Thursday, February 16, 2012

Sense of Business seorang Mertua

Saat mertua lelaki datang ke Bandung, dia menunjukkan kebanggaan-nya dengan rumah tangga anak laki-laki sulung-nya, yaitu Maradjo Pohan, apalagi bukan hanya karena profesi anaknya di militer juga dengan usaha bisnis simpan pinjam yang dijalankan oleh menantu-nya. Hal ini saat itu merupakan beban sendiri bagiku, karena aku merasa mertuaku menilai kami dari level ekonomi karena sense of business beliau yang memang kental, sesuatu yang masih menjadi masalah besar bagi kami. Sayangnya aku tak pernah bisa menyampaikan pada beliau, bahwa akupun tadinya seorang wanita karir yang harus berhenti karena permintaan suami. Mertua lelaki meninggal pada tahun yang sama dengan wafatnya Presiden Soekarno.

No comments: