Sunday, August 04, 2013

Utsman Ibn Affan - DR. Musthafa Murad

Dari 10 sahabat yang dikabari Rasulullah masuk surga, Utsman adalah orang yang ketiga. Dengan demikian walau banyak yang mengeritik kebijakan Utsman saat menjadi khalifah, orang2 harus mengakui keutamaan beliau.

Bukan itu saja, Utsman satu2nya pria di dunia ini yang menikahi dua putri Rasulullah Ruqayyah RA dan Ummu Kaltsum RA. Bahkan jika Rasulullah mempunyai putri lain-pun, beliau akan merelakan-nya dinikahi kembali oleh Utsman.Karena itulah Utsman yang berkarakter pemalu ini dijuluki Dzunnurain atau pemilik dua cahaya. 



Banyak orang pun tidak bisa melupakan kemurah hatian Utsman saat merelakan mata air milik-nya digunakan untuk kepentingan umat. Beliau juga merelakan sebagian harta-nya yang lain bagi kepentingan umat termasuk tanah. 

Namun salah satu prestasi terbesar Utsman yang memerintah sebagai khalifah selama 12 tahun ini adalah memerintahkan penyusunan ulang Al Quran, yang semasa Abu Bakar dan Umar, baru sempat dikumpulkan saja dalam bentuk berbagai catatan yang tertulis di tulang, pelepah daun kurma, dll. Setelah merilis Al Quran, maka Utsman memusnahkan Al Quran selain itu, agar tidak membingungkan umat setelahnya.

Sebelum akhirnya Utsman terbunuh, Nabi sudah mengatakan bahwa kelak Utsman akan menghadapi cobaan yang berat. Saat itu menurut Nabi, meskipun Utsman ada di pihak yang benar, ia akan dizalimi dan dibunuh. Karena itu Nabi berpesan agar Utsman kelak bersabar.
Mengingat pesan Nabi itu membuat Utsman memilih diam dan sabar, meski saat itu fitnah pada dirinya sangatlah luar biasa. Berbagai tuduhan pada Utsman hanya dibantah-nya sesekali. Begitu pula Utsman tidak mau dikawal oleh para sahabat karena tidak ingin menumpahkan darah sesama muslim. Meski akhirnya rumah-nya dikepung puluhan hari, dia dilarang mengambil air dari sumur yang justru dia sedekahkan, dilarang shalat di masjid yang tanah-nya diwakafkan.

Fitnah yang dihadapi Utsman adalah antara lain sikapnya yg menyempurnakan shalat dalam perjalanan Haji, padahal itu dilakukan-nya karena menganggap Mekkah adalah kampung halaman-nya. Beliau di fitnah memonopoli ladang gembala, padahal dia tidak pernah melarang hal itu apalagi semua peliharaan-nya telah dia infakkan kecuali dua keledai untuk berhaji. Beliau difitnah membakar Al Quran, padahal dia menginginkan hanya ada satu versi Al Quran, agar umat kelak tak berselisih tentang-nya. Beliau dituduh memindahkan seseorang (Al Hakam) ke Madinah, padahal itu dilakukan atas perintah Rasulullah. Beliau difitnah mengangkat orang yang masih muda sebagai pejabat, padahal Rasulullah sendiri pernah mengangkat orang yang lebih muda sebagai pejabat (Usamah). Beliau dituduh mengistimewakan salah seorang panglima (Ibnu Sa'd) dalam pembagian harta pampasan, padahal adalah hak bagi Khalifah untuk memberikan hadiah khusus bagi pekerjaan istimewa seperti pembebasan Afrika, sehingga beliau terpaksa mencabut kembali hadiah tersebut. Beliau difitnah mengutamakan keluarga sendiri , padahal dia menggunakan harta pribadi-nya sendiri. Beliau dituduh tidak adil dalam membagikan tanah hasil pampasan perang, padahal ada yang memilih menggunakan, namun ada pula yang meninggalkan-nya. Demikianlah fitnah2 tersebut saling susul menyusul, namun Utsman tetap sabar, dan tak mau menumpahkan darah sesama muslim. 

Utsman sedang membaca Al Quran ketika beberapa pemberontak merangsek
 memasuki kamar-nya. Kitab suci sedang terbuka di hadapan-nya dan ia membaca-nya dengan khusyuk dan suara bergetar. Para durjana memaksa Utsman menghentikan-nya mengaji, menebaskan pedang, namun Utsman menangkis dengan tangan-nya yang lalu putus. Darah mengucur tepat mengenai firman Allah SWT QS : Al Baqarah 137 "Maka Allah memeliharamu dari mereka, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Dan lalu para Durjana itu membunuh Utsman, sang khalifah pemalu dan sabar lagi santun.

No comments: