Monday, August 27, 2012

Revolusi Pedas Sang Presiden Maicih nya @PenulisCantik dan Reza Nurhilman

Meski bukan penggemar produk2 Maicih, tetapi saya cukup penasaran dengan cara sukesnya Axl (begitu Reza biasa dipanggil, maklum Axl adalah seorang penggemar Gun’s n Roses) dalam berbisnis kripik. Hanya dalam dua tahun, Axl dapat melipat gandakan omset dari juta menjadi milyar. Organisasi yang dibentuk seakan akan seperti negara, produk dengan level kepedasan, logo yang unik dengan untaian cabe juga menunjukkan bahwa Axl identik dengan kreatifitas.

Apakah kripik ini orisinil dari Axl ? seperti yang diakuinya di buku, kripik ini bukan merupakan ide orisinil Axl, pada awalnya dia adalah penyuka makanan tradisional ini, lalu mencoba membantu memasarkan-nya, dan mencoba meningkatkan omset dengan kerjasama langsung. Namun ketika Axl meminta agar si pengusaha tradisionil tsb menjadi produsen eksklusif hanya untuk memasok Axl, kerjasama dengan si pengusaha akhirnya harus diakhiri. Sempat vakum beberapa lama, Axl akhirnya masuk ke sektor produksi untuk membuat sendiri kripik tersebut, dan saat ini bahkan sudah muncul produk2 lain seperti Basreng dan Gurilem.


Buku ini sekaligus membuka mata saya bahwa Axl menempuh semua ini bukan dengan cara yang mudah, melainkan menempuh jalan penuh onak dan duri. Saya juga respek pada Axl, karena saya pernah melakukan usaha yang sama yaitu jualan keripik pedas (tidak menggunakan bubuk cabe kering seperti Maicih, tetapi cabe basah, dan biasanya dimakan sebagai pendamping sate padang), dan tahu bagaimana beratnya merintis usaha seperti ini.
Sempat nyaris putus sekolah karena sibuk berbisnis, mulai dari parfum sampai dengan kucing. Axl memutuskan untuk fokus pada bisnis, sampai empat tahun setelah lulus SMA, Axl tidak melanjutkan kuliah dan konsentrasi pada bisnis MLM. Namun setelah mengalami stagnan dalam bisnis MLM-nya meski sudah memiliki lebih dari 1000 downline akhirnya Axl banting setir jualan kripik, dengan menggunakan pola marketing yang unik, yakni tidak jualan di toko melainkan di jalan, dan informasi lokasi diberikan beberapa saat sebelumnya via social media. Namun saat ini Axl juga menjual produk2nya di tempat2 tertentu seperti “TI” jalan tol Cipularang.
Meski usia masih muda, namun pengalaman telah membentuk Axl menjadi pribadi yang tidak mudah putus asa. Lahir dari keluarga yang “berantakan” dan harus menumpang menjadi anak angkat, dan sempat menyerempet dunia hitam dengan menjadi pemabuk, preman, dll namun akhirnya Axl menemukan jati dirinya di dunia enterpreneurship. Axl juga mengakui buku2 seperti Covey seperti 7 Habits, atau buku2 Napoleon Hill menjadi salah satu inspirasi terbesar dalam hidupnya. Axl juga tidak malu untuk kuliah kembali di Maranatha, meski teman seangkatan-nya empat tahun lebih muda.
Buku ini sangat layak dibaca, sangat menginspirasi dan ditulis dengan bahasa yang enak meski bukan dengan “Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar”, tak heran kalau tulisan-nya mengalir lancar, karena @PenulisCantik memang lulusan Ilmu Komunikasi. Kesimpulan saya, buku yang enak dibaca dan sangat layak dikoleksi.

No comments: