Thursday, September 29, 2011

Hijrah #1

Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam. Kepindahan tersebut justru memberikan keuntungan strategis dan politis terhadap perkembangan agama baru yang mempunyai banyak musuh pada masa itu. Saat tersebut juga digunakan untuk menandai mulainya penanggalan Islam. Dan terbukti kini, Hijrah Nabi membawa sangat banyak perkembangan positif bagi perkembangan agama Islam kelak, dan Madinah akhirnya menjadi pusat peradaban yang mengungguli Persia dan Rumawi (dua bangsa besar pada masa itu).

Mirip dengan Hijrah Nabi, saya jadi ingat peristiwa yang saya alami sebelas tahun yang lalu pada perusahaan pertama dimana saya bekerja. Saat itu saya bekerja pada pusat komputer di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Suatu kali Manajemen perguruan tingi memutuskan untuk melebur pusat komputer yang tadinya setara dengan fakultas menjadi dibawah jurusan. Situasi menjadi sangat tidak nyaman, yang tadinya sibuk dan semangat dalam bekerja menjadi terganggu dan lebih senang diskusi dan melemparkan komplain serta protes ke forum dipicu suasana yang dinilai tidak adil. Dimana mana muncul kelompok diskusi kecil yang mengekspresikan ketidak puasan terhadap putusan manajemen.

Berada dalam situasi seperti ini, emosi saya juga terganggu sebagaimana karyawan yang lain. Tetapi daripada merusak energi positif pada diri saya sendiri, maka saya memutuskan ini lah saatnya Hijrah dengan tujuan utama mencari nafkah yang halal bagi keluarga. Menindak lanjuti tawaran dari salah satu anak perusahaan provider telekomunikasi, maka saya melakukan salah satu putusan terberat dalam hidup saya. Meninggalkan anak, istri, rumah dan kota kelahiran serta memulai hidup baru di Ibukota.

Sebelas tahun berselang, sejak keputusan tersebut, saya merasakan manfaat positif dengan putusan Hijrah, situasi seperti ini ternyata memompa adrenalin, memaksa saya untuk lebih meningkatkan lagi kualitas dan kemampuan agar dapat survive di kehidupan keras ala ibukota. Meski hidup jadi secara ekstrim berubah, mulai dari pola makan, komunikasi dengan keluarga, lingkungan kerja baru, lingkungan tempat tinggal, pekerjaan baru, dll, akan tetapi saya memiliki kesempatan mempelajari ilmu baru yaitu yang berhubungan dengan implementasi IT di lingkungan provider telekomunikasi, pengetahuan tentang pabean, business development, data warehouse, enterprise apps, dll. Rasanya hal itu juga lah yang menyebabkan kaum perantauan umum-nya lebih sukses, dan menjadi pribadi yang lebih tangguh dibanding yang cenderung menetap di "comfort zone".



Hijrah mengingatkan saya akan suatu cerita tentang proses interogasi yang dilakukan malaikat terhadap orang yang tidak menjalankan perintah Allah karena dilarang dan diteror penguasa, akan tetapi dia tidak memutuskan Hijrah. Sehingga akhirnya orang tersebut tetap mendapat hukuman dari Allah. Kesimpulannya Hijrah adalah suatu kewajiban selama dilakukan jika kondisi yang ada sudah tidak memungkinkan dan bertujuan agar kehidupan berjalan dengan baik dibanding kondisi sebelumnya. Sebagaimana Surat Al-Baqarah ayat 218 yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

No comments: