Friday, April 03, 2009

Three Cups of Tea - Greg Mortenson

Menarik membaca buku ini, yang mengisahkan pendakian gunung "spiritual" dari seorang pendaki gunung ketika mencoba mencapai K2 (Karakorum, Pakistan). Meski tidak termasuk list 7 atap dunia, dan cuma menjadi nomor 2 yang tertinggi di dunia serta kalah pamor dengan Everest, di kalangan pendaki K2 adalah salah satu yang tersukar untuk didaki, selain karena alamnya yang tidak bersahabat juga karena kecuraman-nya yang masuk kategori dahsyat.

Akan tetapi pendakian yang menghabiskan waktu berbulan-bulan tsb gagal, karena disaat menjelang puncak, Mortenson memilih menyelamatkan nyawa pendaki lain yang sedang terancam. Keletihan dan kondisinya yang sakit akhirnya meyebabkan dia harus menumpang di sebuah desa suku Balti yang terpencil bernama Korphe.

Desa ini sangat menarik karena meski suku Balti dikenal sebagai suku yang "aneh", akan tetapi cara mereka memperlakukan tamu sangatlah luar biasa. Tiga cangkir teh yang diminum secara bersama-sama sudah cukup membuat mereka bersedia mengorbankan jiwa raga bagi seseorang.

Rasa haru, dan berterima kasih pada penduduk itu akhirnya membawanya untuk membangun sebuah sekolah bagi anak2 di tempat tersebut, yang akhirnya membuat jalan bagi Mortenson untuk mengepalai Centra Asia Institut untuk melanjutkan pembangunan sekolah2 lain. Cara yang dibuat Mortenson seharusnya membuat Amerika malu, yang memilh mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menghancurkan "musuh" nya dibanding merangkul mereka lewat upaya pendidikan (tanpa harus mengubah keyakinan setempat).Mortenson akhirnya mengakui, membuat sekolah jauh lebih sulit dari mendaki gunung.


Sosok menarik lain dalam buku ini salah satunya Jean Hoerni, salah satu pendiri Silicon Valley, jutawan eksentrik yang untuk pertama kali secara serius mau membiayai dan mau mempercayai Mortenson menyelesaikan misi kemanusiaanya.


Np ATM (Alex Scolnick and Friend)

No comments: