Wednesday, March 20, 2013

Everything Is Possible - Kevin Wu

Karya Kevin Wu ini enak dibaca, kombinasi antara pengetahuan dan pengalaman hidup. Begitu masuk di beberapa halaman pertama kita sudah dihadapkan pada kisah hidup keluarga-nya yang bekerja demikian keras namun tetap kesulitan secara ekonomi. Bahkan saat kelas satu SD,  di hari pertama sekolah Kevin sudah harus berjualan. Kevin juga bertahun tahun menjadi pencuci piring di warung orang tua-nya, dan sering sekali baru selesai jam 11 malam, meski saat ujian.



Namun Kevin selalu memelihara sikap positif untuk selalu memilih berpikir "mungkin" daripada "tidak mungkin". Dan hal inilah yang membawa-nya ke kunci sukses dengan menjadi pemilik beberapa perusahaan, dan motivator nasional. Prinsip Kevin ini mengingatkan saya akan hal yang sering disampaikan salah satu atasan di kantor, mengenai musuh dalam hidup "Tidak mungkin", "Tidak bisa" dan "Saya sudah tahu". Pola pikir seperti ini akan menutup kemungkinan "baru" atau cara berpikir lain dalam menghadapi masalah.

Dalam buku ini untuk membuat sesuatu menjadi mungkin, maka Kevin mengenalkan siklus tiga "RE", yaitu REview, REact dan REceived. Analogi tiga RE ini adalah seperti yang dilakukan Wright bersaudara ketika membuat pesawat terbang. 

Kevin juga mencoba belajar dari orang sukses, karena menurut-nya ada sikap sukses yang sama, khususnya dalam pola pikir, pola perilaku dan pola interaksi. Dan jika kita dapat mempelajari hal tsb, maka kita akan bisa sama sukses-nya. Membaca bagian ini, mengingatkan saya akan pepatah arab, "bergaul dengan penjual minyak wangi akan membuat anda harum, dan sebaliknya". Memiliki teman sukses akan membuat anda juga memiliki arah ke aura yang sama.

Kevin juga mengutip kata2 mentor-nya, seperti Andrie Wongso yang mengatakan "Dunia akan KERAS, jika anda LUNAK pada diri sendiri, sebaliknya dunia akan LUNAK jika anda KERAS pada diri sendiri". Sepertinya mirip seperti yang disampaikan Jack Welch, untuk mengubah sesuatu diluar anda, mulailah dari diri sendiri, dengan memiliki "E"nergi, lalu menularkan-nya atau "E"nergize, tidak ragu mengeksekusi-nya atau "E"xecute dan berjuang sampai batas atau "E"dge.

Agar semua usaha ini selalu berada di jalan yang "lurus", Kevin mengutip kata2 Covey yaitu "Begin with End in Mind". Karena cita2 bisa dicapai kalau setiap kali kita diingatkan apakah sudah menuju arah yang benar. Usaha tanpa arah, ibarat membangun rumah tanpa "blue print", jadi pastikan anda memiliki "blue print" masing2 dan lalu mulailah setiap langkah menuju ke arah tsb tak perduli sekecil apa-pun.

Kevin menjelaskan kenapa ada begitu banyak orang yang bekerja keras selama hidup-nya namun tidak juga meraih kesuksesan. Ibu2 yang pada dinihari sudah harus berjualan, nelayan yang pergi saat malam, petani yang menggarap sawah sepanjang hari, dll. Kerja keras tidak melulu cukup melainkan juga harus kerja cerdas. Analogi-nya adalah menangkap kupu2 dengan berlarian membawa jaring besar kian kemari atau membuat taman indah penuh dengan bunga, sehingga kupu2 datang sendiri. Pilihan ada pada diri anda sendiri. 

Kevin juga mengingatkan penting menghadapi rintangan, karena tak ada juara jika tak ada ujian, tak ada pahlawan jika tak ada perjuangan,  tak ada prestasi jika tak ada masalah, tak ada layang2 terbang jika tidak ada angin, tak ada penemuan hal baru jika tidak ada keterbatasan, tak ada otot jika tidak ada beban, dan untuk semua rintangan tersebut, Kevin mengutip kata2 master Zen, Thich Nhat Hanh, yaitu "No Mud No Lotus".

Saat membahas "Ibu Jus" sebagai contoh pengusaha yang menambahkan racikan "antusiasme" dalam setiap minuman yang dibuatnya, Kevin menyimpulkan perlunya sifat2 "Tuhan" ada dalam diri setiap orang. Hal ini mengingatkan saya akan training ESQ-nya Ary Ginandjar dalam mengimplementasikan 99 asmaul husna dalam diri kita, alias nama2 sifat Sang Maha Pencipta.

Kevin juga mengingatkan kita akan kata2 Muhammad Ali "Para pemenang tidak dibentuk di pusat2 kebugaran, mereka di bentuk oleh sesuatu yang ada jauh dalan diri mereka, suatu hasrat, suatu mimpi, suatu visi. Mereka memang harus memiliki KEAHLIAN, namun KEINGINAN harus lebih besar dari KEAHLIAN".

Buku yang sangat enak dibaca, penuh dengan contoh2 orang sukses.

No comments: