Saturday, November 16, 2019

Ada apa dgn produk S*ms*ng Selain HP ?



2 minggu lalu buat mengisi furniture unit apartemen di Jakbar, saya dan istri cari Smart TV. Ternyata di Hypermart, produk TV S*ms*ng sudah lama tak ada. Sales mengatakan silahkan ambil jika mau barang display yang cuma satu2nya untuk setiap model. Karena tanpa diskon apalagi sudah dipakai tiap hari, jelas saja kami menolak. Sales mengatakan barang TV S*ms*ng skr susah di pasaran dan sama sekali tidak ada kiriman stock baru. Akhirnya kami terpaksa ambil Sh*rp.

Rabu 6/Nov/2019 kulkas S*ms*ng satu2nya yang sudah dipakai sekitar 4 tahun mendadak tidak dingin. Call center menyarankan untuk dimatikan minimal 8 jam. Namun setelah dinyalakan ulang tetap tidak dingin, sehari setelahnya saya lapor kembali dan baru diberi nomor tiket. Kejutan, call center memiliki data lengkap soal saya, krn call center kulkas menggunakan database yang sama dengan mobile phone, dimana saya beberapa kali service mobile phone dan smart watch.

Senin 11/Nov saya lapor kembali, krn tak jua ada engineer yang datang, call center minta maaf dan akhirnya seorang engineer datang dan melepas beberapa parts, dan menurutnya ada komponen welding yang harus dilas, proses pemeriksaan ini sudah mengharuskan saya bayar Rp. 115.000. Sang engineer mengatakan paling cepat 12/Nov dan paling lambat 13/Nov akan datang engineer lain dengan estimasi biaya tambahan Rp. 500.000, namun kompresor digratiskan krn ada masa jaminan 10 tahun.

Sd 14/Nov krn masih belum solve, call center kembali saya call, lalu ybs menjanjikan akan ada update sorenya, namun satu2nya update adalah via whatsapp bahwa teknisi OTW ke rumah saya, namun tak jua ada yang datang. Sd hari ini sudah 10 hari kulkas tidak berfungsi, makanan sebagian besar membusuk, yang masih bisa diselamatkan terpaksa disimpan di kulkas klinik. Saya cuma merasa aneh dengan layanan S*ms*ng, sangat berbeda dengan produk mobile phonenya yang memiliki layanan berkualitas tinggi.

Jadi ingat beberapa tahun lalu, S*ms*ng menghabisi divisi printernya, dan menjualnya ke HP Inc. Kompetisi yang berat dengan pemain lama seperti Canon, Xerox, Lexmark dan HP menyebabkan produk yg sebenarnya bagus dan sarat inovasi ini discontinue. Apakah produk2 selain mobile phone memang akan mengalami kebijakan khusus ke depannya ? Dan fokus akan bergeser hanya ke mobile phone yg skr mengalami gempuran hebat produk China ? Entahlah.