Thursday, October 01, 2015

Kenangan Soal Mobil Part #6 dari 9 : Daihatsu


Daihatsu Terios Adventure 2009

Kejutan saat pertama kali pakai, sama sekali tidak menyangka Daihatsu bisa membuat mobil serapi ini, interiornya mengesankan meski mudah kotor. Dan kemudinya kurang akurat karena cenderung ke kiri. Suspensi sangat tidak nyaman alias mengayun kalau penumpang penuh. Namun mesin memuaskan, serta cukup bertenaga.




Sayang over fender berbeda dengan kembarannya alias Toyota Rush, Daihatsu Terios tidak dilengkapi karet, sehingga kotoran mudah terselip diantara over fender dan bodi, lalu lebar ban tidak pas dengan lebar over fender.  Bagi  saya meski ini merupakan varian tertinggi Terios, kualitas asesorisnya kurang bagus, selain karet over fender, karet foot step nya juga gampang copot, dan pemasangan asesoris pintu serta bagian dalam terlihat kurang rapi.



Warna hitam juga ternyata sangat merepotkan, gampang terlihat berdebu dan saat hujan gerimis tanggung, kotoran yang muncul karena air yang mengering sulit untuk hilang. Sejak saat itu saya tidak lagi pernah tertarik dengan mobil hitam. 

Daihatsu Terios TX 2010

Merasa salah pilih dengan Terios yang pertama, saya memutuskan menjualnya lalu membeli Terios TX, mobil ini merupakan mobil dengan transmisi matik pertama yang saya beli. Sebelumnya saya selalu ragu membeli matik, karena bahan bakar lebih boros dan perawatannya perlu skill lebih tinggi.

Namun saat ke Yogyakarta, dengan penumpang penuh sd tiga baris, saya merasa suspensinya terlalu mengayun, sehingga membuat penumpang belakang mual. Saat itu saya merasa kurang puas, meski tenaganya cukup bagus. Setelah dua tahun, akhirnya mobil ini saya lepas dan diganti dengan Pajero. 

Pengalaman menarik dengan mobil ini adalah saat Si Sulung di sundul angkot di jalan tol, terpaksa kami harus mengganti utuh satu pintu belakang. 

No comments: