarnya lebih banyak karena kualitas pribadi misalnya kemandirian yang justru secara pesantren akan lebih mudah dibentuk dibanding sekolah formal. Hal ini juga yang ditekankan oleh buku ini, bahwa bakat bakat terbaik tidak harus selalu mengikuti jalan Habibie tetapi juga bisa mengikuti jalan Buya Hamka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Motto yang dijadikan dalam buku ini sangatkah mengena "Man Jadda Wa Jada" yang artinya siapa yang sungguh sungguh akan berhasil. Hal semacam inilah yang sejak awal dikenalkan oleh pesantren Madani dalam kisah ini, sehingga setiap siswa-nya menjadikan ini sebagai pegangan. Kenapa diberi judul Negeri 5 Menara, karena di kompleks pesantren tersebut, tempat favorit Alif dan teman2nya berada di bawah menara, yang setiap istirahat mereka jadikan sebagai tempat diskusi, mengkhayal dan lain lain. Sungguh buku yang inspiratif dan kembali membakar semangat kita untuk selalu bersungguh-sungguh. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3975872889878060296?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3975872889878060296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3975872889878060296&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3975872889878060296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3975872889878060296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/negeri-5-menara-nya-ahmad-fuadi.html' title='Negeri 5 Menara-nya Ahmad Fuadi'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1629961695266185492</id><published>2011-10-04T13:51:00.002+07:00</published><updated>2011-10-04T16:37:58.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Anak ibulah yang menjuruskan dirinya sendiri dan bukan kami.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Saat seleksi masuk SMA, saya sempat memilih salah satu SMA favorit di Bandung, akan tetapi karena sekolah ini dikenal agak hedonis, maka keluarga saya menganjurkan untuk memilih SMA di daerah Stasiun Kereta Api, yang meski tidak masuk 2 besar tetapi masih masuk 5 besar SMA terbaik di Bandung. Pada masa itu, setiap peserta harus langsung melakukan seleksi di SMA tujuan. Dan tidak disangka sangka saya mendapatkan nilai yang cukup baik, bahkan jauh diatas passing grade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini membuat saya lengah, dan kebiasaan serta pola belajar saat SMP masih terus berlanjut di SMA, yaitu hanya belajar keras menjelang ujian, hanya fokus pada pelajaran pilihan, lebih suka menggambar komik di bangku belakang dan intensif mendengarkan musik progressive setiap hari. Akibatnya bisa ditebak saat penjurusan di semester dua, nilai Kimia saya jeblok, karena selain cara mengajar gurunya yang tidak enak, eksperimen bukan dengan situasi sebenarnya di lab, tidak nyaman dengan keharusan menghapal sistem periodik unsur2 dan saya sendiri entah kenapa tidak suka akan pelajaran yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tibalah hari dimana penjurusan dilakukan, Ibu saya yang memang ekstra bangga dengan anaknya dengan percaya diri, berbicara dengan Ibu2 lainnya. Ketika akhirnya nama saya diumumkan masuk ke IPS, Ibu menjadi shock berat. Apalagi dia selalu menginginkan anaknya mengikuti jejak paman (adik Ibu) yang meraih gelar doktor di bidang engineering. Sepanjang jalan Ibu mengomel dan menunjukkan ekpresi kecewa atas hasil yang saya raih. Dan tanpa menunggu nunggu lebih lama keesokan harinya Ibu langsung menghadap Ibu Kepala Sekolah, serta memohon dengan sangat meninjau kembali penjurusan anaknya yang menurutnya sama sekali tidak berbakat di IPS, bahwa anaknya akan mengikuti jejak paman-nya yang ahli di bidang sains. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Ibu Kepala Sekolah mendengarkan kata2 yang disampaikan Ibu saya dengan sabar, dan lalu menyanggah bahwa peninjauan itu tak dapat dilakukan dan berkata “Anak ibulah yang menjuruskan dirinya sendiri dan bukan kami”. Ibu sangat shock mendengar kalimat tsb, karena mekanisme pertahanan Ibu yang biasanya cukup tangguh berdebat langsung hancur dengan statemen tsb. Tetapi Ibu Kepala Sekolah masih membuka peluang, dengan menyarankan saya untuk belajar sendiri selama satu semester, termasuk Kimia (di semester dua, malah harus mendalami Kimia Karbon), lalu diberi kesempatan untuk tes kenaikan kelas pelajaran IPA seperti Kimia, Fisika, Biologi dan Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, satu semester saya harus belajar pelajaran IPA sekaligus IPS, siang belajar Hitung Dagang, dan malam hari sendirian belajar Kimia Karbon, siang belajar Geografi dan malam-nya sendirian belajar teori Fisika Lensa Cembung dan Cekung. Ketika ujian akhir kenaikan kelas selesai, maka saya pun mengikuti ujian kedua untuk kenaikan kelas IPA, dan alhamdulillah saya berhasil masuk kembali ke kelas IPA dengan sub jurusan Bahasa Jerman. Jadi kesimpulannya janganlah lelah berusaha, dan hasilnya serahkan pada Allah sang Maha Menentukan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1629961695266185492?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1629961695266185492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1629961695266185492&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1629961695266185492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1629961695266185492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/anak-ibulah-yang-menjuruskan-dirinya.html' title='Anak ibulah yang menjuruskan dirinya sendiri dan bukan kami.'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5629778909861185084</id><published>2011-10-03T16:32:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T10:53:16.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Berdoalah dengan sungguh sungguh.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 78%;"&gt;Menjelang usia 26 tahun, aku mulai berpikir perlunya seorang pendamping. Akan tetapi&amp;nbsp;aku termasuk tipe lelaki yang tidak tertarik dengan pacaran, sehingga perlu dari nol untuk mencari sosok yang tepat. Sampai akhirnya salah seorang murid di Pusat Komputer (di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung) dimana aku bekerja dijodohkan oleh rekan2 di kantor. Sebenarnya&amp;nbsp;aku tidak ada perasaan khusus pada wanita yang dimaksud, akan tetapi&amp;nbsp;aku selalu berpikir bahwa yang nama-nya cinta seharusnya dapat diprogram (bisa jadi karena latar belakang-ku yang &amp;nbsp;kuliah di jurusan pemrograman) maka aku coba untuk melamar ybs secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata akhirnya aku memberanikan diri untuk melamar ybs, hal ini&amp;nbsp;aku lakukan dengan asumsi pertama ybs selama ini cukup memberi perhatian khusus pada-ku, misalnya datang di malam hari ke kantor sambil membawa jajanan seperti bubur kacang hijau ataupun colenak, kedua, bagi&amp;nbsp;ku cinta tidaklah penting , karena “bisa diprogram” dan ketiga ybs punya background pendidikan yang memadai. Dan tibalah saat dimana&amp;nbsp;aku menyampaikan lamaran, sayang-nya saat itu ybs tidak dapat memberikan jawaban, dan minta ditunda paling tidak tiga bulan untuk berpikir, meski mengucapkan terima kasih atas perhatian yang&amp;nbsp;aku berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan penantian rasanya begitu lama, dan aku gunakan untuk memupuk eh maksudnya lebih tepat memrogram rasa cinta pada ybs, meski aku lebih senang sebenarnya kalau ybs langsung saja memberikan jawaban saat itu juga, bahkan termasuk jika ybs ingin menolak. Situasi menggantung seperti ini cukup berat bagi-ku secara psikologis, dan akhirnya tibalah waktu tsb, dan&amp;nbsp;ironisnya aku baru tahu ybs sudah ditempatkan dalam program PTT DepKes ke salah satu propinsi di Sumatera. Tanpa tahu persis dimana ybs tinggal selama di sana,&amp;nbsp;aku memutuskan, menitipkan mobil pada rekan sekantor, langsung menuju kota dimaksud dengan menggunakan bis malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung ku berdebar debar saat roda2 bis berderak di jembatan penghubung antara kapal Ferry Bakauheni dengan daratan Sumatera, daratan dimana leluhur&amp;nbsp;ku berasal. Akhirnya tibalah&amp;nbsp;aku di kota tersebut, dan setelah mencari hotel untuk menginap dua malam kedepan setelah sarapan maka aku lantas mengontak DepKes mengenai program PTT untuk mencari tahu dimana ybs berada. Dengan kendaraan sewaan aku akhirnya berhasil menjumpai ybs di rumah induk semang-nya, dan ybs sangat kaget serta meminta waktu untuk dapat bertemu malam-nya agar dapat menjelaskan situasi yang terjadi. Saat malam tiba kami mengunjungi salah satu restoran yang menjual makanan daerah terkenal, dan dengan hati2 dia minta maaf dan belakangan saya baru tahu bahwa kepada sahabat ku-lah cintanya tertambat. Rasanya seperti disambar petir di siang bolong mendengar pengakuannya, apalagi karena aku tahu persis kalau sahabat yang dimaksud adalah salah satu pria dengan kategori “don juan” (aku sering mangamati bahwa wanita sering sekali tertarik dengan pria yang diantara pria sendiri justru tidak dianggap atau justru “don juan” seperti Tommy Lee dari Motley Crue, atau Julio Iglesias yang sudah jelas2 playboy misalnya he he).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu rasanya jadi malam terpanjang dalam hidup-ku, penantian selama tiga bulan, perjalanan ke kota ini, konflik sebelum berangkat dengan ibu (yang tidak setuju dengan pilihan hidup saya), serta sekitnya penolakan, semua itu&amp;nbsp;rasanya menghantui dan menjadi penderitaan yang tak tertahankan. Akhirnya ku-putuskan untuk tahajud pada malam itu juga, dengan mata berkaca-kaca aku memanjatkan doa agar sosoknya diganti Allah dengan yang jauh lebih baik. Tiga bulan setelahnya aku dipertemukan oleh salah seorang murid-ku yang lain dengan sepupu jauhnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 78%;"&gt;Saat ini tak terasa kami sudah dikaruniai sepasang anak yang manis2 dan semoga kelak mereka menjadi anak2 yang berguna bagi sesama-nya. Ternyata doa yang dipanjatkan dengan sungguh sungguh akan langsung mendapatkan jawaban dari Sang Maha Besar. Sebagaimana surat An–Naml ayat 62 yang artinya "Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya." &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5629778909861185084?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5629778909861185084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5629778909861185084&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5629778909861185084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5629778909861185084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/10/berdoalah-dengan-sungguh-sungguh.html' title='Berdoalah dengan sungguh sungguh.'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-7967509125967348957</id><published>2011-09-29T17:24:00.002+07:00</published><updated>2011-09-29T17:55:23.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Kemudahan setelah kesulitan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Karena Ayah saya seorang pegawai negeri, maka saya cenderung mencari perguruan tinggi yang memudahkan untuk segera bekerja. Maka pilihan saya pun jatuh pada Politeknik salah satu perguruan tinggi teknik negeri di Bandung. Karena saat itu gelar masih dianggap cukup penting, maka pilihan untuk masuk ke politeknik bukanlah pilihan yang populer. Tetapi saya berprinsip bahwa gelar bisa dicari belakangan, dan selama kita masih punya semangat belajar, maka hal2 seperti ini akan dapat dilakukan kelak. Ternyata saya tidak salah pilih, dan setelah masuk semester ketiga, saya sudah tidak lagi mengandalkan biaya sekolah dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas saya ada sekitar enam orang yang bekerja dan terlibat pada proyek yang sama. Meski pada mulanya yang direkrut cuma, satu tetapi dengan berjalannya waktu, teman saya yang duluan masuk menjadi gerbang bagi kami berenam untuk menjadi software developer di sebuah perusahaan yang berafiliasi dengan perguruan tinggi teknik negeri di Bandung. Pada saat itu kami berenam ditempatkan di salah satu perkebunan terbesar di Indonesia. Disediakan rumah, makanan dan pendapatan yang jumlah-nya menurut ukuran mahasiswa cukup besar, sehingga meski saya makan di restoran 1 x sehari, membeli semua album musik yang saya suka, serta menonton semua film baru di bioskop, dan membeli pakaian baru 1x sebulan, saya masih punya sisa dana untuk ditabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keasikan bekerja ternyata membuat kuliah menjadi terasa berat, dan godaan uang kadang membuat kita lengah, sehingga tibalah saat tugas akhir harus dibuat. Di Politeknik pada masa itu selalu ada tugas akhir setiap tahun, sehingga selama masa kuliah kami harus menyelesaikan tugas akhir sebanyak 3x. Tugas tahun pertama saya selesaikan dengan dua orang rekan saya di salah satu perusahaan milik pemerintah yang bergerak di bidang ekspedisi dan pengiriman dokumen. Tugas tahun kedua saya selesaikan di salah satu Televisi Swasta Nasional dengan salah seorang rekan yang kini berdiam di New Zealand. Meski pada saat tugas kedua saya menemukan partner yang pas, sayangnya saya memutuskan tugas tahun ketiga dikerjakan dengan kelompok yang berbeda dengan yang kedua. Sehingga saya mendapatkan seorang pembimbing yang “nyentrik” dan menempatkan kami untuk bekerja pada sebuah LSM yang bergerak di bidang kesenian anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSM ini begitu khususnya sehingga saya dan team mendapatkan kesulitan yang cukup berat, dan relatif abstrak untuk dituangkan dalam rancangan implementasi IT yang cenderung membutuhkan segala sesuatu yang sudah pasti. Sementara pekerjaan di perusahaan perkebunan tersebut juga membutuhkan konsentrasi tinggi. Kesulitan ini ditambah lagi dengan pembimbing kami memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar negeri dan meninggalkan kami dalam kebingungan. Kondisi yang sudah begitu sulit akhirnya ditambah lagi dengan penggantian pembimbing ke salah satu tokoh paling “ajaib” di dunia IT, yaitu pak Sayid Budiseno. Tadinya saya berpikir lengkap sudah penderitaan kami dalam menyelesaikan tugas tahun ketiga. Akhirnya karena pak Sayid menolak meneruskan pekerjaan yang sudah separuh jadi, maka kami diminta merombak lagi dari awal. Saat itu rasanya ini sudah menjadi derita yang tidak tertahankan, dan dunia serasa gelap. Ketika akhirnya diputuskan bahwa kami tidak mungkin lulus pada tahun itu dan harus mengulang setahun untuk fokus pada pekerjaan tugas akhir, maka lengkap sudah penderitaan kami. Rasanya seperti di dunia menderita, ketika di akhirat pun masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk fokus pada pekerjaan, konsultasi dengan pak Sayid pada awalnya terasa berat, tetapi semakin lama, kami semakin memahami apa yang beliau inginkan, dan ilmu kami tak terasa semakin bertambah, khususnya dalam perancangan database / normalisasi, entity relationship , desain interaksi dengan user, dan lain2. Tak terasa selesailah masa bimbingan, dan kami akhirnya menghadapi presentasi final dihadapan dosen penguji yang tidak berdaya mengajukan pertanyaan karena kharisma pak Sayid yang memang saat itu disegani oleh dosen2 lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah lewat masa itu, saya merasa sangat beruntung pernah memiliki masa2 yang sangat intensif dengan salah satu tokoh IT kharismatis, dan ilmu yang di berikan pak Sayid sampai kini masih menjadi sesuatu yang bernilai bagi saya pribadi. Semoga ilmu yang diberikan beliau dapat terus menjadi amal baik beliau di alam sana, selamat jalan pak Sayid, meski kau telah tiada, namamu akan selalu terpatri di hati. Sebagaimana yang tertulis di Quran Surat An Nasyr ayat 5-6 “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-7967509125967348957?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/7967509125967348957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=7967509125967348957&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7967509125967348957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7967509125967348957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/kemudahan-setelah-kesulitan.html' title='Kemudahan setelah kesulitan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1637151901909021123</id><published>2011-09-29T12:13:00.002+07:00</published><updated>2011-10-18T10:16:27.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Hijrah #1</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam. Kepindahan tersebut justru memberikan keuntungan strategis dan politis terhadap perkembangan agama baru yang mempunyai banyak musuh pada masa itu. Saat tersebut juga digunakan untuk menandai mulainya penanggalan Islam. Dan terbukti kini, Hijrah Nabi membawa sangat banyak perkembangan positif bagi perkembangan agama Islam kelak, dan Madinah akhirnya menjadi pusat peradaban yang mengungguli Persia dan Rumawi (dua bangsa besar pada masa itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan Hijrah Nabi, saya jadi ingat peristiwa yang saya alami sebelas tahun yang lalu pada perusahaan pertama dimana saya bekerja. Saat itu saya bekerja pada pusat komputer di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Suatu kali Manajemen perguruan tingi memutuskan untuk melebur pusat komputer yang tadinya setara dengan fakultas menjadi dibawah jurusan. Situasi menjadi sangat tidak nyaman, yang tadinya sibuk dan semangat dalam bekerja menjadi terganggu dan lebih senang diskusi dan melemparkan komplain serta protes ke forum dipicu suasana yang dinilai tidak adil. Dimana mana muncul kelompok diskusi kecil yang mengekspresikan ketidak puasan terhadap putusan manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada dalam situasi seperti ini, emosi saya juga terganggu sebagaimana karyawan yang lain. Tetapi daripada merusak energi positif pada diri saya sendiri, maka saya memutuskan ini lah saatnya Hijrah dengan tujuan utama mencari nafkah yang halal bagi keluarga. Menindak lanjuti tawaran dari salah satu anak perusahaan provider telekomunikasi, maka saya melakukan salah satu putusan terberat dalam hidup saya. Meninggalkan anak, istri, rumah dan kota kelahiran serta memulai hidup baru di Ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas tahun berselang, sejak keputusan tersebut, saya merasakan manfaat positif dengan putusan Hijrah, situasi seperti ini ternyata memompa adrenalin, memaksa saya untuk lebih meningkatkan lagi kualitas dan kemampuan agar dapat survive di kehidupan keras ala ibukota. Meski hidup jadi secara ekstrim berubah, mulai dari pola makan, komunikasi dengan keluarga, lingkungan kerja baru, lingkungan tempat tinggal, pekerjaan baru, dll, akan tetapi saya memiliki kesempatan mempelajari ilmu baru yaitu yang berhubungan dengan implementasi IT di lingkungan provider telekomunikasi, pengetahuan tentang pabean, business development, data warehouse, enterprise apps, dll. Rasanya hal itu juga lah yang menyebabkan kaum perantauan umum-nya lebih sukses, dan menjadi pribadi yang lebih tangguh dibanding yang cenderung menetap di "comfort zone". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Hijrah mengingatkan saya akan suatu cerita tentang proses interogasi yang dilakukan malaikat terhadap orang yang tidak menjalankan perintah Allah karena dilarang dan diteror penguasa, akan tetapi dia tidak memutuskan Hijrah. Sehingga akhirnya orang tersebut tetap mendapat hukuman dari Allah. Kesimpulannya Hijrah adalah suatu kewajiban selama dilakukan jika kondisi yang ada sudah tidak memungkinkan dan bertujuan agar kehidupan berjalan dengan baik dibanding kondisi sebelumnya. Sebagaimana Surat Al-Baqarah ayat 218 yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1637151901909021123?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1637151901909021123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1637151901909021123&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1637151901909021123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1637151901909021123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/hijrah.html' title='Hijrah #1'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-7677037709117606050</id><published>2011-09-28T18:35:00.002+07:00</published><updated>2011-09-29T17:58:58.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Sampaikan sebelum terlambat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Kali ini saya bercerita tentang Sahabat Saya yang kebetulan mencintai seorang wanita. Sayangnya setiap kali dia datang berkunjung ke rumah Sang Wanita, selalu saja rumah tersebut dipenuhi para pria lajang yang bagaikan kumbang mengelilingi bunga. Tapi Sahabat Saya tidak kehilangan akal (maklum kesukaan-nya terhadap segala hal yang berbau militer, telah mengubahnya menjadi pemikir taktis dan strategis). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Jika para kumbang memilih malam minggu untuk datang, maka untuk meminimalkan persaingan, Sahabat Saya memilih Malam Senin, sebuah pilihan yang sangat tepat, karena bahkan dia tidak cuma bertemu dengan Sang Wanita, melainkan juga dengan Ibu dan Ayah-nya. Sehingga lambat laun sosoknya mulai diterima oleh keluarga Sang Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi waktu terus berlalu, tak jua muncul tanda2 dari Sang Wanita bahwa Sahabat Saya adalah lelaki idaman yang sejak lama ditunggu tunggu. Sedangkan Sahabat Saya tidak cukup kuat untuk menerima penolakan, sehingga memutuskan untuk tidak menyatakan perasaan apapun, serta bersikap pasif sampai dengan adanya sinyal yang lebih kuat dan memungkinkan dia menyatakan perasaan-nya. Sementara Sang Wanita, sebagaimana kebanyakan wanita pada masa itu juga merasa tidak mungkin menyampaikan apa yang dia rasakan, karena dinilai merendahkan dirinya sebagai seorang Wanita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hubungan ini menjadi tidak jelas, dan Sahabat Saya mulai letih dengan semua ketidak jelasan ini, sehingga akhirnya memutuskan untuk mendekati wanita lain, yang langsung disambut dengan terbuka sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan Sahabat Saya akhirnya memutuskan untuk menikahi wanita lain ini. Singkat kata tibalah saat mengantarkan kartu pada para undangan, dan Sahabat Saya memutuskan untuk mengantar sendiri kartu undangan ke Sang Wanita. Betapa kagetnya Sang Wanita ketika mengetahui Sahabat Saya mengantar undangan untuk menikah dengan wanita lain. Dengan tercekat dia bertanya, “Lantas apa maksud kamu selama ini datang ke rumah, dan berbicara akrab dengan kedua orang tua saya ?”, “Saya pikir kamu mencintai saya, dan memilih saya sebagai istri kamu kelak” lanjutnya. Sahabat Saya tak kurang kagetnya “Loh saya pikir kamu tidak suka, karena saya tidak melihat sinyal2 bahwa kamu menanggapi kehadiran saya”, “Tapi kamu tidak pernah menyatakan apapun” sedu si Wanita. Namun nasi sudah menjadi bubur, kartu undangan sudah jadi, dan sebagian undangan sudah disebar, dan sudah tidak mungkin menarik apa2 yang sudah diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulan-nya untuk sebuah niat baik, tak perlu menunda untuk mewujudkan-nya sehingga dengan mengetahui jawaban-nya lebih awal, akan membantu kita untuk mempersiapkan yang terburuk. Seperti kata pepatah, berharaplah untuk yang terbaik tetapi bersiaplah untuk yang terburuk. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-7677037709117606050?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/7677037709117606050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=7677037709117606050&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7677037709117606050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7677037709117606050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/sampaikan-sebelum-terlambat.html' title='Sampaikan sebelum terlambat'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-488677763133215941</id><published>2011-09-28T18:34:00.003+07:00</published><updated>2011-09-29T18:00:32.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Koran untuk Ayah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Ketika kita mulai dewasa, waktu semakin terasa sempit seiring dengan banyaknya aktivitas yang harus dilakukan. Sebaliknya Ayah, justru waktu-nya semakin banyak setelah pensiun, dan jika saya sedang mampir ke rumahnya di salah satu bukit dikawasan Bandung Utara, Ayah yang semakin menua selalu dengan semangatnya berbicara mengenai banyak hal khususnya politik. Tetapi saya sendiri karena terlalu banyak yang dipikirkan tidak bisa selalu fokus mendengar apa2 yang Ayah sampaikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Ayah saya sudah merantau meninggalkan kampung-nya di Sumatera Utara sejak lulus SMP, lalu melanjutkan SMA di Yogya, serta sempat menjadi pegawai di PT Pos Indonesia (d/h Pos dan Giro). Setelah sempat menjadi pegawai tak beberapa lama dia mengikuti program pendidikan di Akademi PTT Bandung, untuk meraih gelar BcAP. Sosoknya adalah sosok yang pemaaf, tidak sabaran, humoris sekaligus sangat gampang meledak. Mahir dalam berorasi dan sangat percaya diri, serta tak ketinggalan hobi khususnya yaitu catur dan menyanyi sebagaimana kebanyakan suku Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena karakternya yang berbeda dengan Ibu, rumah kami selalu dipenuhi konflik2 panas sejak kami bersaudara masih sangat kecil sampai dewasa dan seringkali dipicu oleh masalah2 yang sangat sederhana. Meski demikian mereka memiliki persamaan yaitu sangat mencintai kami sebagai anak2nya. Sepertinya hal ini lah yang mengikat mereka sampai maut memisahkan. Karena karakternya yang tidak sabaran, Ayah bukanlah pendengar yang baik, sehingga kami bersaudara selalu lebih banyak bercerita pada Ibu untuk hal2 yang kami hadapi / alami sehari hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ayah sudah menua, dia sering sekali bagaikan hidup dalam dunianya sendiri, bermain catur sendirian sampai pagi, menonton tv dan membaca. Khusus untuk hobby-nya membaca, setelah pensiun dana-nya semakin terbatas. Jika semasa aktif dia bisa berlangganan Matra, Tempo, Jakarta Post, Republika dan Kompas, maka saat pensiun dia hanya beli Majalah Tempo sekali seminggu. Suatu hari saat saya datang menjenguk Ayah dan Ibu, dia berkata “Sejak pensiun Ayah kekurangan bacaan, tolonglah bawakan Ayah Koran Tempo, kan kau langganan”, saya cuma senyum dan mengiyakan permintaan-nya. Sayangnya saya lebih banyak lupa-nya atau malah tidak menganggap serius permintaan-nya, sehingga ketika kedatangan berikutnya masih saja titipan yang dia minta belum tentu saya bawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu malam di tahun 2001, Ayah mengeluh sakit, dan langsung kami bahwa ke Rumah Sakit Islam di Bale Endah, badan-nya bengkak karena ginjalnya sulit mengeluarkan cairan. Karena saat itu Malam Senin dan keesokan harinya saya sudah harus kembali bekerja di Jakarta, maka saya memutuskan untuk pulang ke rumah, agar dapat berangkat dalam kondisi fit. Sayangnya dini hari telepon dari Rumah Sakit menyampaikan bahwa sekitar jam 01:00 dini hari, Ayah sudah menghembuskan nafas terakhir untuk kembali pada Sang Pencipta. Saya termangu dan menyesali betapa saya sebagai anak tidak cukup berbakti baginya, hanya sekedar koran bekas sajapun saya tidak memenuhi permintaan-nya secara bersungguh sungguh. Sesungguhnya perpisahan adalah kepastian, karena itu syukurilah setiap pertemuan, hari lalu tak dapat diulangi, hari ini milik kita, hari esok adalah ketidak pastian. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-488677763133215941?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/488677763133215941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=488677763133215941&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/488677763133215941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/488677763133215941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/koran-untuk-ayah.html' title='Koran untuk Ayah'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3662272418686150580</id><published>2011-09-28T18:32:00.001+07:00</published><updated>2011-09-28T18:36:53.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Mencintailah dengan sewajarnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Saat mulai bisa mengendarai mobil, akhirnya keluarga mengijinkan saya untuk menggunakan VW Variant 1968 USA (double karburator), si putih dengan setir kiri. Meski mobil ini sudah tua, tetapi sangat “eye catching”, saya masih ingat bagaimana pernah beberapa kali dihentikan seseorang meski ditengah hujan lebat, yang tanpa tedeng aling aling langsung menawar untuk membeli si putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kondisinya yang kurang terawat, maka setiap kali gajian (saat kuliah menginjak tingkat dua, saya sudah mulai bekerja sebagai part timer programmer) saya selalu menyisihkan duit untuk melakukan beberapa modifikasi bagi si putih. Mula2 tentu saja faktor mesin yang harus diprioritaskan, lalu menyusul bodi dan interior. Ketika akhirnya modifikasi selesai dengan perasaan puas saya amati si putih yang kini dop-nya mengkilat, jok-nya dilapis kain motif kotak2 ala scotch, tape terbaru yang nangkring ditengah dashboard disertai additional speaker di depan kaca belakang, spion baru serta cat putih gading dan cling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mobil ini berpenampilan baru dan menghabiskan cukup banyak uang dan waktu, maka saya tidak lagi menggunakan-nya sebagai kendaraan harian, bahkan ketika hujan saya rela berbasah basah agar si putih tetap nangkring di garasi dengan tenang. Saat saat libur sudah merupakan waktu khusus antara saya dengan si putih. Dengan penuh perasaaan saya gerakkan berbagai alat pembersih mulai dari lap khusus sampai dengan sikat gigi bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dengan didukung keluarga, saya harus mengunjungi calon mertua yang sedang di rawat di salah satu RS di Bandung. Saat melewati jejeran kendaraan yang diparkir, sebuah minibus mundur begitu saja persis ketika saya lewat, maka terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Sebagaimana layaknya supir omprengan, setengah merengek Si Supir memohon untuk dibebaskan dari ganti rugi. Dan akhirnya saya kembali dengan perasaan hancur, bagaikan kehilangan kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mengingatkan saya akan surah Al Qasas ayat 88, yang artinya “Dan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan”. Jadi tidak ada yang abadi, sebagaimana kita dari ketiadaaan kembali ke ketiadaan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3662272418686150580?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3662272418686150580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3662272418686150580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3662272418686150580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3662272418686150580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/mencintailah-dengan-sewajarnya.html' title='Mencintailah dengan sewajarnya'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1340140060508810191</id><published>2011-09-28T18:31:00.001+07:00</published><updated>2011-09-28T18:39:16.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Arti keluarga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Suatu malam, ketika menyetir menuju Bandung, di sekitar kilometer 82 an, saya menerima berita dari Si Sulung, bahwa dia mengalami kecelakaan yang cukup parah, karena menabrak motor. Saat itu Si Sulung sedang menuju salah satu perumahan elite di daerah Padalarang untuk menyaksikan konser jazz. Sayangnya malang tak dapat ditolak ketika melaju dengan kecepatan sekitar 70 km/jam, mendadak sebuah motor keluar dari SPBU, dari jalur lambat langsung menuju jalur cepat untuk memutar balik kearah berlawanan dimana mobil anak saya lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan brakkk, anak saya menabrak tanpa ampun sepeda motor tanpa spion tersebut sehingga terpental kekanan sekaligus membuat garpu dan kerangka motor melengkung, sedangkan tubuh dan kepala pengendara motor menghantam kaca depan dan kap mobil sehingga remuk lalu terpental kekiri. Dengan radiator bocor, dudukan lampu patah, gril dan bemper remuk, Si Sulung menghentikan mobil-nya sampai menimbul bunyi berdecit, dan jejak hitam di aspal serta langsung dikerubungi security kompleks dan polisi (yang kebetulan bertugas mengamankan acara konser jazz). Saat saya sampai dilokasi, dia berdiri dengan wajah galau, shock dan pucat pasi sambil menatap saya dengan ekspresi meminta pertolongan berdiri diantara beberapa polisi dan security kompleks yang sedang memroses BAP. Sedangkan korban telah dibawa ke UGD rumah sakit terdekat dengan mobil security kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilas balik sedikit, belakangan ini Si Sulung setelah mulai memasuki masa remaja, selalu mempunyai acara sendiri, sehingga tidak seperti setahun yang lalu dimana kami sekeluarga selalu bersama-sama menghabiskan acara saat week end, maka saat2 seperti sekarang, hal ini sudah sangat sulit untuk dilakukan. Saya selalu menyampaikan pada Si Sulung betapa waktu2 bersama keluarga adalah hal penting, karena begitu lewat, masa ini akan jadi kenangan yang tak dapat kembali dinikmati. Bahwa teman untuk bersenang akan sangat mudah ditemukan sebaliknya saat2 kesulitan keluarga lah yang lebih mungkin diandalkan tetapi apa2 yang saya sampaikan seakan akan masuk telinga kiri dan langsung melompat keluar dari telinga kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke peristiwa kecelakaan, maka saya langsung ambil inisiatif untuk berbicara dengan polisi, ke rumah sakit, diskusi dengan keluarga korban, diskusi dengan rekan2 kerja korban, konsultasi dengan dokter, membayar uang muka perawatan, membuat surat pernyataan bersama keluarga/ wali korban, kontak agen asuransi dan derek kendaraan. Tak lupa saya ajak Si Sulung untuk meminta maaf pada korban, yang tengah terbaring dengan luka jahitan dikepala, memar disekujur tubuh dan jari tangan patah. Akhirnya jam setengah dua belas malam selesai juga semua urusan penting meski masih harus ditindak lanjuti penyelesaiannya beberapa hari kedepan. Lalu setelah segala sesuatunya dapat dikendalikan, dengan wajah serius, Si Sulung menatap saya haru, dan berkata “Papa, you’re the best, sekarang aku baru benar benar tahu apa arti keluarga”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1340140060508810191?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1340140060508810191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1340140060508810191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1340140060508810191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1340140060508810191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/arti-keluarga.html' title='Arti keluarga'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1923892123211039224</id><published>2011-09-28T18:30:00.000+07:00</published><updated>2011-09-28T18:31:01.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Janganlah terlalu membenci atau menyukai sesuatu secara berlebihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Saat kuliah, saya pernah mengalami hubungan yang tidak nyaman dengan salah satu teman, yang dikenal sebagai sesorang dengan watak berangasan. Jika teman2 yang lain cenderung menghindar, karena ybs juga mempunyai banyak teman dengan karakter setipe, saya sebaliknya malah cenderung siap dengan konfrontasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali konfrontasi, hubungan saya dengan ybs mulai dilandasi oleh rasa benci yang semakin menebal setiap saat. Saat itu saya tidak perduli, sampai terjadilah suatu kejadian dimana ada suatu peristiwa penting yang harus dilakukan sedangkan saya tidak punya sesorangpun yang dapat menolong kecuali dia (dengan izin Allah). Maka dengan menahan malu saya menyampaikan kesulitan yang saya hadapi dan alhamdulillah dia ternyata membantu dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya teringat surat Al Qur’an surat Al Baqarah 216, yang artinya” Boleh jadi apa yang kamu benci ternyata ia baik bagi kamu dan boleh jadi apa yang kamu cintai ternyata ia jelek bagi kamu, dan Allah mengetahui apa yang kamu semua tidak tahu”. Jadi bersikaplah sewajarnya, dengan demikian kita dapat menjalani hidup dengan cara yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1923892123211039224?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1923892123211039224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1923892123211039224&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1923892123211039224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1923892123211039224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/janganlah-terlalu-membenci-atau.html' title='Janganlah terlalu membenci atau menyukai sesuatu secara berlebihan'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3466365734246358984</id><published>2011-09-28T18:28:00.002+07:00</published><updated>2011-09-29T18:05:25.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi hidup'/><title type='text'>Lakukan segala sesuatu secara bertahap</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Saat masih mahasiswa saya pernah ditawari menjadi salah satu dari anggota dewan redaksi bulletin IT kampus. Setelah anggota team komplet, mulai dari pembina, kontributor, dewan redaksi sampai graphic designer, maka kami pun memulai rapat2 serius mengenai antara lain cover, tebal halaman, desain, distribusi, percetakan dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui beberapakali pertemuan dan diskusi hampir semua point2 tersebut akhirnya selesai dibahas kecuali jumlah halaman. Saat itu saya mengusulkan bagaimana kalau 8 halaman saja (terinspirasi dari bulletin dakwah yang biasa dibagikan setiap shalat Jumat), nanti pelan2 setelah konsistensi terjaga kita bisa tingkatkan jumlah halaman-nya. Akan tetapi Ketua Dewan Redaksi menolak,dan ingin langsung 32 halaman sejak awal. Lalu pertemuan mulai menghangat soal jumlah halaman ini, dan tidak dapat menemukan kesepakatan antara pihak2 yang berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan saya adalah, perlunya pentahapan dalam menjalankan sesuatu, kontributor untuk 8 halaman saja sudah susah apalagi 32 halaman, akan semakin banyak waktu yang harus kita sediakan untuk menjalankan proses bulletin ini sementara ini bukanlah pekerjaan utama kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya karena beberapa rapat setelahnya juga tetap tidak sepakat soal halaman, maka bulletin ini akhirnya batal dilahirkan hingga saat ini. Moral of the story, adalah lakukan sesuatu step by step, lalu jangan lupa sempurnakan begitu ada kesempatan. Seperti kata pepatah China, "semua perjalanan sejauh apapun itu, selalu dimulai dengan satu langkah kecil yang pertama", lalau lengkapi dengan falsafah Jepang dengan proses penyempurnaan tanpa henti yang biasa kita kenal sebagai “Kaizen”. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3466365734246358984?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3466365734246358984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3466365734246358984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3466365734246358984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3466365734246358984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/lakukan-segala-sesuatu-secara-bertahap.html' title='Lakukan segala sesuatu secara bertahap'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1600021359020565321</id><published>2011-09-26T21:32:00.004+07:00</published><updated>2011-12-20T10:39:32.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Science of Luck nya Bong Chandra</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 78%;"&gt;Harus dikatakan buku ini sangat simple, tetapi mungkin justru disitu letak kekuatan-nya, dilengkapi contoh2 praktis dan mengena, dan sebagian besar bahkan merupakan pengalaman dari Bong Chandra sendiri. Cara Bong menawarkan-nya juga sangat atraktif, disertai judul provokatif, serta dilengkapi bonus CD audio, Tiket Seminar, serta bahwa 120% royalti akan disumbangkan (meski tidak dijelaskan akan disumbangkan kemana). Selain hal diatas, kekuatan lain dari buku ini adalah, Bong Chandra bukan melulu motivator dan speaker, melainkan juga praktisi dari apa2 yang dia yakini dan tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi promosi di halaman belakang oleh tokoh2 berkelas seperti Andrie Wongso, Merry Riana (yang berita tentangnya mengisi koran tempo panjang lebar pada edisi September 2011), serta James Gwee dan tak ketinggalan Ippho Santosa di bagian cover.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 78%;"&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang diterapkan oleh Bong Chandra, dalam meng”ilmiah”kan keberuntungan ? Nah cara pertama adalah membahas “Bad Day dan Good Day”, lalu “Uang tidak bisa membeli keberuntungan”, “Pinggiran Roti” yaitu suatu cara untuk tidak mengabaikan hal2 kecil, “Timing” dan disusul beberapa bab serta yang terakhir “Daur Ulang Keberuntungan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum contoh2 didalam buku ini sangat mengena, salah satu yang paling menarik adalah bab dimana Bong Chandra menceritakan kembali asal usul Virgin Air, yaitu ide yang muncul ketika Richard Branson dan sejumlah penumpang yang berwisata terpaksa menunggu di sebuah pulau bernama Virgin, karena delay pesawat. Ketika penumpang lain memilih untuk berkeluh kesah, dia malah mencari pesawat carteran, lalu memutuskan untuk keliling dengan kertas bertulisan ajakan untuk terbang dengan biaya kolektif di tangan-nya yaitu “Hanya 30 USD untuk bisa ke Puerto Rico”. Hal ini lah yang akhirnya membuat Richard Branson mendirikan Virgin Airlines, yang bahkan saat ini mulai menawarkan petualangan di ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.gramediashop.com/images/preview/9786020002026.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.gramediashop.com/book/detail/9786020002026/the-science-of-luck&amp;amp;usg=__qd1anM70H8yZuuXSXSW_fNiyh-8=&amp;amp;h=250&amp;amp;w=161&amp;amp;sz=18&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=13&amp;amp;sig2=CcrhedKro5FHXQrZdTe7NA&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=V-NbxtFDrFRwMM:&amp;amp;tbnh=111&amp;amp;tbnw=71&amp;amp;ei=VQPwTsD3DcLOrQfymtzKDw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dthe%2Bscience%2Bof%2Bluck%26um%3D1%26hl%3Den%26sa%3DN%26qscrl%3D1%26nord%3D1%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26biw%3D1366%26bih%3D529%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="111" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTnEsSc_MrEah71FVVLqWp-v-694mvU7QKSAtWmMoK0I1q4154DsWRPnA" width="71" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi penting lainnya adalah kemampuan mengklasifikasikan hal2 yang harus kita hadapi sehari hari, misalnya”Penting tapi tidak mendesak”, “Mendesak tapi tidak penting”, “Tidak penting dan tidak mendesak”, serta “Penting dan mendesak”. Dengan demikian kemampuan mengklasifikasi ini akan meningkatkan kemampuan kita dalam me”manage” waktu secara baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada satu hal yang agak sedikit mengganjal, yaitu pada halaman 91, dimana diceritakan Napoleon yang digambarkan sebagai tidak pernah kalah dalam perang karena selalu membakar habis kapalnya setibanya dia di pulau musuh. Pada kenyataan-nya Napoleon kalah di Waterloo, karena terlalu berambisi untuk menyerang sementara logistiknya tidak memadai. Kalau urusan membakar kapal sepertinya bukan taktik yang benar2 baru dan diperkenalkan oleh Napoleon (abad 17), melainkan sudah dimulai duluan oleh Thariq Bin Ziyad beberapa ratus tahun sebelumnya (abad 7). saat menyerbu Spanyol . Sepertinya Bong Chandra perlu membuat daftar sumber bacaan, untuk meningkatkan kredibilitas apa2 yang beliau tulis, agar buku ini tidak cuma menarik melainkan juga akurat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1600021359020565321?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1600021359020565321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1600021359020565321&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1600021359020565321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1600021359020565321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/science-of-luck-nya-bong-chandra-harus.html' title='The Science of Luck nya Bong Chandra'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-214957505371713398</id><published>2011-09-22T17:47:00.003+07:00</published><updated>2011-09-23T11:44:39.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya Ajahn Brahm</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;108 cerita yang ada dibuku ini tidak semuanya menarik, tetapi sesuai catatan saya ada 27 cerita yang menarik dan dapat kita jadikan sebagai bahan bakar kesadaran, kesabaran dan semangat untuk menempuh perjalanan di dunia fana ini. Meski saya cuma menemukan 27 dari 108 atau tepatnya sekitar 25% cerita yang menarik, akan tetapi garansi penerbit buku ini yang akan mengembalikan 100% uang jika tidak puas tentu saja sama sekali tidak akan saya proses, karena ke 27 cerita tersebut sudah lebih dari cukup bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajahn Brahm sendiri, merupakan seorang biksu dengan latar belakang Fisika Teori dari Cambridge University yang pada usia 23 tahun memutuskan untuk menjadi petapa di hutan Thailand. Setelah lulus beliau memutuskan untuk membangun wihara di Australia, dan hingga sekarang beliau melakukan perjalanan keliling dunia dengan ciri khas-nya yaitu kumpulan cerita keseharian yang disampaikan dengan jenaka. Sehingga meski topiknya terasa berat, akan tetapi Ajahn Brahm mampu melakukan simplifikasi, sehingga inti yang disampaikan dapat diterima dengan mudah. Topik2 yang diceritakan, mengingatkan kita akan salah satu hit-nya serious (grup happy metal asal Bandung) yaitu “rocker juga manusia” menjadi “biksu juga manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara 27 cerita tersebut, sudah tentu cerita tentang dua batu bata jelek, masuk sebagai salah satu nominasi. Dimana kita diingatkan bahwa tidak ada hidup yang sempurna, sehingga terus menerus mengingat 1 hal yang kurang sempurna seringkali mengabaikan 99 kesempurnaan yang lain. Cerita lain yang menarik adalah ketika Ajahn bertanya pada hadirin, siapa yang hari ini berbahagia, dan sebaliknya siapa yang sebaliknya, lalu Ajahn bertanya dimana letaknya, sehingga sebagian peserta bingung, dan lalu menyadari bahwa letaknya kebahagiaan dan kesedihan adanya dipikiran, dengan demikian mengubah cara berpikir adalah cara untuk menemukan kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang Ajahn Brahm yang sudah menjadi petapa selama 35 tahun, merupakan sumber kebijaksanaan, dan membuat kita kembali menilai hidup kita sendiri, dari mana kita berasal, akan kemana kita kembali. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-214957505371713398?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/214957505371713398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=214957505371713398&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/214957505371713398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/214957505371713398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/si-cacing-dan-kotoran-kesayangannya-nya.html' title='Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya Ajahn Brahm'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5585181968255963834</id><published>2011-09-10T10:05:00.001+07:00</published><updated>2011-09-10T10:06:57.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Tom Sawyer nya Mark Twain</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Pada awal-nya sedikit aneh, membuat review salah satu karya termashur sepanjang zaman, seperti Tom Sawyer, karena karya ini sudah dibuat tahun 1876. Dan tambah aneh karena saya baru membuat review buku yang oleh sebagian orang disebut buku anak2 ini justru setelah berusia lebih dari 40 tahun. Tetapi mengingat ini karya hebat, mari kita lupakan hal2 aneh diatas dan fokus pada review saja. Mark Twain sendiri dalam pengantarnya di buku ini juga sebenarnya tidak memfokuskan karya ini bagi pembaca anak2 melainkan juga pembaca dewasa yang menurutnya perlu dingatkan kembali bagaimana masa kecil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya masih berusia sekitar 6 sd 7 tahun, saudara2 saya yang lebih tua sudah membaca buku ini duluan, sementara saya masih lebih suka membaca komik Mandrake, Tarzan, dll. Akan tetapi karena orang tua saya juga sudah membaca sebelumnya, maka topik2 tentang kenakalan Tom, kejam-nya Joe si Indian, cerewet-nya Bibi Polly dan tentu saja berantakan-nya Huck Finn ini sering sekali menjadi topik yang dengan semangat dibahas, jadi meski tidak membaca-nya secara langsung saya cukup akrab dengan tokoh dan cerita dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang kuliah, saya mulai tertarik group2 progressive, dan salah satu diantaranya Rush, yang memiliki track Tom Sawyer (Selain track fenomenal YYZ yang terinsiprasi dari style Alan Holdsworth) dalam album Moving Pictures (1981) , dan ini membuat saya teringat kembali akan buku ini, sayang saat itu koleksi buku Ayah saya sudah tidak tahu entah dimana, dan saya sendiri masih belum menemukan buku ini di Toko Buku. Begitu beberapa bulan lalu menemukan buku ini, langsung saja tanpa berpikir dua kali saya sambar dan dijadikan sebagai hadiah bagi si sulung, setelah dia menunjukkan reaksi yang menggembirakan, maka saya tergerak membaca buku ini untuk pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh, ini memang buku yang menarik hati, dengan cara bercerita Mark Twain yang menakjubkan, dipenuhi dengan kejutan dari awal sampai dengan akhir, meski tidak didukung gambar yang memesona, dan tidak sesuai dengan karakteristik Tom yang digambarkan sebagai bocah keriting tetapi justru di cover buku sebagai anak yang berambut lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini mirip dengan petualangan Laura Ingals Wilder dalam Little House in the Prairie, tetapi ganti tokoh Laura dengan sosok anak lelaki nakal yang tinggal bersama Bibi dan sepupu-nya. Kemudian tambahkan beberapa tokoh penjahat, lalu masukkan unsur petualangan, maka jadilah Tom Sawyer sebagai buku yang penuh dengan daya tarik. Tom Sawyer sendiri digambarkan sebagai anak, yang hidup di masa dimana tahyul masih merajalela (dipengaruhi adat istiadat budak afrika yang pada masa itu menjadi pekerja di rumah2 tuan tanah kulit putih), dimana barter menjadi cara anak2 untuk memiliki sesuatu, lalu dilengkapi dengan petualangan2 yang diilhami Robin Hood, para Bajak Laut zaman dulu, dan setting hutan, gua dan pulau kecil yang melengkapi semua persyaratan “seru” serta tak lupa tokoh jahat keturunan Indian, yang akhirnya mati mengenaskan kelaparan dan kehausan dalam gua dengan pintu terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa ditambahkan dengan karakter Becky Tatcher, yang menjadi kekasih hati Tom Sawyer dengan cinta luga dan cara kekanak-kanakan ala Tom dan pengalaman mereka tersesat di Gua berhari hari dengan persediaan makanan dan lilin yang semakin menipis. Karakter Bibi Polly yang penyayang namun seringkali tidak sabar menghadapi ulah Tom Sawyer, serta diakhiri dengan kesuksesan Tom mendapatkan Harta Karun peninggalan Joe si Indian. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5585181968255963834?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5585181968255963834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5585181968255963834&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5585181968255963834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5585181968255963834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/tom-sawyer-nya-mark-twain.html' title='Tom Sawyer nya Mark Twain'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-539517048197297944</id><published>2011-09-06T15:56:00.002+07:00</published><updated>2011-09-06T16:41:52.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Dibawah lindungan Kab’ah nya Hanny Saputra</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Secara sinematografi, film Hanny R. Saputra ini layak mendapat ancungan jempol, pemilihan warna, setting kampung di sumatera barat tahun 1920 an, setting pasar tradisional, setting surau termasuk kincir air besar (yang konon memang dibuat secara serius di desa Gonjong Seribu, Solok Selatan, dan lantas dihibahkan bagi penduduk kampung yang menjadi lokasi shooting) dan yang cukup mengagetkan suasana Mekkah digambarkan dengan cukup detail dan menarik lewat teknologi CGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja penempatan beberapa produk yang terasa memaksa seperti Kacang Garuda, Baygon, Chocolatos, sangat menganggu, dan “mengotori” artistik film ini. Apalagi dimunculkan berkali kali seakan akan kuatir jika penonton tidak “ngeh” terhadap produk2 ini. Hal ini mengingatkan saya akan penempatan iklan dalam Adzan, yang baru2 ini menjadi pembicaraan diantara masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kualitas akting, Didi Petet bermain baik, demikian juga Leroy Osmani dan Widyawati, khusus-nya buat Jenny Rachman patut dapat ancungan jempol. Sedangkan dua bintang muda Laudya bermain dengan baik meski tidak luar biasa sedangkan Herjunot Ali terlihat sekali bermain habis-habisan dalam film ini, sebuah upaya yang patut diancungi jempol meski suara tertawanya saat adegan di pantai bersama Zaenab (yang diperankan Laudya) agak sedikit menganggu (dan mengingatkan saya akan suara tertawa ganjilnya tokoh ayah dalam trilogy “Back To The Future”). Demikian juga adegan pacaran malam hari yang terlalu lama dan lebih terkesan agak sedikit “gila” dibanding romantis, dan tidak kalah memaksanya adegan menari dibawah hujan dengan disaksikan orang2 di pasar, mengingatkan saya akan film india. Sebaliknya adegan saat ibu-nya Hamid meninggal dalam pelukan Hamid ketika tengah diatas delman, yang berhenti di tepi kerimbunan hutan, cukup dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut buat Buya HAMKA, ulama sekaligus sastrawan yang karyanya masih bisa kita nikmati di 2011 ini, sekaligus mengingatkan generasi saat ini, bahwa karya bagus tidaklah mengenal masa, dia akan selalu indah kapanpun juga, meski mengangkat tema “kasih tak sampai” yang mana saat itu menjadi trend, dan saat ini mungkin justru terdengar ganjil. Akhir kata, rasanya kualitas bangsa ini dalam seni, memang sesuatu yang membanggakan, semoga Film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-539517048197297944?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/539517048197297944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=539517048197297944&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/539517048197297944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/539517048197297944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/dibawah-lindungan-kabah-nya-hanny.html' title='Dibawah lindungan Kab’ah nya Hanny Saputra'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5465704666067815645</id><published>2011-09-06T13:47:00.000+07:00</published><updated>2011-09-06T13:48:38.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Untrue Power of Water nya Haryadi dan Karni</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Sebelum Masaru Emoto membuat beberapa buku yang meraih best seller terkait dengan keajaiban air, sebenarnya saya sudah lama tertarik dengan air, masalahnya persentasi terbanyak dalam tubuh kita didominasi oleh air, dan kesimpulan Emoto mengenai kemampuan air merekam pesan dan bereaksi terhadap pesan tsb menjadi terkesan wajar bukan karena cuma masalah dominasi air dalam tubuh kita tetapi juga bahwa faktanya air yang didoakan banyak digunakan dalam proses pengobatan di Indonesia. Sehingga “penelitian“ Emoto terkesan melegalkan tradisi kebanyakan masyarakat Indonesia terhadap air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, penelitian Emoto sudah dicoba beberapa peneliti lain tapi tak kunjung menemukan apa yang dimaksud dengan kemampuan air sebagaimana yang dimaksud oleh Emoto. Belum lagi bahwa latar belakang Emoto bukanlah sains melainkan humaniora, dan gelar “Doctor” yang dimiliki berasal salah satu universitas terbuka di India, yang dikenal sebagai perguruan tinggi yang sangat longgar dalam memberikan gelar. Disamping itu metodologi yang digunakan Emoto tidak mengandung kaidah double blind (pembuat dan pengecek harus merupakan sosok yang berbeda) dan model sampling pemotretan-nya terkesan hanya mengambil sampel yang sukses dan mengabaikan sampel yang tidak sukses, sehingga konsistensi metoda-nya meragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emoto juga mengaitkan penelitian ini dengan HADO, sejenis kepercayaan di kelompok tertentu di masyarakat Jepang, yang meyakini adanya energi pada setiap benda. Misal ketika kita mengeluarkan kata kata negatif ke air, maka otomatis, akan terciptalah energi negatif yang akan direspon air dengan cara yang negatif juga.&lt;br /&gt;Buku ini melontarkan kritik terhadap Emoto, tapi bukan dengan penelitian dibalas penelitian tandingan, melainkan mengutip penelitian Khristopher Setchfield, Kenneth Librecht, Kelompok Amanda White, Robbie Else dan Scott Wilson, dll. Akibatnya meski mengunakan kata pengantar Prof Soewarno Soekarto, bobot ilmiah buku sebagai jawaban atas buku Emoto jadi terasa kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian tanpa bermaksud menyerang Emoto secara pribadi, secara umum buku2 Emoto mengajarkan hal2 prinsip dalam berhubungan dengan air, yaitu memelihara lingkungan dan air disekitar kita, berpikir positif, mencintai dan bersyukur akan adanya air dalam kehidupan. Tentu saja ini sebuah pesan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5465704666067815645?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5465704666067815645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5465704666067815645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5465704666067815645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5465704666067815645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/09/untrue-power-of-water-nya-haryadi-dan.html' title='The Untrue Power of Water nya Haryadi dan Karni'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5716114463512220068</id><published>2011-08-30T12:46:00.001+07:00</published><updated>2011-08-30T12:48:12.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Ganbatte nya AA Azhari</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Judul buku ini sangat mencuri perhatian, terlebih karena saya sempat membaca tentang “Say Yes To Ganbaru” sebuah postingan di internet karya Rouli Esther Pasaribu. Jadi tanpa pikir panjang dan didukung oleh cover buku yang menarik, langsung saja saya sambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi lagi dalam buku ini kita diajak untuk mengagumi semangat pantang menyerah Bangsa Jepang, melengkapi apa yang ditulis Esther (karena Esther lebih fokus ke rekonstruksi paska Tsunami 2011). Kita juga diingatkan lagi akan pepatah lama yang mengatakan, “Adalah hebat untuk menjadi juara, akan tetapi kehebatan sejati adalah bangkit ketika mengalami kekalahan”. Dalam buku ini dikisahkan kebangkitan Jepang saat restorasi Meiji, lalu pertempuran dengan Rusia yang sempat dijadikan Ir. Soekarno sebagai penyemangat bangsa2 Asia dalam menghadapi dominasi Eropa dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diceritakan bagaimana hancurnya Jepang saat perang dunia kedua, dan babak belur setelah pemboman Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika yang sampai saat ini dapat dianggap salah satu kejahatan perang paling besar dalam sejarah manusia, karena menghancurkan apa saja, termasuk rumah sakit, sekolah, orang tua, anak2 dan mengakibatkan radiasi yang berdampak pada kerusakan genetika puluhan tahun kemudian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Jepang bukan cuma babak belur karena perang, akan tetapi juga karena gempa bumi dan tsunami, seperti yang terjadi 1923 dan dikenal dengan gempa Kanto dan juga yang baru baru ini terjadi yaitu tsunami di 2011. Geografi Jepang yang dikelilingi oleh lempeng Eurasia, Amerika Utara, Laut Filipina, Laut Pasifik dan dilintasi sabuk gunung api pasifik, dapat diguncang 1500 gempa pertahun. Tetapi hal ini justru membuat Jepang sebagai salah satu negara dengan ilmu konstruksi terbaik (bahkan WTC saja pun dibangun dengan ilmu konstruksi Jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat pantang menyerah Jepang terus menerus menjadi penyelamat bangsa ini, yang meski harus mengimpor kebutuhan dasar sebanyak 80% konsumsi dari negara2 disekitarnya, tidak memiliki sumber tambang, dan alamnya 80% terdiri dari pegunungan, akan tetapi kita mengenal Jepang dari merk2 dunia seperti Sony, Toshiba, Nissan, Mitsubishi, Hitachi, Sanyo, dan bukan cuma itu Jepang juga terkenal karena komiknya, makanan-nya termasuk budaya J-Pop yang kini sudah mendunia. Kini kita mengenal Jepang sebagai bangsa pekerja keras, belajar tanpa lelah, selalu berinovasi, harga diri tinggi, hemat, loyal dan setia serta selalu bekerja sama dan mandiri. Ayo pantang menyerah dan belajar dari Bangsa Jepang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5716114463512220068?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5716114463512220068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5716114463512220068&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5716114463512220068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5716114463512220068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/ganbatte-nya-aa-azhari.html' title='Ganbatte nya AA Azhari'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6988725765226562957</id><published>2011-08-30T12:42:00.001+07:00</published><updated>2011-08-30T12:45:02.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Sang Pencerah nya Akmal Nasery Basral</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Cukup lama buku ini nangkring di rak buku koleksi saya, sehingga akhirnya saat bulan Ramadhan dan ketika sudah memulai mengambil cuti, akhirnya dapat saya tamatkan dalam dua hari. Menggunakan cover yang kurang lebih sama dengan film-nya, buku ini membuat saya menjadi lebih mengerti tentang KH Ahmad Dahlan, yang karya-nya sampai saat ini masih eksis sebagai salah satu dari dua besar organisasi Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya senang ketika akhirnya ada karya Akmal yang positif, tidak seperti novel sebelumnya “Imperia”, yang terkesan lebih sebagai proyek uji coba Akmal sebagai penulis dan tidak membuat kita mendapatkan sesuatu atau manfaat khusus dalam bukunya tsb, bahkan membuat saya agak cenderung tidak nyaman dengan penggambaran detail “hubungan intim”. Kali ini Akmal membuat sesuatu yang inspiratif dan menampilkan sosok yang pantas jadi idola dari zaman kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski film-nya agak sedikit kontroversial karena menampilkan tokoh seperti Lukman Sardi sebagai bintang utama (yang kurang dikenali keislaman-nya), serta menampilkan Yoshua sebagai salah satu murid KH Ahmad Dahlan, buku ini lepas dari kontroversi film. Walaupun, kasus implementasi dalam film bisa juga dianggap dan dimaafkan sebagai upaya untuk mengenalkan Islam kembali pada komunitas yang lebih beragam dan luas, baik dari sisi pemain film ataupun komunitas yang lebih luas yaitu penonton. Pengakuan keberagaman seperti ini sebenarnya cukup menarik dan pernah dilakukan Ir. Soekarno di masa lalu ketika memilih Karya F.Silaban yang nota bene non muslim dalam kompetisi desain Masjid Istiqlal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke buku, beberapa hal yang kurang nyaman adalah kesan bahwa riset untuk buku ini relatif kurang. Barangkali akan lebih baik, jika suasana pada masa itu dapat ditampilkan dengan lebih deskriptif, misalnya suasana Masjidil Haram, suasana di kapal saat perjalanan ke Mekkah, suasana disekitar Yogya, dan lain2. Terbiasa membaca buku Pramudya (dengan riset ala “photographic image” seperti di Bumi Manusia), buku Akmal ini menjadi terkesan dan terjebak pada sekedar novelisasi skenario Film. Selain itu juga menceritakan bagaimana sepak bola dimainkan sebagai permainan saat itu dengan istilah istilah yang digunakan saat ini, serta “memaksakan” bagaimana kesukaan KH. Ahmad Dahlan bermain biola, agak sedikit meragukan, karena juga tidak dijelaskan literatur yang digunakan dalam penggambaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi menghakimi buku ini seakan akan sebagai buku Sejarah tentulah juga tidak tepat, jadi buku ini tetap dapat dianggap sebagai buku yang baik, dan dapat menggambarkan sebagian dari kepingan Sejarah Organisasi Islam Muhammadiyah serta menggambarkan bagaimana beratnya perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam memodernisasi Islam untuk terus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, serta terus dapat mengambil yang terbaik dari mana pun dia berasal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6988725765226562957?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6988725765226562957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6988725765226562957&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6988725765226562957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6988725765226562957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/sang-pencerah-nya-akmal-nasery-basral.html' title='Sang Pencerah nya Akmal Nasery Basral'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-923071359918232018</id><published>2011-08-30T12:38:00.001+07:00</published><updated>2011-08-30T12:42:15.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Secret of Satan nya Noor dan Sidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Saat masih kecil saya pernah membaca sebuah komik islam dengan topik mengenal strategi Iblis. Dalam kisah tersebut digambarkan bahwa, Nabi Muhammad bersama para sahabat mengundang Iblis untuk membuka strateginya dalam menyesatkan manusia, karena di paksa oleh Allah, maka mau tidak mau Iblis datang menghadiri pertemuan tersebut. Bagi Iblis sebenarnya sangat tidak nyaman menghadiri pertemuan tersebut apalagi karena segan bertemu dengan Umar yang dikenal sangat keras dan ditakuti oleh Iblis. Namun Nabi mencegah Umar bertindak terlalu jauh, karena Allah memang memiliki perjanjian dengan Iblis saat ybs kecewa dengan terpilihnya Nabi Adam menjadi ciptaan yang harus disembah oleh ciptaan yang lain meski terbuat dari tanah. Dalam komik ini penggambaran bagaimana strategi Iblis beserta anak cucu-nya sangatlah jelas dan menggunakan contoh2 keseharian, yang bahkan terekam kuat dalam ingatan saya. Komik ini banyak membantu saya untuk mencoba terus bertahan dan berjuang di jalan yang lurus. Sayang saat ini kita sudah tidak tahu dimana harus mencari komik2 seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke buku ini, salah satu topik menarik adalah kutipan dari karya Ibnu Al Juazy mengenai pertemuan simbolik Nabi Nuh dengan Iblis yang menyamar sebagai orang tua di kapal Nabi Nuh. Karena penyamaran-nya sudah diketahui, maka Nabi Nuh bertanya apa maksudnya ikut di kapal tersebut. Menjawab pertanyaan tersebut, maka Iblis menjawab “Agar aku dapat terus mempengaruhi keturunan Adam, sehingga hati mereka bersamaku meski raga mereka bersamamu”. Maka Nabi Nuh bertanya “Apa yang kau lakukan sehingga dapat menguasai hati mereka? ”, lalu Iblis menjawab “Ada lima hal, tetapi dua terakhir tidak dapat kuberitahu, jadi aku hanya akan memberi tahu tiga yang pertama”. Namun Allah mengilhami Nabi Nuh untuk fokus bertanya pada yang dua hal saja, akhirnya Iblis setuju lalu menjawab dua yang terakhir “Iri hati dan tamak ”. Sepertinya ini juga lah hal yang menjerumuskan Iblis kedalam kondisi seperti yang kita kenal saat ini selain kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik menarik lainnya adalah deskripsi fisik dari Iblis dan pengikutnya, lalu nama nama keturunan-nya dengan masing masing tugasnya, makanan-nya, tempat2 yang disukai dan lain2. Hal lain yang mengganggu adalah cover depan Iblis yang tidak sesuai dengan deskripsi fisik di dalam buku, sehingga terkesan “hiperbolisme” dan tidak konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya ketika melihat buku ini, saya sangat berharap buku ini dapat menjadi referensi yang baik mengenai Setan. Sayangnya selain yang saya sebutkan diatas buku ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu terlalu memaksakan topik tentang tempat tinggal Setan dengan Sejarah Segi Tiga Bermuda sehingga terkesan menduga duga, lantas contoh2 kesehariannya sangatlah minim. Selain itu bagaimana secara detail cara2 yang digunakan Iblis dan pengikutnya juga tidak dibahas secara detail. Namun demikian buku ini setidaknya dapat memenuhi sedikit kerinduan dengan komik masa kecil dan semoga dapat menjadi bahan tambahan untuk dapat selalu berada di jalan yang lurus. Semoga muncul versi komik yang dapat menuntun generasi saat ini untuk bersikap hati2. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-923071359918232018?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/923071359918232018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=923071359918232018&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/923071359918232018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/923071359918232018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/secret-of-satan-nya-noor-dan-sidup.html' title='The Secret of Satan nya Noor dan Sidup'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-771494226095093411</id><published>2011-08-25T21:35:00.000+07:00</published><updated>2011-08-25T21:37:08.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Last Pope nya Jhon Hogue</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Buku tipis ini cukup menarik, bercerita tentang naskah yang sempat hilang dari St. Malachy di tahun 1139, dimana beliau melakukan perjalanan dari Irlandia menuju Roma. Ketika berada di ketinggian saat menikmati pemandangan kota, beliau tiba tiba terjatuh lalu meracau menyebutkan sandi hampir semua Paus sampai dengan saat ini.&lt;br /&gt;Catatan tersebut disimpan dalam bentuk manuskrip di Vatikan dan terkunci hampir selama 400 tahun, dan ditemukan kembali di tahun 1595. Uniknya ramalan terhadap siapa saja yang secara terus menerus menduduki tahta Vatikan mendekati kenyataan sampai masa kini dengan akurasi 90%. Bahkan beliau juga memrediksi siapa saja Paus termasuk Paus terakhir menjelang hari kiamat. Beliau juga meramalkan tinggal satu Paus lagi setelah Benedictus, yang akan menjadi Paus terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah ramalan ini menjadi kenyataan, kita tidak pernah tahu, meski saya pernah membaca ramalan yang mirip dari Jaber Bolushi, mengenai The Last Pope, mari kita sama2 menyaksikan akan seperti apa persitiwa peristiwa ini akan terjadi. Lagipula, bagi orang beriman, tentu saja meyakini ramalan bukanlah perbuatan yang benar, tetapi sekedar mengingatkan bahwa kiamat adalah kepastian tentu-nya akan membuat kita kembali sadar bahwa semua yang didunia ini adalah kefanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai siapa Jhon Hogue, beliau adalah seorang futurolog bependidikan sarjana, dan beliau juga dikenal sebagai salah satu penulis biografi Nostradamus terbaik. Sehingga buku ini langsung mendapat perhatian dari khalayak dan diterjemahkan dalam 13 bahasa. Sebuah buku yang menarik untuk ditelaah, meski tidak harus dianggap serius. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-771494226095093411?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/771494226095093411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=771494226095093411&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/771494226095093411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/771494226095093411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/last-pope-nya-jhon-hogue.html' title='The Last Pope nya Jhon Hogue'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-8554410000966970911</id><published>2011-08-25T21:28:00.003+07:00</published><updated>2011-08-25T21:34:58.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Habibie dan Ainun nya BJ Habibie</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Sejak kecil saya selalu terobsesi bisa seperti Habibie, bayangkan memimpin sekumpulan orang asing (baca : Jerman) untuk merancang bangun pesawat sebagai salah satu Direktur Teknik MBB. Industri pesawat, adalah salah satu industri yang paling maju implementasi teknologinya, baik teknologi logam, aerodinamika, dan juga mesin melebihi semua industri manufaktur lainnya yang kita kenal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Habibie mengatakan dalam ulang tahun ke 50 ICAO (International Civil Aviation Organization) saat menerima Edward Wanner Award, penghargaan tertinggi salah satu asosiasi penerbangan dunia ini, Di tahun 1994, bahwa 50 tahun yang lalu beliau masih berusia 8 tahun, dan jika di Chicago saat ini adalah pukul 10 pagi, maka di sebuah desa di 50 tahun yang lalu dekat hutan daerah Pare-pare, jam 22:00 malam, Habibie pastilah sedang membaca Al Qur’an dalam sebuah rumah kayu adat Bugis, saat zaman pengungsian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Rasanya masih jelas dalam ingatan ketika kerusuhan Mei 1998, beliau akhirnya menggantikan kedudukan Presiden Suharto sebagai Presiden ketiga, dan beliau bekerja keras siang malam untuk mengembalikan kepercayaan internasional yang berhasil menaikkan nilai mata uang Rupiah kembali terhadap Dollar secara ekstrim hanya dalam 17 bulan masa kepemimpinan-nya. Beliau juga berhasil mengiring bangsa menuju pemilihan demokratis pertama, meski diakhir masa jabatan Beliau diejek oleh mayoritas anggota DPR. Tetapi dengan berjiwa besar beliau melambaikan tangan-nya sambil tersenyum, sungguh kepribadian yang luar biasa. Beliau juga terkenal dengan keputusan kontroversialnya melepas Timor Timur, salah satu provinsi paling “rewel” meski Indonesia telah mengorbankan banyak pahlawan-nya dalam membebaskan dan menghabiskan sangat banyak anggaran untuk membangun propinsi termuda ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sebenarnya dimaksud untuk memeringati meninggalnya Ainun, istri beliau, seorang wanita berpendidikan tinggi namun sangat rendah hati. Namun nyaris 65% isinya justru lebih banyak tentang Habibie dan perjalanan karirnya. Sebagai pasangan, Habibie dan Ainun, adalah contoh dan inspirasi bagi kebanyakan keluarga yang menginginkan kehidupan “Sakinah Mawaddah wa Rahmah”. Pendidikan tinggi yang memungkinkan keduanya dapat berkomunikasi sebagai sahabat selain sebagai pasangan kekasih, menggunakan Al Qur’an sebagai landasan dalam pernikahan, saling mengisi dan berbagi peran dalam menghadapi kehidupan. Sungguh memiliki kehidupan perkawinan selama 48 tahun dengan pasangan seperti mereka adalah Surga Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman2 terakhir buku ini sangat menguras perasaan dan air mata, bagaimana Ainun berjuang melawan penyakitnya tetapi tetap dengan perhatian yang luar biasa pada sang suami. Meski kondisi Ainun semakin berat, akan tetapi komitmen-nya dalam pekerjaan sosial khususnya yayasan PPMTI yang bergerak dibidang mata, masih tetap menjadi fokus dan perhatiannya dengan senantiasa berkoordinasi dengan kolega-kolega-nya. Saat2 kondisi Ainun semakin kritis, Habibie masuk ruangan rumah sakit terlambat (tidak seperti biasa, karena ada perubahan aturan untuk jam berkunjung) dan melihat Ainun menangis, Habibie segera bertanya apa yang membuat-nya menangis, namun Ainun sudah tidak mampu berkata kata akibat penyakitnya yang sudah semakin parah, maka Habibie mengambil inisiatif untuk bertanya, “Kenapa menangis ?, sakit ?”, Ainun menggeleng, “takut dengan peralatan transfusi dan infus ?”, kembali Ainun menggeleng, “Takut terjadi sesuatu dengan saya ?”, Ainun menggangguk. Luar biasa dalam kondisi seperti itu Ainun tetap menunjukkan kasih sayang-nya pada Habibie sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, rasanya tak salah kalau tokoh sekelas Buya Ahmad Syafii Maarif dan Frans Magnis Suseno pun memberikan komentar yang sangat positif, juga tak berlebihan rasanya kalau mengatakan buku ini buku yang luar biasa, ditulis dengan kepolosan / kejujuran seorang Habibie, yang meski secara sastra agak sedikit ganjil teknik penulisannya namun kisah nyata yang menjadi latar belakang buku ini membuatnya menjadi sangat menyentuh dan kuat. Selamat jalan Ibu Ainun, semoga Ibu mendapat tempat yang terbaik di sisiMu, dan kelak dapat bersama sama dengan Bapak Habibie di tempat peristirahatan terakhir bagi kita semua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-8554410000966970911?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/8554410000966970911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=8554410000966970911&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8554410000966970911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/8554410000966970911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/habibie-dan-ainun-nya-bj-habibie.html' title='Habibie dan Ainun nya BJ Habibie'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-2244065623202367844</id><published>2011-08-18T08:48:00.001+07:00</published><updated>2011-08-18T08:49:08.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Rasulullah is My Doctor nya Jerry D Gray</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Ini buku pertama yang saya peroleh dari acara ceramah siang di bulan Ramadhan 2011 komunitas masjid Wisma Metropolitan. Nama sang pengarang sekaligus penceramah cukup akrab karena saya pernah membaca salah satu bukunya yaitu “Deadly Mist”. Beliau saat ini sudah menjadi warga negara Indonesia, dan sebelumnya pernah menjadi tentara AU Amerika, mekanik senior pesawat kerajaan Saudi Arabia, dan saat ini sebagai instruktur selam dengan sertifikat internasional, pengarang buku, jurnalis serta penceramah. Saya juga sempat meminta tanda tangan beliau di cover depan buku sebagai kenang2an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Jerry yang penampilannya lima belas tahun lebih muda dari usianya bercerita tentang pentingnya pengobatan dengan kembali ke cara Nabi serta menggunakan konsep “Back to Nature”. Beliau membahas mulai dari Bekam, Kurma, Habbatussauda (jinten hitam) , minyak Zaitun serta Madu, hal2 ini dikombinasikan dengan pemilihan makanan yang tepat serta sikap hidup yang baik akan membawa kita pada kualitas hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian akhir mirip seperti buku-nya di “Deadly Mist”, beliau kembali menyinggung konspirasi dunia medis, industri farmasi, mass media (khususnya dunia advertising untuk produk2 kesehatan) serta pemerintah yang dalam hal ini didasari lebih ke pertimbangan komersil ketimbang membuat masyarakat yang sehat. Beliau juga menyinggung banyak sekali produk2 alam serta bagaimana menggunakan-nya mulai dari kayu manis, lidah buaya, apel, alpukat, bambu, berbagai jenis kacang, bit, paprika, wortel, blueberry, singkong, cabai merah, cengkih, bawang putih, jahe, teh rosella, jambu biji, kiwi, bawang merah, jeruk, pepaya, delima , tomat, semangka serta garam. Untuk bagian ini sepintas saya teringat dengan almarhum profesor Hembing yang baru2 ini dipanggil oleh Nya (semoga diberikan Allah kelapangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sebagian besar terapi ini sudah dicoba sendiri oleh Jerry, dan beliau menambahkan disamping pengobatan penting-nya keyakinan serta doa pada Allah. Karena ini merupakan bagian dari proses penyembuhan. Buku ini merupakan buku yang menarik dan sebagian dari isi buku ini menginspirasi saya untuk memulai hidup yang lebih sehat dengan cara Nabi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-2244065623202367844?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/2244065623202367844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=2244065623202367844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2244065623202367844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/2244065623202367844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/rasulullah-is-my-doctor-nya-jerry-d.html' title='Rasulullah is My Doctor nya Jerry D Gray'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1170096039774607373</id><published>2011-08-18T08:46:00.001+07:00</published><updated>2011-08-18T08:47:59.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>7 Rahasia Kaya dan Sukses Abdurrahman bin Auf nya V.Dinsi dan T.Ardiyanti</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Ini buku kedua yang saya peroleh dari acara ceramah siang di bulan Ramadhan 2011 komunitas masjid Wisma Metropolitan. Nama sang pengarang sekaligus penceramah cukup akrab karena saya pernah membaca salah satu bukunya terntang enterpreneurship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover bukunya meriah, dan disertai kata2 Abdurrahman bin Auf yaitu “Sejak itu dunia datang menghadapku (red : kiasan makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak”. Sosok satu ini merupakan satu dari sepuluh sahabat Nabi yang dijanjikan akan menikmati Surga kelak dan satu dari delapan orang yang pertama tama meyakini Islam. Dari cerita sejarah dapat disimpulkan beliau lah sahabat Nabi yang paling sukses secara ekonomi, dan perdagangan yang dilakukannya tidak hanya meliputi Madinah dan sekitarnya, tetapi sampai ke Mesir dan Syria. Hanya saja karena bisnisnya yang luar biasa, semasa hidup Nabi pernah menyatakan bahwa kelak Abdurrahman bin Auf akan masuk surga namun dengan merangkak sehingga Nabi menyarankan Abdurrahman untuk meminjamkan harta-nya di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ini merupakan akibat dari rezeki perdagangan yang muncul dari sekian banyak transaksi sehingga otomatis akan menimbulkan resiko yang lebih besar dibanding seseorang yang hidupnya pas2an dan hanya mengandalkan sedikit atau bahkan satu sumber mata pencaharian. Meski demikian semasa hidupnya Abdurrahman bin Auf selalu memberikan sumbangan harta yang luar biasa besar bagi kemajuan umat, dan ketika meninggal beliau meninggalkan harta sebanyak 1000 unta, 100 kuda, 3000 kambing serta warisan emas dan perak yang cukup bagi semua anggota keluarga yang ditinggal serta 80.000 dirham untuk setiap orang dari keempat istrinya. Justru kata2 Nabi mengenai masa depannya kelak, membuat beliau lebih bersemangat lagi dalam bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kualitas kepribadiannya, Abdurrahman bin Auf juga merupakan seorang kandidat Khalifah sebagai pengganti Khalifah sebelumnya, namun jiwanya yang tidak ambisius justru mengarahkannya untuk mundur dan lebih memilih Utsman bin Affan sebagai pengganti Khalifah Umar bin Khatab. Beliau juga dikenal sebagai seseorang berpenampilan sederhana sehingga bahkan tidak bisa dibedakan dengan karyawan-nya. Di tubuhnya terdapat paling tidak 20 bekas luka, beberapa gigi seri yang patah serta kaki yang pincang akibat peperangan melawan kaum kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini pengarang mencoba untuk menganalisa hidup Abdurraman bin Auf lewat 7 hal yaitu, keyakinan, strategi memilih jenis usaha, kualitas barang dan layanan (yang mengandalkan kejujuran), super team, kepemimpinan, sistem bisnis dan sedekah. Bagi saya buku ini unik, dan mengingatkan bahwa sukses memerlukan cara, dan sukses tidak selalu berkonotasi dunia melainkan juga surga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-1170096039774607373?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/1170096039774607373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=1170096039774607373&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1170096039774607373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/1170096039774607373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/7-rahasia-kaya-dan-sukses-abdurrahman.html' title='7 Rahasia Kaya dan Sukses Abdurrahman bin Auf nya V.Dinsi dan T.Ardiyanti'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-5495095782169861465</id><published>2011-08-14T10:03:00.002+07:00</published><updated>2011-08-14T10:05:38.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Spirit Bruce Lee nya Andri Wongso</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Learning is constant process of discovery, a process without end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Jika tahun 2011 ini beliau masih hidup, maka usianya paling tidak sudah 70 tahun. Tetapi dia sudah meninggalkan kita 38 tahun yang lalu di usia 32 tahun. Meski bintang2 baru bermunculan seperti Jackie Chan, Jet Li ataupun Donnie Yen, nama Bruce Lee tetap tidak bisa disisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Knowing is not enough, you must apply, willing is not enough, you must do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Jackie Chen : "Bruce Lee memang hebat, saya tidak pernah berpikir dapat mengalahkan dia dalam satu perkelahian dan saya tidak bodoh untuk mencobanya. Ketika pembuatan Enter The Dragon, Bruce menendang muka saya hingga jatuh dan tak bisa bergerak, tetapi dia menghampiri saya dan minta maaf karena tidak bermaksud membuat saya cedera. Walau dia bintang besar tetapi kerendah hatiannya menyentuh semua orang. Orang seperti dia akan selalu diingat karena karakter, semangat dan prestasinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Our grand business is not to see what lies dimly at distance, but to do what lies clearly at hand.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jet Li : "Bruce Lee adalah master bela diri kungfu yang mumpuni, autentik, asli. Demikian juga dengan filosofinya, gerakannya, mental dan fisiknya, sangat mengagumkan. Saya penggemarnya dan film-nya sangat menginspirasi saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I create opportunities&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Donnie Yen : "Bruce lahir mendahului zaman-nya, dia figur orang China terbesar dalam bidang film, melebihi para aktor lainnya. Dia inspirator, tak ada yang mendekati kehebatannya, dan sulit membayangkan ada yang sanggup menyamainya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I fear not the man who has practices 10.000 kicks once, but I fear the man who had practices one kick 10.000 times&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Nama asli-nya adalah Lee Jun Fan, orangtuanya Lee Hoi Chuen dan Grace Lee (keturunan Jerman – Asia). Lahir di San Fransisco, anak keempat dari lima bersaudara. Karena lahir di tahun naga dan pada jam naga, dia mendapat julukan Li Xiao Long atau Naga Kecil. Ketika kecil sakit2an, akan tetapi dengan latihan fisik yang luar biasa dia mempunyai tingkat kebugaran yang khusus. Sangat suka membaca dan memiliki ribuan koleksi buku. Bahkan sambil berlatih dengan satu tangan, tangan yang lain digunakan untuk membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Use only that which works, and take it from any place you can find.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tahun 1941, saat masih berumur 3 bulan, keluarga Bruce Lee pindah ke Hong Kong. Gurunya bernama Yip Man, yang mengajarkan ilmu beladiri tradisional Wing Chun di tahun 1954. 1959 Kembali seorang diri ke Amerika untuk menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Make at least one definite move daily toward your goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sekembalinya ke Amerika, Bruce Lee semakin dikenal dengan film2-nya sbb; The Big Boss (1971), Fist of Fury (1972), Way of The Dragon (1972), Enter The Dragon (1972), dan Game of Death (1973).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The change is from inner to outer. We start by dissolving our attitude not by altering outer conditions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Bruce Lee juga menciptakan banyak hal seperti Jeet Kune Do, teknik pukulan 1 inch, tendangan beruntun, teknik double stick, teknik melatih otot sayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Those who are unaware the are walking in darkness will never seek the light.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruce Lee juga seorang yang puitis, Sebagaimana kata2 yang dia sampaikan pada calon istrinya sbb "Cinta bagai persahabatan yang terperangkap dalam api. Pada mulanya adalah nyala yang besar, panas, dan berkedip. Begitu cinta semakin matang, demikian juga hati, dan menjadi seperti batu bara, terbakar lama dan tak dapat dipadamkan". Bruce mempunyai seorang anak yaitu Brandon Lee, mengikuti jejak ayahnya, dan juga meninggal secara misterius dalam salah satu film-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Do not pray for an easy life, pray for the strength to endure a difficult one&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Bruce Lee adalah misteri yang tidak pernah terungkap. Mati di puncak karir. Dan tetap dikenang sebagai Bintang Film, Ahli bela diri, Filsuf, Sutradara, Guru dan Penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-5495095782169861465?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/5495095782169861465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=5495095782169861465&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5495095782169861465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/5495095782169861465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/spirit-bruce-lee-nya-andri-wongso.html' title='Spirit Bruce Lee nya Andri Wongso'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-6349352229091604117</id><published>2011-08-09T11:10:00.003+07:00</published><updated>2011-08-14T10:03:15.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>The Glorious nya Abdurrahman Asy Syarqawi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Hemm apa yang membuat saya tertarik dengan buku ini, salah satunya adalah karena pengarang meski tokoh mesir, dan namun terbuka terhadap berbagai sumber bacaan termasuk dari kelompok Syiah selain sumber sumber Sunni. Selama dapat dipertanggung jawabkan, maka tokoh kita ini akan menggunakan sumber sumber tersebut untuk melengkapi ceritanya menjadi lebih komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas siapa yang dimaksud dengan The Glorious, tak lain dan tak bukan adalah menantu Nabi, yaitu Ali Bin Abi Thalib. Berikut ini beberapa kisah menarik yang dituliskan dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pertama, suatu hari di masa khalifah Abu Bakar, seorang Yahudi bertanya siapa pewaris ilmu Nabi, ketika Ali ditunjuk untuk menjawab, maka Si Yahudi langsung bertanya dengan maksud menguji “Apa yang tidak dimiliki Allah, tidak ada pada Allah dan tidak diketahui Allah”, jawab Ali “Yang tidak dimiliki Allah adalah anak, yang tidak ada pada Allah, adalah perbuatan zalim pada hamba-Nya, dan yang tidak diketahui Allah adalah sekutu-Nya, karena sesungguhnya Allah tidak mempunyai sekutu”. Dan dengan demikian si Yahudi mengucapkan kalimat pengakuan dan bersaksi bahwa Nabi adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kedua, pada masa Khalifah Umar, beberapa orang menemukan seorang lelaki aneh yang melontar kalimat2 yang membuat resah banyak orang, dia mengatakan “Aku seorang yang mencintai fitnah, membenci yang hak (benar), membenarkan Yahudi dan Nasrani, percaya pada yang belum aku lihat dan menetapkan yang belum diciptakan” ketika Ali mendengar apa yang dikatakan lelaki itu ia malah tertawa dan berkata bahwa yang dikatakan lelaki adalah kebenaran “Sebagaimana surat al anfaal 8:28 bahwa harta dan anak2 kita adalah fitnah sehingga lelaki itu mencintai fitnah, sebagaimana surat Qaf 50:19 ajal adalah sesuatu yang hak dan lelaki itu membenci kematian, sebagaimana Al Baqarah 2:113 bahwa kaum Nasrani dan kau Yahudi saling mengejek bahwa satu sama lain tidak memiliki pegangan sehingga lelaki itu mengatakan pernyataan kedua kaum itu benar, lalu dia beriman pada yang belum pernah dia lihat yaitu Allah dan menetapkan yang belum diciptakan atau terjadi yaitu kepastian datang-nya Kiamat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ketiga, pada masa Khalifah Umar, beliau didatangi tiga pendeta Yahudi, dan mereka mengatakan pada Khalifah bahwa mereka mempunyai pertanyaan yang kalau dapat dijawab Umar maka mereka yakin Islam agama yang benar tetapi kalau salah, maka Islam adalah agama yang batil dan Nabi Muhammad adalah nabi palsu. Umar mempersilahkan dan lalu mereka bertanya “Apa itu penutup langit, dan apa pembukanya, apakah kuburan yang bergerak membawa penghuninya, siapakah yang memberikan peringatan pada kaum-nya tetapi bukan jin dan bukan pula manusia, lima benda yang mampu berjalan diatas bumi tetapi tidak berasal dari rahim”, karena Umar kesulitan menjawab maka beliau minta bantuan Ali, maka Ali pun menjawab “Aku akan menjawab asalkan kalian menerima syaratku, yaitu kalian mengakui dan masuk Islam”, dan karena yakin Ali tidak mampu menjawab maka ketiga ulama Yahudi ini pun mau menerima syarat tersebut, maka Ali pun menjawab “Penutup langit adalah syirik atau menyekutukan Allah, pembuka langit adalah mengakui keesaan Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan-nya, kuburan yang bergerak adalah ikan raksasa yang membawa Nabi Yunus, sedangkan pemberi peringatan pada kaumnya yang bukan jin dan bukan pula manusia adalah semut yang sarang-nya nyaris diinjak Nabi Sulaeman sebagaima surat An Naml 27:18, dan lima mahluk yang mampu berjalan tetapi bukan berasal dari rahim adalah Nabi Adam, Siti Hawa, unta Nabi Saleh, domba Nabi Ibrahim dan tongkat Nabi Musa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban tersebut maka dua diantara ulama Yahudi akhirnya mengaku kalah dan mengucapkan kalimat syahadat, akan tetapi yang satu masih ingin mengajukan pertanyaan yaitu “Siapakah kaum yang mati selama 300 dan 9 tahun dan Allah menghidupkan mereka”, maka Ali menjawab “Ashabul Kahfi”, meski jawaban Ali benar, ulama Yahudi yang tersisa ini masih belum puas dan melanjutkan pertanyaan-nya “Siapa nama2 Ashabul Kahfi, nama Bapak-nya dan nama Kakek-nya, nama Kota mereka, nama Raja-nya, nama Anjing-nya, nama Gunung-nya dan nama Gua-nya” maka Ali dengan tenang menjawab nama semua Ashabul kahfi serta menyebutkan Bapak-nya dan Kakek-nya sekalian serta melanjutkan “Kota-nya Tharsus, Raja-nya Diqyanus, anjing-nya Qithmir, gunung-nya Bajalus, gua-nya Al Washid” setelahnya ulama Yahudi yang tersisa lalu tanpa ragu ragu mengucapkan kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kisah kisah Ali membantu para Khalifah sepeninggal Nabi dengan pendapat pendapatnya yang jernih dan cerdas khususnya untuk kasus2 yang tidak terjadi pada zaman Nabi Muhammad, rasanya tak salah ketika Nabi Muhammad mengatakan, “Jika aku gudang ilmu, maka Ali-lah kunci-nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-6349352229091604117?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/6349352229091604117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=6349352229091604117&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6349352229091604117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/6349352229091604117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/glorious-nya-abdurrahman-asy-syarqawi.html' title='The Glorious nya Abdurrahman Asy Syarqawi'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-7620238473061437398</id><published>2011-08-09T10:59:00.003+07:00</published><updated>2011-12-20T15:59:26.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Untuk Indonesia yang Kuat nya Ligwina Hananto</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 78%;"&gt;Cover buku-nya menarik simpel tapi kuat, tangan yang terkepal mengingatkan saya salah satu album Metallica. Membaca komentar dari teman2 Wina (demikian pengarang biasa disebut) juga sangat membuat gairah membaca buku ini menjadi berlipat diawal-nya. Tidak cuma teman2 Wina, halaman belakang bahkan menunjukkan tokoh2 papan atas, seperti Wimar Witular. Fira Basuki dan Arief Suditomo. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 78%;"&gt;&lt;br /&gt;Sayang setelah masuk beberapa halaman, saya kok merasa ini merupakan kemasan lain dari Buku Kiyosaki, meski demikian dijelaskan dengan cara yang lebih sederhana dan contoh2 praktis yang sangat familiar di sekeliling kita, tanpa memuncul kuadran khas-nya Kiyosaki. Jadi ingat bagaimana di 2004 akhirnya saya menerapkan ilmu Kiyosaki membeli Real Estate di salah satu lokasi strategis, dan menjualnya dengan harga 166% lebih tinggi empat tahun kemudian, setelah disewakan sebesar 5% dari harga beli pertahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a avglschecked="1" href="http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://gramediaonline.com/images/prod_images/200395349_large.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://gramediaonline.com/moreinfo.cfm%3FProduct_ID%3D716111&amp;amp;usg=__COHgLmqyGemqY9cerTct4c0wIxQ=&amp;amp;h=240&amp;amp;w=240&amp;amp;sz=17&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=152&amp;amp;sig2=4rdBthcK5W_QU0dXP8PBVQ&amp;amp;zoom=1&amp;amp;tbnid=amJQpBp5lA21sM:&amp;amp;tbnh=110&amp;amp;tbnw=110&amp;amp;ei=F07wTvmfGci4rAfCkr3mDw&amp;amp;prev=/search%3Fq%3Dligwina%2Bhananto%26start%3D140%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26rlz%3D1T4ADFA_enID408ID425%26tbm%3Disch&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1"&gt;&lt;img height="110" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRgVYRqrQ8uOr7UZ2b1hFlLp9s2jyAF1oxsFWSYuZM2WRhRPuf6v21rJPk" width="110" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian strategi ala Kiyosaki digabung oleh Wina dengan kelompok perubahan yang ia sebut dengan “The Stronger Middle Class” yang mana ini merupakan kelompok usia produktif, dan diduga keras punya masalah dengan manajemen keuangan pribadi, terjebak pada hal2 yang murni konsumtif dan tidak tahu bedanya kebutuhan dan keinginan. Jika kelompok ini melek keuangan, maka bisa dibayangkan dampak-nya pada Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wina juga menyayangkan kalau kelompok ini terjebak pada penggunaan credit card yang tidak semestinya, atau bahkan mengira dengan menabung akan dapat menyelamatkan kondisi finansil “The Stronger Middle Class” di masa depan. Padahal menabung dengan mengabaikan inflasi akan menyebabkan masalah serius di kemudian hari, mengingat inflasi dapat mencapai 2 dijit per tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Kiyosaki, Wina menyarankan untuk berani berinvestasi jangka panjang, lewat reksa dana, surat berharga ataupun sebagai pebisnis. Wina juga menyarankan kelompok ini untuk berlibur ke pelosok2 Indonesia, dalam rangka menyebarkan rizki dan membangkitkan perekonomian, untuk yang satu ini tentu saya setuju sekali, ironis rasanya kalau orang Indonesia berlibur ke Singapore, misalnya, padahal alam Indonesia luar biasa indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal menarik lainnya, di filler hitam dengan font putih, Wina dan team desain menempatkan kata2 dari tokoh2 dunia yang sebagian besar diseleksi via Sid Meier Civilization IV misalnya kata2 Ali Bin Abu Thalib “There is no wealth like knowledge, no poverty like ignorance” selain Kata2 sakti Gene Roddenberry seperti “To boldly go where no one has gone before”. Terakhir, menyenangkan untuk tahu kalau Wina ternyata pernah di Sorowako dengan Danau Matano-nya yang indah, kebetulan saya pernah kesana , jadi bisa membayangkan bagaimana menyenangkan-nya tinggal disekitar danau tsb, sebagaimana masa kecil Wina. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-7620238473061437398?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/7620238473061437398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=7620238473061437398&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7620238473061437398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7620238473061437398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/untuk-indonesia-yang-kuat-nya-ligwina.html' title='Untuk Indonesia yang Kuat nya Ligwina Hananto'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4644025188941094734</id><published>2011-08-05T14:12:00.003+07:00</published><updated>2011-08-05T14:22:20.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Wangi Ahlak Nabi nya Ahmad Rofi’ Usmani</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Covernya sudah sangat menarik perhatian, khususnya kutipan kata kata Gandhi yang berbunyi sbb &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;“Ahlak Mulia Muhammad, dan bukannya pedang yang menyebabkan umat Muslim berjaya dan mampu menyingkirkan segala penghalang. Ketika menamatkan biografi Muhammad, saya sedih karena tidak ada lagi yang bisa saya baca tentang kehidupan nan agung itu”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Membaca kalimat Gandhi, saya jadi ingat persis bagaimana perasaan saya ketika akhirnya menamatkan Muhammad karya Martin Lings, setelah masa masa penuh cinta antara saya dengan Beliau di antara tiang tiang Masjidil Haram, dalam perjalanan menuju Madinah, diantara tiang tiang Masjid Nabawi dan dalam perjalanan menuju Jeddah, ternyata tidak jauh dengan yang dirasakan Gandhi, semakin tipis buku-nya semakin sedih rasanya seakan akan hidup Sang Nabi yang telah berlalu ratusan tahun muncul kembali di depan mata, dan Beliau akan pergi untuk kedua kalinya meninggalkan umat-nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi membuka buku ini, agak sedikit penasaran dengan model seleksi yang dilakukan pengarang, karena kadang yang dimunculkan bukan melulu ahlak Nabi Muhammad, melainkan juga kisah2 Nabi yang lain, serta bahkan beberapa kisah sahabat setelah wafatnya beliau, sehingga terkesan tidak begitu sejalan dengan judul-nya, mungkin akan lebih baik jika judul-nya disesuaikan menjadi “Wangi Ahlak Para Nabi dan Pengikutnya” atau “Wangi Ahlak Ala Nabi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menarik justru di Prakata dimana dikutip perjalanan spiritual Malcolm X yang merasa terisolasi dari komunitas kulit putih di US, justru disambut bagaikan saudara sekandung ketika menunaikan perjalalan Haji. Sehingga ini mengubah pandangan ybs dalam memandang ras lain secara lebih positif. Meski akhirnya berakhir dengan tragis, yaitu 21/2/1965 tepatnya jam 15:00, seseorang tidak bertanggung jawab menembak beliau ketika berpidato di Audobon Ballroom, Harlem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian buku yang cukup rinci ini khususnya dalam sejarah para tokoh didalam-nya, tetap memberikan manfaat bagi kita untuk menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari hari. Juga karena bahasa yang mengalir lancar, deskriptif dan disusun dengan ketelitian. Dan lewat buku ini kita belajar tentang keindahan cinta, persaudaraan dan kebajikan. Dan semoga wangi-nya ahlak yang dituliskan dalam buku ini dapat juga kita rasakan semerbaknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4644025188941094734?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4644025188941094734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4644025188941094734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4644025188941094734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4644025188941094734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/wangi-ahlak-nabi-nya-ahmad-rofi-usmani.html' title='Wangi Ahlak Nabi nya Ahmad Rofi’ Usmani'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-3266864053551234591</id><published>2011-08-04T16:24:00.002+07:00</published><updated>2011-08-04T16:34:17.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>My Faith My Islam nya Eboo Patel</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;“Apakah anda mencoba untuk mengajari anak anak muda bahwa semua agama adalah sama ?”, tanya seorang peneliti senior pada Eboo Patel, “Tidak sama sekali, saya cuma ingin menunjukkan pada anak muda bahwa agama punya banyak persamaan, tetapi mereka mempunyai jalan-nya masing masing baik kitab suci, ritual dan para pahlawan-nya” jawab Eboo. “Apa yang saya lakukan adalah bagai menghindari Scylla dan Charybdis” ** dalam kerja sama antar agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari betapa banyak kaum muda yang mendapatkan cara yang salah dalam menyikapi perbedaan keyakinan, Eboo tertarik untuk mendirikan kerja sama antar agama. Hal ini bersumber terhadap kesulitan rasial yang dia hadapi, sebagai imigran India muslim yang besar di Amerika serta sempat mengambil program Doktor di Inggris. Buku ini mengingatkan saya akan pembunuhan massal di Norwegia oleh anak muda yang merasa dirinya terpilih sebagai penerus “Knight of Templar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dibesarkan dalam keluarga Islam, sayangnya pengajaran yang di dapat Eboo lebih banyak ke ritual dan bukan esensi, masuk dalam Catholic Workers lalu bertemu Dalai Lama serta akhirnya disadarkan oleh Nenek-nya di India tentang penting-nya melayani sesama manusia. Akhirnya Eboo menemukan keindahan Islam justru lewat para guru besar Oxford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi oleh karakter Nabi Muhammad khususnya dalam perjanjian Hudaibiyah dan juga puisi2 Rumi, Ebo menemukan kembali Islam, dan menyadari tugas utama-nya adalah sebagai pionir dalam kelompok kerja sama antar agama, untuk memberi kaum muda kesadaran dalam memahami perbedaan. Sungguh suatu buku yang menarik untuk dibaca, tidak salah kalau Bill Clinton memberikan komentar positif pada buku ini dengan “Kisah tentang penemuan dan harapan yang ditulis dengan indah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;** Scylla monster laut dalam mitologi Yunani sementara Charybdis adalah pusaran air diseberang Scylla dimana keduanya adalah hal yang sangat dihindari pelaut pada masa lalu dan menjadi perlambang yang menyatakan kesulitan menghadapi dua hal yang tidak menyenangkan. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-3266864053551234591?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/3266864053551234591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=3266864053551234591&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3266864053551234591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/3266864053551234591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/08/my-faith-my-islam-nya-eboo-patel.html' title='My Faith My Islam nya Eboo Patel'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-4225904604262286033</id><published>2011-07-20T17:56:00.003+07:00</published><updated>2011-07-20T18:48:25.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Konspirasi Pertempuran Laut Arafuru-nya Julius Pour</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Sejak kecil saya sangat menyukai kisah pertempuran Laut Arafuru, khususnya kisah kepahlawanan Komodor Jos Soedarso. Seingat saya bahkan PT Pos Indonesia pernah mengeluarkan seri perangko kepahlawanan beliau, yang kadang saya lihat dan nikmati pada surat untuk ayah ataupun ibu yang diterima di rumah. Ketika beberapa minggu lalu jalan2 ke toko buku Gramedia, mata saya tertumbuk pada buku Julius Pour, maka tanpa berpikir panjang langsung saya jadikan buku sekitar 280 an halaman ini sebagai salah satu koleksi buku saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;Buku ini menarik, dan mengungkapkan hal2 dibelakang peristiwa tersebut, termasuk fase persiapan, kenapa AURI tidak bisa membantu, dan hal yang tidak terduga yaitu kondisi psikologis Jos Soedarso. Khusus yang terakhir ternyata Jos Sudarso baru saja kehilangan bayi pertama, yang sebelumnya sakit dan melakukan perjalanan darat yang relatif jauh atas perintah Jos Soedarso kepada istrinya. Perasaan bersalah yang dialami beliau serta ditambah dengan beban dan tuduhan Bung Karno yang meragukan kompetensi-nya membuat beliau nekat untuk bergabung dengan armada yang dipimpin Soedomo. Dalam perjalanan tersebut beliau juga membawa bendera merah putih yang ingin dia tancapkan di bumi Irian sebagai bukti bahwa Jos Soedarso bukanlah seorang pengecut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;Posisi Soedomo sendiri juga unik, meski ybs merupakan komandan untuk operasi ini, akan tetapi Jos Soedarso adalah atasan-nya. Untung saja Jos Soedarso, tetap meminta Soedomo tetap memperlakukan Jos Soedarso sebagai anak buah, karena komandan operasi secara lapangan harus tetap dianggap sebagai orang nomor satu yang harus diikuti perintah-nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;Mengenai peristiwa tenggelamnya KRI Matjan Tutul, juga menimbulkan kontroversi, akan tetapi secara umum analisa yang paling mengena adalah kondisi psikologis Jos Soedarso membuat ybs berani menjadi martir demi menyelamatkan KRI Harimau dan KRI Matjan Kumbang. Dengan tetap mengarahkan kemudi menuju kumpulan HRMS Eversten, HRMS Kortenaer dan HRMS Utrecht, KRI Matjan Tutul seakan menjadi tumbal bagi yang lain. Situasi ini dipersulit juga karena Belanda juga mengerahkan pesawat Nepptune dan Firefly. Sayang-nya meski kapal2 KRI buatan Jerman ini sebenarnya standar-nya dilengkapi masing2 empat torpedo dan mesin mercedes benz yang mumpuni , tidak ada satupun yang berhasil diluncurkan, karena torpedo-nya sendiri sengaja tidak dibawa untuk menambah kapasitas daya tampung prajurit yang akan di daratkan di pantai Kaimana sebagai bagian dari operasi infiltrasi. Sehingga akhirnya Matjan Tutul berserta 25 awak kapalnya terkubur di dasar laut. Para prajurit infiltran dan AD yang kebetulan ada di bagian atas sempat meluncurkan perahu karet untuk menyelamatkan diri, meski akhirnya ditangkan oleh tentara Belanda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;Uniknya meski misi ini dinilai gagal dan bocor ke tangan musuh, dampak politisnya sangat tinggi dan membuat Belanda terpojok, dan akhirnya lewat operasi Mandala, Irian Barat menjadi bagian dari Republik Indonesia. Dimana saat itu karena bukan merupakan operasi infiltrasi, maka persenjataan Indonesia benar2 dilengkapi dengan persenjataan penuh, termasuk lusinan kapal perang ALRI yang dikomandani oleh Soedomo. Buku ini ditutup dengan akhir hidup yang tragis dari beberapa pahlawan perang Arafuru, semoga negara lebih memberikan perhatian pada para pahlawan ini. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-4225904604262286033?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/4225904604262286033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=4225904604262286033&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4225904604262286033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/4225904604262286033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/07/konpirasi-pertempuran-laut-arafuru-nya.html' title='Konspirasi Pertempuran Laut Arafuru-nya Julius Pour'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-7906528072355877833</id><published>2011-07-18T15:46:00.004+07:00</published><updated>2011-07-18T15:50:52.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Pak Kalla dan Presiden-nya Wisnu Nugroho</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Saya baru beli dua buku dari mengenai SBY, yang dibuat Wisnu Nugroho, akan tetapi ketika akan membeli buku ketiga serta keempat, saya lebih tertarik buku Pak Kalla. Sejujurnya apa alasan saya lebih tertarik dengan buku Pak Kalla, bagi saya kolaborasi beliau dengan SBY bisa dibilang dahsyat, SBY yang pemikir dilengkapi dengan Pak Kalla yang cepat dan gesit, membuat Negara kita memiliki dua fungsi penting untuk bisa jalan, yaitu rem dan gas. Dari buku ini kita bisa melihat bagaimana Pak Kalla bertindak, dengan ciri khas-nya yang cermat, cepat, berani dan blak-blakan serta membuat kesan bahwa negara ini memiliki pilot yang dengan sigap membawa bangsa ini kearah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kasus demo di Situ Gintung, ketika Pak Kalla sedang berkunjung ke lokasi, dengan sigap dan berani langsung mendatangi pendemo yang berkoar koar dengan pengeras suara dan mengeritik keras pemerintah serta sebaliknya bertanya apa yang sudah sang pendemo lakukan untuk korban, berapa banyak mayat yang sudah dia mandikan, sehingga membuat sang pendemo mati kutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika Pak Kalla mencampakkan nasakah pidato yang begitu begitu saja dari satu pidato ke pidato lain-nya, serta mengabaikan aturan protokoler kepresidenan dengan tanpa ragu mengambil inisiatif menyalami semua yang hadir. Pak Kalla bahkan berani menaikkan BBM sekaligus meski kebanyakan birokrat menyarankan untuk kenaikan secara bertahap, hal ini mengingatkan kita keputusan beliau mengganti minyak tanah dan gas serta memaksakan ujian nasional. Ini menunjukkan bagi Pak Kalla, pemimpin yang sebenarnya adalah pemimpin yang berani mengambil resiko meski kadang putusan yang harus dilakukan sama sekali tidak populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akhirnya juga dapat mengerti bagaimana Pak Kalla, ternyata menjadikan keluarga sebagai pelengkap yang setara dalam menghadapi berbagai persoalan hidup sekaligus menunjukkan rahasia dibalik kekuatan beliau. Rasanya tidak salah kalau kita bisa menyebutkan Pak Kalla, sejauh ini adalah satu satunya Wakil Presiden RI yang paling efektif dalam sejarah Indonesia. Bahkan menurut Buya Syafii Ma’arif, Pak Kalla lah yang berhak disebut sebagai “The Real President”. Dan rasanya semakin terasa kalau hal ini tidaklah salah salah amat, melihat kondisi bangsa ini di periode kedua yang justru malah menurun, misalnya dengan kasus korupsi di tubuh Partai Demokrat, dan lambatnya respon dan ketidak jelasan sikap pemerintah terhadap masalah masalah bangsa. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-7906528072355877833?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/7906528072355877833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=7906528072355877833&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7906528072355877833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/7906528072355877833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/07/pak-kalla-dan-presiden-nya-wisnu.html' title='Pak Kalla dan Presiden-nya Wisnu Nugroho'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-114002645575547596</id><published>2011-07-18T15:42:00.003+07:00</published><updated>2011-07-18T15:53:05.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan'/><title type='text'>Kisah Tragis Oei Hui Lan-nya Agnes Davonar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Melihat cover buku ini di meja rekan kerja harus diakui cukup menggoda, apalagi saya sejak kecil sangat suka membaca biografi tokoh terkenal untuk dipelajari, syukur2 ada yang bisa menjadi inspirasi bagi perjalanan kita di dunia yang sangat singkat ini. Tetapi sebelumnya saya minta maaf dulu pada rekan kerja saya, kalau2 kebetulan dia membaca blog ini, karena saya belum sempat izin meminjam buku-nya sehubungan ybs sedang mengambil cuti cukup panjang he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu puisi di buku ini, yang berkesan, dan tentu saja akan lebih baik jika ditempatkan di halaman pembuka, baiknya saya kutip saja, dengan sedikit modifikasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Layang layang memang dapat terbang setinggi dan selama mungkin di langit,&lt;br /&gt;akan tetapi ke bumi jua lah sang layang layang akan kembali dan tak berdaya pada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat saja berpesta hari ini, dengan cara semeriah dan sehebat hebatnya,&lt;br /&gt;akan tetapi pada akhirnya setiap pesta hanyalah teringat sebagai kenangan dan bagian dari masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memiliki materi yang sangat menarik, dari kisah nyata, bahkan juga dengan pengantar yang juga merupakan kerabat dari Oei Hui Lan sehingga menambah bobot-nya sebagai sebuah sejarah. Sayangnya meski memiliki kesempatan untuk menjadi buku yang hebat, cara bercerita yang pilih Agnes, terasa kurang mengalir, dan serta secara sastra kurang hidup. Menurut hemat saya, jika diberikan sentuhan sastra, serta imajinasi mengenai emosi Oei Hui Lan lebih diperkaya, dan riset mengenai situasi masa tersebut, misalnya mengenai detail kapal yang digunakan, atau ditambahkan peta dunia penjelajahan Oei Hui Lan atau situasi Semarang saat itu serta foto2 rumah Oei Tiong Ham saat ini misalnya, maka ini buku ini bukan tidak mungkin dapat setara dengan karya “Bumi Manusia” nya Pramudya Ananta Toer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara isi buku, cukup mengagetkan mengetahui bagaimana kaya-nya Oei Tiong Ham, sampai2 memiliki rumah utama yang terdiri dari 200 kamar, 50 pembantu, puluhan koki, kebun binatang pribadi (bahkan dengan koleksi khusus seperti jerapah), kolam dan 11 pelayan untuk setiap anak dari istri pertama. Selain itu beliau juga memiliki sejumlah properti di seluruh dunia, sejumlah pabrik, bank, broker yang berkantor di London, armada kapal, dengan cabang bisnis yang menyebar hingga Bangkok, Singapura, Hongkong, Shanghai, London dan bahkan New York. Kehidupan keluarga-nya juga tak kalah mengagetkan, bayangkan beliau juga memiliki belasan gundik dan lebih dari 40 anak. Banyak yang tidak tahu, kalau saat ini Kian Gwan (yakni perusahaan milik Oei Tiong Ham dulu) beralih nama menjadi PT Rajawali Nusantara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagaimana puisi diatas, apakah Oei Hui Lan bahagia dengan kekayaan yang dimiliki ? Betul bahwa ayahnya memiliki segalanya untuk apapun yang dia perlukan dan dia bisa hidup bagian dunia mana mana saja yang ia ingin miliki. Begitu juga dengan pergaulan dengan kalangan atas mulai dari putri kerajaan Monaco, atau pejabat tinggi seperti Sun Yat Sen, senator Amerika dari klan Kennedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan meski menikah dengan pejabat tinggi Republik Rakyat Cina yang menjadi utusan penting Cina di Amerika akan tetapi tidak membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Begitu juga kekayaan yang ia miliki tak dapat dibawa hingga ia mati. Oei Hui Lan sendiri harus menerima kenyataan sang suami kembali menikah sehingga mengakhiri hidupnya seorang diri dengan melihat bagaimana kekayaan ayah-nya satu persatu lepas, keluarga besarnya pecah belah karena berebut harta. Kemudian pukulan bertubi tubi seperti kematian ayahnya yang misterius, ibunya dan kemudian kakak-nya. Jadi buku ini kembali mengingatkan bahwa bagaimanapun kematian adalah kepastian, dan tidak penting seberapa banyak yang kita miliki, karena pada akhirnya semua itu akan kita tinggalkan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31635852-114002645575547596?l=hipohan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hipohan.blogspot.com/feeds/114002645575547596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31635852&amp;postID=114002645575547596&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/114002645575547596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31635852/posts/default/114002645575547596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hipohan.blogspot.com/2011/07/kisah-tragis-oei-hui-lan-nya-agnes.html' title='Kisah Tragis Oei Hui Lan-nya Agnes Davonar'/><author><name>Husni I. Pohan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17800190171955295269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2gmRr7lTLEQ/S_wCH6PTa9I/AAAAAAAAAA0/qPKdZL8VA94/S220/amm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31635852.post-1956655625708157939</id><published>2011-07-13T00:20:00.002+07:00</published><updated>2011-07-18T15:41:45.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Allen Lande – Kolaborasi Symph-X dan Masterplan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Meski terlalu ringan buat kebanyakan 
