Thursday, April 12, 2018

Stand By Me (1986) - Rob Reiner


When the night has come
And the land is dark
And the moon is the only light we'll see
No I won't be afraid, no I won't be afraid

Just as long as you stand, stand by me

Ben E. King 

Film yang diangkat dari buku Stephen King berikutnya yang saya eksplorasi adalah Stand By Me, namun sebenarnya judul bukunya adalah The Body (1982). Genre film ini menggunakan istilah “coming of age” alias peralihan masa kanak-kanak menjelang remaja namun versi remaja pria. Jika anda tertarik menonton dengan genre yang sama namun diperankan remaja wanita maka Now and Then (1995) adalah film yang pas.

Film ini bukan film horor, ini justru drama layaknya The Shawsank Redemption, jadi kekuatan film ini ada di akting para pemerannya, suasana pedesaan, dan petualangan empat remaja pria yang pergi jauh dari rumah, melintasi bukit, padang rumput, jembatan kereta api, menyusuri sungai dan berkemah di hutan. Agak disayangkan kandidat sutradara awalnya alias Andrian Lyne mengundurkan diri dari posisi sutradara dan lebih memilih menyutradarai 9 ½ Weeks. 

Harus diakui saya terpesona menonton akting cemerlang River Phoenix (memerankan Chris Chambers) , lalu diikuti sedikit dibawahnya Will Wheaton (memerankan Gordie) dan Jerry O’Connell (memerankan Vern). Sementara akting Corey Feldman (Ted) sendiri menurut saya agak dibawah ketiganya. Dalam film ini muncul juga Kiefer Sutherland muda dan John Cussack muda, yang terlihat sudah memiliki kemampuan akting yang khusus.  Namun film ini beralur agak lambat, dan jangan berharap akan ada kejutan, secara umum mengalir begitu saja. 



Mereka berempat memerankan empat sahabat yang tinggal di sebuah kota kecil di Oregon, dengan penduduk beberapa ratus orang. Keempatnya sering berkumpul di rumah pohon untuk bermain kartu dan juga merokok, ciri khas anak anak berangkat remaja yang mulai sedikit nakal. Lalu suatu hari memutuskan bertualang untuk mencari jasad salah seorang anak di kota tersebut yang hilang beberapa hari lalu.  Dalam perjalanan, karakter Chris yang terlihat paling nakal namun ternyata berjiwa pemimpin, Gordie yang pemurung sering bermimpi buruk, Ted yang agak sedikit “gila” dan Vern yang lucu dan ramah, membuat dialog mengalir secara lancar.  

Dalam petualangan itu juga, persahabatan mereka terlihat semakin mengental, jenis persahabatan yang biasanya akan terus terkenang sampai kelak dewasa. Plus dengan setting kota kecil dengan alam pedesaan, terlihat sangat natural layaknya film Little House in The Prairie namun dengan gaya petualangan ala Tom Sawyer karya Mark Twain, membuat penonton seperti dilontarkan ke indahnya kenangan masa lalu. Adegan yang menyentuh, adalah adegan awal saat Gordi dewasa membaca berita bahwa sahabat masa kecilnya yang berprofesi sebagai pengacara alias Chris mati ditikam ketika berusaha melerai perkelahian di sebuah restoran. Lalu adegan berlanjut dengan flashback, dan penonton pun terbuai dengan setting 1959 an. 

Tak aneh setelah sebelumnya meraih penghargaan dalam film Explorers (1985) dan penghargaan berikutnya dalam film ini, maka River Phoenix sempat diramalkan menjadi bintang besar dan dia buktikan dengan total 24 film dan acara televisi, dimana setidaknya 2x dinominasikan dalam Academy Award, yakni film Running on Empty (1988) dan My Own Private Idaho (1991). Pada 1989,  River Phoenix yang juga abangnya Joaquin Phoenix (pemeran Commodus dalam Gladiator dan pemeran Merril Hess dalam Signs) sempat memerankan Indiana Jones muda dalam episode Indiana Jones and Last Crusade. 31 Oktober 1993 dalam usia 23 tahun , River Phoenix yang sering dijuluki sebagai “James Dean” baru sama seperti peran di Stand By Me, meninggal secara tragis karena overdosis morfin dan kokain.







No comments: