Tuesday, February 26, 2013

Poseidon (2006) - Wolfgang Petersen

Sepulang kantor dan setelah makan malam ternyata ada  film Poseidon disalah satu stasiun tv, karena dibintangi Kurt Russel salah satu aktor yang film2nya cukup asik, maka saya memutuskan untuk menonton film yang dibuat di tahun 2006 ini.

Film yang dibuat berdasarkan novel Paul Gallico's ini, dengan judul "The Poseidon Adventure" (1969) sebenarnya pernah dibuat tahun 1972 dengan judul yang sama dengan buku. Nama Poseidon sendiri berasal dari mitologi Yunani kuno sebagai salah satu dewa, yang menjaga laut dengan senjata khas tombak-trisula. Pemberian nama ini sedikit mengingatkan kita akan arogansi manusia, persis seperti nama Titanic yang akhirnya menjadi salah satu musibah maritim terbesar dunia.

Adegan awal-nya juga sedikit mengingatkan saya akan film Titanic, namun Poseidon jelas jauh lebih mewah. Poseidon digambarkan sedang menuju New York. Gaya kamera yang seakan akan berputar mengelilingi kapal sambil mengikuti Dylan sang penjudi (seorang petualang yang penghasilan-nya didapat dengan bermain judi mengalahkan para jutawan di kapal) yang sedang berlari menuju dek atas benar2 berkelas dan saya rasa salah satu implementasi CGI tersukses selain Jurassic Park.



Bencana dimulai persis setelah tahun baru, dimana para penumpang sedang merayakan pergantian tahun  diiringi penyanyi yang diperankan penyanyi sebenarnya yakni Fergie dari Black Eyed Peas.

Namun mendadak muncul begitu saja tsunami yang bahkan jauh lebih tinggi dari kapal, dan langsung membuat kapal terbalik. Untung-nya saat terbalik, gelombang udara raksasa yang untuk sementara dapat menyelamatkan penumpang. Sebagian kecil penumpang yang tak mau terjebak berusaha mencari jalan keluar, dipimpin oleh Dylan. Karakter Dylan sang penjudi ini dimainkan oleh Josh Lucas dengan baik.  Dalam rombongan inilah Kurt Russel memainkan peran-nya sebagai mantan walikota New York Robert Ramsey yang sedang dalam perjalanan dengan anak perempuan-nya Jennifer yang diperankan oleh Emmy Rossum. Selain mereka juga ada aktor senior seperti Richard Dreyfuss yang memerankan Richard Nelson seorang arsitek frustrasi.

Satu persatu anggota kelompok ini tewas, mulai dari sang koki, lalu Elena yang menderita claustrophobia, dan juga peran yang dimainkan Kurt Russel tewas tenggelam saat mencoba mematikan kipas kapal. Sampai akhirnya menyisakan kelompok yang lebih kecil.

Salah satu yang menarik dalam film ini adalah special effect-nya yang keren. Selain itu adegan antara Ramsey dan Jennifer yang menggambarkan hubungan anak perempuan dan ayah-nya juga menarik, bagaimana dia menegur secara halus ketika anak-nya sedang berduaan dengan pacar-nya, atau ketika dia menegur gaun Jennifer yang dia nilai terlalu rendah. Jennifer jelas menolak keras dan sempat mengasari sang ayah yang dia anggap terlalu berlebihan, namun Jennifer baru menyadari betapa luar biasa-nya sang ayah ketika Ramsey memilih mengorbankan hidupnya demi si anak. Namun secara skenario keseluruhan, film ini cenderung datar.

No comments: