Thursday, August 30, 2018

Mengenang Kak Eli - Menggagalkan Upayaku Berpindah Agama.



Tahun 1973, saat aku baru berusia 5 tahun dan masuk SD, Kak Eli naik ke kelas 6. Bersama-sama Bang Ucok yang saat itu kelas 5,  kami bertiga sekolah di SDN 11 yang sama. Sekolah kami cukup dicapai dengan berjalan kaki, menyeberang jalan depan rumah, dan lanjut melewati jalan setapak yang kiri dan kanannya ditumbuhi ilalang.

Suatu hari, aku yang masih terlalu kecil saat masuk SD, dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Tepatnya saat pelajaran agama, dimana Pak Guru menginstruksikan bagi yang beragama Kristen tetap di tempat sedangkan yang beragama Islam pindah ke kelas lain. Aku yang bingung dengan agamaku, lantas duduk saja, menikmati apa yang disampaikan oleh Pak Guru.

Tiba-tiba, nampak sosok teman2 Kak Eli di jendela yang lantas terkejut melihat aku, adik Kak Eli mengikuti pelajaran Agama Kristen. Sepertinya mereka langsung melaporkan situasi tsb, karena tak lama kemudian Kak Eli dengan berani mengetuk pintu, dan meminta izin adiknya dikembalikan ke ruang kelas Agama Islam. Namun Pak Guru mengatakan, “Biarkan saja, adikmu sudah memilih sesuai kata hatinya”. Tak mau kalah, Kak Eli berkata “Tidak pak, adik saya Islam, dan saya harus membawanya keluar ruangan”.

Demikian lah kisah Kak Eli “menyelamatkan” adiknya dari berpindah keyakinan :)

No comments: