Thursday, May 02, 2013

Inspirasi dari Ellies Sutrisna

Hari ini di kantor mendadak ada training motivasi dari seorang pembicara wanita bernama Ellies Sutrisna, meski relatif singkat namun ada hal yang menarik pada materi yang disampaikan Ellies. Uniknya pada sesi ini ternyata bisa dikatakan hanya ada satu slide utama yang dibahas.
 
Pada slide tersebut pada awalnya ada gambar dua sketsa manusia, yang satu diatas dengan wajah tersenyum , tangan terbuka keatas dan yang satu dibawah dengan wajah cemberut dengan tangan terkulai. Kedua sosok tersebut dipisahkan sebuah garis yang dinamai problem. Lantas Ellis bertanya, sosok manakah yang anda pilih ? maka nyaris seluruh audiens memilih sosok wajah tersenyum. Bagaimana caranya untuk sampai kesana ?, maka Ellies mengingatkan "Kita adalah apa yang kita pikirkan".
 
Lalu muncul sebuah kata disamping Si Wajah Cemberut yaitu "VICTIM", hemm kenapa dia menjadi "VICTIM" , ternyata karena melakukan BENDS sbb;
 
(B)lame, cenderung menyalahkan apapun disekitarnya.
(E)xcuses, selalu memiliki alasan dibanding mengakui bahwa sesuatu terjadi karena salahnya sendiri.
(N)egative, selalu memiliki prasangka padahal belum tentu terjadi.
(D)enial, selalu memilih menyangkal dibanding melakukan introspeksi.
(S)carcity, selalu merasa "kurang" dalam hal apapun.  
 
Sikap2 diatas inilah yang menarik seseorang kebawah, dan disebut sebagai failure magnet. Kemudian muncul sebuah kata di samping Si Wajah Tersenyum, yaitu kata "VICTOR", kenapa menjadi "VICTOR", ternyata karena melakukan PROVE sbb;  
 
(P)roactive, karakter ini selalu berusaha "make things happen", selalu memiliki plan A sekaligus plan B, dan lain lain.
(R)esponsible, selalu maju kedepan dan berani bertanggung jawab, baik gagal maupun sukses.  
(O)wnership, selalu menempatkan diri sebagai "pemilik" darisuatu proses.
(V)isionary, selalu memiliki visi jauh kedepan dan terus berkembang.
(E)xcellence. melakukan segala sesuatu untuk meraih hasil yang terbaik.

Sebaliknya sikap2 seperti inilah yang memunculkan seseorang keatas dan sukses mengatasi problem. Faktor2 inilah yang disebut sebagai success magnet.

Akhir training, Ellies menekankan untuk terus belajar, sebagaimana peserta training Ellies yang bahkan masih terus semangat belajar meski sudah berusia 86 tahun. Dengan motto 3B
(Belajar, Berprestasi dan Berbagi) Ellies yakin setiap orang akan meraih kesuksesan. Hemm berbagi ? ya betul tanpa orang2 yang mau berbagi dengan kita, maka kita tidak akan pernah bisa seperti sekarang, orang tua yang memberikan kasih dan sayang, guru2 yang memberikan ilmu, sahabat2 yang selalu mendampingi dan menolong, team kita yang selalu mendukung, dan semua orang2 yang ada di sekeliling kita.

Slide terakhir menggambarkan Singa (meski Ellies menyebutnya Harimau) sedang mengejar Rusa, terus Ellies bertanya "mau jadi Rusa atau mau jadi Singa", tentu sebagian besar memilih Singa, namun Ellis menyampaikan meski Singa kalau tidak bisa berlari cepat, lalu tidak mendapat makan, maka tetap saja akan mati kelaparan. Sebalik-nya memilih menjadi Rusa tetap saja memerlukan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari Singa agar tidak dimangsa. Jadi baik Rusa ataupun Singa tetap saja kita harus berlari lebih cepat dari sesuatu yang kita incar atau justru sesuatu yang mengincar kita. Karena itu sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas diri.


 

No comments: