Monday, August 12, 2013

Inspirasi dari Jawa Timur #4 of 14 Jalasveva Jayamahe


Target berikut-nya adalah monumen angkatan laut setinggi 30 meter dan bertumpu diatas sebuah gedung yang juga bertinggi 30 meter. Dibuat oleh Nyoman Nuarta dalam keadaan terpotong potong di artshop-nya di Bandung kemudian di rangkai di Surabaya. Sayang-nya lagi2 Munir tidak tahu lokasi-nya, dengan mengandalkan GPS juga ternyata tidak banyak informasi yang bisa didapat kecuali lokasi2 yang sudah jelas seperti Tanjung Perak.




Setelah cari sana-sini, ternyata pintu masuk-nya dijaga petugas AMARTIM dan kami diminta ke loket untuk pembayaran tiket, namun petugas disana mengatakan bahwa lokasi ini terlarang untuk kunjungan kecuali Sabtu dan Minggu. Melihat ekspresi kecewa kami, mereka menyarankan kami untuk ke pelabuhan Ferry menuju Madura, menurut mereka, monumen tersebut bisa dilihat dari sana. Setelah putar sana-sini, lagi2 kami harus memasuki pos penjagaan dan lagi2 mentok. Lalu saya bertanya pada petugas kepolisian, dan beliau menyarankan masuk via kantor Syahbandar, namun lagi2 ada pos jaga. Akhirnya meski sempat kesulitan kami putuskan masuk via gerbang untuk penumpang menuju Madura.




“Heiii pak bayarrrr !!” kata petugas gardu jaga gerbang ferry terminal, namun saya yang sudah lolos dari gardu membalas-nya dengan teriak juga “Yang menyebrang siapa mas ? wong cuma lihat2 kok !!”. Lalu kami melintasi kumpulan warung yang menjual es kelapa muda, dan benar2 membuat  puasa kami mendapatkan cobaan yang sebenar-nya. Tak terasa ternyata kami sudah berada di area kantor Syahbandar, setelah melewati beberapa bangunan kantor. Dan lalu terlihatlah Sang Monumen dari situ, sayang sekali hanya topi dan sebagian tubuh, benar2 obyek foto yang menyedihkan.  Untung ada satu bangunan yang menarik, dan lalu kami mengambil beberapa foto disitu, lupakan saja Sang Monumen, seperti-nya dia tidak akrab dengan wisatawan.


Link selanjutnya di http://hipohan.blogspot.co.id/2013/08/inspirasi-dari-jawa-timur-5-suramadu.html

No comments: