Wednesday, August 22, 2012

The Princess Sultana’s Daughter - Jean P. Sasson

Jika di buku pertama Sasson hanya membahas sampai dengan sekitar tahun 1991, dalam buku ini Sasson lebih jelas lagi mengangkat kehidupan Sultana pada periode berikutnya. Apakah ada perubahan terhadap kehidupan wanita secara umum di Saudi Arabia ? buku ini akan menjelaskan-nya pada anda.

Dibuka dengan peristiwa menegangkan, dimana keluarga besar Sultana, akhirnya mengetahui bahwa buku ini beredar dimana-mana, bahkan best seller di beberapa Negara. Kita menyadari betapa beratnya situasi ini bagi Sultana, karena dianggap membuka aib keluarga kerajaan Saudi Arabia, namun karakter keras Sultana, dapat menghadapi peristiwa ini dengan kepala tegak.



Sasson kali ini lebih fokus pada keluarga Sultana, Putri yang bagi saya memang terkesan kekanakan dan memiliki jiwa yang tidak stabil, namun terperangkap dalam tubuh wanita dewasa. Namun sang putri sejauh ini “mampu” menahan suaminya untuk tidak “menikah” secara resmi dengan wanita lain serta dapat mengendalikan keinginan suaminya untuk memiliki anak sebanyak mungkin menjadi hanya dengan satu anak lelaki serta dua anak perempuan, dan Karim bahkan dapat disadarkan untuk memperlakukan anak perempuan dan anak lelaki secara adil.

Bagaimana Sultana membesarkan anak2 perempuan-nya Maha dan Amani yang memiliki karakter berbeda, menjadi salah satu fokus yang disorot dalam buku ini. Khususnya karena doktrin kesetaraan yang ditanamkan Sultana, justru membuat anak2nya kesulitan, karena masih kuatnya tradisi pria dalam masyarakat Saudi Arabia. Namun untuk Abdullah, satu2nya anak lelaki Sultana, dia bisa berkembang sebagai pria yang menghargai wanita, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai situasi di sekeliling-nya.   

Bagi yang penasaran dengan buku pertama Sasson, buku kedua ini akan memberikan jawaban terhadap periode berikutnya dalam kehidupan Sultana. Meski demikian, generasi kesekian Ibnu Saud ini, saya kira akan mengalami kehidupan yang lebih sulit dalam mempertahankan “kekuasaan” mereka di Saudi Arabia selama mereka tetap “jauh” dari ajaran agama yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

No comments: